
Angel dan Momi pergi meninggalkan gedung tersebut menuju gedung perusahaan Dadi yang berada di London. Angel terus saja tersenyum melihat jam tangan yang di berikan Maya padanya, ada rasa bahagia dan kenyamanan saat melihat jam tangan tersebut tiba tiba Angel meneteskan air matanya.
"Honey kamu menangis" tegur Momi yang sedari tadi melihat tingkah aneh Angel.
"Tidak Mom" ucap Angel mengusap air matanya.
"Terus itu apa" tanya Momi.
"Gak tau Mom, tapi saat Angel melihat jam ini Angel merasa ada kenyamanan dan kehangatan yang di pancarkan dari jam ini Mom, sampai air mata Angel menetes" ucap Angel tersenyum namun menangis.
"Sudah lah Girl, kamu baru mengenalnya" ucap Momi acuh.
"Iya Mom, Angel tau itu" ucap Angel.
"Gue kaya pernah lihat jam tangan ini tapi kapan dimana kenapa semua bayangan itu hitam, tapi jam ini seperti tidak asing" ujar Angel dalam hati sembari terus menatap jam tersebut.
Tak terasa mereka sudah sampai di depan gedung pencakar langit di tengah kota. Angel membulatkan matanya saat melihat gedung tersebut dengan segera Angel memakai topengnya dan bergegas turun dari mobil.
Angel mengikuti langkah Momi dengan banyak pengawal berjejer di belakangnya. Para pekerja yang melihatnya langsung memberi hormat dan berjajar untuk menyambut sang istri big boss.
Setelah naik ke lantai tertinggi Angel mengikuti Mominya yang berjalan lebih dulu dengan pengawalan dua orang itupun berhenti di depan pintu lif.
"Permisi apa tuan Honsclair ada di dalam" tanya Momi kepada sekertaris yang duduk di depan ruangan Dadi.
"Tidak Nyonya beliau sedang rapat, silahkan masuk" ucap sekwrtaris Dadi ramah.
Tanpa menunggu jawaban dari sekertaris Dadi ternyata Angel sudah masuk ke dalam ruangan terlebih dahulu. Dan duduk di sofa yang ada di ruang tersebut. Angel duduk di dekat jendela yang memperlihatkan pemandangan kota.
"Girl Dadi sedang ada rapat apa kamu ingin menunggunya atau kita makan dulu" tanya Mom.
"Angel sudah tau Mom, kita tunggu aja sebentar lagi selesai kok" ucap Angel yakin.
"Kenapa kamu begitu yakin" tanya Mom.
"Ya tadi saat kita ada di bawah Abang chat Angel" ucap Angel ringan.
"Oh, jadi kamu kasih tau Abang kalau kita kesini" tanya Mom lagi.
"Gak Mom, tadi Abang bilang katanya Abang gak bisa jemput Angel mau ada rapat, Angel "gak apa apa Angel masih lama"" ucap Angel menjelaskan.
"Oh oke" ucap Mom singkat.
Angel membuka laptop yang di bawanya, Angel membuka file yang di kirim ke E-mail nya. Angel mempelajari Emailnya dengan cermat setelah itu mengirimkannya kepada sang Abang. Angel begitu serius melihat laptopnya sehingga saat David datang dia tidak mengetahuinya.
David masuk ke dalam ruangan di belakang Dadi, David menyerngitkan dahinya karena terkejut saat melihat Angel berada di ruangan tersebut. David tersenyum melihat Angel yang sangat serius menatap laptopnya sampai kehadirannya pun dia tidak mengetahui kemudian jiwa usil David keluar.
David berjalan mengendap endap membuat ke dua orang tuanya diam. David berjalan ke arah Angel dengan sebuah coklat di tangannya. David memberikan kecupn lembut pada kepala Angel, seketika Angel menampar David keras.
"Gila lo berani beraninya, udah gue jaga lo rusak dasar.." maki Angel saat melihat siapa yang sedang dia maki.
"Abang" lanjut Angel.
"Ya ini Abang, sakit juga tamparan lo" ucap David meringis kesakitan.
"Sorry Bang gak sengaja" ucap Angel menundukkan kepalanya.
"Hahahaha makanya Bang jangan asal nyosor aja nyaho lo" ucap Momi yang tidak bisa menahan tawanya lebih lama.
"Momi" rengek David.
"Makanya Bang, Girl seharusnya kamu tendang Abang bukan di tampar doang" ledek Dadi.
__ADS_1
Angel menutup wajahnya karena malu, lalu mengambil minuman kaleng yang berada di kulkas dan menempelkannya ke wajah David yang mulai memerah.
"Ngapain kamu" tanya David bingung.
"Mau kasih ini, biar gak bengkak tuh pipi kan lucu kalau Abang gemuk sebelah pipinya hehe" ucap Angel tanpa dosa.
"Oh ya udah nih, dasar adek durjana kamu" ucap David tersenyum.
"Durjana juga kalian sayang" ucap Angel serius mengompres pipi David.
