
"Kamu Abang kan sibuk urusin diri sendiri girl, kamu aja yang cari Abang pasti naruhnya di lemari" ucap Mommy.
"Boleh Bang" tanya Angel.
"Boleh, cari aja kayaknya di deket dasi dan sejenisnya" ucap David.
"Oke Abang" ucap Angel manja dan pergi membuat jantung David berdegup kencang.
David menyelesaikan sarapannya dengan cepat lalu menyusul Angel yang berada di kamarnya. Saat sampai di kamarnya David melihat Jihan sedang mencoba memakai cadar miliknya dengan tatapan aneh saat melihat dirinya memakai cadar.
"Bukan gitu" uxap David mendekati Angel membuat Angel tersentak.
"Eh Abang ngagetin aja" ucap Angel.
"Abang, kita hanya berdua kamu boleh memanggilku sesuka hati" ucap David memeluk Angel dari belakang.
"Belum terbiasa, apa saya pantas memakainya ucap Angel.
"Coba lihat" ujar David membalik tubuh Angel agar menghadap dirinya.
"Gimana kalau warna merah ini, sebenernya saya salah beli warnanya terlalu cerah" ucap David.
"Biar saya coba" ucap Angel mengambil cadar di tangan David namun di tolak David.
"Biar saya pakaikan" uxap David mulai memasang cadar di wajah Angel membuat jarak mereka sangat dekat.
"Kamu gak tidur semalam" tanya David merapikan rambut Angel.
"Keliatan banget ya" ucap Angel salah tingkah namun membiarkan David merapikn rambutnya.
"Bagaimana dengan jawabanmu" tanya David.
"Jawaban" tanya Angel menatap David sayu
"Jawaban apa kamu mau menjadi kekasihmu* tanya David membuat Angel kembali membeku.
"Bukankah lebih berdosa Jika saya menerima mu karena sebelumnya membohongimu" tanya Angel.
"Saya juga bohong, dan mengaku menjadi Abangmu saya rasa kita impas" ucap David.
"Maaf kalau saya membuatmu tidak nyaman maaf saya juga tidak bisa melepaskanmu ke wanita lain" ujar Angel.
"Itu artinya kamu menerimaku" ucap David bahagia dapat anggukan Angel.
David langsung memeluk Angel erat dan menghujaninya dengan kecupan di puncak kepalanya. David melonggarkan pelukannya dan cup kecupan mendarat di bibir Angel yang berlapis cadar.
"Walau sudah tertutup senyumanmu masih sangat jelas terlihat" ucap David membuat Angel salah tingkah.
"Udahlah di tungguin Mommy" ucap Angel menghindar dari tatapan hangat David.
"Sayang" ujar David membuat Angel berhenti.
"Pasangin" ucap David memberikan sebuah dasi.
Angel memasangkan Dasi di leher David tanpa berani menatapnya. Angel tau kalau David terus saja menatapnya dengan senyuman yang membuat Angel melayang.
"Jangan tersenyum" ucap Angel.
"Oke, kamu jangan pernah melepaskan cadar itu di depan umum" ucap David.
"Hm" ucap Angel tersenyum lagi lagi mampu menggetarkan hati David.
Angel pergi lebih dulu dari kamar David. Sedangkan David mengikutinya dari belakang setelah memakai jas kerjanya dan turun. Saat sampai di depan pintu utama Angel dan David di kejutkan dengan tas besar di sana.
"Mom" ucap David.
"Hm ini semua perlengkapan buat fashion show nanti" ucap Mommy.
"Sebanyak ini Mom" tanya Angel.
"Ya, karena kamu tidak mempersiapkannya sendiri" ucap Momny.
"Mana tau soal gituan kan pertama, tapi Mom Angel sangat beruntung punya Mommy" ucap Angel memeluk hangat Monnynya membuat David tersenyum.
"Karena tempat Momny sama kita satu arah gimana kalau kita berangkat bareng aja ya gak Boy" ujar Daddy
"Hm jarang jarang berangkat kerja bareng" ucap David.
"Ya dan seperti biasa kamu jadi supir" ucap Daddy.
"Yaya" ujar David pergi ke mobil yang sudah terparkir di sana dan duduk di belakang kemudi..
