
Saat sampai di London Angel langsung menuju apartemennya dan beristirahat di antar Julio. Namun untuk kali ini Angel tidak membiarkan Julio untuk kembali ke LA.
"Jul kita bergerak besok gue gak berangkat besok" ujar Angel saat Julio datang ke apartemennya.
"Siap Bos" ucap Julio
Setelah Juluo pergi Angel langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur empuknya. Sampai dia lupa waktu dia tertidur sampai pagi menjelang.
"Udah pagi aja" ujar Angel.
Angel bersiap namun tidak untuk berangkat ke kampus tapi dia pergi untuk mencari informasi dengan Julio. Angel berdandan dengan glamor agar bisa mendapat informasi yang dia inginkan.
"Bos" ucap Julio geleng geleng melihat dandanan Angel saat Angel pergi ke palkiran.
Julio sudah menunggu Angel sedari tadi di parkiran. Julio membawa mobil sport Angel karena Angel memintanya.
"Kenapa ada yang salah" ujar Angel kepada Julio.
"Gak si tapi kayak bukan bos aja dandan gitu" ucap Julio.
"Biasanya burik ya" ucap Angel tersenyum.
"Gak juga si tapi sekarang wah" ucap Julio
"Hehe jangan jangan lo suka sama gue ya" ucap Angel.
"Kalaupun suka juga gak bakal ke capai" ucap Julio.
"Kenapa gak usaha" ucap Angel berlalu masuk ke mobil membuat Julio menatapnya aneh.
"Woi mau di situ aja gue tinggal nih" ucap Angel.
"Iya iya" ucap Julio masuk ke dalam mobil Angel dan melajukan mobilnya.
"Kita kemana dulu bos" tanya Julio.
"Ke tempat dimana kita bisa mendapatkan informasi penuh" ucap Angel.
Julio mengerti lau membawa Angel ke tempat dimana dokumen pribadi bisa di akses.
Dengan kecerdasan Angel dan dandanan yang Angel pakai membuat Angel dengan mudah mendapatkan informasi.
"Jul cari lengkap keluarga Damantara" ucap Angel saat berada di dalam mobil.
"Siap bos" ujar Julio
Angel membawa mobilnya sedangkan Julio mencari informasi tentang keluarga Damantara. sebenarnya bisa saja Angel yng mengakses data pribadi namun Angel merasa ada yang berbeda di dalam hatinya jadi dia meminta Julio yang melakukanya.
"Bos keluarga Damantara adalah pembisnis kejam mereka bahkan menyingkirkan para musuhnya dengan brutal" ucap Julio.
"Apa mereka pembisnis besar" tanya Angel.
"Dari data iya karena putra mahkotanya yang mengembangkan bisnisnya sampai asia tali ada yang aneh Bos" ucap Julio
__ADS_1
"Kenapa" tanya Angel.
"Di sini tertulis dia hanya punya dua orang anak perempuan, padahal dari kabar yang menyebar kalau keluarga Damantara punya tiga anak satu putra dn dua orang anak perempuan kembar dan salah satu putrinya adalah yang paling cerdas tapi sepertinya data ini berubah" ucap Julio.
"Kamu tau darimana kalau data itu di ubah" tanya Angel.
"Hehe sebenarnya saya sudah lama mencari informasi tentang keluarga itu lama bos, muduh besar keuarga Honsclair" ucap Julio.
"Seriusan lo" tanya Angel.
"Serius, nih liat aja bos" ucap Julio memberikan i padnya yang berisi data semua musuh musuh besar Honsclair.
Angel menepikan mobilnya lalu membaca setiap data yang Julio kasih. Saat melihat foto keluarga besar Damantara Angel langsung merasakan sakit yang luar biasa.
"Kenapa Bos" tanya Julio panik.
"Sepertinya gak asing Jul" ucap Angel mencengkram lengan Julio kuat.
"Jangan paksakan diri kalau memang belum bisa mengingatnya" ucap Julio mengusap rambut Angel lembut.
"Andai lo bukan bos gue, dan andai aja lo bukan keluarga kaya apalagi kalau Abang lo gak suka sama lo gue bakal sekuat tenaga buat dapatin lo" ujar Julio dalam hati.
"Apa kita bisa melanjutkan perjalanan" tanya Julio.
