
"Bang"
"Girl"
Panggil Angel dan David anggap aja bareng.. hehe.
Saat memanggil satu sama lain tak sengaja tatapan mereka bertemu. Seketika Angel dan David saling memandang dalam dan mendekatkan diri satu sama lain David mendekatkan wajahnya ke wajah Angel dan saat bersamaan gangguan datang.
"Permisi maaf mengganggu silahkan menikmati" ucap seorang pelayan restoran yang terlihat gugup
Angel dan David saling tersenyum kaku, saat sang pelayan sudah meninggalkannya David dengan segera duduk di kursi samping Angel membuat Angel merasa canggung. Saat Angel hendak berpindah tempat David dengan cepat menahan tangan Angel dan menatapnya dalam Angel tau maksud David pun langsung kembali ke tempatnya.
"Sini aja, kamu tidak bisa lihat view yang lebih indah disana" ucap David menunjuk arah luar yang sangat bagus.
"Iya Bang, kenapa Angel gak sadar ya tadi" ucap Angel terpesona dengan keindahan yang ada.
"Terpesona nanti aja, makan dulu" ucap David.
"Hehe... iya Bang selamat makan" ucap Angel tersenyum.
"Kamu pesen apa Dek, kayaknya enak tuh" ucap David.
"Ini beef steak, Abang mau" ucap Angel.
"Boleh" tanya David memastikan.
"Boleh ayok aaaaaa" ucap Angel menyuruh David membuka mulutnya.
Dengan senang hati David menerima suapan demi suapan dari Angel. Satu untuk Angel satu untuk David begitupun seterusnya, begitu juga dengan makanan David. Angel dan David merasa sangat bahagia, mereka melupakan ikatan mereka yang hanya sebatas adik kaka. Saat ini mereka terlihat sangat romantis seperti pasangan yang sedang di mabuk cinta.
Angel dan David terus saja bercanda dan sering kali mengejek satu sama lain, kehangatan tersebut semakin berasa saat Angel lupa akan setatusnya sebagai seorang adik namun hal itu justru membuat David senang karena Angel bisa menganggapnya teman. Angel menggunakan kata yang sangat tidak biasa iya gunakan dengan sang Abang. Sampai waktu menunjukkan malam datang.
"Kamu kok bisa si buat Abang melayang saat di deket kamu, apa kamu guna guna Abang ya" ledek David.
"Eh apaan si, ya kali gue guna guna lo yang ada lo yang guna guna gue" ucap Angel santai.
"Kenapa, gue gak apa apain lo, lo aja yang baperan" ucap David tersenyum.
"Iz... siapa bilang gue baperan cuma suka terbawa suasana" ucap Angel tersenyum.
"Sama aja bocah" ujar David.
"Ye panggil gue bocah, bocah gini juga lo terpesona sama gue iya kan ngaku aja lo" ujar Angel.
"Terpesona sama lo, GR banget lo banyak cewek di luar sana yang lebih dari lo" ucap David membuat Angel diam beberapa saat.
"Lebih gila dari lo, hahaha" lanjut David saat melihat perubahan di wajah Angel.
"Iya mereka gila, kenapa kejar kejar Abang gak tau apa kalau Abang gak akan lirik mereka" ucap Angel enteng.
"Kata siapa, kenapa kamu begitu yakin kalau Abang gak akan tertarik sama mereka" tanya David serius.
"Ya karena Abang gak suka lah, dan mungkin juga Abang sudah punya seorang yang sangat spesial makanya Abang gak pernah ladeni mereka" ucap Angel berdiri membelakangi David.
Tak terasa air mata Angel jatuh tanpa seizinnya, David memperhatikan hal itu menjadi serba salah niatnya hanya untuk menggoda Angel agar bisa mengetahui perasaan Angel kepadanya David merasa sangat bahagia saat tau Angel cemburu saat dia dekat dengan wanita lain tapi sekarang David justru merasa sangat bersalah karena membuat adik tersayangnya meneteskan airmata karenanya.
"Honey" panggil David pelan.
"Bisakah kamu melihat Abang saat Abang sedang berbicara kepadamu" lanjut David.
Angel segera menghapus air matanya yang tetus saja menetes. Angel menahan semuanya kemudian berbalik dan tersenyum penuh kehangatan kepada David agar David tidak merasa dirinya sangat aneh karena mencemburui Abangnya sendiri. Angel terus saja menundukkan kepalanya karena tidak ingin Abangnya tau kalau dia menangis.
"Tatap mata Abang" ucap David membuat Angel sedikit mengangkat kepalanya dan menatap David hangat.
"Honey, kamu bener Abang gak tertarik sama mereka apa lagi suka sama mereka, kamu mau tau alasan Abang" ucap David menatap Angel dengan ke dua tangannya berada di bahu Angel.
"Ceritalah apa yang membuat mereka semua sulit untuk mendekati Abang" ucap Angel.
"Alasannya adalah kamu, Abang gak mau permainkan perasaan ataupun tubuh mereka karena Abang juga punya adik perempuan yang harus Abang jaga, jadi percayalah sama Abang apapun yang terjadi Abang akan selalu berada di sampingmu" ucap David serius.
