
Dengan cepat Angel memperoleh informasi yang dia inginkan dari anak buahnya. Angel tersenyum lalu membaca setiap artikel yang di kirim kepada dirinya. Seketika Angel bertekad untuk menyelesaikan ujiannya lebih cepat. Angel menghubungi pihak sekolahnya dan ternyata benar saja kalau Angel di bolehkan mengikuti ujian cepat.
"Pak antar saya ke tempat Abang sekarang" ucap Angel.
"Siap Nona" jawab supir kemudian mengantarkan Angel ke tempat David.
"Pak tunggu sebentar ya Angel cepet kok" ucap Angel saat sampai di universitas David.
Angel berjalan sendiri mencari keberadaan David, sepanjang koridor Angel menjadi pusat perhatian dengan bodygoalnya dengan pakaian yang sedikit kecil yang membuat banyak mata memperhatikannya. Dari jauh terlihat seseorang yang melihat tidak suka dengan pandangan semua orang.
"Kamu kenapa ke sini dengan baju itu lihatlah mata mereka yang ingin menerkammu" ucap Dqvid sembari memasang jaketnya melingkari perut Angel.
"Eh Abang, sorry Bang gak maksud gitu tapi ini penting Bang" ucap Angel.
"Ada apa" tanya David.
"Hari ini Angel ak sengaja ketemu seseorang tadi di jalan tapi ia panggil Angel "Adin" dia pakai baju jas hitam dengan dua orang pakai serba hitam liatin Angel tajam banget Angel takut mungkin yang bernama Adin punya banyak musuh dan mungkin wajahnya sama kaya Angel, Angel takut Bang" ucap Angel.
"Tenang lah Abang di sini, kamu tau Abang sudah suruh beberapa orang untuk selalu mengawasimu dari jauh jadi kamu gak perlu khawatir karena banyak anak buah Abang bersamamu tanpa kamu sadari" ucap David.
"Makasih Bang" ucap Angel memeluk David.
"Hm... pak bos udah kali di sini masih banyak orang kali" ledek teman teman David.
"Eh maaf maaf" ucap Angel menundukkan kepalanya sembari melepas pelukan David.
"Gak masalah, pantas tadi kamu jalan cepet banget ternyata princess lo dateng" ucap Hans teman satu jurusan David semester terakhir.
"Hai kenalin gue Hans" ucap Hans mengulurkan tangannya.
"Hai " ucap Angel tanpa menyambut tangan Hans.
"Kamu mah, jangan gitu natapnya Vid jadi takut tuh cewek lo" ucap Hans.
"Biar dia gak deket sama lo playboy" ucap David.
"Biasa aja kali ngomong playboynya" cibir Hans.
"Bang udah lah Angel pergi dulu kasian pak supir udah nunggu lama, oh ya Bang kantinnya di mana Angel mau bei minum buat pak supir" ucap Angel.
"Ayuk Abang anter" ucap David.
Angel tersenyum lalu berjalan bersama dengan David dan juga Hans ke kantin. Angel dan David terus saja bergandengan membuat beberapa orang memandangnya sinis dan beberapa juga ada yang memandangnya dengan tersenyum tulus.
"Abang punya pacar gak" tanya Angel.
"Kenapa tiba tiba tanya gitu" ucap David mengerutkan dahinya.
"Ya gak, cuma tanya aja takutnya Abang udah punya pacar dan kuliah di sini kan gak lucu kalau tiba tiba Angel di serang" ucap Angel membuat David tersenyum.
"Dasar gak bakal ada yang nyerang kamu yang ngaku jadi pacar Abang paling juga di serang fans fanatik Abang" ucap David.
"Lebih parah dong" ucap Angel.
"Udah tenang aja kalau kamu di serang fans David aku bakal lindungi kamu" ucap Hans mengedipkan matanya.
Angel hanya melihatnya sebentar lalu kembali melihat ke depan masih dengan tangan di genggaman David. Hans tersenyum kecut pasalnya tidak ada yang pernah bisa menolak senyumannya yang manis apa lagi dengan senyum menggodanya.
"Itu kantinnya mau beli apa" tanya David.
"Beli minum sama cemilan buat pak supir" ucap Angel.
__ADS_1
"Oke Abang yang bayar ya" ucap David.
"Dengan senang hati" ucap Angel.
Angel menunjuk apa saja yang ingin dia beli setelah itu meminta David untuk membayarnya. David tersenyum sembari membayara makanan yang Angel inginkan. Setelah itu David mengantar Angel ke tempat mobilnya di palkirkan.
"Udah sini aja Bang" ucap Angel saat melihat supirnya menghampiri.
"Abang mau antar kamu sampai mobil" ucap David.
"Gak perlu tuh pak supir udah samperin Angel Abang tenang aja" ucap Angel.
"Tapi Abang mau pastiin kamu selamat saat di dekat Abang" ucap David.
"Iya terserah Abang aja" ucap Angel pasrah.
"Non mari saya bawa" ucap pak supir.
"Yang ini aja pak buat bapak soalnya" ucap Angel memberikan minuman dan makanan.
"Terima kasih Nona" ucap pak supir.
"Iya, sekarang antar saya langsung ke butik udah lama gak kesana" ucap Angel.
"Siap Non" ucap pak supir.
"Udah Bang, Angel berangkat ya Abang sampai jumpa" ucap Angel saat sudah di depan mobilnya.
"Iya kamu hati hati, pulang jangan terlalu malam oke" ucap David membuka pintu mobil.
