
"Kenapa gak" ujar Angel menunjukkan sebuah kunci motor dan menempelkannya di wajah Leon.
"Cantik kalau marah, nikah aja yuk" ucap Leon menarik tangan Angel.
"Ogah" ucap Angel.
"Katanya tadi mu nikah" ucap Leon.
"Lo liat fisik gue" ucap Angel.
"Mau kemana lo pakai baju gini" ujar Leon.
"Mau pergi kenapa mau ikut" tanya Angel.
"Boleh ngamar yuk" ucap Leon.
"Ya ngamar di kamar jenazah mau lo" ucap Angel.
"Enak aja duit gue masih terlalu banyak buat di tinggal" ujar Leon.
"Kenapa lo gak gabung mereka lo gak rindu mereka" tanya Leon menunjuk keluarga Honsclair.
"Gue udah gak ada hak di sana" ujar Angel membuat Leon mengerti.
"Siapa keluarga baru lo" tanya Leon.
"Gak ada kenapa" ucap Angel.
"Gue mau cari wali lo terus gue nikahin lo" ucap Leon.
"Jangan mimpi" ucap Angel.
"Gak ini nyata" ucap Leon.
"Eh gue dapat misi" ucap Leon tersenyum saat melihat notivikasi di ponselnya.
"Apa" tanya Angel membuat Leon menunjukkannya pada Angel.
"Leon tante minta tolong jauhkan Angel dari David tapi tetap jaga dia dalam lindunganmu tante akan kasih apapun yang kamu mau asal Angel bisa lupain David kalau kamu gak berhasil tante pakai cara kasar " ujar Mommy mengirimkan pesan.
"Kenapa lo kasih tau gue" ucap Angel.
"Mau gak, karena tante Maria pasti ada alasan besar dan lo tau tante bakal buat apapun asal tujuannya tercapai termasuk menyakiti David." ujar Leon.
"Em oke terus gue harus gimana" tanya Angel.
"Temenin gue di pesta malam ini" ujar Leon.
"Gak mau gue capek" ucap Angel.
"Terserah, kamu akan liat apa yang gue lakukan selanjutnya" ucap Leon pergi.
"Tunben gak protes" ujar Angel menatap kepergian Leon namun saat melihat Leon mengeluarkan senjatanya dan berjalan ke arah David membuatnya membulatkan mata.
Leon berbalik dan tersenyum getir ke arah Angel, Dia langsung menodongkan senjata di kepala David membuat Angel membatu.
"Jangan" ujar Angel berjalan cepat.
"Kenapa" tanya Leon.
"Jangan sentuh mereka" ujar Angel.
"Mereka menyakitimu, mereka juga membuangmu apa masih pantas kamu melindunginya lagian ya kalau mereka mati lo bisa hidup dengan tenang" ujar Leon.
"Turunkan senjatamu" ujar Angel mendekat
"Bergerak dia mati" ucap Leon membuat Angel diam.
"Oke sekarang apa mau lo" ujar Angel.
"Jadilah kekasihku" ucap Leon.
"Gak ada yang lain" ujar Angel.
"Gak ada jawabannya hanya ada ya atau tidak" ucap Leon.
"Gue gak mau" ucap Angel.
"Oke" ujar Leon menarik pelatuknya.
"Jangan oke oke gue mau jadi kekasih lo dengan syarat" ujar Angel.
"Apa" tanya Leon.
"Jangan pernah menjadi musuh mereka ataupun sakiti mereka, ke dua lo gak boleh menyentuh gue selama jadi kekasih lo, ke tiga lo gak boleh ikut campur urusan gue" ucap Angel.
"Kenapa jadi lo yang banyak syarat" ujar Leon.
"Menyentuh yang kamu maksud apa tidak boleh mencium memeluk atau tidak boleh menggaulimu, terus bagaimana kalau gue mau nikahin lo" ujar Leon tersenyum membuat David membulatkan matanya.
__ADS_1
"Gue gak mau nikah sama lo" ujar Angel.
"Om berapa mahar yang harus gue bayar buat dapetin Angel" ujar Leon.
"Memangnya apa yang akan kamu kasih sebagai mahar" ujar Daddy.
"Dad" ucap David.
"Hei sayang apa yang kamu minta" tanya Leon.
