Kakakku Cintaku

Kakakku Cintaku
Tidak Tepat


__ADS_3

"Angel" ujar David dari dalam hati sembari celingak celinguk.


David lalu berdiri menghampiro Ellen yangs edang makan sembari menonton.


"Liat Angel gak" tanya David kepada Ellen.


"Angel pulang tadi" ucap Ellen santai.


"Pulang sama siapa" tanya David.


"Sendiri" ucap Ellen.


"Sendiri malem malem gini, kenapa gak lo cegah dia si" ujar David marah


"Kenapa lo marah sama gue yang seharusnya marah tuh gue kenapa lo bawa Angel ke sini kalau ujungnya lo sakiti" ucap Ellen tak kalah sadis.


"Maksud lo" tanya David lirih.


"dia udah kerja keras buat masak tapi saat mau panggil lo lagi asik sama si ulat bulu itu" ucap Ellen.


"jaga bicara lo" ujar Klara yang mendengar.


"Udah udah, mending kita lanjut pesta" ujar Devan


"Iya bener tuh lagian Angel udah sampai rumah dengan selamat" ucap Ellen.


"bagaimana lo tau" tanya David.


"gue gak setega itu biarin Angel pulang gue suruh beberapa orang buat jaga dia" ujar Ellen pergi.


"Tuh denger mending kita lanjut" ucap Devan menuntun David untuk duduk kembali.


David menyetujuinya tanpa memikirkan Angel lagi sedangkan Angel baru saja di rumah lalu berlalu menghambur ke pelukan Farel.


Farel adalah anak dari kakak Mommy Angel sangat merindukan Farel karena Farel sudah bekerja dan jarang main ke rumah Angel lagi.


"Kakak kapan sampai" tanya Angel melepas pelukannya.


"Baru aja kamu katanya sama David mana dia" tanya Farel


"Iya tadi sama Abang tapi Abang lagi ada pesta di tempat temennya" ujar Angel.


"Kenapa gak pulang bareng" tanya Farel.


"Gak, masih banyak urusan Abang angel males di sana banyak minuman pusing baunya" ucap Angel mendudukkan diri di sofa.


"duduk Kak" ujar Angel.


"Iya" ucap Farel.


Angel dan Farel Mommy Daddy semua berkumpul di sembari bercanda tawa sedangkan di rumah Devan David sudah mabuk berat.


Ellen menghubungi Angel dengan cepat Angel menyusul David di rumah Devan dengan Farel.


"Abang mana" ujar Angel saat sudah sampai di rumah Devan dan tak menemukan David di ruang pesta.


"Ellen" panggil Angel.


"Eh udah sampai lo dia di sana" ucap Ellen menunjuk halaman belakang.

__ADS_1


Angel lalu berjalan ke halaman belakang dengan farel namun kejadian tak terduga yang Angel lihat membuat Angel membulatkan matanya.


"Abang" ujar Angel lirih.


"Eh maaf Ngel gak maksud untuk ini" ujar Ellen menggaruk tengkuknya


"Gak apa apa Kak biarin aja sepertinya Abang masih asik kita bawa Abang pulang nanti aja" ujar Angel lembut kepada Farel yang sudah menegang karena tingkah David.


"Huff nyesel Kakak ke sini tau gini kita sama Mommy aja di rumah kan" ujar Farel.


"Udahlah Kak" ucap Angel.


"Lo mabuk El" tanya Angel pada sahabatnya.


"Gak gue masih sadar, lagian mana berani gue mabuk ada Abang" ujar Ellen.


"Kirain berani" ledek Angel.


"eh kita duduk di dalem aja yuk biarin mereka semua gila" ucap Ellen.


"Ya udah yuk, kasih gue makan dong" ujar Farel.


"Dasar gak tau malu" ucap Angel.


"Gak apa apa lagi" ucap Ellen tersenyum.


"Awas terpesona jangan senyum senyum" ujar Farel percaya diri.


"Percaya diri banget lo" ujar Ellen.


"Pastilah kenapa gue ganteng" ujar Farel.


Ellen dan farel terus saja beradu argumen sedangkan Angel menatap keluar tepatnya ke halaman belakang dimana David dkk berada.


