Kakakku Cintaku

Kakakku Cintaku
Bekerja


__ADS_3

Setelah kepergian Vian Adin Membereskan barang barangnya , Adin membersihkan tempat kosnya kemudian Adin belanja ke minimarket yang di sebrang jalan, Adin membeli beberapa perlengkapan dan makanan untuk kebutuhan di kos barunya, kemudian Adin kembali ke tempat kosnya.


Saat Adin sampai di kosan Adin mengistirahatkan badannya.


"Apakah aku bisa menjalani hari hariku tanpa orang orang yang aku kenal tanpa sahabat maupun kerabat, Adin teruslah berjuang jangan menyerah sekarang ingat kau harus bisa kau wanita hebat" ucap Adin menyemangati dirinya sendiri.


Setelah itu Adin tertidur pulas sampai malam.


Sekarang sudah menunjukkan pukul 20.15 Adin terbangun saat perutnya mulai berbunyi Adin lalu memakan roti yang sempat dia beli saat baru sampai di kota B.


Setelah itu Adin berencana untuk tidur namun dia tak kunjung tidur sampai saat ini pukul 24.20" Adin melakukan semua hal yang biasa membuatnya tidur namun kali ini dia tak bisa tidur sehingga pada jam 01.45 Adin tertidur namun pada saat jam 04.15 adin terbangun.


Adin bangun lalu membersihkan diri solat dan membereskan kosannya, adin memutuskan untuk membaca buku buku pelajarannya yang sengaja dia bawa.


Saat jam menunjukkan pada jam 06.45" Adin bersiap untuk bekerja, ini adalah pengalaman pertama Adin.


"Semangat Adin lo pasti bisa" ucap Adin menyemangati dirinya.


Adin lalu turun untuk pergi bekerja ,Adin kemudian pergi ke restauran Vian, saat Adin sampai di depan restauran tersebut ternyata Vian juga baru saja datang.


"Kamu sudah sampai" tanya Vian.


"Baru saja" ucap Adin.


Adin melihat sekeliling semua kariawan yang melihat Vian membungkukkan badannya, Adin yang melihat itu ikut membungkukkan badannya.


Vian yang melihat itu tersenyum tipis,


"Ikut saya" perintah Vian meninggalkan Adin.


Adin yang melihat itu segera mengejar Vian masuk ke dalam ruangannya.


"Apa kamu punya pengalaman kerja" tanya Vian saat sampai di kursi kebesarannya.


"Belum pernah ini adalah kali pertama saya kerja tapi saya akan bekerja dengan baik" ujar Adin.


"Apa alasan kamu bekerja disini" tanya Vian.


"Saya butuh uang untuk mencukupi hidup saya pak" ucap Adin.


"Baiklah duduk dan tunggu" ujar Vian kemudian menelfon pihak Manager restauran.


tok.... tok... tok.....


(pintu ruangan Vian diketuk)


"Masuk" ucap Vian.


"Bapak memanggil saya" tanya seseorang yang baru masuk.


"Iya silahkan duduk" ujar Vian.


Orang tersebut menuruti ucapan Vian duduk di depan Vian.


"Lucas dia adalah kariawan baru ajari dia semua pekerjaan dan ya tempatkan dia di pintu utama menggantikan Megi, Megi kamu tarik untuk membantu yang lain" ujar Vian.


"Baik Pak," ucap Lukas tegas.


"Adin dia adalah Manager di restauran ini kalau ada apa apa hubungi dia, dan dia yang akan mengajarimu di sini" ujar Vian.


"Baik Pak" ucap Adin.


"Baiklah kalau begitu kalian boleh keluar dan Lucas jangan lupa kasih seragam buat dia" ujar Vian.


"Baik Pak, kami permisi" ujar Lucas undur diri.


Adin mengikuti Lucas keluar dari ruangan Vian. Setelah keluar dari ruangan Vian Lucas menyuruh seseorang untuk mengambil sesuatu, sedangkan Lucas terus menjelaskan pekerjaan Adin, Adin sangat memperhatikan Lucas karena Adin harus kerja tanpa kesalahan.


"Nih seragam kamu" ucap Lukas memberikan empat potong seragam.


"Terima kasih" ucap Adin mengambil baju seragamnya.


"Apa anda bisa menjelaskan seragam seragam ini di pakai hari apa saja" lanjut Adin.


"Kamu tanya sama temen yang satu sif sama kamu, dan ini adalah tempat kamu bekerja" ucap Lukas.


"Megi kamu bisa bantu temen temen yang lain di dalam" ujar Lucas.

__ADS_1


"Beneran Pak wah makasih ya Pak" ucap Megi.


"Kamu pakai seragam kamu seperti yang lain lalu kamu gantikan tempat Megi" ucap Lukas pada Adin.


"Baik Pak" ucap Adin.


"Dan kamu bantu dia ajari dia" ucap Lukas pada teman Megi.


"Baik Pak" ucap teman Megi.


Lukas meninggalkan Adin Megi dkk, Adin kemudian membawa seragam dan tas kecilnya ke loker yang telah di sediakan setelah berganti pakaian dan memoles sedikit wajahnya Adin kembali ke pintu utama untuk memulai pekerjaannya.


"Hai kamu anak baru ya apa dari cabang" ujar seseorang.


"Saya anak baru, mohon bimbingannya" ujar Adin membungkukkan badannya.


"Baiklah, kenalin nama gue Andra dia Rian" ucap Andra.


"Haii nama lo siapa" tanya Rian.


"Nama saya Adin" ucap Adin.


"Hai gue Megi, makasih ya udah gantiin tugas gue" ucap Megi


"Hai saya Adin" ucap Adin tersenyum membuat semua yang melihat senyumnya terpesona.