"Nyawamu" ucap Angel penuh kebencian.
"Kalau gitu gak jadi deh nikahin lo mending buat lo kekasih gue" ucap Leon menurunkan senjatanya.
"Oke deal semua syarat lo gue penuhi selain menyentuh itu tadi dan syarat dari gue kalau lo buat kesalahan maka gue bakal menyentuhmu" ucap Leon mengulurkan tangannya.
"Oke tante setuju itu Leon" ujar Mommy dengan seringai bahagia namun Angel hanya diam.
"Sekarang ganti bajumu dan temani saya di pesta ini" ucap Leon mendekati Angel.
Leon langsung menggandeng Angel pergi dan membawanya keluar dari tempat itu Leon memesan satu kamar untuk Angel berganti pakaian. Leon memanggil orang orangnya untuk membawakan gaun dan mendandani Angel se cantik mungkin.
"Sekarang masuklah berganti pakaian" ujar Leon saat orang orangnya datang dengan cepat.
Angel mengangguk lalu berganti pakaian sedangkan Leon menunggu Angel bersiap dengan duduk di kamar yang sudah dia pesan.
Angel keluar dengan gaun yang Leon pesan namun dia menutupi tubuhnya dengan tangannya.
"Hei Leon boleh gue yang pilih bajunya ini sama aja gak pake baju gue" ucap Angel.
"Yaya lagian kalau pakai itu gue gak bisa menahannya" ucap Leon.
Angel kembali berganti pakaian kali ini dia menggunakan Dress berwarna merah membuatnya semakin bersinar apalagi dengan tubuh tinggi dan kaki jenjangnya membuatnya semakin mempesona.
"Gue kayak cabe cabean" ujar Angel saat sudah selesai make up.
"Cantik kok, yuk" ucap Leon menggandeng Angel walau Angel meberontak namun Leon memberinya ancaman.
Angel berjalan berdampingan dengan Leon membuat mereka menjadi pusat perhatian pasalnya Leon yang rupawan dengan wajah bulenya sedangkan Angel tak kalah menawan bahkan David tak berkedip menatap Angel.
"Mana pengantinnya" ujar Leon.
"Tuh, emang bawa hadiah apa lo" ujar Angel.
"Liat aja nanti" ujar Leon.
"Wah akhirnya lo datang juga" ujar Riko.
"Pasti dong" ucap Leon.
"Hai" ujar Leon pada Cika.
"Hai kak mafia" ucap Cika malu malu.
"Lo masih menyukaiku ya, gue ada hadiah buat lo" ujar Leon langsung mendekati Cika dan mencium kening Cika di depan semua orang.
Angel tersenyum melihat adegan itu karena Cika menikmatinya apalagi dengan Riko yang tidak peduli lain dengan wajah orang disana yang terbengong akibat ulah Leon.
"Eh Leon Cika tadi dia tanya kabar si mafia ganteng gimana" ujar Angel membuat Leon tersenyum lalu mencolek dagu Cika sedangkan Riko menjitak kepala Angel.
"Au, balasan karena lo udah buat dia gila tadi siang" ucap Angel.
"Lo kok bisa sama dia" tanya Riko.
"Gue jadi bahan taruhan" ucap Angel.
"Pantes lah orang kayak lo pantes jadi bahan taruhan" ujar Maya.
"Maksudnya dia mafia tuh apa bukannya dia tuan Leon pengusaha muda" ujar Reza membuat Angel tersenyum sedangkan Leon menatap Angel.
"Oh itu panggilan gue sama Cika manggilnya mafia gak ada alasan lain" ujar Angel.
"Gak paham gue" ujar Reza.
"Gini pertama ketemu sama dia tuh karena sesuatu yang gak bisa kita ceritain, nah karena susah nginget namanya kita panggil mafia maksudnya lebih ke mafia perempuan dia di kelilingi wanita mulu" ujar Angel.
"Hai tuan Damantara" ujar Leon.
"Tuan Leon" ujar tuan Damantara memeluk Leon.
"Bagaimana dengan kerja sama kita" ujar Tuan Damantara.
"Saya akan berfikir" ucap Leon.
"Adin ini kesempatan kamu kembali ke keluarga Damantara bujuk dia agar mau berinvestasi maka Ayah akan melupakan kejadian tadi" ujar tuan Damantara.
