
"Bang" ucap Angel saat sampai di ruangan Dadi.
"Kenapa" tanya David.
"Angel lelah" ucap Angel lesu.
"Ya udah istirahatlah dulu" ucap David duduk di sofa ruangan.
Angel kemudian duduk dan merebahkan kepalanya di pangkuan David membuat David membelalakkan matanya. Namun Angel justru bersikap biasa saja walaupun di dalam dada jantungnya mau copot.
"Honey" ucap David tertahan.
"Maaf boss saya pergi dulu" ucap Kevin tak enak melihat pemandangan tersebut.
"Pergilah" ucap Kevin.
"Kamu kenapa Honey, apa kamu sakit" tanya David.
"Gak Bang, cuma lelah pengin istirahat sebentar aja" ucap Angel semakin lirih.
"Oke, tapi nanti kalau Dadi lihat gimana" tanya David takut karena Dadi selalu memarahinya saat berduaan dengan Angel.
"Sebentar Bang" ucap Angel.
Angel tertidur dengan posisi yang masih sama kepalanya berada di pangkuan David sedangkan David membelai belai kepala Angel. Tanpa sengaja baju yang Angel kenakan terangkat dan terlihat paha mulus Angel dengan segera David melepas jasnya untuk menutup paha Angel.
"Aduh kenapa gue susah nafas gini, bukannya gue sering lihat banyak cewek lebih dari ini, sadar David sadar" ucap David dalam hati.
David berusaha untuk biasa saja dan terus bekerja dengan ipad ditangannya. Sesekali David menarik nafas panjang untuk menetralkan jantungnya yang berdetak lebih cepat. David bekerja namun sesekali melirik wajah Angel yang tepat berada di bawah wajahnya.
"Boy" panggil Dadi saat baru saja masuk ke dalam ruangannya yang melihat Angel berada dalam pangkuan David.
"Dadi" ucap David kaget.
"Apa yang kamu lakukan, ini di kantor lagian itu gak pantes dia adikmu" ucap Dadi panjang.
"Dad ini gak seperti apa yang Dadi lihat" ucap David menjelaskan.
"Lalu apa, jelaskan ke Dadi" ucap Dadi serius.
"Maaf tuan, saya bisa jelaskan sejak keluar dari ruang rapat Nona terlihat begitu lesu setelah sampai di sini Nona bilang...." ucap Kevin terhenti saat Dadi mengangkat tangannya.
"Sudahlah Vin biar Abang yang jelasin, jelasin Bang apa yang dia katakan sampai Abang melakukan hal lebih seperti ini" tanya Dadi serius.
"Angel bilang gue lelah pengin istirahat terus dia tertidur Dad" jawab David.
"Oke terus kenapa harus di pangkuan kamu" tanya Dadi lagi.
"Sudahlah Dad, ini semua salah Angel" ucap Angel bangun dari pangkuan David.
"Kamu pura pura tidur ya" ujar David.
"Gak Bang, tadi beneran tidur tapi pas Dadi bentak Abang Angel kebangun " ucap Angel tersenyum.
"Kebangun apa gak tega Abang kena bentak" ledek Dadi.
"Dadi kenapa si, kan Angel cuma tidur Abang kena bentak gimana kalau Angel lakukan ini di depan Dadi" ucap Angel memeluk dan mencium pipi David.
Dadi David dan semua yang da di dalam ruangan membelalakkan matanya karena tidak menyangka hal yang baru saja di lakukan Angel. Apalagi David yang mendapat perlakuan di luar dugaannya sampai tak bisa berkata kata serasa dunia berhenti beberapa saat.
"Kenapa kalian liatin Angel gitu, gak suka ya udah tapi Dadi jangan marahin Abang lagi" ucapnya berdiri namun baru satu langkah Angel terjatuh tepat di pangkuan David.
Dengan cepat David menangkap Angel seketika mata mereka bertemu dan saat itu juga Angel menutup matanya dengan posisi masih di pangkuan David membuat semua orang panik saat David mencoba membangunkannya namun tak kunjung bangun.
"Kenapa Angel Bang" tanya Dadi serius.
__ADS_1
"Gak tau Dad tapi badannya panas banget" ucap David menyentuh wajah Angel.
"Jaga tanganmu Boy" ucap Dadi membuat Kevin dan Darwin tersenyum.
"Dad bisa gak si dalam keadaan kaya gini jangan berpikir negativ sama Abang" ucap David menggendong Angel.
"Vin hubungi rumah sakit" ucap David saat sampai di mobil.
"Siap bos" ucap Kevin segera menghubungi rumah sakit terdekat.
Selama perjalanan David memeluk Angel karena takut sesuatu yang buruk terjadi.
"Kamu bawa mobil kenapa kaya siput si Vin" marah David.
"Udah kenceng kali bos, mau masuk rumah sakit bareng barung kalau gue si ogah" ucap Kevin mencairkan suasana.
setelah lima menit dengan kecepatan super sonik, karena untuk kecepatan normal bisa di tempuh dalam waktu satu jam dengan cepat David mengendong Angel dan membawanya ke ruang UGD, dengan segera semua dokter terbaik yang menangani Angel.
