
Angel tersenyum sinis, saat semua yang mengatai dirinya kaget dengan yang Angel lakukan, Angel mendekati sekelompok cewe tersebut.
"Jangan nilai orang sebelum kalian mengenalnya" ucap Angel berlalu meninggalkan sekolah lain.
"Wah wah, temen gue seneng seneng gak ajak ajak" ucap Milla.
Setelah sampai di kelompoknya Angel melihat tajam ke arah sekelompok cewek tersebut dengan mata yang berkaca kaca.
"Gila tuh anak, gue sampai gak bisa bicara karena tatapannya" ujar salah seorang dalam kelompok tersebut.
"Bener banget lo tatapan nya aja sampai nusuk banget tuh" jawab siswa X.
"Hai boleh kenalan gak" tanya seorang yang tadi di dekati Angel.
"Wah, ada yang baper nih sama Angel" ucap Milla.
"Milla" ucap Milla menyambut uluran tangan cogan sekolah lain.
"Eh, gue Rei" ucap cogan tersebut kaget karena yang memperkenalkan diri bukan Angel.
"Hai Rei, ini temen gue Doni Elen dan..." ucap Milla terputus.
"Emang gue temen lo" ucap Doni.
"Iya in aja ngapa Don" ucap Milla.
"Gak mau" ucap Doni.
"Hai nama gue Rei, dia Rio" ucap Rei mengulurkan tangannya pada Angel untuk ke dua kalinya.
"Angel" ucap Angel singkat tanpa menjabat tangan Rei.
"Oh hai, salam kenal maafin temen temen gue ya tadi udah ngatain kamu" ucap Rei.
"Tidak masalah" ucap Angel singkat.
"Nih anak gak kaya yang gue kira, dingin juga ini bukan Rei namanya kalau gak bisa sentuh dia" ujar Rei dalam hati.
"Hei" ucap Rei memegang pipi Angel lalu tersenyum.
Brugh....
Bukannya mendapatkan perhatian Angel justru mendapatkan hadiah pukulan dari Angel, Angel menjadi pribadi yang sangat keras terhadap orang yang berusaha menyentuh dirinya ataupun keluarganya dengn tidak sopan.
"Jangan sentuh saya" ucap Angel tegas.
"Wah wah, berani juga dia" ujar Rei pada Rio.
"Gila lo, gue aja yang udah jadi temennya gak berani sentuh dia lo baru kenal juga parah lo" ucap Doni maju ke depan Angel.
"Wah lo mau jadi pahlawan ya, terima ini" ujar Rei hendak memukul Doni.
"Hentikan urusan lo sama gue bukan dia" ujar Angel berani.
"Wah nantangin gue lo" ujar Rei.
"Siapa takut" ujar Angel berani.
Angel menjadi pusat perhatian karena ulahnya, namun Angel maupun Rei tidak menghiraukannya justru rei menantang Angel untuk bertanding bela diri di tengah lapangan, dengan penuh berani Angel maju ke lapangan untung bertanding dengan Rei.
"Angel lo pasti bisa, Angel Angel Angel" teriak Milla dkk.
Pertandingan pun dimulai, sebenarnya Angel tidak mendapat izin dari gurunya karena Angel bukanlah murid bela diri di sekolahnya tapi bertanding dengan ahli bela diri dari sekolah lain namun karena kegigihan Angel, guru pun memberikan izin.
"Lo bakal nyesel, gak mau sama gue gue punya segalanya yang lo mau" ujar Rei lantang.
"Coba aja, karena gak semua yang lo mau bisa lo beli dengan uang" ujar Angel tegas.
Zack.... Zack... Brugh... Brugh.....
Dengan waktu singkat Rei sudah terkapar di lantai tak berdaya dengan beberapa luka di wajahnya, sedangkan Angel tidak tersentuh oleh Rei membuat suara gemuruh tepuk tangan untuk Angel.
"Hebat hebat siapa yang suruh kamu kaya gitu ha" teriak seseorang yang suaranya sangat familiar di telinga Angel, Angel kemudian membalikkan badannya dan memastikan suara yang dia dengar bukan ilusi.
"Aduh... Abang lagi" ujar Angel lirih saat melihat David.
"Sorry Bang, lagian dia nantangin Angel duluan" ucap Angel lirih.
__ADS_1
"Kan sudang Abang bilang jangan gunakan itu kalau bukan untuk hal penting dan seharusnya kamu buat dia minimal sampai rumah sakit lah Honey" ujar David membuat semua orang terbelalak.
"Hai tuan muda Rei apa kau baik baik saja" tanya David mendekati Rei.
"Oh tuan muda David ternyata kau orang di balik dirinya sampai dia tidak mau di sentuh orang lain" ucap Rei sinis.
Rei adalah musuh David sejak lama, baik dalam bidang wanita maupun perusahaan, Rei juga pernah membuat David hampir jatuh dalam tipu muslihatnya, Rei menjebak David dengan seorang wanita namun berkat anak buahnya rencana Rei berantakan.
"Bagus Honey bagus jangan biarkan siapapun menyentuhmu" ledek David kepada Rei.
"Wah wah, Honey kau luar biasa mengajarkan tuan muda ini bahwa tidak semua sesuatu bisa dia sentuh dan dia beli dengan uangnya"lanjut David sinis.
Angel menarik tangan David yang sedang asik mengejek Rei, Angel membawa David ke pinggir lapangan, Angel tidak tau bahwa Abangnya mengenal Rei.
"Sejak kapan Abang ada di sini" tanya Angel.
"Sejak seseorang berkata tidak semua yang kamu mau akan kamu dapatkan dengan uang mu" ucap David.
"What jadi Abang melihat Angel bertanding tadi" tanya Angel penasaran.
