Kakakku Cintaku

Kakakku Cintaku
Alergi


__ADS_3

"Hai" ucap Angel melambaikan tangannya saat Maya membuj pintu.


"Kenapa gak bilang mau kesini" ujar Maya.


"Maaf baru nyampe soalnya" ucap Angel.


"Ya udah masuk dulu gih ada Kak Rafa juga di sini" ucap Maya.


Angel mengikuti Maya dari belakang dengan tangan berada di lengan Julio walau bingung Julio tetap melakukan nya.


"Hai Ngel" ucap Rafa menyapa dengan senyuman tapi seketika terdiam karena melihat tangan Angel ada di lengan Julio.


"Hai" ucap Angel.


"Duduk dulu sama si doi suruh duduk" ucap Maya.


"Oke Kak Maya siniin Raya" ucap Angel meminta untuk memangku Raya.


"Nih, dia juga kangen sama lo" ucap Maya.


"Hallo keponakan Aunty gemes banget, Aunty ke sini bawa cogan loh" ucap Angel membuat Julio tersenyum.


"Hallo om Julio" ujar Angel menirukan suara anak kecil


"Hai cantik, siapa namanya tadi" tanya Julio.


"Raya Angelista Putri" ucap Angel.


"Gimana kalau om panggilnya Angel" ucap Julio.


"Gak boleh cuma ada satu Angel di sini" ucap Angel.


"Hehe iya iya" ucap Julio.


Angel dan Julio terus bermain dengan Raya membuat Rafa sedikit jenuh namun dengan cara komunikasi mereka yang menyenangkan Rafa maupun Maya memberikan informasi tanpa mereka sadari.


Mereka bermain sampai sore hari. Maya memasak untuk semua orang dan mempersilahkan semua orang makan. Angel maupun Julio makan sepiring berdua karena mereka berdua tidak terbiasa dengan makanan sea food karena mereka alergi dengan udang.


"Kalian soo sweet banget" ucap Maya.


"Biasa aja" ucap Angel tersenyum menatap Julio.


"*Gue gak bisa makan" ujar Angel dalam hati.


"Apa lagi saya Bos" ujar Julio dalam hati*.


"Maafin gue bawa lo dalam msalah"


"Tak apa kita hadapi bersama"


Ujar Angel dan Julio saling sahut di dalam hati mereka lewat tatapan.


"Jul lo bisa makan sea food" ujar Angel lirih.


"Bisa Bos tapi nanti harus ketemu sama suntikan" ucap Julio tak kalah lirih.


"Kita berangkat bareng gue juga, apa lagi nih ada udangnya" ucap Angel.


"Biar saya saja yang makan" ucap Julio.


"Mana bisa lo mau sakit sendiri" ucap Angel.


"Kalian bisik bisik aja, mau tambah lagi" ucap Maya.


"Gak" ucap Angel dan Julio kompak.


"Kompak amat" ucap Maya tersenyum.


"Udah sore kita pamit dulu ya" ucap Angel saat sudah menghabiskan sedikit makanannya.

__ADS_1


"Buru buru amat" ucap Maya.


"Kapan kapan main lagi deh" ucap Angel menahan gatal begitupun Julio yang sudah tidak bisa menahan gatalnya.


"Oke, oh ya kamu kayak bintik bintik merah di tangannya" ucap Maya.


"Siapa gue apa dia" tanya Angel.


"Lo kalau dia gak kelihatan lah, atau kalian alergi sea food" ujar Maya menelisik.


"Hehe iya terutama udang" ucap Julio.


"Jujur banget si lo" ucap Rafa.


"Sorry gue gak tau mau ke rumah sakit" ucap Maya panik.


"Gak gak, kita bawa obat alergi kok iya kan sayang" ucap Angel.


"Iya" ucap Julio.


"Kita pulang ya" ucap Angel.


"Ya jangan lupa periksa" ucap Maya.


"Oke" ucap Angel.


Angel dan Julio keluar dari apartemen Maya lalu berlari dengan cepat dengan tangan masih bergandengan. Maya yang melihat itu hanya tersenyum.


"Dimana lo simpan Jul" ucap Angel saat sampai di dalam mobil.


"Ini" ucap Julio memperihatkan sebuah obat.


"Lo duluan sini" ucap Angel.