"Apa keuntungannya bagi saya" ujar Angel.
"Pertama kamu akan memiliki kekayaan Ayah sebesar yang ayah berikan pada anak anak Ayah yang lain ke dua kamu akan kembali ke keluarga Damantara dan sebuah apartemen bersebelahan dengan milik Maya dan Reza dengan fasilitas lengkap termasuk mobil bahkan kamu bisa memimpin proyek yang akan bekerja sama dengan tuan Leon" ujar Tuan Damantara.
__ADS_1
"Menarik oke" ujar Angel.
"Apa maksudnya" tanya Leon mendekati Angel.
"Tuan Leon saya Adin Damantara salah satu Putri Damantara matri bernegosiasi" ujar Angel.
"Oh jadi ini keluarga lo pantesan keluarga h" ujar Leon seketika diam saat Angel menutup mulutnya.
"Baiklah baiklah, besok kita bahas lebih lanjut tapi saya ingin anda yang menemui saya langsung dan waktu dan tempat saya yang tentukan" ujar Leon.
"Tapi bisa di pastikan anda akan berinvestasi jika saya yang langsung menemui anda" ujar Leon.
"Gak juga" ujar Leon.
"Nikah aja yuk" ujar Angel.
"Ke dua kalinya lo ajak gue nikah ya ayok" ucap Leon.
"Maharnya masih sama " ucap Angel.
"Mending gue hambur hamburin duit daripada nikahin lo" ucap Leon.
"Gue males kerja gue males mikir ujung ujungnya gak ketemu gak papa gue miskin gak dapat warisan keluarga tapi nikah ama lo kan langsung jadi janda kaya raya gue" ucap Angel.
"Ya lah guenya mati" ucap Leon.
"Tau ah pusing gue ngomong sama lo" ucap Angel manyun.
Leon tersenyum lalu memberikan sebuah kotak kecil pada Cika dengan senyuman yang terus mengembang.
"Ini " ujar Leon.
"Makasih tapi yang gue kenal Angel periang sedangkan Leon pendiam kenapa sekarang kebalik" ujar Cika.
"Salah obat" ucap Angel dan Leon bersama.
"Kompak amat" ucap Cika.
"Tapi di liat liat lo cocok juga sama dia" ujar Cika tersenyum.
"Gue deket sama dia lo bilang cocok sama si doi lo bilang cocok sama siapa lagi kalau sama Riko cocok gak" ucap Angel.
"Gak" ucap Cika.
Angel menggelengkan kepalanya sedangkan Leon mencuri potret Angel. Angel tau apa yang di lakukan Leon namun dia hanya diam.
"Siniin" ujar Angel merebut ponsel Leon.
"Kalian kayak bukan bos dan asisten" ujar Cika namun Angel dan Leon tidak mebggubris.
"Dia jadi kekasih gue" ucap Leon membuat Reza menatap Angel.
"Geseran dikit" ucap Angel pada Leon.
Angel mengambil beberapa pose dengan Leon. Walau pose yang di lakukan tidak ada yang cantik melainkan pose gila Angel.
"Oke cukup" ucap Angel tertawa.
"Gue baru denger lo ketawa" ucap Leon
"Karena lo gak pernah biarin gue ketawa" ujar Angel.
Leon tersenyum lalu dia menyodorkan minuman kepada Angel. Angel menerima namun tidak meminumnya dia hanya bermain ponselnya dengan diam. Sedangkan David dia hanya bisa melihat Angel dari kejauhan.
"Ngel" ujar Leon menyodorkan kueh kepada Angel.
"Haruskah" ujar Angel.
"Terserah kamu mau apa gak" ucap Leon Angel langsung menyantap kue yang Leon sodorkan.
"Leon gue bener bener capek banget boleh pulang dulu gak si" ujar Angel meregangkan tubuhnya.
"Hm gue anter" ucap Leon.
"Ternyata lo perhatian juga gue kira cuma bisa membunuh" ucap Angel manis membuat Leon merasa tergoda dengan ucapan Angel.
"Lo buat jiwa membunuh gue hilang" ujar Leon merangkup wajah Angel.
.
.
.
.
.
Jangan lupa dukungannya guys....
__ADS_1