Kakakku Cintaku

Kakakku Cintaku
Eps 158


__ADS_3

Waktu terus berlalu operasi Angel selesai dan Angel sudah di pindahkan ke ruang rawat. David langsung menemani Angel di ruang rawat tanpa memikirkan penampilannya sekarang ke dua keluarga yang berseteru itu juga berada di sebuah ruangan yang sama.


"Yah bisa gak kalau Abang di rawat di ruangan ini juga" ujar Reza.


"Hm boleh" ucap Tuan Damantara.


"Vid lo gak ganti baju atau mandi gitu badan udah kayak sarden kasih saus" ucap Reza tertawa.


David tidak menjawab dia hanya terus menatap Angel bahkan dia tidak merasakan tubuhnya yang sudah tidak karuan itu sedangkan baik anggota keluarga Damanatara maupun Honsclair sudah pergi ke rumah masing masing.


"Nih, gantilah" ujar Reza memberikan sebuah paper bag kepada David.


"Pergilah bersihkan dirimu gue gak yakin Adin mau sama lo kalau kayak gitu gue bakal.jaga dia tenang ajaa lo" ujar Reza di angguki David.


David pergi membersihkan diri dan berganti pakaian. Setelah selesai dia langsung kembali menemani Angel sampai dia tertidur di samping ranjang Angel dengan posisi duduk.


"Malam nona" ujar seorang dokter masuk untuk melihat kondisi Angel namun David tidak sadar karena dia baru saja memejamkan matanya..


"Malam dok" ujar Angel tersenyum.


"Wah suami anda sangat perhatian ya" ujar sang dokter hanya di jawab anggukan dan senyuman Angel.


"Apa anda merasa ada yang sakit selain di rahim nona" tanya Dokter.


"Tidak tapi apa luka di tangan saya serius apa saya masih bisa menyembuhkan luka saya, apa yang sudah terjadi dengan saya" tanya Angel panjang membuat sang dokter tersenyum.


"Apa ingatan terahir yang anda ingan nona" tanya dokter.


"Perut saya terasa sangat sakit dan saya terjatuh udah sebenarnya apa yang terjadi" ujar Angel.


"Sepertinya anda baru sadar ya, begini saya tidak bisa menyelamatkan anak anda karena usia kandungannya sangat muda baru beberapa minggu saja dan tadi anda melakukan operasi kecil untuk membersihkan rahim dan jalan lahir saya yakin anda akan cepat pulih dan segera memiliki anak lagi asal jangan stres" ujar dokter.


"Oh oke" ujar Angel yang terkejut dengan kabar bahwa dia hamil karena dia sendiri tidak merasakan tanda tanda kehamilan dia juga belum melewati tanggal menstruasinya.


"Baiklah kalau perlu sesuatu panggil saya, kalau begitu saya pergi" ujr sang dokter di angguki Angel.


Angel menangis tanpa suara sembari mengelus perut ratanya. Dia tidak menyangka kalau ternyata benar dia hamil anak David.


Karena suara tangisan dan pergerakan tangan Angel David terbangun dia menatap wajah Angel dengan tataan lurus.


"Ngel" ujar David.


"Maaf" ujar Angel.


"Kenapa kamu minta maaf seharusnya saya yang minta maaf" ucap David berdiri dan memeluk Angel.


Angel menangis dalam pelukan David dia mengeluhkan dan mengeluarkan semua yang ada di dalam pikirannya membuat David ikut menangis.


"Sudahlah, saya juga bersedih telah kehilangannya tapi ternyata Tuhan lebih baik karena memanggilnya lagi" ujar David di angguki Angel.


Reza melihat semua yang terjadi di sana dia ikut menangis tanpa suara dia melihat ketulusan ke dua orang itu membuatnya semakin bersalah karena mencoba untuk memisahkannya.


"Sekarang istirahatlah esok mungkin kita akan di adili" ujar David.


"Em, kamu juga istirahatlah" ujar Angel langsung membaringkan badannya dan menutup mata bukan untuk tidur melainkan menyembunyikan tangisannya.