"Iya Abang" ucap Angel mencium tangan David.
"Iya bye Bang" ucap Angel melambaikan tangan saat David sudah menutup kembali pintu mobil.
"Pak jangan sampai lecet" ucap David.
"Siap tuan muda" ucap pak supir tersenyum.
Supir tersebut memgitari mobil lalu masuk dan duduk di balik kemudi dan melajukan mobilnya. Angel melambaikan tangan kepada David sembari tersenyum, setelah mobil Angel tak lagi terlihat David masuk ke dalam untuk melanjutkan kuliahnya diikuti dengan Hans yang penasaran dengan Angel.
"Vid tuh cewe baru lo" tanya Hans.
"Kenapa lo tanya gitu" tanya David.
"Penasaran aja, selama gue kenal sama lo kan gak pernah deket sama cewek apa ini alasan lo buat jauhi semua cewek" ucap Hans.
"Lo tau itu, jadi jangan pernah ganggu dia dan jaga pandangan lo buat dia" ucap David.
"Oke" ucap Hans kecewa.
David tidak lagi menjawab setiap pertanyaan yang Hans berikan membuat Hans memajukan bibirnya. Sedangkan di sisi lain ada seorang pemuda sedang menghadap jalanan sembari tersenyum karena menemukan seseorang yang sangat dia rindukan.
"Siapa sebenarnya dia, benarkah dia Adin tapi kenapa dia tidak mengenaliku" ucap Riko.
Riko yang menyapa Angel waktu Angel berjalan sendiri di jalanan tadi. Riko memandang Angel dari kejauhan memastikan yang di lihatnya benar namun setelah dia menyapanya ternyata salah orang.
"Maaf bos, anda sudah di tunggu di ruang meeting" ucap Sekertaris Riko.
"Baiklah sebentar lagi saya datang" ucap Riko.
"Baik bos" ucap sekertarisnya meninghalkan Riko.
__ADS_1
"Adin kenapa rasa rindu ini datang di saat mulai mengikhlaskanmu, gue liat sendiri bagaimana keadaanmu waktu itu masihkah kau bisa bertahan akankah yang ku lihat memang kau atau hanya sebuah khayalanku saja" ujar Riko sembari keluar dari ruangannya.
Riko bahkan tidak bisa konsentrasi saat melakukan meeting, Riko sering melamun sehingga meeting harus di tunda bahkan Riko mendapat kemarahan orang tuanya karena meeting ini penentu perusahaannya. Riko yang sedang tidak bisa konsentrasi lalu pergi kembali ke negara Indonesia karena di Indonesia lah Riko bisa tenang tanpa tekanan dari orang tuanya tepatnya ayahnya.
"Siapa dia sepertinya sangat tidak asing tapi kenapa gue gak bisa ingat ingat siapa dia" ujar Angel di dalm mobil sat menuju butiknya.
"Nona muda selamat datang" ucap seseorang saat Angel baru saja sampai di butiknya.
"Ya, bagaimana apa ada kesulitan" tanya Angel pada kariawannya.
"Selama ini tidak, tapi kita harus menghadapi sebuah keluarga yang sangat menyebalkan mungkin kalau anda di sini semua akan selesai dengan cepat tapi tidak karena anda lama tidak datang" ucap kariawannya.
"Kenapa" tanya Angel.
"Mereka meminta rancangan langsung ke pemilik butik sudah kami berikan beberapa rancangan anda dan menjelaskannya dengan detile tapi mereka masih aja ngeyel yang ini yang ini yang itu pusing bos" ucap kariawannya.
"Lalu bagaimana dengan keputusan mereka" tanya Angel.
"Mereka putusin buat paduin dua design dan harus selesai satu minggu lagi" ucap kariawannya.
"Satu minggu" tanya Angel tak percaya.
"Iya bos, katanya kalau satu minggu gak bisa bakal mereka tuntut butik ini bos" ucap Kariawan Angel.
"Satu minggu, baiklah akan saya langsung yang buat kalian berikn design yang mereka minta beserta ukurannya" ucap Angel.
"Siap bos" ucap Kariawannya semangat.
Angel kemudian mengecek semua keperluan butiknya, lalu membawa semua bahan dan alat untuk membuat gaun pesanannya di rumah. Angel mempersiapkan dengan sangat detile. Setelah semua di rasa baik dan semua keperluan sudah siap Angel pulang dan langsung ke ruang menjahitnya.
"Girl apa yang kamu bawa" tanya Mom.
"Ini Mom, bahan buat bikin gaun permintaan coustemer yang rumit jadi kariawan Angel gak ada yang bisa buat harus Angel sendiri yang buat" ucap Angel.
"Perlu bantuan" tanya Mom.
"Mom mau bantu" tanya Angel semangat.
"Iya, perlu bantuan" ucap Mom.
"Iya Mom, ini gimana cara nyatuin semua design biar gak terlihat aneh gitu" tanya Angel.
"Gini aja" ucap Mom menjelaskan.
"Oke Mom," ucap Angel semangat.
"Kita mulai sekarang" ucap Mom.
"Go mom" ucap Angel.
Angel dan Mom mulai merancang dan mengukur semua bahan yang Angel bawa. Ange dan Mom bekerja dengan serius untuk menyelesaikan rancangannya cepat.
.
.
.
.
Maaf guys yang kemarin belum jadi ini yang udah jadi ya guys... Maafin Author...
__ADS_1