"Ya sudah kita harus kembali bekerja nanti kena marah Pak Lucas" ucap Andra.


Semuanya ke tempat masing masing hanya tinggal Rian dan Adin yang di depan pintu utama.


"Kenapa lo gak ngeluh kepanasan" tanya Rian.


"Walau sepanas apapun sesakit apapun gue bisa tahan gue cewe kuat" ucap Adin.


"Yakin gitu, paling nanti baru beberapa menit aja udah minta duduk" ujar Rian meledek.


"Lo ledekin gue" ujar Adin.


"Yeh marah" ujar Rian.


"Gak marah siapa yang marah" ucap Adin tersenyum.


"Woy... bangun lo jangan mimpi mulu" ucap Adin membuyarkan lamunan Rian.


"Lagian lo si senyumnya membuat gue melayang" ceplos Rian.


Adin mendengar itu lalu tersenyum, Rian melihat kearah Adin, Adin yang melihat Rian melihatnya kemudian tersenyum dan mengedipkan satu matanya.


"Ngapa tuh mata cacingan" ledek Rian.


"Enak aja cacingan mata indah indah gini" celetuk Adin.


Adin sesekali bercanda dengan teman barunya, Adin yang mudah bergaul ramah dan penurut membuat dirinya mendapat banyak teman.


Sekarang menunjukkan waktu makan siang Adin yang masih bingung pun mengikuti teman temannya.


"Din nih buat lo" ucap Rian.


"Ini makanan, atau rumput" tanya Adin.


"Iya lah makanan masa rumput kalo lo sapi baru gue kasih rumput" celetuk Rian.


"Oke" ucap Adin mencicipi sebuah pecel.


"Haaaaaaa pedas" ucap Adin.


"Iy iyalah pedes orang pecel kalo manis itu kamu hahahaha" ucap Rian.


"Lo mau bunuh gue, makanan pedes gini lo kasih gue" ujar Adin.


"Mana ada mau bunuh gue kira lo tau ini makanan pedes, dan sorry gue gak tau kalau lo gak bisa makan pedes," ucap Rian mengambil bungkusan pecel Adin.


"Iya gak apa apa, tapi enak juga boleh minta lagi, gue bisa makan pedes kok cuma pedes saus, hehe " ucap Adin.


"Yah elah saus anak kecil tuh makan saus, " ledek Rian.


"Hehe ledek lo, tapi ini enak boleh gue abisin gak" ujar Adin.

__ADS_1


"Jangan tuh muka udah merah kepedesan dan ini kan kali pertama kamu makan pedes takutnya kamu sakit perut" larang Rian.


"Yah ya udah deh, oh ya gue gak alergi pedes tapi gue alergi seefood" ucap Adin meninggalkan Rian.


"Woy kemana lo" teriak Rian.


"Cari penetral pedes dulu" ucap Adin.


Adin pergi kesebuah kedai minuman di depan restoran, Adin membeli sebuah susu hangat.


"Makasih Pak" ucap Adin saat sudah selesai meminum susunya.


Adin kembali ketempat kerjanya dan menjalankan tugasnya sampai selesai, Adin begitu semangat saat bekerja dan Adin sangat menikmati pekerjaannya walau kadang harus melayani pelanggan yang rewel.


"Ternyata ini tidak seburuk yang gue kira,"batin Adin


Sekarang sudah menunjukkan pukul dua siang saatnya Adin pulang, saat sudah berganti sif Adin langsung ketempat loker untuk berganti pakaian, saat Adin keruang ganti Adin melihat seseorang sedang duduk Adin menghampirinya untuk bertanya besok memakai baju yang berwarna apa.


"Maaf kak ganggu mau tanya besok pakai baju yang warna apa ya" tanya Adin.


"Eh gak ganggu kok, besok pakai baju yang berwarna merah, oh ya kamu anak baru ya kenalin gue Febi" ucap Febi memperkenalkan diri.


"Iy nama gue Afin salam kenal" ucap Adin menjabat tangan Febi.


"Lo udah mau pulang rumah lo dimana" tanya Febi.


"Iya ini udah mau pulang mau ganti baju dulu, rumah gue di kosan belakang" ucap Afin.


"Kosan punya bu fatma ya" ujar Febi


"Iya, lo tau rumah lo deket situ ya" tanya Adin.


"Iya gue juga ngekos di situ" ucap Febi


"Beneran lo, mau pulang bareng" tanya Adin.


"Boleh" ujar Febi.


"Tunggu bentar ya gue ganti baju dulu" ucap Adin.


Febi menganggukkan kepalanya, dengan segera Adin menuju ruang ganti, saat Adin diruang ganti Megi menghampiri Febi yang ada di depan lokernya.


"Woy pulang yuk" ajak Megi.


"Nanti kita tunggu Sdin bentar dia satu kosan sama kita" ujar Febi


"Adin anak baru itu" tanya Megi


"Uya dia siapa lagi" ucap Febi.


"Maaf ya nunggu lama, eh ka Megi hai kak" ucap Adin.


"Gak perlu panggil kaka panggil Megi aja gak biasa soalnya takut nanti gak nengok pas dipanggil" ujar Megi.


akhirnya mereka bertiga pulang ke kosan selama perjalanan mereka saling bertukar pengalaman dan sesekali bercanda, saat sampai di depan kamar Megi dan Febi Adin pamit untuk ke kamarnya sendiri .


Adin kemudian merebahkan badannya di atas kasur tipis, sebenarnya Adin tidak begitu nyaman untuk tinggal di situ karena Adin terbiasa hidup mewah.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Dukung author terus ya dan jangan lupa tinggalin jejaknya ya,,


Kalau mau kasih Vote juga boleh....

__ADS_1


Happy reader*** .....


__ADS_2