Malam berlalu siang menjelang Angel sedang duduk di ranjangnya sedangkan David sedang membeli sarapan. Tak lama Mommy dan Daddynya datang di ikuti Bunda dan Ayahnya di belakang. Tak lama juga David datang dengan sarapan di tangannya sedangkan Maya dengan anaknya.


Angel tersenyum melihat semuanya tak bertengkar lagi namun senyuman itu hilang katika Mommy melayangkan sebuah tamparan cukup keras di ikuti tamparan dari Bundanya Angel hanya tersenyum sembari mengusap ujung bibirnya yang pecah.


"Mom" ujar David menjatuhkan sarapannya.


"Boy" ujar Daddy menahan David.


"Dasar kamu ya kamu kira dengan hamil anaknya kamu bisa langsung menikah dengannya, kamu tau saya sangat marah dan memukulmu sekarang karena kamu hamil di luar nikah adalah aib keluarga walaupun kalian nantinya berjodoh" ujar Mommy.


"Sorry Mom, Angel tau Angel salah pukul Angel sampai mommy bisa menerima Angel lagi" ujar Angel.


"Walaupun saya memukulmu sampai mati saya tidak akan pernah mau menjadikan kamu menantu" ujar Mommy.


"Mommy" ujar David keras.


"Jangan meneriaki mommy seperti itu karna gue yang salah, Angel tidak mengharapkan lebih Mom" ujar Angel.

__ADS_1


"Saya tidak mau kamu menjadi menantu jadilah anakku" ujar Mommy membuat Angel dan David berfikir.


"Mom" ujar David dan Angel bersama.


"Kamu kenapa ke dua anak saya harus hamil di luar nikah" ujar Bunda.


Plakkk....


Pukulang kembali melayang di wajah Angel dari Ayahnya dia mencaci maki Angel, Angel hanya diam tidak mengeluarkan air matanya setetes pun.


"Boy" ujar Daddy.


"Om izinkan saya mempersunting anak om" ujar David.


"Dasar kamu kenapa gak dari dulu aja, biar semua ini gak terjadi dan permusuhan ini segera berakhir" ujar tuan Damantara.


"Jadi om menyetujui hubungan kita" tanya David.


"Ya" ujar Tuan Damantara membuat senyum bahagia di wajah Angel dan juga David walaupun mereka bingung kenapa ke dua keuarga itu langsung mengizinkannya menikah.


Sebenarnya sebelum pergi ke rumah sakit keluarga Honsclair pergi ke kediaman Damantara untuk meminta maaf atas apa yang dilakukan David. Sebelumnya tuan Damantara menolah dan dia justru marah marah tidak jelas namun setelah keluarga Honsclair berniat akan membantu perekonomian dan membangun kembali perusahaannya yang uancur tuan Damantara berfikir lalu setuju untuk berdamai.


"Permisi boleh saya mengecek pasien" ujar dokter.


"Silahkan dok" ujar tuan Damantara.


"Keadaannya sudah membaik hanya menunggu pemulihan saja jangan setres ya" ujar dokter tersenyum.


"Ya dok" ujar Angel.


"Mau kompres" tanya Maya melihat pipi merah Angel.


"Gak perlu gue baik, hai Raya cantik Unty gak bisa gendong " ujar Angel.


"Gak papa pulihkan dulu kondisimu, nanti kita main sama Raya kalau kamu udah ke rumah" ujar Maya.


"Oke" ujar Angel.


David datang dengan baskom berisi air dan sebuah handuk kecil di tangannya. Dia duduk di tepi ranjang lalu mengompres pipi Angel.


"Gak papa siapa si yang gak marah kalau anaknya hamil di luar nikah" ucap Angel.


"Kamu tidak marah denganku" tanya David.


"Kenapa harus marah, saat melakukannya gue dalam keadaan sadar" ujar Angel.


"Kenapa kamu tidak berbicara kalau kamu hamil" ucap David lirih.


"Gue juga gak tau lagi hamil, kalau tau lagi hamil anak kamu juga gak bakal gue ikut perang gue bakal pake cara halus" ujar Angel.


"Maksudnya walau tau hamil di luar nikah kamu alan merawatnya" tanya David.


"Ya dia anakku " ujar Angel membuat David mencium Angel.


