Kakakku Cintaku

Kakakku Cintaku
Eps 126


__ADS_3

"Angel bersalah" ucap Angel lalu kembali menunduk.


David memberikan isyarat kepada Rey untuk membawa gadia itu pergi namun sang gadis enggan untuk pergi.


"Rey" bentak David.


"Udah jangan galak galak, makan aja yuk tapi maaf cuma bisa bikin nasi goreng" ucap Angel.


"Suapin" ucap David.


Angel mengangguk, namun karena gadis itu tak kunjung pergi membuat David jengah. Dia langsung mencium lembut bibir Angel membuat Angel membulatkan matanya begitupun sang gadis.


"Bang" ujar Angel lirih.


"Sekarang saya bukan Abangmu" ucap David di yelinga Angel.


"Ya udah makan yuk" ucap Angel.


"Hm" ucap David masih memeluk Angel.


David duduk bersama Angel dengan tangan yang terus memeluk Angel dari samping.


"Kamu gak makan" tany David.


"Bos bolehkah saya pergi " ujar Rey.


"Udah di suruh dari tadi" ujar David.


"Tapi dia gak mau pergi" ucap Rey menunjuk gadis yang sedari tadi melihat kemesraan Angel dengan tatapan membunuh.


Sang gadis akhirnya pergi saat lagi lagi David mencium bibir Angel di sela sela makannya. Angel hanya tersipu malu dengan kelakuan David.


"Kamu ingat semalam kamu memanggilku mas David" ujar David dengan senyuman.


"Siapa gadis tadi" tanya Angel.


"Kenapa cemburu ya" ucap David.


"Gak cuma kenapa tadi dia duduk di lantai" tanya Angel.


"Kamu pasti mengenalnya, kenapa kamu tidak memakai cadar" tanya David.


"Lupa, tadi selesai jahit udah siang banget baru aja Angel mandi tapi udah gobyos lagi" ucap Angel.


"Kenapa" tanya David.


"Karena ke sini tuh ada yang larang gak boleh pake motor nah Angel pake taxi eh kena macet terus lari ke sininya, makanya cuma buat nasi goreng itupun dengan bahan bahan yang ada di kantin kamu aja" ujar Angel.


"Kamu nunggu di luar ya" tanya David.


"Kok tau kan gak bilang " ucap Angel.


"Kamu lihat itu" ujar David menunjuk kaca di dekat pintu ruangannya.


"Kenapa gue gak sadar ada kaca ya" ujar Angel bingung membuat David mencium pipinya.


"Ih, nyosor mulu belum juga resmi" ucap Angel.


"Mau di resmikan" tanya David.


"Kenapa tanya gitu" ucap Angel.


"Kalau kamu mau saya resmikan, tinggal bilang sama Mom sama Daddy mereka pasti setuju dan langsung cari orang tua kamu dan kita nikah" ucap David.


"Belum cukup umur Bang" ucap Angel.


"Jangan sok kecil kamu, kamu pasti udah tau usia kamu yang sebenarnya kan" ucap David.


"He" ucap Angel langsung menyuapkan makanan ke mulut David agr David diam


Angel terus menyuapi David sampai makanan habis. Dia bahkan tidak ingat kalau dia juga belum makan.


"Kamu udah makan" tanya David.


"makan lupa" ucap Angel membuat David menyentil hidungnya.


"Yuk" ucap David.


"Kemana" tanya Angel.


"Makan dong" ucap David menarik tangan Angel membuat Angel mengikutinya.


David menggandeng tangan Angel terus menerus sampai kantin kantornya. Angel tersenyum setiap berpapasan dengan kariawan David yang hormat padanya.


"Maaf ya saya ada kerja lagi setelah ini jadi gak bisa bawa kamu ke tempat lain" ucap David.


"Gak papa" ucap Angel langsung mengambil makannnya.


Angel makan dengan lahap sedangkan David hanya bermain ponsel untuk kerja. David sesekali menarik nafasnya panjang sedangkan Angel tau kalau sedang ada masalah saat David diam saat kerja.


Angel selesai dengan makananya namun David tidak sadar kalau Angel sudah menatapnya sedari tadi karena terlalu fokus.


