Kakakku Cintaku

Kakakku Cintaku
Eps 145


__ADS_3

"Mempelai laki laki udah siap di pelaminan tuh" ujar Mama Cika.


"Aduh Ngel gue gugup banget" ucap Cika.


"Niatkan ibadah aja tarik nafas tenang aja gue anter ke pelaminan" ucap Angel.


"Beneran gue pegangin gaun lo he" ujar Angel.


"Gak buat gue lebih selow" ucap Cika.


"Udah kamu kan sama mama Papa" ucap Mama Cika.


Tak lama papa Cika datang lalu menggandeng sang putri bersama dengan Mama Cika. Angel langsung memakai cadarnya dan memegangi gaun Cika berjaln ke pelaminan.


"Angel suprise lo udah datang" ucap Cika saat Angel menata gaunnya.


"Suprise apa" ujar Angel.


"Nanti juga lo tau" ucap Cika cekikikan.


"Berhenti tertawa dan seriuslah" ucap Angel membuat Cika cemberut.


Angel langsung turun dari pelaminan saat dia berjalan menjauh dia di kagetkan dengan sosok yang sangat dia rindukan.


Tatapan Angel bertemu dengan tatapannya yang tersirat kerinduan. Mereka membatu seketika namun Angel menyudahinya.


Ingin berlari ke arahnya dan memeluknya erat namun dia langsung memutar badannya saat melihat ke dua orang tuanya datang bersamanya.


Ijab di ucapkan Angel merasa khawatir dengan Riko pasalnya dia bicara padanya akan mengucap namanaya dia terus menyatukan tangannya dalam ketegangan membuat Riko tersenyum saat itu Angel semakin tegang bahkan gemetar.


"Kamu tidak merindukanku" ujar seseorang yang mendekat.


"Kamu jangan mendekat di sini terlalu bahaya untuk nyawamu" ucap Angel yang melihat David ada di sampingnya.


"Tidak masalah" ucap David.


"Angel bisa bantu tante" ucap Mama Cika yang membawa beberapa hadiah dari keluarga Riko.


"Oke tante" ucap Angel.


Setelah kepergian mama Cika Angel menatap David sekilas lalu membungkukkan badannya hormat lalu pergi.


"Kamu masih memakainya" ujar David membuat Angel berhenti.


"Seseorang melarangku untuk melepaskannya di depan laki laki lain" ucap Angel membuat David tersenyum senng.


Angel langsung pergi menata hadiah hadiah dari keluarga Riko. Dia bahkan tidak sadar kalau ijab sudah di ucap dan Cika sudah resmi menjadi istri Riko.


"Angeline" panggil Maya.


"Hai kak Maya, hai Raya" ujar Angel mencium Raya.


"Bisa tolong kakak ajak Raya senbentar gue mau minta foto sama mereka yuk kak Rafa" ujar Maya memberikan Raya pada Angel.


Rafa enggan pergi sampai Angel mengangguk agar Rafa mengikuti keinginan Maya.


"Hai cantik kamu foto sama Aunty aja ya mamahmu sibuk" ujar Angel mengambil beberapa pose dengan Raya.


"Nona Angeline" ujar seorang sahabat Mommynya dulu.


"Nyonya anda masih mengenali saya" ujar Angel.


"Saya tidak mungkin melupakan model berbakat seperti anda ini" ujarnya.


"Oh ini anak sahabat saya" ucap Angel.


"Saya kira" ucapnya.


"Anak saya ya, belum ada jodoh nyonya" ucap Angel membuat semua yang di sana tertawa.


"Saya punya anak laki laki dan di pengusaha mau berkenalan" ujar seseorang di belakangnya.


"Biarkan jodoh yang mencari saya" ucap Angel.


"Kamu cantik cantik pasrah amat" ucapnya.


"Raya kasih aja sama Bunda" ucap Maya


" ya kak, semuanya saya permisi dulu" ucap Angel


Angel berjalan mencari keberadaan bundanya sebenarnya Maya sengaja memberikan Raya pada Angel supaya semua orang menganggapnya jelek.


"Girl" ujar Mommy saat Angel melewati meja keluarga Honsclair.


"Mom sorry " ujar Angel meneteskan air matanya lalu pergi.


"Sayang sini" ujar Bunda mendekat.


"Nyonya Damantara" ujar Mommy sinis.


"Siapa ya" ujar Bunda


"Bukankah keluarga anda mengobrak abrik perusahaan keluarga saya" ujar Mommy dengan nada lebih sinis membuat Bunda mengerti keadaan sekarang.


Daddy David hanya diam sedangkan Angel bingung sendiri dengan menggendong Raya. Saat ucapan mereka sudah saling menghina Angel meneteskan air matanya deras.


"Ayo sayang pergilah jangan dekat dekat dengan mereka" ujar Bunda mengajak Angel namun Angel hanya diam dia hanya memberikan Raya padanya.

