Kakakku Cintaku

Kakakku Cintaku
Eps 161


__ADS_3

Malam berlalu David menemani Angel dia tidur di samping Angel sedangkan Angel sedang bercanda tertawa bersama Reza yang menceritakan masa kecilnya.


Sebenarnya David tidak tidur dia mendengar semua yang di katakan Angel maupun Reza.


"Kamu ingat gak pas kamu jatuh dari sepeda kaki kamu luka tapi kamu malah ketawa pas kamu liat darah malah pingsan" ujar Reza


"Itu dulu Bang, sekarang gak" ujar Angel.


"Lo di luar negeri kerja" tanya Reza.


"Hm kerjaan gue suka jadi hacker tapi sering juga jadi sniper" ucap Angel.


"David tau Din" tanya Reza.


"Hm dia tau karena Daddy yang kasih kerjaan tapi kalau kerja buat mafia dia gak tau dia gak ngebolehin gue kerja yang mengancam nyawa" ucap Angel.


"Pantesan kemarin lihai banget, kamu pernah terluka saat menjalankan misi" ujar Reza.


"Pernah, tapi gak serius paling lecet Leon kasih pelindung lengkap" ujar Angel.


"Dia suka kali sama lo" ujar Reza.


"Gak dia gak tau wajah gue kalau gue kerja sama dia selalu pakai cadar dia kenal gue kalau ke rumah tapi penampilan gue beda" ucap Angel.


"Terus kemarin" tanya Reza.


"Kemarin sebagian realita sebagian drama" ujar Angel.


"Drama apa" tanya David .


"Bukannya kamu tidur pura pura ya" ujar Angel hanya senyuman yang menjawab.


"Tanya Mommy aja" ujar Angel.


."Oke" ucap David kembali memeluk Angel erat.


Malam semakin larut Angel dan Reza terus mengenang saat masa kecilnya sampai David turun dari ranjang dan menarik gorden penyekat lalu mencium Angel.


"Tidur udah mau pagi" ujar David tegas.


"Iya" ujar Angel hati hati.


"Katanya mau cepet pulang tidur susah makan susah gimana si" ujar David menggerutu.


"Kamu marah" ujar Angel.


"Gak emang bisa marah sama kamu" ucap David manyun.


Angel tau kalau suaminya sedang bad mood sekarang. Dia mencoba menghibur namun tetap saja sang suami ngambek sampai David hanya bermain ponsel di tepi ranjang Angel mendiamkan Angel membuat Angel tidak tahan dan duduk di ranjangnya David hanya menatap sebentar lalu kembali bermain ponsel.


"Kenapa" tanya Angel.


"Kenapa" ujar David.


"Marah" ujar Angel.


"Gak" ucap David singkat.


"Oke Angel minta maaf" ucap Angel.


"Atas apa" tanya David.


"Atas semuanya" ujar Angel membuat David menatapnya.


Angel mendekatkan wajahnya dan mencium lembut bibir David namun David masih menolak. Angel memundurkan kepalanya dengan wajah tidak bersahabat membuat David tidak tahan lalu menarik tengkuknya.


"Maaf" ucap David langsung mencium bibir Angel dengan sangat lembut Angel membalas membuat David bersemangat namun saat David mulai menaikkan ritme permainannya Angel langsung menarik wajahnya cepat.


"Kenapa" tanya David bingung.


"Udah segini aja" ujar Angel membuat David berfikir.


"Good night husband" ujar Angel mencium pipi David dan langsung membaringkan badan dan menutup matanya.

__ADS_1


David senyum senyum sendiri dengan kelakuan Angel dia langsung membalas dengan kecupan singkat di kening Angel.


"Tidurlah" ujar David turun dari ranjang Angel.


"Kenapa turun sini aja" ujar Angel.


"Gak papa sini aja" ucap David menunjuk bangku di dekat ranjang Angel.


Angel menatap namun seketika David menyuruhnya untuk menutup matanya membuat Angel ikut apa kata David dan tak lama dia tidur pulas.


Setelah Angel tidur David menyusulnya dengan kepala di ranjang Angel.


