
"Boy, coba telfon Angel mommy mau pulang biar mereka langsung ke rumah" ucap Mommy.
"Maaf boy, tapi kamu harus melupakan Angelz Mommy tau kalau ada seseorang yang sednag menunggu ingatannya kembaki Mommy gak mau kamu kecewa" ujar Mommy dalam hati.
"Ya Mom" ucap David.
David menghubungi Angel namun dia memegang ponsel Angel sekarang dia bahkan tidak membawa ponsel David membuat David bingung.
"Mom ini ponsel Angel" ucap David.
"Telfon Daddy" ujar Mommy.
"Ya Mom" ucap David menghubungi daddynya namun tidak bisa. David mencoba beberapa kali namun tidak ada jawaban.
"Gak jawab Mom" ucap David.
"Ya udahlah tinggal aja" ujar Mommy.
"Oke" ucap David.
David pergi dengan mommy ke kediaman Honsclair. Namun di tengah perjalanan mereka David melihat Aangel sedang tertawa bahagia di pinggir jalan yang tidak jauh dengan Daddynya itu.
*Harusnya senyuman itu saat kamu bersamaku" ujar David dalam hati.
Karena Mommy yang asik dengan ponselnya dia tidak melihat keberadaan suami dan anak angkatnya itu. David hanya menatap tanpa berhendi dia fikir semua akan baik baik saja namun ternyata tidak hatinya sangat sakit.
Saat sampai di mansion David langsung turun tanpa berbicara dan pergi ke kamarnya membuat Mommy bingung. Tak lama Angel datang dengan Daddy saat mommy masih menatap kepergian David.
"Mom kenapa" tanya Daddy.
"Abang" ujar Mommy.
"Abang, kenapa" tanya Angel.
"Entahlah tanya sendiri" ucap Mommy pergi.
"Temui Abangmu" ucap Daddy tersenyum di angguki Angel.
Angel berjalan ke arah kamar David yang berada di lantai atas. Saat sampai di depan pintu Angel menarik nafasnya panjang dan mengetuk pintu beberapa kali namun tidak ada jawaban.
"Bang Angel masuk ya" ucap Angel perlahan masuk.
Angel menatap sekeliling tidak ada David di sana Angel berjalan lebih jauh mencari keberadaan David namun tiba tiba tangannya di tarik dan membentur sesuatu.
"Abang" ucap Angel saat mendongak ternyata yang dia tabrak adalah dada bidang milik David.
"Abang kenapa, kata mommy turun dari mobil langsung pergi tanpa berucap" tanya Angel memeluk David.
"Lepaskan saya" ujar David.
"Bang" ujar Angel bingung karena David memakai kata saya dengan penuh tekanan membuat Angel melepaskan pelukannya dan mundur.
"Siapa dia" tanya David.
"Dia" tanya Angel bingung.
"Calon suami Cika" ucap David mendekat.
"Ya calon suami Cika emangnya kenapa" tanya Angel mundur perlahan sampai membentur Tembok.
"Mati gue" ujar Angel dalam hati.
"Sejak kapan" tanya David.
"Bang please maksud Abang apa si" ucap Angel bingung.
"Sejak kapan kamu mengingatnya" tanya David lagi.
"Ingat apa" tanya Angel.
"Jangan pura pura di depan saya" ucap David mengunci satu tangan Angel.
"Maksud abang apa si" ujar mendorong David dengan satu tangannya.
"Jawab sebelum saya bertindak lebih jauh" ujar David.
"Oke Angel jawab tapi jelasin dulu pertanyaan yang di maksud" ucap Angel.
"Masa lalu kamu" ucap David.
"Oh itu, oke duduk yuk" ucap Angel menarik tangan David dan duduk di sofa kamar David.
"Angel pernah bilang kan sama Abang, ingatan ingatan Angel terlintas begitu saja dengan tidak jelas sejak saat itu dan semakin hari semakin jelas wajh semua orang yang ada di masa lalu" ucap Angel.
"Kalau sama Riko, sebenarnya itu ingatan yang tidak di sengaja saat dia memanggil Angel Bocil sejak saat itu ingatan Angel terlintas jelas tentang dirinya dia adalah sahabat dari Angel dulu walaupun Angel belum yakin seratus persen tapi ingatan ingatan itu seolah memberi petunjuk" ucap Angel.
