Kakakku Cintaku

Kakakku Cintaku
Makan Malam


__ADS_3

"Din.... Adin... Adin..." teriak Reza


"Ada apa si Bang teriak teriak berisik tau" ujar Adin


"Gak papa cuma mau panggil doang" ucap Reza


"Ih... nyebelin" ucap Adin


"Abang mau keluar ni cari makan malam" ucap Reza


"Ikut" ucap Adin dengan mata baby eyes.


"Gak usah gitu juga kali matanya bikin Abang gak tega" ucap Reza.


"Bawa Adin pergi dari sini walaupun cuma beberapa saat" ucap Adin.


Reza bingung arti ucapan Adin tapi tidak memikirkan begitu dalam arti ucapan Adin, Adin menyadari bahwa Reza bingung dengan ucapannya segera Adin bersikap biasa saja.


"Ya udah siap siap gih Abang tunggu di bawah oke" ucap Reza


"Oke" ucap Adin


Setelah kepergian Reza Adin langsung bersiap siap untuk pergi makan malam dengan Reza, Adin sangat bahgia paslnya sejak kemarin pagi Adin tidak bisa merasakan kebahagiaan di rumah barunya saat Reza datang lah Adin berharap kebahagiaan muncul.


"Abang " ucap Adin saat sampai diruang keluarga.


"Mau kemana lo rapi amat" ujar Lusi sinis.


"Ikut Abang dong" ucap Adin tak kalah sinis.


"Kaka mau kemana kan udah hampir jam makan malam" tanya Lusi.


"Kita mau keluar sebentar ada yang ingin kaka cari di sini sama mau ajak temen kaka jalan" ucap Reza.


"Wah ikut dong ka" ucap Lusi memohon


"Boleh ayok" ucap Reza.


Lusi tersenyum lebar lalu memeluk Reza dan bersiap untuk ikut Reza keluar.


Adin merasa sudah tidak bersemangat karena Lusi ikut, yang ada dalam otak Adin adalah saat Adin pergi dengan Lusi, Lusi selalu membuat Adin jengkel dengan semua yang Lusi lakukan.


"pake ikut lagi jadi mood gue rusak aja, dasar memen" ucap Adin dalam hati judes.


Rafa yang melihat ada perbedaan diraut wajah Adin pun berfikir keras dan Rafa mencolek lengan Reza yang ada disampingnya.


"Kenapa" tanya Reza


"Tu liat adek lo" bisik Rafa membuat Reza melihat kearah Adin


"Kenapa adek gue" ujar Reza


"Lo gak liat apa adek lo pas lo ngajak orang lain untuk ikut lo makan malam muka adek lo langsung kecut gitu" ucap Rafa.


Reza mengerti arah pembicaraan Rafa, Reza memberanikan diri untuk bertanya apa alasan Adin, walau sebenarnya Reza merasa ada yang aneh sejak kedatangannya pagi tadi.


"Din kamu kenapa apa kamu sakit" tanya Reza


"Gak Adin sehat kenapa" ucap Adin bukannya menjawab malah balik tanya.


"Muka kamu lesu banget" ucap Reza


"Gak ada biasa aja kali" ucap Adin judes.


Adin terus memainkan ponselnya, dia diam tak seperti tadi dia sangat heboh.


"Hallo" ucap Adin saat mengangkat telfon.


".............."ucap di sebrang telfon.


"Ya oke kuy lah kebetulan gue juga mau ke situ" ucap Adin.


".........."


"Iya udah siap tinggal jemput aja oke" ucap Adin memutuskan telfon.


"Siapa dek" tanya Reza


"Bukan siapa siapa" ucap Adin


ting.... tong....


(suara bell rumah Adin berbunyi)

__ADS_1


"Biar Adin aja" ucap Adin, Adin menuju pintu utama untuk membukakan pintu.


"Hay udah siap" tanya seseorang di depan pintu.


"Udah tapi bentar gue pamit dulu lo masuk dulu gih sekalian ijinkan gue pergi sama lo" ucap Adin.


"Oke" ucap Reno , ya yang datang adalah Reno dkk dia adalah teman sekelas yang sudah Adin anggap sebagai saudara.


Reno mengikuti Adin dari belakang.


"Bang Adin pergi dulu ya" ucap Adin.


"Nanti kita kan nunggu Lusi dulu" ucap Reza.


"Siapa yang mau pergi sama Abang Adin mau pergi sama dia" ucap Adin menunjuk Reno.


"Hay kak" ucap Reno.


"Hay, maaf bukannya kaka gak izinkan kalian berdua pergi, tapi kaka udah ada janji dulu sama Adin" ucap Reza lembut.


"Iya tadinya janji sama Adin" ucap Adin sinis.


"Maksud kamu apa tadinya" tanya Reza bingung.


"Iya kan tadi saat di kamar bilang mau pergi sama Adin nyatanya perginya sama Lusi ya udah Adin pergi sendiri aja biar gak ganggu" ucap Adin.


"Adin yang sopan kamu panggil Lusi dengan sebutan kaka dia lebih tua dari kamu" ucap Reza meninggi.


"Ya iyalah dia lebih tua orang dia lahir duluan, selamat menikmati makan malamnya Adin pergi dulu" ucap Adin meninggalkan Reza.


"Adin Abang belum selesai bicara" teriak Reza.


"Permisi ka saya berangkat dulu" ucap Reno sopan.