"Gak bos duluan" ucap Julio.


"Oke bareng aja" ucap Angel.


"Jul lo cuma di tangan doang" ucap Angel.


"Sebenernya si di punggung tapi susah" ucap Julio malu.


"Sini gue yang balurin itu, atau gak sini gue suntik aja" ucap Angel.


"Gak perlu" ucap Julio.


"Gue maksa" ucap Angel.


"Tapi" ucap Julio.


"Gue gak mau lo cuma garuk garuk, tenang gue tutup mata tapi kalau suntik gue bisa" ucap Angel.


"Maaf Bos" ucap Julio.


"Ya udah tunggu sini" ucap Angel.


Angel menghubungi Rafa untuk datang ke mobilnya. Tak lama Rafa datang dengan berlari.


"Kenapa" tanya Rafa dengan nafas terengah engah


"Minta tolong olesin nih obat di punggung dia" ucap Angel.


"Hm kirain kenapa" ucap Rafa sewot.


"Kenapa gak mau" ucap Angel.


"Yaya sini lo mau di situ aja" ucap Rafa


"Gak gue keluar" ucap Angel.

__ADS_1


Angel keluar dari dalam mobil lalu menunggu di luar mobil sedangkan Rafa sedang mengobati Julio. Tak lama mereka selesai Julio dan Rafa keluar dari mobil.


"Udah" ucap Angel.


"Udah, kita bisa pergi" ucap Julio.


"Bisa, thanks Fa gue pergi ya yuk" ucap Angel.


Angel dan Julio pergi dari tempat tadi walau dengan menggaruk garuk tubuhnya. setelah agak jauh karena tidak tahan melihat Julio yang terus menggaruk tubuhnya Jihan memaksa untuk menyuntikkan obat alergi. Dengan sangat terpaksa Julio menerima suntikan dari Angel padahal dia sangat takut dengan jarum suntik.


"Kita kayak monyet ya" ucap Angel tertawa.


"Iya tapi lebih baik sekarang" ucap Julio.


"Iya lah makanya jangan takut jarum suntik" ucap Angel.


"Hehe" ujar Julio.


"main bunuh bunuhan gak takut giliran jarum suntik lo takut padahal kecil aneh lo" ucap Angel.


"Maaf bos oh ya bos nomor polisi yang ada di sana tadi persis dengan nomor polisi yang menyerang tuan muda" ucap Julio.


"Cari tau detile nya" ucap Angel.


"Siap Bos" ujar Julio.


"Sekarang ke apartemen aja capek gue" ucap Angel


"Siap" ujar Julio melajukan mobilnya ke apartemen Angel.


"Nih buat kamu" ucap Angel memberikan sebuah kunci aprtemen.


"Buat" tanya Julio bingung


"Buat lo selama lo di sini terus kalo lo bisa selesaikan ini dengan cepat ini buat lo tempatnya tepat di depan apartemen gue" ucap Angel saat akan turun dari mobil.


Julio mengikuti Angel dengan tatapan anehnya tapi tetap mengikuti Angel dengan jalan cepat.


"Bos yakin kasih ini buat saya" tanya Julio saat sampi di depan kamarnya.


"Serius, tenang aja ini duit gue kok" ucap Angel.


"Ah kamu kelamaan bengong sini gue tunjukin" ucap Angel membukakan pintu untuk Julio di ikuti Julio dengan tatapan berbinar.


"Gimana suka" ucap Angel


"Suka Bos" ucap Julio memeluk Angel.


Angel membalas pelukan Julio walupun kaku, tak lma Julio menyadari kelakuannya langsung melepaskan pelukannya.


"Sorry Bos" ucap Julio.


"Oke, oh ya buat semua barang lo yang ada di hotel udah gue suruh orang pindahin ke sini tadi coba lo cek" ucap Angel duduk di tepi ranjang Julio.


Julio langsung melakukan apa yang Angel perintahkan. Bahkan Julio mengeluarkan komputer komputer canggihnya untuk melakukan pekerjaannya.


"Bos liat deh" ucap Julio.


"Kenapa" tanya Angel.


.


.


.


.


Jangan lupa dukungannya guys...

__ADS_1


Maaf lama gak up lagi sibuk di dunia nyata.... hehe...


__ADS_2