Kakakku Cintaku

Kakakku Cintaku
Jodohkan


__ADS_3

"Makasih Bang" ucap Angel sembari mencium tangan David saat sudah sampai di pintu masuk sekolahnya.


"Iya, nanti pulangnya telfon supir ya, Abang gak bisa jemput banyak pekerjaan yang harus Abang selesaikan hari ini" ucap David tersenyum.


"Iya gak apa Bang, tapi Abang jangan telat makan" ucap Angel tersenyum.


"Iya kamu juga jangan lupa makan tadi kan gak sempet sarapan" ucap David.


"Siap Abang" ucap Angel memberi hormat.


"Oke ya udah Abang berangkat duku belajar yang rajin" ucap David.


"Oke" ucap Angel meninggalkan David.


David melihat Angel memasuki sekolahnya kemudian David melanjutkan perjalanannya ke kantor untuk menguus semua pekerjaan yang sudah iya tinggal satu minggu lalu.


Angel berjalan dengan santai menuju kelasnya selama di koridor sekolah Angel selalu bermain ponsel membuatnya tidak melihat arah berjalan.


"Au...." pekik Angel saat menabrak seseorang.


"Kamu gak apa apa" tanya Doni.


"Ya gue baik, maaf ya gue gak liat tadi" ucap Angel.


"Iya makanya kalau jalan lihat jalan main ponsel mulu" ucap Doni.


"Iya maaf maaf, lo apa kabar" tanya Angel.


"Gue baik, kemana lo seminggu gak berangkat" tanya Doni.


"Jalan jalan dong" ucap Angel.


"Ngomongnya jalan jalan taunya sakit lo gimana udah baikan" ucap Doni.


"Hehe, lo udah tau masih tanya aja" ucap Angel.


Doni hanya mengangkat ke dua bahunya kemudian berjalan ke kelas masing masing yang kebetulan satu arah. Selama jalan di koridor sekolah Doni dan Angel terlihat sangat bahagia canda tawa mengiringi jalan mereka sampai Angel berhenti di kelasnya.


"Gue duluan ya" ucap Angel.


"Oke bye" ucap Doni santai berjalan ke kelasnya.


"Cie" ledek semua teman sekelas Angel.


"Kenapa" tanya Angel penasaran.


"Tuh" ledek teman sekelasnya.


"Oh Doni, biasa dia temen gue" ucap Angel.

__ADS_1


"Yakin cuma temen, sampai di anterin segala" ledek Temannya.


"Gak percaya ya udah" ucap Angel duduk di mejanya.


"Ngel liat deh ini lo kan" tanya seseoramg teman lainnya membawa sebuah ponsel dan menunjukkannya kepad Angel.


"Kata siapa" ucap Angel santai.


"Mirip banget juga sama lo" ujar teman Angel.


"Emang nama panggunggnya siapa" tanya Angel.


"Angeline M.H" ucap temannya.


"He iya itu gue" ucap Angel tersenyum.


"Jadi lo gak sekolah karena lo kerja" tanya temannya.


"Gak gue sakit lah, tadinya ya bantu Mom buat jadi model gaun dia malah sakit gue sehari doang" ucap Angel.


"Oh... kirain lo pergi kerja doang" cibirnya.


"Gak lah gue juga masih butuh sekolah" ucap Angel.


Saat sedang asik berbincang guru masuk dan memulai pelajaran membuat semua murid mendadak sunyi kemudian memperhatikan pelajaran. Karena sebulan lagi mereka harus ujian mereka sangat di pantau oleh pihak sekolah karena sekolah tersebut adalah sekolah terbaik di negara tersebut yang meluluskan muridnya dengan nilai terbaik di negara tersebut.


teng.... teng... teng...


"Ih itu Angel" ucap Milla saat melewati kelas Angel.


"Iya tuh sampaerin yuk" ucap Elen.


"Sendirian aja Girl" ledek Milla.


"Eh Milla apa kabar kalian" ucap Angel berbinar.


"Kita baik lo sendiri gimana" tanya Milla.


"Udah lebih baik" ucap Angel.


