
Waktu terus berjalan hari menunjukkan mulai datang senja yang begitu indah di langit jingga. David duduk di lantai di depan kaca besar rumah sakit yang langsung melihat indahnya kota London pada malam hari.
Angel tertidur saat setelah meminum obat sedangkan Momi mengurus beberapa masalah yang terjadi di dalam butiknya, sebenarnya bisa saja David menyelesaikan masalah Momi hanya saja David ingin Angel lah yang akan menyelesaikannya.
"Tuhan akankah gue melihat keindahan seperti keindahan kota ini di masa depan atau kembali ke tempat gelap seperti dulu, semua ku serahkan padamu karena kau tau yang terbaik untukku" ujar David dalam hati.
"Bang kau tau apa yang sedang gue pikirkan, hanya dengan bersikap bodohlah gue bisa menjalani ini semua" ujar Angel yang sudah terbangun sembari menatap David lekat.
Momi yang melihat itu hanya menarik nafasnya panjang, berharap mereka akan menemukan kebahagiaan mereka masing masing. Momi berharap jika takdir berkata lain untuk mereka Momi akan terus mendukung mereka apapun keputusan mereka.
"Maafin Momi Boy Girl Momi tidak bisa berbuat lebih karena hati tidak akan bisa di paksakan tapi Momi berjanji Momi akan selalu memastikan kebahagaiaan kalain" ujar Momi dalam hati.
Mereka semua serius dengan pikiran masing masing sampai Dadi Darwin dan Kevin datang dengan tatapan bingung, mereka berfikir mungkinkah mereka sedang berbicara dengan bahasa hati agar semua rahasianya terjaga karena Momi menatap Angel namun Angel menatap punggung David.
"Ehemmmm" ujar Dadi membuyarkan semua lamunan.
"Hai Dad, kapan sampai" tanya Mom mencium tangan Dadi.
"Baru saja, bagaimana keadaannya Mom" ujar Dadi tersenyum.
"Udah baikan Dad, tadi dia juga udah minta pulang" ucap Momi.
Dadi tersenyum lalu mendekati Angel yang kembali berpura pura tertidur karena tidak bisa menahan air matanya yang akan mengalir, Angel tidak mau perasaannya akan mempemgaruhi keluarganya karena yang Angel tau Dadinya gak akan membiarkan hal itu terjadi.
"Honey" ujar Dadi membelai rambut Angel.
"Em.... Dadi" ujar Angel lesu.
"Gima udah baikan" ujar Dadi.
"Udah Dad, pulang yuk Dad" rengek Angel.
"Iya, tapi kamu harus sehat dulu" ucap Dadi pelan.
"Udah sehat Dadi, nih lihat" ucap Angel menunjukkan jiwa tangguhnya.
"Ya Dadi percaya, tapi besok aja ya pulangnya" pinta Dadi.
"Angel gak suka di sini Dad" ujar Angel.
"Siapa yang suka sama rumah sakit gak ada makanya jangan sakit" ujar Dadi.
"Hehe, ini juga Angel gak minta" ucap Angel tersenyum.
"Bukan jangan sakit tapi jangan pura pura kuat" ujar Kevin.
"Diem kamu ka, ganggu aja" ucap Angel.
"Siapa yang ganggu gak tuh" ujar Kevin santai membuat Angel memajukan bibirnya.
Dadi Momi dan Darwin yang melihat pertengkaran mereka tersenyum, karena tidak ada yang mau mengelah bahkan mereka tidak memandang status saat berteman. Namun David masih setia duduk di depan jendela besar rumah sakit.
"Abang kenapa Mom" tanya Dadi penasaran.
"Gak tau Dad, mungkin banyak pikiran" ucap Mom.
"Oh, tapi kenapa diem banget gitu bahkan Dadi datang aja gak noleh" ujar Dad.
"Udahlah Dad, biarin aja mungkin Abang butuh waktu sendiri percayalah dengan Abang" ucap Mom.
