Kakakku Cintaku

Kakakku Cintaku
Eps 152


__ADS_3

Leon tidak menjawab dia langsung saja masuk ke apartemen Angel. Dia melihat sekeliling dan melihat komputer komputer Angel menyala semua.


"Kenapa malam malam ke sini" tanya Angel sembari melepaskanhanduk yang melilit pinggangnya dan pergi ke kamar.


Angel merapikan rambutnya lalu kembali ke luar dan duduk di depan komputernya. Dengan jari jari yang menari di atas keyboard membuat Leon hanya menatapnya.


"Akhirnya ke buka juga" ujar Angel saat dia berhasil masuk ke perusahaan Damantara.


Angel terus mengetikkan jari jemarinya di atas keyboard sampai dia berhasil menemukan apa yang dia inginkan bahkan dia menghapus beberapa data di perusahaan itu sembari tersenyum.


"Lo gak takut gue sabotase gitu" ujar Leon.


"Gak kalau mau silahkan" ucap Angel masih fokus di depan komputernya.


Karena Angel tidak menghiraukan Leon yang ada di sana dia menjelajahi apartemen Angel bahkan dia membuka kamar Angel namun tidak masuk.


Leon melihat sekeliling dia berhenti di sebuah foto keluarga tanpa Angel yang berada di sana Leon berfikir namun seketika pikirannya buyar.


"Karena gue gak ada hak di sana" ujar Angel di belakamg Leon


"Lo tau pikiran gue kemana" tanya Leon.


"Ya orang lo berdiri terus di situ" ucap Angel.


Lon tersenyum sembari berjalan ke arah Angel membuat Angel bingung. Leon terus mendekat sedangkan Angel terus mundur sampaai dia terduduk di kursi depan komputernya.


Leon mendekatkan wajahnya membuat Angel menahan. Nafasnya karena deg degan.


"Kenapa takut terpesona" ujar Leon di telingan Angel lalu berdiri.


Leon tersenyum sembari memundurkan wajahnya dia langsung pergi dan duduk kembali di ruang tamu sedangkan Angel menetralkan jantungnya yang berdegup sangat kencang.


"Ngapain lo kesini" tanya Angel.


"Merindukanmu" ucap Leon


"Beneran mau apa" tanya Angel.


"Anterin gue ke bandara" ujar Leon yang langsung duduk di depan Angel.


"Kenapa gue lo udah gak sanggup bayar ajudan" tanya Angel.


"Terserah gue dong, lagian uang gue masih cukup buat hidupin lo juga" ujar Leon.


"Yaya tuan muda" ucap Angel.


"Lo gak mau suguhin gue makanan atau gak cemilan" ucap Leon.


"Lo kelaperan" ucap Angel dengan sinis.


"Tau ah" ujar Leon manyun.


"Mau makan apa lo" tanya Angel.


"Terserah se iklas lo" ujar Leon langsung bermain ponsel.


Angel tersenyum lalu pergi ke dapur dia membuat nasi goreng untuk Leon bahkan dia masih ingat dengan jelas apa yang bisa di makan dan tidak bisa di makan Leon.


Angel langsung membuat nasi goreng yang cepat di buat. Setelah selesai Angel menyajikannya pada Leon dengan teh buatannya.


"Nih makan" ucap Angel menyuguhkan makanannya.

__ADS_1


"Lo gak makan" ucap Leon saat melihat hanya sepiring nasi goreng.


"Nanti belum laper" ucap Angel langsung duduk kembali di depan komputernya.


Angel langsung memakai earphonenya saat dia menerima panggilan masuk di ponselnya. Walau sedang menerima telefon Angel masih bisa berkonsentrasi di depan komputernya dia meretas ponsel Reza yang sedang menelfonnya memmbuatnya tersenyum karena ponsel Reza tiba tiba mati.


"Ngapain lo retas ponselnya" tanya Leon.


"Gue mau tau kehidupan Abang" ujar Angel.


"Dasar, eh main game yuk" ujar Leon.


"Lo gak pulang aja gitu udah malem" ucap Angel.


"Baru jam berapa Ngel" ucap Leon.


"Kalau di negara ini jam sembilan malem udah bukan jam berkunjung" ujar Angel.


"Gak peduli" ujar Leon.


Angel dan Leon bermain game bersama sampai mereka lupa waktu sudah sangat larut. Leon melihat jam di tangannya dia menghela nafasnya panjang.


"Udah malem banget bisa antar gue ke bandara sekarang" ujar Leon.


"Udah tau malem lo minta seorang cewek anter lo ke bandara" ucap Angel menatap Leon.


"Gak mau di tolak" ucap Leon mendekatkan wajahnya.


"Oke oke jangan gitu dong" ucap Angel memundurkan kursinya dan Angel langsung bersiap untuk mengantar Leon.