"Bagaimana Dok" tanya David saat dokter baru saja keluar dari ruangan Angel.
"Semuanya baik baik saja Tuan hanya saja Nona banyak pikiran yang membuat sirkulasi tubuhnya naik, demamnya juga sudah turun sebentar lagi akan di pindah ruangan" ucap Dokter.
"Terima kasih Dokter" ucap David lega.
Harusnya pakai bahasa Inggris ya tapi Author susah buat ngomong bahasa Inggris.
"Bos Tuan besar sudah ada di bawah" ucap Kevin.
"Biarin suruh Dadi masuk biar lihat sendiri kondisi putri tersayangnya" ucap David kepada Kevin.
"Sabar udahlah namanya juga seorang Ayah pasti akan sangat menjaga anak perempuannya" ucap Kevin santai.
"Iya tapi gue juga Abangnya kali jadi gak perlu seprotektive itu" ucap David kesal.
"Kalau gitu gue ke om dulu ya" ucap Kevin menepuk pundak David.
"Maafin Abang Honey, Abang gak bisa jaga kamu sampai kamu sakit Abang gak tau" ucap David menangis dengan menggenggam tangan Angel erat.
"Maafin gue saat lo butuh gue buat cerita semua masalah lo justru gue gak ada di samping lo, gue nyesel udah gak ngertiin lo maafin gue Dadi bener kalau gue bukan Abang yang baik gue harus banyak belajar jadi Abang please berikan kesempatan gue belajar jadi Abang yang baik Abang yang selalu jaga kamu" ucap David.
"Sudahlah Boy, dia akan baik baik saja" ucap Mom yang sedari tadi melihat tingkah David.
"Mom" ucap David memeluk Momi erat sembari menangis.
"Udah jangan nangis gak malu apa sama Kevin" ledek Momi.
"Jangan pikirin Kevin dia kan gak punya malu" ucap David.
"Lagi sedih aja masih bisa lo ledekin gue" ujar Kevin tersenyum.
"Udah jangan bertengkar, Boy apa kata Dokter" tanya Dadi tegas membuat David menciut.
"Kata Dokter Angel terlalu banyak pikiran" ucap David menatap Angel.
"Oh terus kenapa tuh tangan" ucap Dadi melirik tangan David yang menggenggam Angel.
"Eh... sorry Dad" ucap David menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Udah lah Dad, biarin aja lagian mereka kan saudara udah sepantasnya seorang Abang takut dengan keadaan Adiknya" ucap Mom menengahi.
"Maaf Tuan sepertinya saya dan Kevin harus pergi menyelesaikan pekerjaan kita" ucap Darwin.
"Oke pergilah" ucap Dadi.
"Haus" ucap Angel lirih.
__ADS_1
"Kamu mengatakan sesuatu Honey" tanya David saat mendengar suara Angel samar samar.
"Haus" ucap Angel lebih keras.
"Oke , buka mata kamu dan duduklah" ucap david membantu Angel untuk duduk.
"Bang minta air " ucap Angel lesu.
"Oke oke, sebentar" ucap David mengambil minum di dekatnya.
Angel minum dengan sangat perlahan, dengan telaten David memberikan minuman kepada Angel yang sangat lesu. David menahan dirinya sekuat tenaga agar tidak menangis dan membuat Angel stress nantinya.
"Bagaimana keadaanmu Girl" tanya Dadi.
"Angel baik kok Dad" ucap Angel tersenyum.
"Baik gimana, lemes gitu" ucap Momi.
"Tenang aja Mom, Angel cuma lelah pengin istirahat Angel juga udah bilang sama Abang" ucap Angel tersenyum.
"Oke sekarang istirahatlah" ucap Mom lembut.
"Laper" ucap Angel.
"Baiklah biar Abang suapi kamu" ucap David mengambil makanan yang telah di berikan pihak rumah sakit.
"Tapi itu gak enak Bang" rengek Angel.
"Honey, tapi ini makanan sehat biar Abang suapi kamu" ucap David.
"Oke, mungkin dengan tangan Abang tuh makanan jadi rasa restoran berbintang" ucap Angel lesu.
"Kamu lihat wajah Abang aja pasti makanannya jadi enak" ledek David.
"Yang ada pait" ledek Momi.
"Bener tuh kata Momi jangan liatin David nanti tersedak lagi" imbuh Dadi.
"Kenapa si omongan kalian berdua makin hari makin nyes banget" ucap David lesu.
Angel melihat Abangnya di pojokkan justru tersenyum, kemudian menuntun sendok yang di pengang David untuk menyuapinya. Dengan terus tersenyum Angel memeprhatikan wajah David yang terlihat sangat khawatir. Angel menghabiskan makannya dengan cepat.
"Katanya gak enak tapi Abis" Cibir David.
"Kenapa gak ikhlas lo Bang" ucap Angel galak.
"Jaga ucapanmu Girl" ucap Dadi.
"Eh sorry... gak ada maksud Bang " ucap Angel.
"Sudah lah Honey, maafin Abang ya" ucap David.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Maaf ya guys... lama upnya...
Jangan lupa like vote dan komennya ya...