Angel pergi ke samping David sedangkan ke dua orang tuanya di belakang. David melajukan mobilnya membelah jalanan ramai Angel hanya diam sepanjang jalan karena Dia justru tertidur sepanjang jalan.
"Bang senyum senyum" ujar Daddy meledek.
"Gak Dad" ujar David.
"Tidur ya" tanya Mommy.
__ADS_1
"Iya Mom, gak tidur semalam" ucap David.
"Kok tau" tanya Momny curiga.
"Tadi David tanya" ucap David.
"Oh, kenapa katanya gak tidur, gak karena mikirin kamu kan" tanya Daddy dengan gelak tawa.
"Urusin gaun Cika, kalau mikirin David emang boleh Dad" tanya David.
"Ya boleh lah kamu kan Abangnya" ucap Mommy.
"Ya Mom" ucap David kembali serius mengemudi.
"Apa iya mikirin gue, atau jangan jangan gak bisa tidur karena pertanyaan gue semalam" ujar David dalam hati.
"Udah sampai" ucap Mommy.
"Boy bangunin Angel, Daddy biar anterin Mommy lebih tepatnya bawain barang Momny ke dalam" ucap Mommy.
"Dengan senang hati Mommy" ujar David dengan senyuman mengembang.
"Sayang bangun" ucap David lembut sembari menepuk lirih pipi Angel.
"Em udah sampai Bang" tanya Angel.
"Udah dan kamu di tinggal Momny" ucap David.
"Kenapa gak bangunin dari tadi" ucap Angel membernarkan posisi duduknya.
"Biarin mau lama lama sama kamu" ucap David.
"Ya udah Angel ke dalam dulu ya" ujar Angel hendak membuka pintu namun di tahan David.
"Kenapa Bang" tanya Angel.
"Saya bukan Abangmu" ucap David membuka cadar Angel.
"Kok di buka katanya jangan di buka" ucap Angel.
"Kan cuma ada saya" ujar David tersenyum.
"Senyumanmu menakutkan" ujar Angel.
"Kenapa saya tidak akan memakanmu" ucap David.
"Udah di bilang saya bukan Abangmu" ucap David mendekatkan wajahnya dan kembali bermain di bi**r Angel.
"Main nyosor aja, tau gini bilang aja Angel gak ingat apa apa" ucap Angel langsung memasanag cadarnya nenyembunyikan pipinya yang memerah
"Karena saat menjadi Abangmu saya harus menahannya, dan sekarang kenapa saya harus menahannya berbagi energi itu oenting." ucap David tersenyum.
"Ya terserah deh kalau kebanyakan overdosis Bang, udah Angel masuk dulu ya" ucap Angel lembut.
"Hm, hati hati" ucap David membukakan pintu untuk Angel.
Angel berjalan dengan cepat dengan senyuman yang mengembang. Angel berjalan ke tempat Mommy berada sepanjang jalan Angel menjadi pusat perhatian karena memakai cadar.
"Hai girl Abang mana" tanya Mommy.
"Di mobil, gak mau turun" ucap Angel.
"Ya udah siap siap gih make up" ucap Mommy yang sedang di make up.
"Daddy mana" tanya Angel.
"Baru pergi gak papasan" tanya Mommy.
"Gak Mom" ucap Angel.
"Ya udah cepet deh" ucap Mommy.
Angel akan di make up namun dia ingat kalau dia tidak boleh membuka cadar itu di depan umum jadi dia minta untuk make up sendiri di angguki teman Mommy.
Angel pergi ke ruang privasi yang sengaja di siapkan untuk Mommy dan dirinya itu. Dia mulai memoles wajahnya dengan warna warna yang di kira senada dengan baju yang akan dia kenakan karena sebelumnya dia sudah melihat baju yang akan dia kenakan.
"Bagaimana Mom" ujar Angel keluar dengan make up soft yang sangat memukau.
"Wah cantik banget, sekarang pakai baju kamu tapi gak ada cadarnya" ujar temen Mommy.
"Apa anda membawa kain senada" tanya Angel.
"Ya tentu" ujarnya.