"Katanya anak buah lo di bandara itu siapa" tanya Angel yang melihat anak buah Leon di depan apartemennya


"Ya mereka nunggu di bandara" ujar Leon tersenyum.


Angel mengendarai mobilnya dengan cepat apalagi dengan waktu hampir tengah malam membuat jalanan senggang.


"Lo sadar gak kayak ada yang ngikutin kita" ujar Leon.


"Ya anak buah lo" ucap Angel santai.


"Selain mereka" ucap Leon.


"Anak buah Damantara dari gue pupang kantur mereka ada" ujar Angel.


"Segitunya" ujar Leon.


"Ya lah mereka gak mau melepas investor kayak lo" ucap Angel.


"Gue penting juga" ucap Leon tertawa.


"Ya sepenting uang yang akan mengalir kalau lo investasi itupun kalau gue melakukannya dengan benar" ucap Angel.


"Em gue rasa lo gak mengincar warisan" ujar Leon.


"Ya gak lah ngapain kalau gue nikah sama lo aja gue langsung kaya" ucap Angel.


"Dendam" ucap Leon membuat raut wajah Angel berubah


"Tuan Damantara orang yang paling ingin ku tau sosoknya saat gue hilang ingatan tapi ternyata benar seseorang bilang kalau lebih baik gue hilang ingatan karena mungkin itu menyakitkan ternyata benar" ucap Angel dengan raut penuh kebencian.


"Apa yang akan lo lakuin" ujar Leon.

__ADS_1


"Menghancurkannya, tapi setelah gue bisa mengembangkan sayap sendiri dan hak gue selama ini jatuh ke tangan gue semua setidaknya sampai gue bisa menghidupi bunda gue" ucap Angel.


"Siapa yang ingin kamu perjuangkan" ujar Leon.


"Bunda Abang dan Kakak gue walau gue ada dendam tapi .." ujar Angel mulai meneteskan air matanya.


Leon hanya menatap Angel karena tidak tega dia mengganti topik bicara berharap keceriaan yang sedari tadi terpancar kembali.


"Lo sama David" ujar Leon membuka suara


"Ya seperti yang lo pikirkan masihkah lo mau mendekati gue" ucap Angel.


"Ya justru menarik walau barang second" ucap Leon tertawa.


"Eh biarin lo juga kan, em lo pulang cepet gimana sama kerja sama kita" tanya Angel.


"Gue kan kasih kamu waktu satu minggu buat benerin tuh perusahaan" ujar Leon.


"Lo baik juga" ujar Angel tersenyum manis.


"Jangan buat kebaikanku kau manfaatkan" ucap Leon tertawa.


"Kenapa pulang cepet "tanya Angel.


"Gue juga gak mau tapi harus" ujar Leon.


"oh gitu udah sampai" ujar Angel.


"Anter ke dalam" ucap Leon.


Angel hanya diam namun dia mengantarkan Leon masuk ke dalam. Saat ini Leon hanya diam begitupun Angel yang hanya menatapnya.


"Jangan pernah berfikir buruh terhadap siapapun setiap jalan yang ada pasti berbeda terus melangkah" ujar Leon memeluk Angel membuat Angel bingung.


"Apa Maksud lo" tanya Angel dalam pelukannya.


"Akan ada kejutan yang mungkin bisa menguras air mata lo, bermental bajalah jadikan hatimu menjadi hati seorang mafia yang tidak peduli dengan apapun" ucap Leon.


"Apa maksud lo" ucap Angel lagi.


"Secepatnya lo akan tau setidaknya temenin gue di sini sampai jam keberangkatan gue" ucap Leon melepaskan pelukannya.


"Lo gak bawa pesawat" tanya Angel.


"Bawa tapi nanti aja" ucap Leon.


"Berangkatlah" ucap Angel membuat Leon menatapnya.


"Berhenti menatapku dan pergilah gak kasian apa sama mereka" ujar Angel menunjuk orang orang Leon ada di sana dengan dagunya.


"Biarin mereka di gaji" ujar Leon.


"Sekali mafia psikopat ya gak bakal berubah ya" ucap Angel.


"Yaya gue berangkat, satu minggu lagi gue datang akan ada kejutan bersiaplah" ucap Leon langsung mencium kening Angel.


"Main nyosor aja lo" ucap Angel dengan nada tinggi.


Leon hanya tersenyum tanpa dosa sembari meninggalkan Angel yang marah. Saat Leon sudah pergi beberapa anak buahnya masih di sana dan mengantar Angel ke apartemannya.


Angel langsung mengisturahatkan badannya karena besok adalah hari pertamanya bekerja dengan benar dan jabatan pasti di perusahaan Damantara.

__ADS_1


Jangan lupa dukunganny guys.....


__ADS_2