__ADS_1
"Sudah berapa lama sejak kamu ingat masa lalu pertama kamu" tanya David.
"Satu tahun yang lalu" ucap Angel.
"Kamu membiarkan saya menahan selama itu" tanya David.
"Menahan, maksud Abang" tanya Angel.
"Saya merasa sangat bersalah karena membohongimu selama ini dana ternyata saya juga telah di bohongi'" ujar David.
"Maaf Bang, sebenarnya mau jujur tapi Angel takut karena belum inget jelas siapa Angel sebenarnya" ucap Angel.
"Kamu tau saya bukan Abangmu, kenapa kamu masih mau menjadi adik saya" ujar David mulai meninggi.
"Hm karena Angel belum ingat jelas, dan Angel gak mau kehilangan Abang" ucap Angel.
"Saya rasa kamu juga tau sejak lama kalau saya bukan Abangmu" ucap David.
"Hm, maaf sudah memanfaatkan keadaan Angel" ujar Angel.
"Siapa namamu" tanya David.
"Adin" ucap Angel.
"Adin" ucap David menjelaskan.
"Hm, Adin maaf terlalu nyaman menjadi Angel" ucap Angel menunduk.
"Kamu memanfaatkan saya, dan kamu mempermainkan saya" ucap David.
"Maaf gak ada maksud untuk itu, tapi mau gimana lagi gue ingin selamanya menjadi Angel menjadi adikmu yang selalu bahagia saat di dekatmu yang selalu nyaman di dekatmu dan tidak ingin kehilangan kamu" ucap Angel menatap David.
"Dia bukan cinta pertama kamu" tanya David hanya gelengan Angel.
"Sepertinya bukan, naaf gak ingat semuanya guee minta rahasiain ini dari Mommy dan Daddy sebelum gue bener bener menjadi Adin seutuhnya, maaf sekali lagi maaf" ucap Angel.
"Haruskah saya memaafkanmu, kamu tau saya seperti orang gila karena menahan rasa saya terhadap kamu karena takut kamu menganggap saya aneh karena mencintai adik sendiri kamu tau betapa saya menderita saya sangat menderita" ujar David.
"Mencintai adik sendiri, maksud Abang" tanya Angel.
"Ya saya mencintaimu" uxap David.
"Adin" lanjut panggi David membuat Angel menatapnya.
"Kamu baru saja memanggil nama itu, saya lebih suka menjadi Angel" ujar Angel tersenyum.
"Bisa aja lo Bang" ledek Angel.
"Bilang lo gue" ucap David dengab seringai mengerikan.
"Hehe maaf, kamu kan panggil Adin dia kan orang asing" ucap Angel.
"Ya dia orang asing sangat sangat asing bahkan tidak bisa menggeser kedudukan Angel" ujar David membuat Angel tertawa.
"Jadilah kekasihku" ucap David membuat Angel tersentak.
"Bercanda kamu gak lucu" ucap Angel.
"Saya tidak bercanda saya serius" ujar David.
"Gue udah bohongin kamu" ucap Angel.
"Kamu masih Angel yang saya cintai lebih dari seorang adik, Angel yang berhasil membuat saya tertawa di saat saya lupa bagaimana tertawa, dan masih menjadi Angel yang mempesona kamu canduku" ucap David langsung menci*m bibir Angel membuat Angel membeku.
David sadar dan langsung menjauhkan bibirnya perlahan dan mulai salah tingkah. Begitupun Angel yang diam membatu karena serangan tiba tiba David.
Angel mulai bergerak kaku sedangkan David menggaruk tengkuknya yang tidak gatal karena salah tingkah akibat ulahnya sendiri.
"Maaf saya harus pergi" ujar Angel bergetar dan pergi dari kamar David.
Setelah kepergian Angel David langsung tersenyum sembari menjatuhkan diri di atas tempat tidur dengan terus mengingat kejadian barusan.
"Manis, iz dasar gak bisa nahan" ujar David sembari tersenyum malu malu.
Di lain tempat Angel langsung menjatuhkan badan di kasur dan berguling guling. Dia tersenyum dengan wajah memerah karena David yang pertama menciumnya ya walaupun dia sering membayangkan itu tapi dia tidak menyangka bisa segila ini.
"Wah gila gila" ujar Angel.
Angel terus berguling guling menghilangkan gugupnya. Setelah lebih baik dia pergi membersihkan diri sebelum bekerja membuat gaun Cika.