Angel tersenyum walau hatinya terasa sangat sakit melihat David dengan klara yang terlihat begitu dekat dengan Klara yang memakai pakaian kurang bahan dan David yang membuka sedikit bajunya di sana dan tanpa malu di depan temen temen mereka.


"Kak kita pulang yuk" ujar Angel.


"David" ujar Farel.


"Bawa aja kalau kak mau ganggu mereka gue ngantuk kak" ucap Angel tersenyum.


"tapi apa yang akan kita katakan sama Mommy" tanya Farel.


"Gue mau pulang ke apartemen kak" ucap Angel.


"Tapi gue masih kangen" ucap Farel.


"Kita ketemu lagi besok, besok gue di apartemen doang buat baju" ucap Angel.


"Ya udah deh besok Kakak jemput ya kita jalan jalan oke" ucap Farel.


"Oke" ujar Angel.


"El gue pulang dulu ya kalau terjadi sesuatu hubungi gue tapi yang serius" ucap Angel berlalu tanpa menunggu jawaban dari Ellen.


"Eh maaf ya mungkin dia baru pernah liat David mabuk jadi syok gitu" ucap Farel.


"Gak apa apa lagi biasa aja" ucap Ellen.

__ADS_1


"Kalau gitu gue duluan ya permisi" ucap Fero membungkukkan badannya pergi.


"Apa benar mereka hanya seorang Abang dan adik, tapi dari tatan Angel gak gitu" ujar Ellen dalam hati penasaran.


"Apa yang terjadi, apa yang abang lakuin dan apa yang gue rasakan ini salah gak seharusnya gue sakit kayak gini seharusnya gue dukung siapapun yang dekat dengan Abang tapi kenapa hati gue gak bisa" ujar Angel dalam hati sembari menutup matanya.


"Kita langsung pulang" tanya Farel.


"Ya" ucap Angel singkat tanpa melihat kedatangan Farel.


Farel melajukan mobilnya dengan kecepatan lumayan cepat karena memang jalan sudah sepi. Farel terus memperhatikan Angel yang sedari tadi diam padahal Angel yang Farel kenal sangat ceria dan bisa membuat orang lain tersenyum walau dia sedang banyak masalah.


"Diem mulu kenapa ada masalah" tanya Farel.


"Banyak Kak" ucap Angel singkat.


"Boleh cerita" ujar Farel.


"Angel bingung kak, sebelum ini Angel sangat bersemangat ingin pergi ke negara Indonesia kak tapi sekarang ingin keluar pun malas tapi Angel udah terlanjur untuk ikut ke Indonesia dan keberangkatannya juga di percepat besok" ucap Angel.


"Harus banget pergi ya, Kakak baru aja sampai" ujar Farel lesu.


"Gak tau juga si Kak, soalnya lagi banyak kerja di butik sama harus selesaikan salah paham sama Milla kak" ucap Angel.


"Kenapa gak bareng Kakak aja ke sananya kebetulan ada proyek di sana Kakak harus lihat perkembangannya" ucap Farel.


"Boleh" ucap Angel tersenyum.


"udah sampai nih yakin gak mau ke rumah" tanya Farel sebelum Angel turun dari mobil.


"Gak kejauhan kalau ke rumah udah berat banget nih mata" ujar Angel.


"Buat nangis" ujar Angel dalam hati.


"Ya udah Kakak duluan ya" ucap Farel.


"Oke kak hati hati" ucap Angel.


"Oke" ucap Farel pergi.


Angel berjalan sempoyongan menuju apartemennya, setelah sampai di apartemen Angel terduduk di lantai kamarnya. Angel melepas sepatu dan tasnya dan melemparnya sembarang Angel menatap indahnya kota di malam hari.


Angel mengingat kejadian tadi siang bagaimana dia begitu percaya diri mengungkapkan rasa kepada David dan malam ini dia tau kalau dia hanya sebatas adik kecil bagi David. Angel sadar semua perasaannya salah.


"Kenapa sebodoh itu gue menjatuhkan hati, dengan orang yang tidak tepat lagi Tuhan apa yang telah aku lakukan sampai kau menghukum ku dengan masalah yang melibatkan hati dan apa yang kau rencanakan untuk ku setelah ini" ujar Angel menangis.


.


.


.


.


.


.


Bersambung.....

__ADS_1


Ikuti lanjutannya terus ya akan ada banyak kejutan lagi....


__ADS_2