"Main nyosor aja nikah aja lo" ujar Reza.


"Sekarang" tanya David.


"Tahun depan, ya sekarang lah" ujar Reza.


"Mari saya nikahkan kalian berdua" ujar tuan Damantara semangat karena dengan begitu aliran dana akan segera mengucur padanya.


Tuan Damantara langsung menjabat tangan David dia menikahkan Angel dengannya. David dengan lantang dan pasti mengucap ijab kabul di depan semua orang.


"Gak pake mahar ya" ujar Reza membuyarkan ijab David.


"Pake Abang" ucap Angel.


"Apa, lo kan belum minta" tanya Reza.


"Nih uang satu juta" ujar Angel.


"Gak kurang, satu Milyar kek" tanya Reza.

__ADS_1


"Lo mau nikahin adek lo apa jual adek lo" ujar Angel.


"Ya dua duanya kan lumayan" ujar Reza.


"Gak ada persiapan jadi seadanya dulu ya" ujar David di angguki Angel.


"Gak ada cincin" tanya Reza.


"banyak tanya lo Bang" ucap Angel.


"Nih, lepasin" ujar Angel meminta David melepaskan kalung yang dia pakai ternyata cincin yang mereka design dulu di jadikan liontin.


"Kita ulang, untuk mahar kamu mau meminta sesuatu" ujar tuan Damantara


"Gak yah" ujar Angel di angguki tuan Damantara yang kembali menjabat tangan David.


Kali ini semua berjalan lancar sampai kata sah terdengar dan menggema di ruangan itu. Angel tersenyum sedangkan David langsung memeluk Angel erat.


"Kamu mau tetap menjadi Angel untukku" ujar David berbicara lirih pada Angel


"Selalu" ujar Angel.


"Semua sudah ku lakukan bagaimana tuan Honsclair" ujar tuan Damantara membuat Angel bingung.


"Apa yang terjadi" ujar Angel.


"Apa lagi kamu kira saya mau menikahkan kamu tanpa ada imbalan kamu tau kan saya tidak menganggapmu anak lagi" ujarnya biasa.


"Daddy" ujar David.


"Mulai sekarang saya bebaskan kamu dari keluargamu kembalilah menjadi bagian keluarga saya jadilah anakku bukan lagi menantu kamu tidak lagi mempunyai tanggung jawab atas keluarga Damantara dan secara resmi kamu memiliki marga Honsclair maaf" ujar Daddy.


"Dad kalian terlalu baik untukku" ujar Angel.


"Tidak kamu berhak bahagia" ujar David merangkup wajah Angel.


"Kamu tau semua ini" tanya Angel.


"Gak, tapi saya janji akan membuatmu bahagia" ucap David.


"Sekarang Daddy hanya butuh tanda tanganmu Girl" ujar Daddynya memberikan sebuah berkas.


Angel membuka berkas itu dan membaca dengan teliti isi perjanjian itu. Dengan bercucuran air mata Angel langsung menandatangi surat itu.


"Udah Dad, apa Angel udah bisa pulang" tanya Angel.


"Nanti sayang" ujar Mommy saat David sedang menandatangani surat perjanjian tersebut.


"Mulai sekarang dia adalah tanggung jawab saya kalian semua terutama anda tuan Damantara tidak berhak untuk meminta atau menyakitinya lagi jika kalian berusaha menyulitkan jalannya dan membuatnya meneteskan air mata saya tidak akan tinggal diam mulai sekarang dia resmi menjadi Angel Honsclair" ujar David tegas.


Angel langsung meneteskan air mta dan mengusapnya secepat mungkin dan menggantinya dengan senyuman mengembang.


"Sudahlah" ujar Angel.


"Baiklah siapa juga yang mau ganggu dia buang waktu" ujar Tuan Damantara pergi.


"Pergilah kalian semua Angel mau sendiri senmbentar saja" ujar Angel.


"Apa saya juga harus pergi" ujar David.


"Ya, sebentar" ucap Angel penuh harap.


"Baiklah" ujar David keluar ruangan dengan semua orang.


Aaaaaaaaaaa.......


.


.


.


.

__ADS_1


Jangan lupa dukungannya....


__ADS_2