Kevin dan Angel yang mendengar perkataan Momi dan Dadi saling pandang lalu Angel membisikkan sesuatu kepada Kevin . Kevin menganggukkan kepalanya sembari tersenyum licik. Kevin mengacungkan jempolnya lalu berjalan pelan ke arah David.
"Udah gak perlu gitu jalannya gue udah tau" ucap David tanpa menoleh saat Kevin mendekatinya.
"Ah... lo ma gak asik tau" ucap Kevin kesal dan memukul punggung David keras.
"Terserah lo mau apain gue, gue gak akan bales" ucap David santai masih dengan posisi yang sama.
"Lo gak kesambet kan" tanya Kevin mulai khawatir.
"Gak" ucap David singkat.
"Terus lo kenapa di sini kaya orang gila" ujar Kevin.
"Lo ngatain gue gila, sia**n" ucap David memukul lengan Kevin keras.
"Gak perasaan lo aja kali kalau lo gila" ledek Kevin berlari sembari memegang lengannya yang di pukul David.
__ADS_1
"Lo yang gila" ujar David keras.
"Orang sama sama gila aja saling tuduh" celetuk Angel.
"What" ujar David dan Kevin bersama.
"Kompaknya, " ujar Angel tersenyum tanpa dosa.
"Lo kenapa ikut ikutan gue" ujar David kepada Kevin.
"Siapa yang ikutin lo" ucap Kevin mengelak.
"Kalian berantem mulu gak malu apa" ujar Dadi.
"Au" pekik Angel.
Seketika semua orang panik melihat Angel yang kesakitan, David langsung berlari memeluk Angel berharap rasa sakit tersebut hilang saat dia memeluknya. Sedangkan Kevin pergi memanggil Dokter padahal di ruangan tersebut ada alarm untuk memanggil Dokter karena begitu paniknya.
"Abang" panggil Angel lirih.
"Ya Honey, apa yang kamu rasakan" tanya David melepaskan pelukannya.
"Sakit" ujar Angel meneteskan air matanya.
"Ya Honey maafin Abang, Abang gak bisa jaga kamu tapi apa kamu mengingat sesuatu" tanya David sembari menghapus air mata Angel.
"No Bang, hanya Angel seperti pernah merasakan keadaan yang seperti saat ini" ucap Angel.
"Baiklah jangan kamu paksakan, suatu saat nanti kamu pasti akan mengingat semuanya" ujar David tersenyum menenangkan Angel.
"Iya Bang, makasih" ucap Angel tersenyum sembari membenamkan wajahnya di dada David.
David membalas pelukan Angel erat, David memejamkan matanya karena dia tidak bisa menahan air matanya yang mulai menerobos keluar.
Dadi dan Momi sebenarnya tidak sanggup melihat ke dua anak mereka seperti itu namun Momi dan Dadinya tidak ingin mencampurinya Momi dan Dadinya berharap mereka berdua bisa menyelesaikan setiap masalahnya sendiri walaupun di belakang mereka Dadi dan Momi selalu memantau dan sering kali bertindak tanpa sepengetahuan David dan Angel.
"Bang" ucap Angel lirih saat merasa beberapa kali kepalanya terkena tetesan air mata David.
"Ya Honey" ucap David tersenyum sembari mengusap air matanya cepat.
"Abang, jangan nangis Angel gak suka sekarang Abang senyum" ucap Angel menatap David.
"Senyum si tapi air matanya itu " ucap Angel menghapus air mata David yang terus mengalir.
"Nih tuh bukan air mata tapi air hujan hehe" ujar David.
"Gak lucu" ucap Angel.
"Gak lucu tapi senyum senyum gitu" ledek David.
"Kata siapa, oh ya Bang be the way Abang kesini gak bawa cemilan" ucap Angel.
"Em.... Enggak cuma bawa makan tadi emang kamu udah laper lagi" tanya David serius.
"Gak laper cuma pengin ngemil aja" ucap Angel tersenyum.
