
Mereka semua pergi menuju sebuah rumah sakit, Angel melihat ada sebuah kebahagiaan yang terpancar dari wajah Maya.
"Kak Maya, baru lihat kakak sebahagia itu apa mungkin karena pertemuan kaka dengan Rafa semoga aja begitu semoga ini awal yang baik untuk kaka" ucap Angel dalam hati sembari menatap Maya.
Saat sampai di ruangn dokter Angel sangat antusias untuk melihat bayi yang ada di kandungan maya membuat semua orang menggelengkan kepalanya.
"Nona sepertinya anda lebih antusias di banting ke dua orang tuanya" ledek Dokter yang memeriksa Maya.
"Maaf dokter gak sabar ketemu sama si mungil" ucap Angel tersipu.
"Iya, oh ya ada yang ingin saya sampaikan" ucap Dokter.
"Kenapa dokter apa hal yang menakutkan apa ada sesuatu yang tidak ingin terjadi atau ada masalah sama babbynya atau ibunya" tanya Angel.
"Woy lo ngomong kayak kereta" ujar Rafa.
"Gak berubah" ucap Maya.
"Nona bisa bertenang, ini kabar gembira buat si ibu karena tidak lama lagi ibu akan melahirkan jadi saya mohon untuk suami tolong selalu siaga di dekat ibu" ucap Dokter bicara serius dengan Rafa.
Rafa manggut manggut walaupun dia bingung karena dia di panggil suami oleh dokter. Pantas saja lah orang dia datang dengan dua wanita dan satu hamil iya gak si.
Semua orang memperhatikan omongan dokter sampai mereka selesai melakukan pemeriksaan . Mereka bertiga pergi ke sebuah kedai makan karena permintaan Angel yang menagih janjinya kepada Rafa.
"Maafin gue kak Rafa tadi di kira suami Maya" ucap Maya.
"Gak pa apa, maafin gue juga udah peluk sembarangan" ujar Rafa.
"Gak apa apa kok kak gak ada yang ngelarang juga tapi apa kkak gak jijik sama Maya" ucap Maya.
"Gak naafin dia ya May, dia manfaatin lo tapi dia juga yang gak tahan dan memilih jalan pintas" ucap Rafa.
"Iya" ucap Maya.
"Woy di sini masih ada orang woy" ucap Angel setelah memesan makanan.
"Gak keliatan lo" ucap Rafa.
"Emang gue setan" ucap Angel.
"Udah udah" ucap Maya.
"Oke sembari kita tunggu makanan datang kalian bisa jelasin masalah yang tertunda" ujar Angel.
"Oke kita mulai dari mana" tanya Maya.
"Pertama kalian ceritain apa hubungan antara kalian berdua" ucap Angel.
"Kita gak ada hubungan" ucap Maya dan Rafa bersamaan.
"Kompak amat" ucap Angel.
"Reflex" ucap Rafa.
"Terus kenapa lo nangis ketemu sama kak Maya" ucap Angel.
"Kenapa lo panggil dia Kak Maya ke gue lo" ucap Rafa.
"Lagian kenapa lo sekelas sama gue" ucap Angel.
__ADS_1
"Kalian ke sini mau debat atau mau denger penjelasan gue" ucap Maya.
"Sorry kak, dia cari masalah silahkan di ceritakan" ucap Angel.
"Dia adalah sahabat Abang dia dekat sama keluarga kaka tapi dia harus pergi ke sini buat lupain tragedi yang dulu terjadi, buat anak yang ada di kandungan gue bukan anak dia tapi anak dari temen Kaka" ucap Maya terhenti.
"Kalau gak bisa lanjut ceritanya jangan di lanjut kak" ucap Angel.
"Tapi sepertinya kalian berdua penasaran" ujar Maya tersenyum melihat dua orang di depannya sangat serius.
"Mana ada" ucap Angel.
Langsung mengalihkan pandangannya kepada pelayan yang membawa makanan mereka. Namun setelah pelayan pergi Angel kembali fokus menatap Maya.
"Lagian kaka juga mau curhat kali, di saat Kakak di nyatakan positive hamil hanya ada bunda sama Abang kakak gak mau papa tau karena itu Kakak di kirim ke London sama Abang karena pilihannya hanya dua lenyapij anak atau pergi" ujar Maya.
"Kejam banget tuh Abang masa suruh bunuh anak tak berdosa" ucap Angel.
"Diem lo dia belum selesai" ucap Rafa.