"Oh kata pihak sekolah lo sakit tapi pas kita samperin lo kok gak ada di rumah si" tanya Ellen.


"Iya gue ke London tadinya mau bantu Mom jadi salah satu model gaun Mom, tapi malah sakit gue" ucap Angel.


"Beneran lo, terus kapan balik lo gak ngomong" cibir Milla.


"Maaf Milla sayang, gue baru balik kemarin" ucap Angel memeluk Milla dan Ellen.


"Yaya, mana oleh oleh lo" tanya Ellen.

__ADS_1


"Eh, sorry gak sempet beli " ucap Angel tak enak hati.


"Haha udahlah biasa aja kali bercanda doang" ucap Ellen.


"Oh ya Ngel lo udah ketemu Doni belum" tanya Milla.


"Udah tadi pagi, tapi kaya ada yang aneh ya" ucap Angel.


"Iya lah aneh, kamu tau gak si Doni di jodohin sama orang tuanya karena keluarga Doni telilit utang" ucap Milla.


"Serius lo, pantesan gue liat tadi dia ceria tapi lebih menghibur diri" ucap Angel.


"Iya lah, dia baru aja bisa senyum setelah kejadian yang menimpanya gue turut prihatin tau itupun sedikit" ucap Milla.


"Kalian tau siapa wanita yang di jodohin sama Doni" tanya Angel.


"Gak tau gue, tapi yang jelas dia wanita paling kuat di dunia ini selain Momi kita soalnya pihak wanita katanya nerima aja gitu" ucap Milla.


"Oh sukurlah kalau gitu kan tinggal taklukin hati Doni aja beres" ucap Angel.


"Kalian bisa gak si jangan bahas ini terus, kalau kalian tau gue adalah orang yang kalian maksud gue yang udah di jodohin sama Doni ya iya lah gue terima terima aja secara Doni pacar gue jadi gak butuh kerja keras buat dapat hati mertuanya hehe" ujar Elen dalam hati sembari tersenyum.


Mereka semua asik mengobrol sampai seseorang menghampiri meja Angel kemudian duduk dengan lesu. Angel dan ke dua temannya hanya menatapnya aneh pasalnya orang yang selama ini dia kenal adalah anak paling ceria di sekolah mereka.


"Boleh gue duduk di sini kan" tanya Natan seorang anak salah satu pemilik saham sekolahnya.


"Ya silahkan" ucap Milla lembut.


"Makasih" ucap Natan lesu.


"Sama sama, kalau boleh tau kenapa kaka gak seceria sebelumnya " tanya Milla.


"Gak ada yang buat gue sedih" ucapnya.


"Kaka bisa cerita ke Milla, itupun kalau kakak mau" ucap Milla.


Angel dan Elen saling pandang melihat kelakuan Milla yang sok akrab dengan teman sebangku Angel sejak Angel resmi masuk kelas dua belas tiga bulan lalu. Padahal Angel juga tidak se akrab itu walau satu meja.


"*Liat Milla kambuh tuh anak deket cowok ganteng" ucap Elen berbisik.


"Iya lo bener tapi udah lah biarin aja itupun kalau lo gak cemburu" ledek Angel berbisik.


"Ngapain gue cemburu, gue gak ada getaran sama dia ya walau tak bisa di pungkiri kalau dia ganteng" ucap Elen tersenyum.


"Haha, iya lagian mana ada di sekolah kita ada cowok gak ganteng semuanya lewat di atas rata rata" ucap Angel.


"Termasuk Doni maksud lo" ucap Elen tiba tiba.


"Iya lah, eh pantes ya tuh perempuan yang di jodohin sama Doni gak ngelawan orang tuanya habis dia ganteng lumayan buat do bawa jalan jalan" ucap Angel.

__ADS_1


"Lo kira tas" ucap Elen tersenyum kaku*.


Angel hanya tertawa lirih, sedangkan Natan yang merasa tidak nyaman dengan bisik bisik tetangga yang Angel dan Elen lakukan membuat Natan tersenyum kaku. Angel dan Elen seketika menghentikan acaranya lalu menatao Natan tajam membuat Natan merasa aneh dengan tatapan Angel dan Elen.


__ADS_2