Pagi menjelang orang tua David datang dengn membawa sarapan. Sedangkan Angel David mauoun Reza belum ada yang bangun tak lama Maya datang dan membuat kehebohan membuat semua bangun.


"Ganggu ya maaf gak tau kalau kalian belum bangun" ujar Maya menyengir tanpa dosa.


"Gak papa" ujar Jihan langsung pergi ke kamar mandi di dampingi David.


Seperti biasa David membasuh wajah Angel lalu menyuapi Angel dengan senang hati Angel menerimanya. Sedangkan Reza dia sedang di urus oleh Maya tak lama seorang dokter datang dan memeriksa Angel.


"Apa saya sudah boleh pulang dok" tanya Angel.


"Sudah tunggu nanti saya siapin resep obatnya sama cek terakhir ya" ujar Dokter.


"Oke dok, apa saya sudah boleh melepaskan ini" tanya Angel.


"Kenapa kamu pakai itu jadi banyak yang peduli" ujar Dokter tersenyum.


"Iya si dok tapi gatal ini" ujar Angel membuat sang dokter langsung melepaskan selang infusnya.


"Sudah tunggu ya jangan langsung kabur" ucap Dokter.


"Siap dok" ujar Angel tersenyum.


Setelah alat infus tercabut Angel langsung berjalan ke arah Reza dan memeluk erat Abangnya itu dia meminta maaf dalam pelukannya dia juga mengungkaokan aoa yang ingin dia ungkapkan sedari dulu.


"Din" ujar Reza menatap Angel.


"Kak Maya bolehkah gue yang menyuapi Abang" tanya Angel.


"Kakak boleh pulang gue yang akan jaga Abang sehari ini" ujar Angel tersenyum.


"Baiklah lagian Raya juga gak ada yang jaga kalau kelamaan Bunda kerja" ujar Maya.


"Oke" ucap Angel menahan kesedihan.


Setelah kepergian Maya Angel dan Reza saling tatap lalu tertawa bersam walau air mta keduanya tidak bisa di bendung lagi.


"Gini kehidupan gue Din, selama sakit gak ada yang seperhatian kamu bahkan Bunda aja gak segitunya" ujar Reza.


"Sekarang hari ini gue bakal jagain lo boleh kan Mas" ujar Angel.


"Iya honey" ujar David.


"Ngelihat kalian gini jadi pengin nikah" ucap Reza.


"Nikah udah ada calonnya kan" ucap Angel.


"Calon ada tapi keluarganya di tentang sama Ayah sama Bunda" ujar Reza


"Apa kayak kalian aja ya" ujar Reza.


"Maksudnya" tanya Angel.


"Hamilin tuh anak biar dapat restu" ucap Reza.


"Gila lo ini tuh aib kalau bisa juga gue gak mau kali hamil di luar nikah kalau sampai lo hamilin anak orang ya kalau dapat restu kalau gak ancur semuanya" ucap Angel.


"Bisa ngomong lo" ucap Reza.


"Bang, gue ada satu permintaan" ujar Angel.


"Em apa" tanya Reza

__ADS_1


"Jadilah Abangku sampai nafas gue habis nanti gue tau keluarga baru gue gak akan suka dengan keputusan ini tapi gue gak punya siapa siapa lagi selain lo Bang bahkan bunda dia juga berubah gue bakal pertahankan lo dalam hidup gue walaupun gue harus mencoba banyak jalan untuk sampai di hadapanmu" ucap Angel.


"Bagaimana jika lo mati karena bertemu gue" tanya Reza.


"Bang gue gak peduli sekarang gue bukan lagi Adin adek lo tapi gue Angel jadikan Angel ini menjadi adek baru lo dengan semua perubahan yang ada sekarang" ujar Angel menangis.


"Baiklah kalau itu permintaannmu gue juga udah bilang kamu akan selalu menjadi adik favoritku gue juga bakal berjuang buat menemukan lo dan asal lo tau sekarang gue berhasil hidup tanpa marga Damantara lo bener ternyata hidup di bawah marga seseorang itu lebih menyakitkan daripada harus membelah diri untuk hidup dengan nama sendiri" ujar Reza mengusap kepala Angel.


"Bolehkah gue memelukmu" tanya Angel.