__ADS_1


"Maaf tante jangan pernah menilai mereka seperti itu, belum tentu ucapan mereka cerminan mereka dalam jiwa akan ada sisi iblis dan sisi malaikatnya" ujar Angel dengan deraian air mata.


"Siapa mereka kenapa kamu membelanya dan kenapa kamu manangis." ujar Bunda.


"Saya tidak membela mereka ataupun anda itu hanya pendapat saya, kalian berdua salah tapi di sisi lain kalian berdua benar kalian saling membela keluarga masing masing saya salut dengan itu sekarang anda boleh pergi" ujar Angel membuat Bunda benci padanya lalu pergi begitu saja dengan Raya yang menangis.


"Maaf Mom Angel gak bisa mengendalikan siapapun di sini" ujar Angel bersimpuh di depan mommy.


Mommy hanya diam sebenarnya dia tidak tau maksud Angel karena dia tidak tau apa yang sedang terjadi dan siapa keluarga Angel yang sebenarnya.


"Bangunlah Girl" ujar Daddy.


"Jangan menyentuhku Dad, Angel gak mau nyawa kalian terancam karena kehadiran Angel" ujar Angel.


"Honey" ucap David.


"Maaf" ucap Angel bangun lalu pergi namun dia justru menabrak Cika yang ada di belakangnya.


"Kamu kenapa" tanya Cika.


"Gak papa berbahagialah sekarang hari bahagiamu gue makasih banget sama lo yang udah datengin mereka" ucap Angel menghapus air matanya.


"Kenapa kamu nangis" tanya Cika.


"Tangis kebahagiaan karena lo undang mereka gue jadi bisa ketemu mereka setelah sebulan disini gue gak bisa nahan tangis gue di depan mereka gue malu make up gue ilang gue pergi dulu ya" ujar Angel dengan senyuman.


"Di saat seperti ini aja kamu masih perduli dengan orang lain" ujar David dalam hati.


"Dad" ujar David namun Daddy menggelengkan kepalanya.


"Tante Om kak David makasih ya udah datang" ujar Cika menyalami semuanya.


Setelah menyalami keluarga Honsclair Cika langsung duduk kembali ke pelaminan menyalami tamu yang lain.


"Untuk ke dua pengantin silahkan lempar bucket bunganya bersama" ujar sang MC


"Saya tidak akan melemparkannya saya akan memberikannya oada sahabat saya dia juga yang merancang gaun ini Angeline kamarilah" ucap Cika membuat Angel yang berada jauh tersenyum dengan air mata yang sesekali mengalir.


"Nona Angeline silahkan" ujar sang MC


Angel berjalan mendekati pelaminan dengan melewati keluarga Damantara dan juga Honsclair. Dia menahan air mata yang terus ingin mengalir.


"Pakai cadar ternyata, cantiknya misterius" ucap sang MC


"Walaupun gue di bilang gak adil tapi gue sama suami gue sepakat buat kasih ke lo karena lo yang selalu ada dalan perjalanan kita" ucap Cika membuat Angel memeluknya.


"Makasih ya Din" ucap Riko.


"Ya kak Riko dan Cika doa terbaik buat kalian" ucap Angel


"Gak kasih hadiah gitu sama kita" ucap Cika membuat semua orang tertawa


"Nyanyi dong" ucap Riko.


"Kenapa harus nyanyi" ujar Cika.


"Suaranya enak tau" ucap Riko.


"Kok lo tau jangan jangan" ujar Cika.


"Udah udah oke gue nyanyi tapi bukan buat kalian" ucap Angel.


"Kita yang lagi jadi tokoh utamanya" ucap Cika.


"Figuran mah bebas" ucap Angel membuat semua orang tertawa.


Angel langsung bersiap untuk menyanyikan sebuah lagu. Dia pergi ke tempat yang sudah di sediakan dia langsung duduk dan memakai gitar.


...Matahari terbenam di lanngit barat...


...Kamu sekarang menjadi sedih...


...Aku ras aku tidak bisa menelfonku lagi, jadi aku akan menelfonmu lagi...


...Bahkan jika aku memanggilmu, namamu selalu pecah di udara dan kembali....


...Aku bakhan tidak ada kekuatan untul menerimanya lagi, tinggalkan aku sendiri...


...Hari aku pergi hati aku mencintaimu hari langit menangis karena sedih...


...Seolah olah tau aku akan pergi di tengah hujan...


...Di hari hujan aku merindukanmu...


...Menunggu hari aku akan melihatmu suatu hari nanti...


...Mengapa langit hujan membuatku sangat sedih...


...Aku ingin melupakanmu dengan air mataku yang berhamburan...


...Di hari hujan aku merindukanmu...


...Menunggu hari aku akan melihatmu suatu hari nanti...


...Mengapa langit hujan membuatku sangat sedih...


...Aku ingin melupakanmu dengan air mataku yang berhamburan...

