Kakakku Cintaku

Kakakku Cintaku
Din


__ADS_3

"Andai kamu tau Bang itu bukan kata kata mainan yang Angel lontarkan" ujar Angel dalam hati.


Angel langsung membersihkan diri dan membenamkan badannya di bathtub untuk mensetabilkan badannya karena lelah bekerja dan menjalani kanyataan.


Setelah satu jam berlalu Angel keluar kamar dan pergi ke ruang tengah untuk bergabung dengan anggota keluarga yang lain.Mereka terus bercengkrama sampai waktu makan malam tiba.


"Makan malam siap" ucap seorang maid di sana.


"Oke" ucap Mommy.


"Yuk makan" ucap Mommy di ikuti semua anggota keluarga.


"Makan besar nih" ucap Daddy.


"Iya dong" ucap Momny.


Mommy menyiapkan makanan untuk Daddy sedangkan David menarik kursi untuk Angel dan mengambiljan beberapa makanan memenuhi piring Angel.


"Bang gak kurang banyak" tanya Angel.


"Gak kita makan berdua" ucap David.


"Kalian kenapa" tanya Daddy


"Mau alasan apa gue, ya kali gue ngomong gue pengin makan sepiring berdua sama Angel kan gak asik" ujar David dalam hati.


"Gak papa Dad, cuma pengin makan gini aja satu piring buat bersama dan saling suap" ucap David mencari alasan.


"Kalau gitu kurang besar dong pirinya" ucap Daddy.


"Mommy inisiatif mengambil piring besar lalu meletakkan beberapa makanan dan mulai makan bersama dalam satu piring mereka saling menyuapi satu sama lain.


"Rasanya Mommy kangen banget nyuapin kamu Bang, udah lama banget" ucap Mommy.


"Ya terakhir pas David depresi kan" ucap Daddy.


"Dad jangan bahas itu" ucap David.


Sedangkan Angel hanya asik makan karena semua orang lebih memilih menyuapi dia


"Udah gantian kalian" ucap Angel mengarahkan sendoknya kepada Abang dan orang tuanya.


Setelah selesai makan mereka bercengkrama di ruang tengah sampai mereka menghilang satu persatu karena urusan masing masing.


Malam semakin larut memaksa untuk mengistirahatkan tubuh. Angel yang merasa sangat lelah dengan cepat tertidur di atas ranjang empuknya.


.


.


.


.


"Mom Dad Angel berangkat ya" ucap Angel saat selesai dengan sarapannya.


"Kok cepet banget" tanya David.


"Iya Bang, takut gak keburu ketemu Raya kan harus beli kado dulu" ucap Angel.


"Mau Abang anter sekalian Abang berangkat kantor" ucap David.


"Gak Bang makasih, lagian lawan arah" ucap Angel.


"Gak apa apa" ucap David.


"Angel bawa mobil sendiri aja, bye" ucap Angel mengambil kunci mobilnya.


"Tapi" ujar David.


"Udahlah Boy, biarin aja lagian kita ada meeting penting pagi ini" ucap Daddy.


"Ya Dad" ucap David pasrah.


Angel sengaja berangkat pagi pagi dia ingin mampir ke boutiqe nya dia mengemas beberapa sepatu bayi dan jaket bayi untuk Raya. Setelah selesai dia memberikan tanggung jawabnya lagi kepada asistennya yang ada di boutiqe itu lalu dia pergi.


Suara bell apartemen Maya berbunyi membuat Maya yang sedang sibuk di dapur meminta Abangnya untuk membuka pintu tapi Abangnya enggan.


"Abang nyebelin banget si" ucap Maya.


"Serah Abang dong abang mau mandi" ucap Reza


"Serah" ujar Maya membuka pintu.


"Hai" ujar Angel saat Maya membuka pintu.


"Hai yuk masuk" ucap Maya.


"Mana Raya" tanya Angel antusias.


"Tuh" ucap Maya menunjuk Angel yang sedang sendiri di atas kasur bayinya.


"Oh ya nih buat Raya" ucap Angel menyerahkan hadiah yang dia bawa tadi lalu berjalan ke arah Raya semangat


"Hai Aunty datang" ucap Angel mencium pipi Raya gemas membuat Raya bangun dari tidurnya.