"Udah" ujar David menatap Angel.


"Dari tadi" ucap Angel.


"Maaf ya saya gak peka" ucap David.

__ADS_1


"Gak papa, mau lanjut kerja kan ya udah Angel pulang" ucap Angel.


"Marah" tanya David.


"Gak, kenapa harus marah harusnya kamu yang marah kan Angel telat udah gitu masak gak enak" ucap Angel.


"Semua masakan yang kamu masak tuh enak" ucap David mengacak rambut Angel.


"Angel pulang ya" ujar Angel.


"Masih sibuk ya" ucap David.


"Hm, kan gak ada yang boleh bantu" ucap Angel.


"Makasih" ucap David.


"Buat apa" tanya Angel.


"Karena kamu masig nyempetin waktu untuk kesini" ujar David.


"Gak papa, mau antar Angel" tanya Angel di angguki David.


Angel dan David langsung pergi ke oarkiran temat dimana mobil David berada. Sepanjang jalan mereka terus bergandengan tangan dengan terus bercanda tawa.


"Makasih ya" ucap Angel saat sampai di parkiran


"Iya, hati hati semangat buat gaunnya" ujar David.


"Hm" ucap Angel masuk ke dalam mobil namun di tahan David.


Angel menatap David seopah bertanya kenapa tapi David hanya tersenyum dan memberikan isyarat pada supirnya untuk membalikkan badan membuat Angel semakin penasaran.


"Kenapa si" ucap Angel.


David langsung menarik tengkuk Angel dan men***m bibir Angel dengan lembut. Angel hanya menutup mata menikmati apa yang sedang terjadi bahkan mereka lupa kalau setatus mereka sekarang masih resmi menjadi kakak beradik.


"Hati hati dan terima kasih" ujar David mencium kening Angel.


"Hm, kamu juga semangat kerjanya" ujar Angel.


"Pasti untuk masa depan kita" ujar David.


Angel hanya tersenyum lalu masuk ke dalam mobil, sedangkan David enggan untuk melepaskan tangannya.


"Udah lepasin" ucap Angel tersenyum.


"Jangan rindu" ucap David.


"Belum sampai pergi" ujar Angel.


"Kamu canduku" ucap David.


"Gak mau lepas" ucap David.


Angel tersenyum lalu menarik tangan David membuat David maju dan wajahnya tepat berada di depan wajah Angel. Angel mencium bibir David lalu tersenyum sedangkan David terlihat sangat senang.


"Udah" ucap Angel di angguki David yang terus tersenyum.


"Bye Honey" ujar David.


"Bye" ucap Angel.


David menutup pintu mobil untuk Angel dengan senyuman yang tak putus putus. Sedangkan mobil yang Angel tumpangi sudah menjauh dan tak terlihat lagi.


David tersenyum terus sepanjang jalannya ke ruangan membuat banyak kariawan yang menatapnya pasalnya senyuman David tergolong langka dan sangat menakjubkan.


"Bos " sapa Rey yang sedari tadi menatap David yang terus tersenyum.


"Kenapa Rey" tanya David.


"Kesambet Bos" ujar Rey membuat David berfikir.


"Tuh senyam senyum nih udah waktunya meeting" ujar Rey di angguki David.


Sedangkan David meeting di lain tempat Angel.juga terus tersenyum dengan kelakuannya sendiri. Dia merasa kalau dia sangat tidak berfikir saat melakukannya tadi.


"Sudah sampai non" ujar Sang supir membuyarkan lamunan Angel.


"Makasih ya pak" ucap Angel sopan.


Sang supir pergi Angel langsung masuk ke dalam butikmya dan melihat sosok yang menunggunya di sana. Angel terus berjalan ke arah Cika yang sudah menanti kedatangannya sedari tadi.


"Lama banget lo" ujar Cika.


"He, yuk" ucap Angel membawa Cika ke tempat gaunnya di buat.


"Wah cepet juga lo buat udah bentuk gini" ucap Cika.


"Iya nih tuh baru di rakit belum di jahit" ujar Angel.


"Tapi udah bentuk gini" ujar Cika.


"Iya ini baru sebagian yang di jahit mesin, nih mau lanjutin kamu tunggu di sana aja atau mau ngomong apa ngomong aja gue sambil kerjaun gaun lo" ujar Angel.