"Ke tempat Maya" ucap Angel.
"Siap bos,biarkan saya yang membawa mobilnya" ucap Julio di iyakan Angel.
Angel berpindah tempat ke kursi belakang sedangkan Julio ke tempat mengemudi tanpa keluar dari mobil. Julio melajukan mobil dengan kecepatan sedang sedangkan Angel sedang membaca beberapa maklumat dengan sangat teliti.
"Lo mau bunuh gue ya" ucap Angel mengusap usap kepalanya.
"Coba gue liat, maaf ya" ucap Julio mengusap jidad Angel sembari meniup niupnya.
Angel menatap ketulusan Julio dengan senyuman. Sedangkan Julio masih tidak sadar dengan kelakuannya.
"Mau sampai kapan pegang pegang gue" ujar Angel tersenyum
Julio langsung melepaskan dengan cepat dan salah tingkah. Angel tersenyum senyum melihat Julio yang salah tingkah kemudian berganti duduk di sebelah Julio.
"Biasa aja kali Jul, tenang aja nyawa gue banyak" ucap Angel.
"Maaf lagian pertanyaan aneh di ucap" ucap Julio memalingkan wajahnya.
"Kalau ngomong di bilang natap mata orang yang di ajak bicara" ucap Angel.
"Maaf" ucap Julio menghadap ke bawah.
"Kenapa deg deg gan ya natap gue atau jangan jangan di suruh Abang ya" ucap Angel.
"Ke duanya benar" ucap Julio.
"Ya udah yuk lanjut jalan pertanyaan gue tadi jangan lo pikirin" ujar Angel.
__ADS_1
"Apa saya boleh menjawabnya" ucap Julio sembari melajukan mobilnya.
"Tentu" ucap Angel menatap Julio serius sedangkan Julio hanya menatap ke depan.
"Maaf kalau saya sudah lancang memandang anda sebagai wanita bukan bos saya, dan lancang mencintai ada dalam diam dan maaf sering menatap dan mengambil foto anda diam diam" ucap Julio tuntut.
"Oh, gak apa apa lagi itu masalah hati kita gak bisa tentuin berlabuh ke siapa tapi maaf itu juga berlaku di hati gue gue gak bisa memilih siapa yang harus gue suka itu sudah urusan yang gak bisa di ubah ubah sesuka otak kita apa jawaban itu sudah cukup" ucap Angel.
"Terlalu cukup untuk perasaan seorang rendahan" ucap Julio.
"Bisa gak si jangan lihat status kita gue juga gak tau kali kaau gue beneran dari keluarga status atas atau bukan gue gak yakin sama status gue sekarang" ucap Angel.
"Maksud nya apa anda mengingat sesuatu yang membuat anda tidak yakin dengan keluarga anda sekarang" ucap Julio.
"Banyak yang gue ingat tapi semua semu gak da kejelasan karena itu gue minta lo bantu gue lo orang yang gue percaya jadi gue mohon saat gue sakitin hati lo jangan pernah hianatin gue" ucap Angel.
"Baiklah tapi maaf kalau saya belum bisa melupakan anda dan masih mencintai anda dalam diam" ucap Julio.
"Hm berusaha lah lebih keras dan buat kesan siapa tau hati gue lari ke lo hehe" ujar Angel.
Julio menghentikan mobilnya karena sudah sampai apartemen Maya sedangkan Angel sudah berlati ke luar mobil.
"Lucunya" ujar Julio.
"Bos beneran gue boleh berjuang" tanya Julio mengejar Angel.
"hm" ujar Angel.
"Oke gue bakal berjuang, eh bos kenapa gue ikut ya" ucap Julio.
"Karena lo bakl jadi pasangan gue, seneng seneng lo sama gue" ucap Angel.
"Maksudnya" tanya Julio.
"Maksudnya, lo bakal jadi kelasih gue hari ini" ucap Angel.
"Serius kenapa" ucap Julio.
"Diem" ucap Angel saat sampai di depan pintu apartemen Maya.
"Oke" ucap Julio hanya mengikuti.
Angel langsung mengetuk pintu apartemen Maya. Tak lama Maya keluar dengan Raya di gendongannya.
"Hai" ucap Maya.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Jangan lupa like vote dan comentarnya....