
Hari dimana Angel kembali menjadi Putri seorang Damantara telah tiba. Angel mengawali hari dengan penuh tekad untuk bisa mensejajarkan diri dengan keluarga Honsclair karena itu adalah salah satu syarat yang Daddynya berikan dulu.
"Siap Girl" tanya Reza saat sampai di depan gedumng Damantara.
"Harus" ucap Angel singkat dan dingin.
Angel hanya diam selama jalannya ke ruangannya. Angel tersenyum saat dia langsung mendapat sebuah ruangannya sendiri.
"Semoga nyaman" ucap Reza mengacak rambut Angel.
Angel hanya mengangguk lalu merapikan rambutnya kembali. Angel langsung duduk dan tak lama tuan Damantara datang dengan setumpuk berkas membuat Angel menatap.
"Kenapa menatap saya seperti itu" ucapnya.
Angel tidak menjawab dia langsung memakai kacamatanya dan membuka komputer. Dia juga mulai membaca berkas yang ayahnya berikan.
"Sudah menghubungi Leon" tanyanya.
"Belum" ucap Angel dingin.
"Hubungi dia" ujar ayahnya.
"Nanti" ucap Angel
"Sekarang" ucap sang ayah tegas.
"Yah disana malem lagi " ucap Angel.
"Makanya dia pasti lagi santai karena malam hubungi dia sekarang" ucap saang ayah.
"Oke" ucap Angel langsung mengambil ponselnya.
Sedangkan di lain tempat Leon baru saja sampai di tempat David. Leon tersenyum sinis kepada David saat duduk di depan David.
"Manyun aja lo, harusnya bahagia" ucap Leon.
"Ini bukan kemauan gue" ucap David.
"Hei kenapa lagian gue siap menjaga Angel bahkan lebih baik dari penjagaan lo dulu" ucap Leon.
"Lo gak bakal bisa menyentuhnya" ucap David menatap Leon.
"Benarkah, bahkan gue sudah menciumnya" ucap Leon membuat David membulatkan matanya.
"Kaget ya, gue bahkan bisa aja membuat semua jejak lo hilang dari dirinya" ujar Leon.
"Apa maksud lo" tanya David.
"Gak perlu pura pura bego deh lo, gue tau apa yang udah lo lakuin padanya tapi gak papa walaupun sisa lo seenggaknya dia bakal jadi milik gue selamanya" ucap Leom membuat David melayangkan tinjunya.
"Jaga ucapan lo sampai kapanpun dia cuma milik gue" ucap David penuh tekanan.
"Eh liat kondisi lo sekarang dong, lo aja mau nikah mau maduin dia tega lo" ucap Leon membuat David langsung duduk diam
Tak lama berselang pomsel Leon berdering. Leon melihatnya dan tersenyum karena Angel yang menelfon.
"Baru di bilang" ujar Leon menunjukkan ponselnya pada David membuat David hanya menatap.
"Sayang hua" ujar Leon saat mengangkat pamggilan Amgel dan menggantinya ke panggilan Vidio.
"Ngapa lo" ujar Angel.
__ADS_1
"Tuh kan perhatian" ucap Leon.
"Gue males lagi ngomong sama lo kalau gak di suruh sama bokap gue" ucap Angel.
"Adin bicaralah yang sopan" ucap Tuan Damantara yang ada di depannya namun Angel hanya diam
"Haha terpaksa tuh hubungin lo" ucap Davud tertawa.
"Sayang David jahat" ucap Leon manja.
"Tuan saya sudah menghubunginya, haruskah anda masih berdiri di sana kalau seperti itu bagaimana saya bisa bermanja manja dengannya" ujar Angel membuat Ayahnya pergi dengan kesal.
"Masih kerja dalam tekanan" tanya Leon.
"Ya ini jalan gue" ucap Angel.
"Muka lo kenapa" tanya Angel.
"Di ancurin David" ucap Leon sedih.
"Haha rasain lo, eh tapi kalau lo gak duluin dia gak bakal mukul lo kenapa" ucap Angel.
"Gue mau ambil lo dari dia dia marah" ucap Leon.
"Rasain lo cari mati" ucap Angel.
"Kok tega si" ucap Leon membuat David tertawa.
"Lo gak tanya gue dimana gitu" tanya Leon.
"Gak lo pasti di acaranya David kan" ucap Angel.