"Oke" ucap Cika.


Angel langsung mengerjakan kembali gaun Cika dengan Cika yang terus bercerita betapa bahagianya dia karena akan menikah dengan orang yang dia suka.

__ADS_1


"Em lo sebelumnya kenal gak si sama Riko" tanya Cika.


"Pernah ketemu tapi kan gak kenal cuma sekedar berpapasan, kenapa emangnya" tanya Angel.


"Fia tuh kalau liat lo kayak udah pernah deket gitu gak canggung dan gak ada takut" ucap Cika.


"Ngapain takut gue gak makan orang kali" ucap Angel.


"Tau tapi" ujar Cika.


"Kenapa lo cemburu" tanya Angel.


"Iya, eh lo harus datang ya ke acara pernikahan gue di sana bakal ada keluarga Damantara dengan semua anggota keluarganya terutama tuan muda tampannya" ucap Cika membuat Angel berhenti sejenak.


"Kenapa kok kayak kaget" tanya Cika.


"Gak, cuma keluarga Damantara bukannya keluarga yang tersohor itu ya penasaran gue" ucap Angel.


"Makanya lo harus datang" ujar Cika.


"Hm, ke Indo juga bakal gue duluan kali Cik " ucap Angel.


"Iya lupa gue" ucap Cika.


Angel langsung kembali menjahit gaun Cika. Tak lama gaun itu selesai di jahit dan Angel meminta Cika untuk mencobanya. Cika suka dengan gaun yang Angel buat hankn sebelum selesai.


"Sekarang detile nya bakal lama" ucap Angel.


"Kamu turutin kemauan gue, gak pake bantuan" tanya Cika.


"Iya lah, permintaan costumer itu hal utama" ucap Angel.


"Sebenarnya kemarin gue cemburu makanya minta lo buat bikin semuanya sendiri" ucap Cika.


"Gak masalah " ujar Angel.


"Kamu boleh minta bantuan" ucap Angel.


"Beneran" tanya Angel.


"Beneran lah" ucap Cika.


"Biar gue design dulu" ucap Angel.


Setelah mendesign detile yang akan di gunakan Angel memanggil kariawannya untuk naik dan menutup butik untuk sementara waktu.


Saat Angel dan kariawnnya sudah mulai mengaplikasikannya Cika ikut membantu sehingga yang seoaruh dari detile itu selesai saat sore waktu lariawan semua jam pulang.


"Sekarang kalian istirahat lah sekarang kan udah sore" ucap Angel.


"Oke siap bos, permisi " ujar semua kariawan Angel pergi sedangkan Cika masih di sana.


"Lo gak pulang" tanya Angel.


"Lo ngusir gue" tanya Cika.


"Gak, emang lo gak ada cara ngedate gitu sama calon suami lo" ucap Angel


"Gak" ucap Cika lesu.


Cika dan Angel terus bercanda tawa tak lama David datang dengan makanan di tangannya namun langkahnya terhenti saat melihat Cika di sana.


"Kenapa berhenti sini aja jangan canggung" ujar Cika.


David mengangguk lalu berjalan ke arah Angel dan mencium pipi Angel membuat Angel malu sedangkan Cika tidak peduli.


"Kalian udah lebih ya" tanya Cika.


"Maksud lo" tanya Angel.


"Gak cuma atmosfernya kok beda ya kayak gue jadi nyamuk gitu" ucap Cika.


"Biasa aja" ujar Angel di angguku David.


"Sendirian aja Bang" tanya Cika.


"Hm, kenapa berharap Rey ikut" tanya David.


"Rey bukan incarannya, tapi Riko" ucap Angel.


"Riko, yang itu bukan si Honey" tanya David.


"Iya yang mana lagi" ucap Angel.


"Cocok si, tapi" ujar David.


"Tapi apa" tanya Cika.


"Tapi masih gantengan saya" ucap David.


"Sejak kapan Abang lo suka bercanda gini si Ngel" tanya Cika hanya di jawab gelengan Angel.


.


.


.

__ADS_1


.


Jangan lupa dukungannya ya guys....


__ADS_2