Adin terus berjalan keluar sambil menghapus air matanya karena Adin tidak pernah dibentak di depan orang lain.


"Hey kamu mau bawa Adin kemana" tanya Reza.


"Ketempat dimana orang bisa nangis sekuat kuatnya" ucap Reno meninggalkan Reza.


Setelah kepergian Adin Reza memijat kedua pelipisnya dia bingung karena baru kali ini dia begitu emosi dengan Adin padahal Reza adalah orang yang selalu membela Adin saat Adin melakukan kesalahan


"Udah ka ayo berangkat" ucap Lusi.


"Mah kita berangkat dulu ya bye ma" ucap Lusi.


"Iya hati hati, Za jagain Lusi ya" ucap Mama Ani.


"Ya Ma asalamualaikum" ucap Reza.


Reza Rafa dan Lusi pergi kesebuah mall terkenal di kota itu Lusi terus merengek meminta ini itu pada Reza.


"Ni anak dikira kita pergi mau jadi bodyguard dia apa suruh bawain semua belanjaan dia" ucap Rafa dalam hati jengkel.


Saat sedang berjalan menuju restoran yang ada di sana Reza melihat Adin sedang bermain dengan teman temannya dia terlihat begitu bahagia.


"Za lo kenapa" tanya Rafa.


"Semoga lo selalu tertawa bahagia walau jauh dengan Abang girl" ucap Reza lirih.


Rafa bingung dengan ucapan Reza, Rafa mengikuti arah pandangan Reza dan melihat Adin sedang bercanda tawa dengan teman temannya.


"Eh udahan yuk gue laper nih" ucap Adin.


"Ya udah ke situ yuk kita makan oke" ucap Desi.


"Gak, ah jangan yang itu" ucap Adin.


"Kenapa makanan di situ enak enak tau" ucap Meta.


"Gue gak makan seefood" ucap Adin tersenyum.


"Oh ngomong dong dari tadi" ucap Reno.


"Kalau gitu sana aja yuk makanan khusus ayam" ucap Adin.


"Oke lets go" ucap semua teman temannya.


"Kompak amat" ucap Adin.


Semuanya tertawa, saat tengah berjalan ke restauran yang di inginkan Adin di hadang oleh Rafa.


"Lo kaka kenapa disini" tanya Adin.

__ADS_1


"Kaka boleh gabung sama kalian kayak nya seru nih" ucap Rafa.


"Emang nya kaka ke sini sama siapa" tanya Adin.


"Sama kaka kaka lo tapi males gue di jadiin bodyguard" ucap Rafa.


"Maksudnya" tanya Adin.


"Ni" Rafa mengangkat kedua tangannya yang sudah penuh dengan paper bag.


"Hahahahahaha" Adin dkk tertawa.


"Udah puas tertawanya dasar kalian bukannya bantuin malah ngetawain kaka" ucap Rafa.


"Ya udah tinggal kasih sama yang punya aja pusing amat" ujar Adin meninggalkan Rafa.


"Ya udah kalian ke restoran yang mana biar kaka nanti menyusul saat sudah kasih barang ini ke pemiliknya" ucap Rafa.


"Ke situ " ucap Reno.


"Oke tunggu gue nyusul oke" ucap Rafa.


Rafa pergi ke tempat Reza dan menyerahkan semua paper bag yang dia bawa.


"Gue pergi dulu ya" ucap Rafa.


"Lo mau kemana Fa" tanya Reza.


"Mau ketempat di mana semua orang saling menghargai" ucap Rafa melirik Lusi yang sedari tadi melihat Rafa.


"Maksud lo" ucap Reza bingung.


"Lo mau tau maksud gue ayok ikut" ajak Rafa.


Rafa Reza dan Lusi pergi ke tempat di mana Adin dkk sudah ada dan sudah memesan makanan.


"Adin" panggil Reza


"Abang" ucap Adin.


"Maksud lo ini tempat yang lo bilang tadi" tanya Reza pada Rafa.


"Iya ayok duduk itu si kalo lo mau gabung" ucap Rafa.


Reza dan Lusi ikut bergabung makan malam dengan Adin dkk, tapi saat makan Lusi terus saja mengganggu Adin sampai Adin gak bisa makan dengan tenang, dan Adin memutuskan untuk tidak makan karena malas dengan gangguan Lusi.


"Kamu gak makan Din" tanya Rafa.


"Males ah udah gak selera" ucap Adin.


"Ya udah nih, buka mulut kamu kita makan bareng" ucap Rafa menyodorkan ayam ke mulut Adin.


"Gak perlu ka Adin gak laper" ucap Adin.


"Ya kamu gak laper tapi kamu butuh makan ayo makan" ucap Rafa memaksa menyuapi Adin.


"Gak mau Adin juga bisa makan sendiri" ucap Aadin.


"Tapi lo kan lagi gak mood makan jadi gue suapin aja siapa tau mood lo balik lagi, jangan pikirkan yang melihatmu karena menghadapi kenyataan butuh tenaga" ucap Rafa panjang lebar.


Dengan terpaksa Adin membuka mulutnya karena memang Adin udah terlalu lapar.


"Cie......" ledek semua teman Adin.


"Apaan si kalian" ucap Adin dengan pipi memerah.


.


.


.


.


.


.


.


W***ah soosweet banget ya si rafa pengertian banget....


Mau dong di perhatiin kaya adin...😂

__ADS_1


Itu cuma mimpi bagi author🤭🤭🤭***


__ADS_2