"Ya dan ternyata om berhasil mendidik mu" ucap David mengacak rambut Angel.
"Abang ih... nyebelin banget" ucap Angel merapikan kembali rambutnya.
"Abang" tanya Milla Elen dan Doni bersama.
Angel hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
"Gila lo ya, Abang se ganteng ini lo umpetin aja" ujar Milla.
"Iya lah kalau gak abis Abang gue sama lo kan sayang" ujar Angel tanpa sadar.
"Tapi sorry temen temen, gue harap kalian gak marah dan gak bilang siapapun kalau gue adik dari pengusaha muda David" ucap Angel lirih.
Semua teman teman Angel hanya menggelengkan kepalanya tidak mampu berbicara, sebenarnya semua teman teman Angel adalah anak seorang pengusaha namun mereka semua menutupi jati dirinya dari publik.
"Baiklah semuanya kita luruskan semua salah paham ini, kita berfoto bersama sebagai kenangan bahwa kalian pernah saling mengenal" teriak guru olahraga.
Semua team basket putra maupun putri HSI maupun HTS berjalan ke arah lapangan lalu mengambil foto bersama.
"Gue minta maaf salam kenal dari gue yang tulus buat lo" ucap Rei kepada Angel.
"Oke, salam kenal dari kita team basket putri HSI buat lo" jawab Angel.
"Oke, sorry buat semuanya salam buat tuan muda David" ujar Rei.
"Oke" ujar Angel singkat.
"Maafin temen gue ya, dia kebiasaan gitu makasih udah kasih dia pelajaran, sebenarnya udah lama gue mau kasih dia pelajaran tapi gak bisa" ujar Rio terkekeh.
"Temen jahanam lo pake curhat lagi" ujar Angel.
"Hehe... ternyata lo gak sedingin yang gue kira" ucap Rio pergi dengan terus tersenyum.
Semua siswa HTS pergi kembali ke sekolahnya, dengan membawa satu piala penghargaan pertandingan persahabatan bola basket putra sedangkan HSI mendapat satu piala pertandingan persahabatan bola basket putri.
"Wah wah lo kenapa gak ngomong kalau lo adik dari seorang tuan muda David" tanya Milla.
"Panggil kaka aja" ujar David tiba tiba.
"Abang, kenapa masih di sini si" tanya Angel.
"Kamu lupa sama apa yang Abang bilang tadi pagi, Abang akan jemput kamu jadi sebelum kamu pulang Abang gak akan pergi dong" ujar David merangkul Angel.
"Oke terserah Abang, lagian Angel masih lama pulang nya yakin mau nunggu Angel" tanya Angel serius.
"I'ts oke Baby, Abang ke ruang guru sebentar oke" ujar David mengelus rambut Angel.
"Oke" ujar Angel manja.
"Jangan manja manja gitu Abang jadi terpesona sama kamu" bisik David.
"Abang" ujar Angel mencubit perut David.
"Oke sorry sorry Baby" ujar David berlari.
"Ngel bener itu Abang lo" tanya Doni.
__ADS_1
"Bener lah emang kenapa" ujar Angel santai.
"Dia lebih mirip kekasih lo di banding Abang lo" ujar Elen.
"Bener banget tuh" ucap Milla dan Doni bersama.
"Itu perasaan kalian aja kali kita biasa aja kok" ujar Angel.
"Gak kaya ada sesuatu gitu" ujar Milla si mulut lemes.
Angel hanya mengangkat ke dua bahunya, dan melenggang pergi cepat ke arah kantin.
"Lo yang bener aja ngomongnya kalau tuan muda David denger gimana coba" ujar Elen.
"Ya sorry soalnya gue terlanjur penasaran" ujar Milla.
"Makanya punya mulut jangan lemes lemes amat, nanti kalau Angel berfikir macam macam gimana" ujar Doni.
"Yaya sorry sorry" ucap Milla lalu menyusul Angel ke kantin.
"Gila tuh semua lo makan Ngel" tanya Doni menggelengkan kepalanya saat melihat Angel membawa semangkuk bakso, sepiring siomay dan dua jus jeruk.
"Gak, mau gue buang kesini" ujar Angel memegang perutnya.
"Cantik cantik rakus juga lo" ledek Doni.
"Cantik juga butuh tenaga kali" ujar Angel menikmati makanannya.
"Hai Don, selamat ya atas kekalahan lo" ujar teman Doni.
"Sialan lo Yo" ujar Doni memukul pelan lengan Gio.
"Wah kalah pertandingan menang tiga bidadari nih" ledek Azriel.
"Siapa dulu, gue gitu loh" ucap Doni bangga.
"Bangga sama kekalahan" ujar Milla.
"Apa si lo" cibik Doni.
"Eh lo yang tadi berantem sama sekolah lain ya" tanya Azriel.
"Iya" jawab Angel singkat.
"Singkat jelas padat" ujar Azriel manggut manggut sembari duduk di samping Angel.
"Siapa yang suruh lo duduk di samping gue, kenal juga gak" ujar Angel sinis.
"Oh oke, kenalin gue Azriel temen Doni, ngomong ngomong selamat ya atas kemenangannya gak kaya situ" ujar Azriel.
"Makasih" ujar Angel.
"Nama lo siapa, boleh kita kenalan" tanya Azriel sopan.
"Angel, bukannya udah tau tadi siapa nama gue" ucap Angel enteng.
"Cantik kaya orangnya, hehe cuma mau kenalan langsung aja" ledek Azriel.
"Makasih" ujar Angel meminum jus jeruknya.
.
.
.
.
.
.
**Jangan lupa tinggalin jejaknya ya...
Kasih like vote dan komennya yang membangun ya..
Hapyy reader**....
__ADS_1