"Abang gak suruh bunuh anak kaka Abang cuma minta untuk mengenalkannya dengan ayah dari anak kaka tapi berhubung ayah dari anak kaka adalah musuh terbesar keluarga bahkan dia adalah orang yang jatuh miskin karena keluarga kaka" ucap Maya.
"Terus terus" ucap Angel sembari memakan makanannya.
"Seperti yang gue pikirkan di saat gue minta dia tanggung jawab dia mau tapi saat dia dengar nama keluarga kaka dia malah tertawa sejak itu kakak yakin kalau kakak harus pergi untuk menyelamatkan anak kakak" ujar Maya.
"Apa dia masih mengganggu kamu May" tanya Rafa.
"Ya dia minta balikan sama gue tapi gue gak mau kalau nanti dia bakal pergi lagi ninggalin gue di aaat yang paling buruk" ucap Maya.
"Tapi kak Maya jangan khawatir ada Angel yang siap menemani kakak kapan pun asal gak sibuk sendiri" ujar Angel.
"Eh biarin gue juga punya kehidupan kali " ucap Angel.
"Iya tapi gak se jujur itu kali lo sama kaka sendiri" ucap Rafa.
"Eh biarin" ucap Angel.
"Udah udah jangan ribut" ucap Maya.
"Eh May lo kok bisa kuliah di sini si May padahal kondisi lagi hamil bukannya lo homeschooling terus bukannya lo seharusnya masih SMA" ucap Rafa.
"Iya, gue selesai hanya dua tahun di SMA terus kuliah juga online tapi ada seseorang yang menguatkan kalau gue juga bisa kuliah di universitas secara off line" ucap Maya.
"Dia" tanya Rafa menunjuk Angel.
"Iya awalnya gak yakin makannya baru masuk" ucap Maya.
"Tapi tetep aja lo bakal di tinggal lo kan kelas cepat iya kan Ngel" ucap Rafa.
"Iya sekarang gue udah semester tiga" ucap Angel.
"Widih bisa bisa kita wisuda bareng dong" ucap Rafa.
"Emang lo semester berapa" tanya Maya.
"Gue masuk semester akhir" ucap Rafa
"Semoga aja bisa bareng tapi tenang aja gue gak langsung pulang kok gue bakal selesaikan S2 di sini juga" ucap Angel.
__ADS_1
"Wah masih lama" ucap Maya.
"Ya kalau dia ikut kelas cepat lagi setidaknya satu tahun lagi" ucap Rafa.
"Tapi bukannya lo juga ikut kelas cepat" ucap Angel.
"Iya sekarang gue semester ahir S2" ucap Rafa.
"Tapi kenapa masih ikut kelas S1" tanya Angel.
"Itu kalau gue lagi gak ada kelas dari pada jalan buang duit mending berangkat ulangi lagi biar gak lupa" ucap Rafa.
"Gak ada kerja lo" ucap Angel.
"Eh BTW kalian akrab ya" tanya Maya.
"Gak, soalnya dia susah di deketin ibarat kata nih dia tuh kayak belut udah ketangkeo pergi lagi licin banget" ucap Rafa.
"Karena ada hati yang harus dia jaga" ucap Maya.
"Iya itu jawaban yang buat gue bosen" ucap Rafa.
"Apa kamu sudah punya kekasih Ngel" tanya Maya.
"Gak ada" ucap Angel mantap.
"Oh gak punya kekasih tuh sikat" ucap Maya.
"Gak mau kalau kamu aja gimana mau gak" ucap Rafa membuat Maya membulatkan matanya.
"Wah sepertinya gue jadi saksi nih" ucap Angel serius.
"Maaf kak Maya belum siap" ucap Maya lembut.
"Eh udah udah, ada pertanyaan yang melintas di kepala gue sesaat" ucap Angel.
"Apa tuh" tanya Maya.
"Apa alasan lo minta maaf atas kesalahan ayah dari anak kak Maya" tanya Angel.
"Sebenarnya nih ya dia tuh dulu sahabat gue sama Abangnya berhubung saling ketemu mungkin dia suka sama Maya tapi kita semua juga gak tau kalau ternyata orang tua kita ada perselisihan nah sejak saat itu dia kan taunya Maya sepupunya Reza" ucap Rafa.
"Dia deketin gue dia bahkan berhasih mengambil mahkota dengan janji janji manisnya" ucap Maya.
"Kenapa gak mintain pertanggung jawaban sekarang kan sebentar lagi lahir tuh baby tes DNA aja" ucap Angel.
"Iya kalau dia masih hidup" ucap Rafa.
"Jadi maksudnya dia" ucap Angel.
.
.
.
.
Jangan lupa like vote dan komentarnya ya....
__ADS_1