"Ya udah kalau gitu kamu mau apa biar Abang belikan" ujar David tersenyum.
"Gak jadi Abang sini aja temenin Angel sama sekalian Angel mau pinjam laptop Abang" ujar Angel.
"Laptop, buat apa kamu kan harus istirahat jangan mikirin pekerjaan semua sudah Momi hendle" ujar Momi.
"No Mom, Angel cuma mau pinjem doang Mom" ujar Angel.
"Oh oke" ucap Momi lega.
Angel mulai membuka laptop yang David berikan, Angel mulai mengetik dengan cepat di laptop David. Karena kecepatan Angel saat membaca maupun menulis di luar kemampuan manusia biasa membuat David yang mencoba untuk melihat apa yang dilakukan Angel hanya menggelengkan kepala.
"Selesai" ujar Angel.
"Kenap kamu Bang" tanya Angel kepada David yang tertangkap basah sedang mengintip.
"Eh.... enggak" elak David.
"Udah ketahuan masih aja ngelak" cibik Angel membuat David salah tingkah.
"Yaya Abang akui Abang lagi lihat kamu ngapain tapi Abang gak bisa baca sedikit pun kamu baca gak si pas ngetik tadi" tanya David.
__ADS_1
"Baca lah emang kenapa" tanya Angel bingung.
"Kok cepet banget" ujar David.
"Iya lah gue kan istimewa" ucap Angel sengaja menekan kalimat akhirnya.
"Ya terserah deh, kamu emang istimewa" ujar David menyerah.
"Bang ini siapa" tanya Angel tersenyum menunjukkan sebuat foto seorang anak kecil yang sedang tersenyum bermain air.
"Gak tau" ucap David cepat merebut laptopnya.
"Hahaha cie ada yang ngambek" ledek Angel.
"Gak seru" ujar David memajukan bibirnya.
"Hahaha itu muka kenapa merah gitu Bang" ledek Angel membuat semua orang menatap David.
"Tau, diem deh kalau gak Abang...." ujar David tersenyum licik.
"Apa" tanya Angel was was.
"Abang" ucap David sembari menunjukkan foto Angel sedang balap liar menggunakan motor temannya.
"Abang please, Angel diem nih" ujar Angel tersenyum.
"Apaan Bang" tanya Mom penasaran.
"Bukan apa apa kok Mom" ucap Angel cepat.
"Kalau bukan apa apa kenapa tegang gitu" ujar Mom mendekat.
Momi berjalan merebut ponsel David membuat Momi membulatkan matanya tak percaya sedangkan Angel dan David tegang karena takut kemarahan Momi terhadap mereka berdua.
"Abang dapat foto ini dari mana" tanya Mom.
"Dari Kevin Mom" ucap David.
"Kok gue, emang foto apaan" tanya Kevin mendekati Mom.
"Nih lihat aja" ujar Mom memberikan ponsel David pada Kevin.
Kevin menetap Momi kemudian menatap David dan Angel bergantian seketika keadaan mencekam dan kembali hangat saat Mom dan Kevin tertawa bersama membuat Angel dan David saling pandang.
"Boy, gak ada foto lain apa yang bisa buat ancam adik tersayang hahaha" ujar Momi dengan gelak tawa.
David bingung dengan Mominya yang justru tertawa bukannya marah, David kemudian menarik ponselnya yang berada di tangan Kevin seketika David ikut tertawa terbhak bahak membuat Angel makin penasaran.
"Apa Bang" tanya Angel.
David memberikan ponselnya kepada Angel seketika wajah Angel memerah karena malu. Foto yang di lihat Momi adalah foto dirinya yang sedang mengupil di tempat umum.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Hai reader maaf ya udah lama gak Up... maaf udah nunggu lama tapi sekarang Author kembali nih jangan lupa terus dukung Author ya dengan kasih like vote dan komennya....
Di tunggu kelanjutannya ya kaka kaka...
__ADS_1
Salam manis dari Author***.....