Kakakku Cintaku

Kakakku Cintaku
Kebenaran Adin


__ADS_3

Adin bekerja dengan penuh semangat sedangkan di tempat lain Ayah sedang mencari Adin, Ayah menyesali perbuatannya karena sudah mengusir Adin dari rumah setelah Ayah melihat bukti yang Rafa berikan.


Ayah mengerahkan semua anak buahnya untuk mencari keberadaan Adin sampai menghilangnya Adin di dengar keluarga Bunda, Bunda yang tau Adin hilang terus menyuruh semua anak buahnya untuk mencari Adin sampai ke pelosok pelosok kota.


"Sampai kapan kamu bersembunyi sayang, bukan kah kamu tidak akan bisa hidup susah" ujar Ayah.


tring.... tring.... tring....


(Anggap aja suara telfon masuk 🤭)


"Halo " ucap Ayah.


"...................." ucap seseorang di sebrang telfon.


"Cari sampai ketemu sebelum dia ketemu kalian tidak boleh pulang" ujar Ayah lalu mematikan telfonnya.


"Ayah bagaimana apa sudah ada tanda tanda bahwa Adin di temukan" tanya Reza yang sangat menyesal karena tidak mempercayai Adin.


"Belum Za kamu bantuin cari ya kerahkan semua anak buah kamu" perintah Ayah pada Reza.


"Baik Ayah" ucap Reza.


"Za gue pulang dulu ya, lo masih mau di sini apa mau pulang bareng gue ke kota J" tanya Rafa.


"Lo pulang duluan aja gue masih mau cari Adin di sini" ujar Reza.


"Lo gak mau cari ke kota lain" tanya Rafa.


"Udah semua kota sampai pelosok gue cari tapi belum ketemu juga" ujar Reza.


"Maafin gue ya Za" ujar rafa memeluk Reza.


"Lo gak perlu minta maaf, justru gue makasih banget sama lo karena lo gue sadar bahwa satu kesalahan bisa membuat orang kehilangan segalanya." ujar Reza membalas pelukan Rafa.


"Oke kalau gitu gue pergi dulu, gue janji gue juga bakal kerahkan anak buah gue buat bantu cari Adin" ujar Rafa.


"Makasih bantuannya ya Fa, lo harus kabarin gue kalau lo liat Adin dimana pun itu" ujar Reza tegas.

__ADS_1


"Iya Za, kalau gitu gue pergi dulu supir gue udah lama nunggu di depan" ujar Rafa menepuk punggung Reza.


"Oh oke sekali lagi makasih ya" ujar Reza.


Rafa hanya tersenyum kemudian pergi meninggalkan Reza untuk berpamitan dengan Ayah dan Mama Ani, saat Rafa pergi tangan Rafa di tahan oleh Lusi.


"Kaka" ucap Lusi menahan langkah Rafa.


Rafa hanya berbalik tanpa menjawab Lusi, Rafa menatap Lusi dengan tatapan tajam, membuat Lusi bergidik ngeri dengan tatapan Rafa.


"Kaka jangan gitu lihatnya kali, Lusi jadi takut" ujar Lusi lembut.


"Lo takut tatapan gue tapi lo gak takut saat lo fitnah saudara lo sendiri dan lo gak takut kehilangan dia lo punya otak tapi gak punya hati tau gak" ujar Rafa tegas membuat Lusi mundur perlahan.


"Kaka jahat, itu semua karena kaka, Lusi gak bakal lakuin ini kalau kaka melihat Lusi bukan Adin ini semua salah kaka" teriak Lusi.


"Ya iya lah gue lihat Adin di banding lo karena kenyataannya dia lebih baik daripada lo, dia terima semua cacian lo dan bertahan di sini selama ini walaupun lo sakitin dia lo ambil semua barang dia, dia terima semua itu dan tetap anggap lo kakak dan dia tidak mengeluh kepada siapa pun tapi lo, apa, semua yang dia miliki lo ambil semua yang deket sama dia lo jauhin dan fitnah adek lo sendiri kurang baik apa coba adik lo" ujar Rafa tak kalah tinggi membuat semua orang termasuk Mama Ani Ayah dan Reza terbelalak mendengar nya.


"Lusi bener yang di katakan Rafa" tanya Ayah penuh amarah.