Setelah membersihkan diri Angel langsung pergi ke daour untuk mengambil cemilan dan minum untuk menemaninya bekerja. Namun saat sampai di ujung tangga Angel berpapasan dengan David membuat semuanya canggung. Angel dan David saling tatap namun dengan cepat langsung berjalan menghindar satu sama lain.
..."Oke jantung kondisikan detakmu, kita mulai bekerja" ujar Angel saat sampai di ruangan biasa dia membuat design....
Di lain tempat Daddy sedang duduk bersama dengan Mommy. Mommy mebceritakan keluh kesahnya kepada Daddy Mommy yakin kalau Di luar sana sedang ada yang menunggu Angel dia takut kalau yang menunggu adalah cintanya yang hilang.
__ADS_1
"Udahlah Mom, kita serahin semuanya sama Tuhan " ujar Daddy.
"Tapi Dad, mommy gak rela kalau David menderita dan kehilangan semangat hidupnya lagi" ujar Mommy panik.
"Mom, sekarang kita lihat saja apa yang akan terjadi selanjutnya kita hanya bisa melihat keputusan nereka" ujar Daddy di angguki Mommy.
Di ruangan kerja Angel serius dengan gaunnya. Angel bekerja semalaman sampai dia tidak tidur karena harus menyelesaikannya dengan cepat. Dia hanya di beri waktu satu minggu sampai gaun itu jadi.
Pagi menjelang Angel masih berkutik dengan kain kain yang berserakan untuk memadukan berbagai warna yang di inginkan Cika. Bukan hanya karena itu tapi dia juga masih memikirkan ucapan David semalam.
"Girl" panggil Mommy.
"Ya Mom" ucap Angel saat Mommy masuk kebdalan kamarnya.
"Sarapan udah siap" ucap Mommy pergi tanpa menunggu jawaban dari Angel.
"Tumben mommy manggil pasti ada sesuatu" ucap Angel bergegas membersihkan diri dan turun untuk sarapan.
"Hai mom, hai Dad" ujar Angel semangat.
"Hai duduk lah" ucap Mommy.
"Abang mana girl" tanya Daddy.
"Angel kira udah di sini" ucap Angel
"Panggil gih" ujar Daddy.
"Abang turun sarapan kalau gak Angel bawain alat berat buat hilangin tangga terbang terbang kamu Bang" teriak Angel.
"Iya iya" ujar David sembari merapikan pakaiannya dengan berjalan.
"Kamu bisa aja Girl" ujar Mommy tersenyum.
"Tapi ampuh" ucap Daddy.
"Ya lah karena permintaan dia kan prioritas David" ujar Mommy.
"Pagi honey" ucap David mendekati Angel dan menciun pipinya.
"Pagi Mok Dad" ujar David bergantian mencium ke duanya
"Oke jantung bekerja samalah ini kan biasa dia lakukan" ujar Angel dalam hati.
"Mom" panggil Angel.
"Ya" ucap Mommy menatap Angel.
"Apa Angel buat kesalahan atau memang mommy membutuhkan Angel" ucap Angel.
"Tepat, teman Mommy minta mommy buat fashion show buat producnya tapi dia minta Mommy ajak kamu dan tentu tanpa topeng" ucap Mommy.
"Yang kemarin itu ya, dia tau wajah Angel ya gak bisa ganti orang deh" ucap Angel.
"Jadi kamu akan menunjukkan dirimu depan public" tanya David.
"Mau gimana lagi" ucap Angel.
"Gimana kalau pakai cadar" ucap David membuat Angel menatapnya.
"Cadar " ujar Angel di angguki David Mommy dan Daddy.
"Bener juga kan keliatah wajahnya walau samar" ucap Daddy.
"Contohnya mana Bang" ucap Angel mendekati David membuat David salah tingkah sendiri.
"Bang bukannya kamu juga dulu pake cadar ya" ucap Mommy.
"Ya Mom" uxap David.
"Boleh deh Abang masih ada cadarnya" tanya Angel.
"Cadar khusus cowok" ucap David.
"Biarin aja mana buat Angel aja" ucap Angel.
"Ya Abang cari dulu" ucap David.
"Oke" ucap Angel memasukkan sarapannya ke dalam mulut.
.
.
.
__ADS_1
Jangan lupa dukungannya ya guys...
Mulai ada tanda perpisahan nih guyz.... jangan lupa vote guys....