__ADS_1


"Hai bangun ya, cantiknya bakal lama dong gak ketemu" ucap Angel.


"Kan masih bisa Vidiocall " ucap Maya


"Gak bisa gendong" ucap Angel.


"Main ke rumah Raya dong Aunty" ucap Maya.


"Gak tau bisa ke sana apa gak, kak gak bisa di undur apa pulangnya" ucap Angel.


"Gak lah, Abang gue harus cepet pulang" ucap Maya.


"Abang kakak di sini, duh malu dong Angel" ucap Angel.


"Kenapa musti malu" tanya Maya mendekat.


"Malu aja" ucap Angel.


"Maya kemarin Abang liat ora....ng" ujar Reza terhenti saat melihat Angel.


"Adin" ucap Reza membuat Angel menatapnya lalu bangkit dari duduknya dan membungkukkan badannya.


Tak terduga yang Reza lakukan bukan membalas dengan sopan dia justru memeluk Angel erat seolah tak ingin melepaskannya lagi. Angel bingung dengan tingkah Abang Maya itu sedangkan Maya justru mengabadikan dengan ponselnya.


"Maaf" ucap Angel mendorong Reza namun Reza tak melepaskannya.


"Din lo kemana aja Abang cari kamu kemana mana Din Abang kangen sama kamu, kenapa gak kasih kabar sama Abang kenapa gak bilang kamu ada di kota ini" ujar Reza menangis dalam pelukan Angel.


Angel hanya dia dia tak membalas dan juga tidak memberontak lagi. Ada rasa yang sangat ingin dia dapatkan tapi Angel tidak tau rasa apa itu. Nyaman rindu sedih menjadi satu tapi Angel terlihat tenang.


"Bang dia bukan Adin" ucap Maya membuat Reza melepaskan pelukannya dan menatap Maya dan Angel bergantian.


"Hai gue Angel bukan Adin" ucap Angel dengan senyuman.


"Lo yakin dia bukan Adin, mirip banget tau tuh liat senyuman sama matanya mirip banget" ucap Reza.


"Eh Bang udah di kelanin dia Angel sahabat Maya, Angel kenalin dia Abang gue Reza" ucap Maya memperkenalkan.


"Maaf kejadian tadi" ucap Reza.


"Oh oke" ucap Angel bingung merasa ada sesuatu yang dia ingat tentang orang di depannya itu tapi dia todak menemukan titik cerah.


"Kenapa nyesek banget ya" ucap Reza.


"Kenapa Bang" tanya Maya.


"Gak, tadi pas liat dia tuh liat Adin apa jangan jangan kemarin yang gue liat lo ya" tanya Reza.


"Dimana " tanya Maya.


"Maaf saya tidak ingat" ucap Angel.


"Gak masalah" ucap Reza.


"Eh Ngel lo di sini" ucap Rafa yang baru keluar dari kamar Reza.


"Hai Fa, iya gak sabar ketemu Raya" ucap Angel.


"Gak sabar ketemu Raya atau ketemu gue pria tamoan ini" ucap Rafa GR.


"PD bener" ucap Maya.


"Iya narsis" ucap Reza.


"Biarin dong" ucap Rafa.


"Fa dia yang kemarin gue bilang mirip Adin kan" tanya Reza.


"Iya kali, kemarin kan dia gak nyapa" ucap Rafa.


"Oncom lo" ucap Reza.


"Udah udah debat mulu, nih sarapan" ucap Maya.


"Ngel ikut sarapan yuk" ucap Maya.


"Gak deh kak, udah makan tadi soalnya sebelum berangkat" ucap Angel.


"Terserah" ucap Maya tersenyum.


"Fa lo kenal sama dia" tanya Reza.


"Ya, kenapa lo pikir dia Adin ya gue juga pas pertama liat dia tapi makin mengenali dia jauh beda sama Adin" ucap Rafa.


"Masa si, rasa pelukannya aja sama" ucap David.


"Ya sama sama sama meluk wanita cantik" ucap Rafa.


"Lo masih suka sama Adin" tanya Reza.


"Kenapa lo tanya itu" tanya Rafa.