__ADS_1
"Benarkah itu Bang, semua Abang lakukan itu demi Angel" ucap Angel sembari memeluk David.
"Kenapa hati gue tambah sakit mendengar alasan Abang ya, hei jantung kamu mau jawaban apa, kondisikan detakmu atau akan ku pecat kau jantung" ujar Angel dalam hati.
"Ya Honey, tapi alasan kamu ingin tau kenapa Abang tidak pernah mendekati perempuan" tanya David.
"Angel kira Abang gak punya pacar karena Angel yang selalu nempel sama Abang jadi pacar pacar Abang pergi karena marah sama Angel" ucap Angel jujur.
"Alasan Angel adalah, Angel ingin tau siapa wanita yang berhasil menyentuh hatimu sampai Abang sangat menjaga hati wanita Abang" ujar Angel.
"Terus apa alasan kamu menangis" ucap David sukses mendapatkan cubitan keras dari Angel.
"Siapa yang nangis gak ada tuh, Angel bahagia karena Abang sangat menjaga Angel" ucap Angel.
"Bukan itu jawaban yang ingin Abang dengar Honey, bisakah kau mengerti perasaan Abang kepadamu" ucap David dalam hati.
"Honey, dengerin Abang jadi mulai sekarang jangan pernah teteskan air mata kamu, untuk Abang" ucap David.
"Karena air matamu begitu berharga, dan air mata kamu hanya untuk air mata kebahagiaan" lanjut David dalam hati.
"Oke Bang" ucap Angel semangat namun masih dalam pelukan David.
"Bang udah malam pulang yuk" ucap Angel.
"Kenapa si harus cepet banget malemnya" ujar David protes.
"Gak cepet emang udah waktunya Abang ganteng" ucap Angel tersenyum.
"Iya iya Abang tau Abang ganteng makanya kamu betah kalau sama Abang" ucap David narsis.
"Ih Abang narsis" ujar Angel.
"Biarin narsis, emang kenyataan" jawab David percaya diri.
"Iya in aja dah" ucap Angel.
"Abang karena yang dilihat kadang susah untuk di utarakan, apa lagi kalau hati udah sa. ....." ucapan Angel terpotong karena ponselnya berbunyi.
Tring........ tring..... tring.....
(Anggap aja suara ponsel saat ada panggilan masuk hehe)
"Ya Mom" ucap Angel.
"Kamu dimana Girl" tanya Mom.
"Lagi cari makan sama Abang" jawab Angel.
"Oh, kenapa gak ngomong dulu sama Mom"
"Hehe sorry Mom, kata Abang tadi udah izin sama Mom buat pergi berdua" jelas Angel
"Pergi berdua tumben Abang"
"Gak tau Mom"
"Mungkin Abang ingin menikmati waktu lenggang dia hanya buat kamu"
"Ya udah, nikmati waktu kalian besok kita akan super sibuk" lanjut Mom.
"Ya Mom, makasih love you Mom" ujar Angel tersenyum bahagia.
"Iya tapi inget jangan malam banget pulangnya kasihan Abang besok harus ke kantor"
"Oke siap Mom" ucap Angel semangat.
"Ya sudah Mom di panggil Dadi" ucapnya.
"Oke bye Mom, see you" ucap Angel mematikan ponselnya.
__ADS_1
Angel terus saja tersenyum setelah menerima telfon dari Mominya. Sesekali Angel melihat ke arah David yang sedang serius dengan ponsel pintarnya. Angel merasa Abang adalah sosok yang sangat Angel inginkan dia bisa meluangkan waktunya walau sebenarnya dia sangat sibuk, dan yang paling Angel sukai dari David adalah David orang yang sangat mengerti dirinya.
"Bang" ucap Angel lirih di samping David.
David memejamkan matanya menahan sesuatu yang bergejolak di dalam dirinya. Panggilan Angel yang lirih di samping telinganya membuat tubuhnya bergetar namun David selalu bersikap biasa saja karena tidak mungkin dia melakukan hal mengerikan kepada adiknya sendiri.
"Bang" panggil Angel lagi.
"Ya" ucap David cepat sembari melihat ke arah Angel.
Saat itu juga Angel yang belum sempat memundurkan wajahnya tanpa sengaja bibirnya menyentuh bibir David membuat mereka diam dan saling menatap. Angel membulatkan matanya tifak percaya dengan apa yang dia lakukan. Namun David segera memalingkan wajahnya karena David tidak ingin sesuatu yang lebih terjadi.
"Eh... Bang pulang yuk udah di telfon Momi" ucap Angel gugup.
"Oke, tapi apa kamu tidak ingin pergi beli apa gitu" tanya David.
"Gak Bang, udah ngantuk lanjut besok aja kalau ada waktu lagi" jawab Angel.
"Oke ya udah, kita bayar dulu" ucap David.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Hai reader... makasih ya yang udah mau baca dan yang udah tinggalin jejaknya.
Author sangat sangat senang kalian mau like semoga kalian betah sama cerita ini sampai akhir.....
Salam manis author***.
__ADS_1