"Lo tau yah gak jadi surprise dong" ucap Leon.
"Boleh mgomomg sama David gak" tamya Angel.
"Hm" ucap Leon hanya mengarahkan ponselnya pada David tanpa memberikannya.
"Hai Bang, selamat atas pertunangannya ya semoga semua lancar oke see you next again" ucap Angel dengan senyuman merekah
"Saya gak mau" ucap David.
"Gue juga gak mau kali harus di jodohkan sama mafia kayak dia tapi ini jalan hidup, lagian jalan gue akan sangat panjang gak mungkin bisa sejajar sebelum pernikahan lo nanti" ucap Angel.
"Kenapa kamu nyerah si" ucap David.
"Bukan menyerah, tapi bekerja di bawah tekanan itu lebih menguras tenaga" ucap Angel.
"Kamu lagi kerja sekarang" tanya David.
"Hm, nih numpuk" ucap Angel memperlihatkan berkas di depannya.
"Sudah selesai dengan kerjamu" ujar tuan Damantara kembali bersama Reza.
"Katanya suruh menghubunginya ya jadi belum bisa kerja" ucap Angel.
"Oke selesaikan semua tepat waktu" ucapnya lalu pergi.
"Dikira gue robot kali, kerjain sendiri aj gak mampu suruh gue yang baru masuk" cibir Angel membuat Reza tertawa.
"Ngapain ketawa" tanya Angel.
__ADS_1
"Lo yang dulu beda banget sama sekarang" ucap Reza.
"Tau, kenapa masih menganggap gue adek lo" ujar Angel.
"Hei kakak tiri gue yang baru pulang dari kabar kematian" ujar Lusi dengan sinisnya.
Angel tidak merespon dia kembali menatap layar ponselnya dia melihat David di hampiri seorang wanita cantik nan anggun. Sang gadis juga berusaha menggoda David sedangkan David hanya diam dalam hati Angel tau kalau itu yang akan menjadi calon istrinya.
"Maaf tuan ada paket dari seseorang namun dia ingin nona Angeline yang menerimanya langsung apa anda mengenalnya tuan" ujar sang sekertaris Reza.
"Ya saya Angeline biarkan dia masuk" ucap Angel.
"Angel bukan Adin" ucapnya.
"Saya Angel juga saya Adin" ucap Angel dengan tatapan menusuk.
"Baik Nona" ucap sang sekertaris.
Tak lama setelah sekertaris pergi seorang tinggintegap menghampiri Angel. Angel menatap lurus memperhatikannya.
"Jaseon" ujar Angel.
"Bukan" ucapnya.
"Maksudnya anak buah tuan Jaseon" ujar Angel.
"Anda masih mengingat saya rupanya" ucapnya.
"Kamu tidak.pupang bersamanya" tanya Angel.saat dia memberikan sebuah kotak perhiasan.
"Kalau saya pulang maka pekerjaan saya berakhir" ucapnya.
"Oke oke, makasih ya" ucap Angel.
"Siap Nona saya permisi" ucapmya.
"Hm, maaf gak bisa kasih bonus" ucap Angel.
"Tidak masalah nona tuan muda memberikan uang lebih" ucapnya membungkukkan badannya.
"Baguslah" ucap Angel sembari membungkukkan badannya dan sang kurirpun pergi.
Angel langsung membuka kotak itu dia melihat cincin yang dia design berpasangan dengan David ada di tangannya sekarang.
"Kenapa kasih ke gue" tanya Angel.
"Itu hak kamu" ucap David menjawab.
Saat Angel kembali duduk dan .enaruh sepasang cincin itu tiba tiba Lusi mengambil salah satunya membuat Angel marah. Dia langsung menarik tangan Lusi dan memutarnya dengn keras membuat Lusi merengek kesakitan.
"Jangan pernah sentuh barang barang gue paham lo" ucap Angel mengambil cincin di tangan lusi.
"Gue kira cupu ternyata Suhu" ucap Lusi membuat Angel menekannya lebih keras.
"Gue yang dulu menuruti semua keinginan dan kebaikan orang lain sekarang berbeda ingat nama gue Angel Angeline yang bisa menjadi psikopat kapanpun dan dimanapun" ucap Angel melepaskan tangam Lusi srmbari mendorongnya.
.
.
.
__ADS_1
.
Maaf lama gak up sekali up gak nyambung maaf yaa....