__ADS_1


...Aku merindukanmu, aku merindukanmu , aku merindukanmu...


...Tapi sosokmu masih ada...


...Saat hari sedang hujan aku selalu merindukanmu...


...Menunggu hari aku akan melihatmu suatu hari nanti...


...Mengapa langit hujan membuatku sangat sedih...


...Aku ingin melupakanmu dengan air mataku yang berhamburan...


...Tapi aku cinta kamu...


"Wah sangat merdu dan sangat menyayat ya" ujar MC.


"Perwakilan dari hati yang tersakiti" ujar Angel sembari mengusap air matany.


"Waduh apa hari ini hari patah hati" ujar MC


"Bukan tapi hari menyerah untuk mengejarnya" ucap Angel membuat semua orang tertawa.


Angel langsung pamit kepada Cika dan keluarganya untuk ke kamarnya lebih dulu. Saat sampai di kamar Angel langsung menangis mengeluarkan semua yang tertahan sejak tadi.


Selama dia bernyanyi ada air mata yang mengalir matanya terus menatap mata David. Angel melihat setiap tetesan air mata darinya membuatnya semakin sakit.


Di lain ruang David diam menghapus air matanya sedangkan Daddy dan Mommynya menatap anaknya itu. Mommy maupun Daddy saling tatap Mommy tidak tega melihat anaknya itu membujuk Daddy untuk membiarkan David menemui Angel.


"Kak David bisa minta tolong ambilkan beberapa hadiah di kamar nomor XX ini kuncinya" ucap Cika mendekati David dan keluarganya saat semua anggota keluarga itu saling diam.


David langsung mengiyakan ucapan Cika saat Cika memohon. Karena keluarga Cika adalah salah satu sahabat dan juga kolega keluarga Honsclair.


David pergi ke kamar yang Cika maksud. Dia langsung membuka kamar hotel itu dan langsung masuk begitu saja saat berjalan maju tatapannya berhenti pada sosok yang sedang menatapnya aneh.


"A Angel" ujar David gugup.


"Kamu ngapain kesini" tanya Angel yang menghapus air matanya.


"Apa ini rencana Cika" ujar Angel di angguki David.


Angel berjalan mencari cadarnya saat akan memakainya tangannya di tarik oleh David membuat Angel jatuh dalam pelukannya dan menatap David.


"Saya merindukanmu Honey" ujar David memeluk Angel erat di balas pelukan David erat.


"Aku juga merindukanmu" ucap Angel membuat pelukan mereka semakin erat.


David merenggangkan pelukannya lalu merangkup wajah Angel wajah yang selalu dia rindukan. David memajukan wajahnya lalu dia langsung mencium bibir Angel dan **********.


Angel membalas perlakuan Dwi yang lembut itu, Angel dan David sama sama menikmatinya sampai mereka lupa kalau mereka di batas waktu saat bertemu.


"Bagaimana kehidupanmu di sini Honey" tanya David sembari membawa Angel duduk di tepi ranjang.


"Lebih dari expextasi" ucap Angel sembari menyandarkan diri di pundak David.


"Kamu kurusan ya" ujar David.


"Masa si" ucap Angel.


"Hm kurang tidur" tanya David sembri mencium kepala Angel.


"Iya kan sibuk akhir akhir ini buat siapain semuanya" ucap Angel berbohong kalau kehidupannya di sini lebih sulit dari yang dia pikirkan.


"Kamu ke sini bilang Daddy" tanya Angel menatap David.


"Gak, di suruh Cika ambil hadiah tadinya gak mau tapi Mommy maksa kalau tau kamu hadiahnya langsung kesini tadi" ucap David.


"Kamu gimana kabarnya" tanya Angel.


"Baik seperti yang kamu lihat sekarang" ucap David


Angel tersenyum mendengar jawaban David. David membalas senyuman Angel bahkan dia menatap Angel penuh hangat.


"Kapan kamu kembali" tanya Angel.


"Baru sampai tadi pagi udah di usir" ujar David.


"Ya gak gitu juga" ucap Angel.


"Saya sangat menginginkanmu saat ini" ujar David berbisik.


"Apaan si" ujar Angel tersipu malu.


"Gimana apa ada yang tumbuh dalam dirimu" tanya David mengusap perut Angel.


"Gak tau" ujar Angel enteng.


"Kalau dia tumbuh gimana" tanya Angel.


"Kamu ingat kan kamu harus menghubungiku karena itu perbuatanku jadi aku akan bertanggung jawab sepenuhnya" ujar David menatap mesra Angel membuat Angel larut dalam tatapan David.


David menarik tengkuk Angel lalu kembali bermain di bibir Angel. Angel membalas perlakuan David karena dia juga merindukan sentuhan David. David mendorong Angel pelan sampai Angel tertidur di atas ranjang.


"Apa yang kamu lakukan" ujar Angel.


.


.

__ADS_1


.


Jangn lupa dukungannya guys...


__ADS_2