"Ya gak kan udah lama Adin ilang gitu lo gak mau cari wanita lain gue gak pernah liat lo bawa cewek lain gitu" ucap Reza.


"Gak kepikiran cari cewek lain, lo kan tau gue bakal terus nungguin Adin gue berhenti harap dia saat dia datang sama seorang laki laki lain" ucap Rafa.

__ADS_1


"Setia juga lo Fa, tapi gue saranin nih ya mending lo cari wanita lain deh kalaupun orang yang lo tunggu datang masih sendiri lo gak perlu balikan lagi sama dia selama dulu dia pergi belum ada hubungan pasti jadi sama sama bebas kan" saut Angel.


"Nyaut aja lo, untung cantik" ucap Rafa.


"Kalau gak cantik mau lo apain dia" tanya Maya.


"Gue nikahin dia" ucap Rafa.


"Sorry gue gak bisa nikah sama lo" ucap Angel.


"Udah udah yang di omongin juga gak mau sama kamu kak" ucap Maya.


Sebenarnya Maya menyukai Rafa sejak dulu tapi saat tau Rafa menyukai Adin dia mundur dan mencari laki laki lain. Makanya saat Rafa bilang akan menikahi Angel dia kesal marah juga kecewa tapi apa boleh buat hati tidak bisa di paksain.


Saat semua orang sedang makan Angel.asik dengan Raya sampai sebuah telfon membuat Angel berhenti dengan Raya.


"Halo Bang" ucap Angel lembut lalu dia mengeraskan suaranya karena Raya menangis.


"Honey kamu lagi apa" tanya David.


"Nih masih di tempat Raya tapi maaf dia nangis jadi Angel gendong" ucap Angel.


"Terus ponsel kamu" tanya David.


"Kerasin suaranya kenapa, Abang telfon Angel ada hal penting Bang" tanya Angel.


"Gak kok, cuma mau denger suara kamu aja rindu" ucap David tertawa.


"Baru juga pisah tadi pagi belum sampai dua jam" ucap Angel.


"Iya tau, eh ya udah Honey Daddy manggil bye love you Honey" ucap David.


"Love you Bang" ucap Angel.


"Kenapa ponakan Aunty nangis" tanya Angel.


Raya hanya menangis tanpa bisa di tenngkan bahkan Maya juga tidak bisa namun saat ponsel Angel kembali berbunyi dan suara David terdengar dengan sekejap Raya diam.


"What" ujar Angel.


"Kenapa Honey" tanya David.


"Raya kan nangis gak bisa di tolongin Abang telfon denger suara Abang langsung diam gitu aja" ucap Angel.


"Ganti ke vidio call aja" ucap David di iyakan Angel.


"Wah kamu suka ya sama suara **** uncle" ujar David.


Tak di sangka Raya mengeluarkan suaranya seolah menjawab.


"Dia jawab lagi, kapan kapan ya Uncle temuin kamu sekarang Uncle kerja dulu kamu baik baik ya oh ya Honey nanti jemput ya" ucap David.


"Abang gak bawa mobil" tanya Angel.


"Tadi sama Daddy, tapi Daddy nya pergi " ucap David memelas.


"Gak usah gitu mukanya kali, biasa aja" ucap Angel.


"Kenapa Honey" tanya David.


"Nanti rindu" ucap Angel.


"Oke deh, bye Honey bye juga litle baby uncle kerja dulu ya" ucap David mematikan ponselnya.


"Kenapa gak nangis lagi" tanya Maya.


"Kayaknya dia tadi mau denger orang yang telfon kamu deh" ucap Rafa.


"Masa si dia kan belum pernah liat" ucap Angel.


"Tapi tadi dia jawab kan" ucap Reza.


"Iya juga" ucap Angel.


"Kapan kapan deh Aunty bawa uncle ganteng ke sini" ucap Angel.


"Sama kayak yang kemarin ke sini" tanya Maya.


"Gak itu Uncle lain, tapi jangan deh nanti kalau Aunty bawa Uncle ke sini Aunty cemburu" ucap Angel.


"Kenapa" tanya Maya Reza dan Rafa bersama.


.


.


.


.


.


Jangan lupa dukungannya ya Reader....


Maaf kalau upnya lama realita sedang tidak bersahabat....

__ADS_1


__ADS_2