"Itu gak bener Yah, dia kan baru datang kemarin jadi dia gak tau apa yang terjadi selama ini" ujar Lusi mengelak.


Ayah merebut buku tersebut lalu membaca setiap lembar yang di tulis Adin, Ayah terenyuh dengan setiap kata kata Adin dia tidak menyangka bahwa selama ini dia sudah tau bahwa Ayah menikah dengan orang yang dia sayang dan dia cintai bahkan Adin tau bahwa bundanya hanya korban perjodohan dua keluarga yang tak bisa di tolak nya.


Sampai pada akhir Ayah membaca diari Adin ada sepucuk surat yang jatuh saat Ayah membuka halaman terakhir.


Ayah mengambil surat tersebut lalu mulai membacanya.


"**dear : Ayah.


Ayah mungkin saat Ayah membaca ini Adin sudah tidak ada lagi di samping Ayah,tapi harapan Adin adalah Ayah tidak sampai membaca surat ini karena saat Ayah membaca surat ini berarti Adin telah pergi dari kehidupan Ayah, tapi percayalah Adin selalu menyayangimu Yah dan terima kasih atas semua yang Ayah berikan terima kasih Ayah mau menyayangi Adin, Adin janji Adin akan hidup walau tanpa kemewahan Ayah pernah bilang kalau Adin gak bisa hidup kalau susah tapi Adin akan terus berusaha agar Adin terus hidup karena Adin ingin terus melihat Ayah Bunda dan Abang walau Adin jauh dari kalian, maafkan semua kesalahan Adin selama ini sama Ayah, maafkan Adin yang sering nakal sama Ayah Adin janji Adin akan pulang saat Adin sudah bisa berdiri tegak berdampingan dengan Ayah bukan lagi Adin yang butuh bantuan Ayah untuk berdiri sampai saat itu tiba berhentilah mencari Adin dan Adin mohon jangan sakiti kaka Lusi Adin sayang kaka Adin senang bisa kenal dengan kaka Adin sangat bahagia saat tau bahwa Adin mempunyai seorang kaka perempuan.


Dan saat Adin pergi tanpa marga keluarga Adin tidak apa apa, sebenarnya Adin memang tidak ingin siapapun tau identitas Adin yang sebenarnya, terima kasih Ayah sudah mencabut marga yang telah tersemat Adin janji Adin gak akan menggunakan marga Ayah walau dalam keadaan sesulit apapun.


Ayah jangan nangis Adin baik baik saja oke dan Ayah tersenyumlah.


love Adin**.

__ADS_1


Setelah Ayah selesai membaca surat Adin Ayah terkulai lemas dan jatuh ke lantai, Rafa yang melihat itu hanya tersenyum sinis lalu melenggang pergi dari kediaman Reza dengan menahan air mata.


"Tuan muda anda baik baik saja" tanya supir Rafa saat Rafa masuk kedalam mobil.


"I'm fine ayo pulang pak" ujar Rafa.


"Baik tuan muda" ujar supir Rafa melajukan mobilnya pergi.


Selama perjalanan Rafa hanya diam sesekali mengusap air matanya yang jatuh tanpa permisi Rafa menggenggam erat telfon genggamnya yang di dalamnya ada foto Adin Meta Desi Rafa Reza, Rafa terus menatap layar handphone nya sampai dia terlelap karena lelah menahan air mata kesedihannya.


"Tuan muda sepertinya anda menemukan orang yang benar benar ada dalam hati anda tapi mengapa anda selalu di tinggal pas sayang sayange" ujar sopir Rafa dalam hati yang sedari tadi melihat tingkah laku Rafa.


Sedangkan di kota lain Adin sedang menikmati makanan di lestauran secara gratis dengan semua temannya karena perayaan hari jadi restauran yang ke 5.


Adin begitu bahagia dia melupakan masalah yang ada saat sedang bersama dengan teman temannya.


"Gue harap gue bisa bertahan sampai waktunya gue pulang sat gue sudah bisa sejajar dengan keluarga damantara" ujar Adin dalam hati.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Aduh beneran Adin pergi guys....

__ADS_1


Bagaimana Adin harus menjalani hidupnya, apa Adin mampu melewati itu semua... em....


Penasaran.... ikutin terus ya jangan lupa vote dan komennya ya... 😊😊***


__ADS_2