"Hm, asal suamimu mengizinkan" ujar Reza membuat Angel menatap suami dan ke dua orang tua David mereka semua mengangguk.


Angel langsung menangis keras dalam pelukan Reza. Reza merasa hatinya hancur saat melihaat Angel menangis seperti itu dia teringat dimana Angel menangis meninggalkan rumah dulu tanpa ada yang menanyakan kebenarannya.


"Kak Reza" tiba tiba seseorang memanggilnya membuat Angel melepaskan pelukannya dan menatap orang yang baru datang itu.


Tersirat kebencian yang sangat dalam.terpancar di mata Angel saat tau yaang datang adalah Lusi kakak tirinya dulu.


"Ada anak pungut" ujar Lusi penuh dengan kebencian.


"Bang bolehkah" ujar Angel menatap Lusi tajam membuat Lusi mengalihkan pandangannya.


"Haruskah" ujar Reza.


"Minggir lo" ujar Lusi menarik keras Angel membuat Angel hampir terjatuh andai David tak membantunya.


"Kak Reza lo udah boleh pulang kan" tanya Lusi manja.


"Kenapa" tanya Reza.


"Gini besok Mama Papa harus ke luar kota si Rani gak tau tuh anak nah gue gak bisa temenin lo di sini gue males di rumah sakit" ujar Lusi membuat kemarahan Angel memuncak.


Angel langsung membalikkan badan Lusi dan melayangkan tinjunya dia mencaci maki Lusi dengan sifat iblisnya membuat tidak ada satupun yang mau menolong Lusi bahkan tuan Damantara yang baru sampau bersama Mama Ani hanya melihat.


"Pergi lo ke neraka gak balik sekalian dasar kalau bukan karena Abang gue lo gak bakal kayak sekarang gak bakal di hormatin bahkan gak bakal ada yang mau berteman sama lo paham" ujar Angel meluapkan emosinya.


"Eh lo sekarang anak pungut, jadi diem aja" ujar Lusi tak kenal takut.


"Gue anak pungut hah, sekalipun gue anak yang di buang gue gak bakal mundur kalau lo gak ada akhlak gini sama Abang" ujar Angel.


"Honey udah" ujar David.


"Dengerin tuh, eh dia ganteng juga" ujar Lusi mencium pipi David membuat kemarahan Angel makin memuncak.


"Biadab" ujar Angel kembali melayangkan tinjunya sampai Lusi tersungkur.


Walaupun sudah tersungkur dan wajahnya lebam Lusi masih menggoda David walau David tak merespon membuat Angel mencengkram leher Lusi kuat sampai Lusi sulit untuk bernafas.


"Honey sudah jangan mengotori tanganmu" ujar David.


"Kamu membelanya" ujar Angel dengan seringai menakutkan.


"Tidak sayang aja tanganmu kotor harus ternoda dengan bedebah sepertinya" ujar David lembut namun Angel masih marah dan masih mencengkram Lusi kuat.


David yang bingung bagaimana cara menghentikan Angel dia langsungvmenarik tengkuk Angel dan mulai mencium bibir Angel dengan sangat lembut.


"Lepaskan" ujar David membuat Angel menatapnya lalu menarik sebuah benda dan menyayatkan di pipi Lusi.


"Itu hanya sedikit pembalasam gue, gue harap gak permanen ya" ujar Angel tertawa membuat Lusi pergi dengan bantuan Mama Ani.


"Lo gila Din" ujar Reza saat Lusi bangun dan menjauh.


"Lo tau gue gila Bang, gue yang dulu nangis liat darah sekarang gue bisa mengucurkan darah dengan mudah dan gue yang dulu diem saat di tekan sekarang bisa menekan sampai dia gak bisa bangun lagi sekecil apapun kebaikan seseorang kepadaku maka akan gue balas seratus kali lipat tapi sekecil apapun orang menyakiti akan ku balas seribu kali lipat" ujar Angel sembari mengatur nafasnya.


"Apa yang kamu lakukan jika dia melukaimu" tanya Reza sengaja.


.


.


.


.

__ADS_1


Jangan lupa dukungannya....


__ADS_2