"Girl cepet lakuinnya Dadi mau ada meeting lagi" ucap Dadi.
"Tapi Dad, kan sudah hampir makan siang Dadi masih aja meeting" ujar Angel.
"Iya sekalian makan siang" ucap Dadi.
"Kamu harus ikut" lanjut Dadi.
"Oke" ucap Angel singkat.
Selama di kompres oleh Angel David terus saja mempelajari dokumen yang Dadi berikan untuk meeting nanti pada saat jam makan siang.
"Udah Honey kamu istirahat saja Abang oke"ucap David.
"Tapi ini masih merah Bang, sebentar lagi" ucap Angel membuat David pasrah.
Dengan telaten Angel mengompres pipi David. Jam makan siang yang di tunggu tunggu telah tiba membuat semu orang menghentikan aktivitasnya dan oergi makan siang.
Angel bersama keluarganya menuju restoran yang telah di tentukan tidak lupa dengan topeng yang tersemat di wajahnya. Mereka di sambut pengawalan super ketat yang di lakukan oleh klien Dadi.
"Selamat datang tuan Honsclair" ucap klien Dadi saat Dadi memasuki ruangan VIP.
"Baiklah silahkan duduk Nyonya" ucap Tuan Nick.
"Terima kasih" ucap Mom singkat.
David dan Angel tidak duduk melainkan berdiri di belakang Momi dan Dadinya membuat Dadi dan Mominya tersenyum. Klien Dadi mengira bahwa David dan Angel adalah asisten pribadi mereka.
"Kalian berdua silahkan duduk" ucap Dadi.
Tanpa di perintah dua kali Angel dan David duduk berdampingan membuat mereka semakin kompak. Mereka membuat klien Dadi penasaran siapa sebenarnya mereka dari cara berpakaian dia bukanlah orang sembarangan.
"Oh ya tuan Nick, mereka anak kami anda pasti penasaran siapa yang saya bawa" ucap Dadi membuat Tuan Nick membulatkan matanya.
"Sudah saya duga, karena Anda tidak akan membawa sembarang orang dalam bekerja" ucap Tuan Nick.
"Ya sudah mari kita mulai" ucap Dadi.
Tuan Nick mulai mempresentasikan sedangkan Angel memperhatikan dengan cermat, David menggaris bawahi hal hal penting, sedangkan Momi dan Dadi hanya mendengar tanpa memperhatikan.
"Bagaimana tuan" tanya tuan Nick.
"Saya suka dengan presentasi anda, saya tertarik dengan yang ada presentasikan untuk pertemuan selanjutnya silahkan hubungi sekertaris saya" ucap Dadi serius.
"Terima kasih tuan" ucap Tuan Nick.
"Silahkan nikmati makanannya" lanjut Tuan Nick saat makanan yang mereka pesan datang.
"Terima kasih" ucap Mom, sedangkan David dan Angel hanya mengangguk.
Dilain sisi ada orang yang sedang menatap Angel dari jauh. Dia melihat Angel tajam karena saat dia menatapnya terasa ada sebuah kedamaian dalam hatinya.
__ADS_1
"Woi dia bukanya model yang tadi ya" ujar temannya.
"Gue rasa juga gitu makanya gue lagi liatin dia" ucap Maya.
"Lo udah lihat belum wajah dia, mukanya itu mirip sama kamu tau" ujar teman Maya yang telah melihat wajah Angel saat pemotretan.
"Tau dari mana lo" tanya Maya penasaran.
"Woy gue yang siapin baju buat dia, ya kali gak lihat wajahnya" ujar teman Maya.
"Yaya, tapi gak mungkin lah wajah gue mirip beruntung banget gue kalau bisa mirip sama seorang putri" ucap Maya.
"Lo ma gak percaya kalau di bilangin, nanti lo liat pas edit tuh foto" ucap teman Maya melanjutkan makannya.
"Yaya, eh ngomong ngomong itu cowo pakai topeng juga putra Honsclair....? tanya Maya.
"Ya dia putra sulung keluarga Honsclair yang sebentar lagi gantiin posisi Ayahnya" ucap teman Maya.
"Wah, tapi gimana orang kenal sama dia kalau dia selalu pakai topeng gitu" ucap Maya menggelengkan kepalanya.
"Mungkin itu salah satu cara mereka menyembunyikan identitas keluarganya" ucap teman Maya membuat Maya mengingat sang adik yang selalu meminta di sembunyikan dari publik.
"Lo kenapa kok benging si??" tanya teman Maya.
"Gue ke inget sama adek gue" ucap Maya.
"Sorry gak maksud buat bikin lo sedih" ucap teman May tidak enak hati.
"Udah gak perlu di pikir, kita makan aja kerjaan gue masih numpuk banget" ucap Maya menyesaikan makannya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Hai hai hai...
Gimana ceritanya bikin bosen gak guys...
Kalau bikin bosen baca sampai bab akhir ya biar tambah bosen dan tidur nyenyak...🤭🤭🤭
Jangan lupa tinggalin jejaknya ya***....
__ADS_1