"Boleh saya minta, kapan acara di mulai" tanya Angel.
"Sekitar empat puluh menit lagi" ucapnya.
"Baiklah saya akan membuat cadarnya lebih dulu" ucap Angel.
__ADS_1
"Laura antar dia ke tempat persediaan ya" ucapnya di angguki laura anak dari teman Mommy.
Angel di antar ke tempat persediaan di sana ada berbagai kain dan mesin jahit antisipasi sesuatu yang tidak di inginkan. Angel mulai memotong beberapa kain dan mulai menjaitnya dengan cepat.
Angel kembali setelah tiga puluh menit dengan cadar berbagai warna di tangannya. Dia langsung memakai pakaian yang sudah di siapkan untuknya dan memakai cadar itu.
"Kamu pintar menjahit juga ya" ucap Teman Mommy.
"Tidak sebaik itu" ucap Angel.
Angel merasa sangat gugup namun dia akan berusaha semampunya karena bukan hanya dirinya tapi mommy juga menjadi taruhannya.
Saat mulai melangkah kan kakinya di catwalk dia menjadi pusat perhatian karena memakai cadar sendiri.
Namun untungnya semua berjalan lancar. Dia sangat lega apalagi ini pengalaman pertamanya yang di siarkan langsung di berbagai media.
"Good job girl" ucap Mommy.
"Thanks Mom" ucap Angel.
Abang ❤️❤️
"*Sayang kamu mempesona" sebuah pesan dari David.
"Terima kasih, sejujurnya gue gak nyaman tadi" balas Angel.
"Kenapa mommy menekanmu"
"No, tapi ini kali pertama buat gue, jadi entahlah perasaan iru bercampur"
"Oke, see you ❤️❤️*"
Angel tersenyum saat melihat pesan terakhir dari David. Dia tidak menyangka kalau akhirnya dia akan menjdi kekasih seseorang yang sudah menjadi kakaknya.
"bertahanlah Bang akan ku perjelas hubungan ini saat gue berani menemui keluarga asliku di luar sana" ujar Angel dalam hati.
"Nona Angel bisakah anda melakukan beberapa photoshoot" tanya seorang fotografer.
"Saya tanya dulu ya" ujar Angel sopan. Karena memang semua kru dari Indonesia jadi mereka semua pakai bahasa Indonesia kecuali para model kebanyakan bule.
"Mom, ada yang minta Angel photoshoot apa boleh" tanya Angel berbisik.
"Kamu serius" tanya Mommy.
"Iya Mom, tuh orangnya" ucap Angel.
"Boleh asal bajunya yang bener kalau gak bener kan bisa abis kamu sama Abang" ucap Momny.
"Siap Mom" ucap Angel.
"Boleh mari" ujar Angel di sambut senyuman sang fotografer.
"Kalau boleh tau temanya apa ya" tanya Angel.
"Sebenarnya saya mempunyai beberapa novel saya di minta untuk memberikan ilustrasi sang tokoh" ucapnya.
"Temanya" tanya Angel.
"Wanita misterius" ucapnya.
"Aneh, miaterius itu gak perlu tertutup seperti saya dengan tidak menunjukkan siapa dia sebenarnya dan berbicara dingin itu cukup" ucap Angel.
"Oke saya menjadi penggemar pertama Anda jadi bisa minta foto dan tabda tangan Anda" ucapnya tersipu malu.
"Oh boleh boleh, mari foto bersama biar gak di anggap nyuri foto" ucap Angel.
"Lalu siapa yang memotret" tanyanya
"Biar saya aja" ucap teman Mommy.
"Terima kasih nyonya, Nyonya Maria anda berkenan berfoto bersama juga" tanyanya.
"Siap" ucap Mommy.
Mommy dan Angel mengambil beberapa pose dengan sang fotografer ada di tengah tengah mereka. Sang fotografer itu sangat bahagia dia bahkan langsung mencetak foto itu untuk meminta tanda tangan langsung dari Mommy dan Angel.
Angel tersenyum lalu berpamitan untuk berganti pakaian dan bersiap pulang karena waktu sudah mulai sore..
.
.
.
.
.
Jangan lupa dukungannya ya.......
__ADS_1