Kakakku Cintaku

Kakakku Cintaku
Abang Takut


__ADS_3

"Siap" ucap Mom.


"ya iya lah siap orang Mom cuma buat tangan tangannya doang" cibir Angel.


"Hehe" ucap Mom.


"Kalian lagi ngapain sibuk banget" ledek Dadi yang baru saja datang.


"Eh Dadi udah pulang Dad" tanya Mom.


"Udah kalian aja yang terlalu serius" ucap David.


"Eh Abang maaf Bang" ucap Mom.


"Ya udah yuk makan laper nih" ucap David manja pada Mom.


"Oke" ucap Mom.


Angel membereskan semua pekerjaannya sedangkan Momi pergi ke dapur untuk menyiapkan makanannya. Saat Angel sedang sibuk tiba tiba David datang dan memeluknya dari belakang membuat Angel terperanjak.


"Kenapa Bang" tanya Angel.


"Gak apa apa cuma pengin peluk aja" ucap David.


"Sehat kan Bang, kaya gak ketemu beberapa tahun aja lo Bang" ucap Angel membalikkan badannya.


"He iya, mau gak peluk Abang" ujar David.


"Iya" ucap Angel memeluk David erat begitupun sebaliknya.


"Honey gue harap selalu bisa bersama lo kaya gini terus, gue tau lo udah tau kalau lo lagi cari tau masa lalu lo dan gue harap setelah lo tau semuanya lo tetep mau di samping gue dan maafin semuanya" ujar David dalam pelukannya.


David sebenarnya sudah mengetahui apa yang sedang Angel lakukan, David tau kalau Angel masih sangat penasaran dengan masa lalunya dan akan selalu berusaha mencari tau tanpa kenal lelah.


Momi dan Dadi yang tak sengaja melihat saat hendak memanggilnya untuk makan meihat David yang sedang memeluk Angel dengan erat merasa sangat bahagia. Namun seketika mereka saling pandang saat melihat David meneteskan air matanya saat memeluk Angel mereka berdua tau kalau Angel dan David mungkin akan melepaskan satu sama lain.


"Mom bisakah mereka melalui ini semua" tanya Dadi serius menatap ke dua anaknya.


"Mungkin Dad, kita hanya bisa berdoa kita serahkan semuanya kepada mereka apapun jalan yang akan mereka pilih" ucap Mom.


"Iya Mom ya udah panggil mereka berdua biar makan dulu" ucap Dadi.


"Iya Dad" ucap Mom.


"Dadi tunggu di meja makan aja ya" ucap Dadi melenggang pergi.


"Angel David makan dulu" ucap Mom menghampiri ke dua anaknya.


"Iya Mom" ucap Angel melepaskan pelukannya sembari tersenyum kepada David.


Mereka semua berjalan menuju meja makan walau masih dalam pikiran mereka masing masing. Angel berjalan paling belakang dengan semua lamunan yang menari nari di pikirannya.


"Bang bisakah kau tak berbuat lebih dari ini, ini membuat ku sulit melangkah" ujar Angel dalam hati.


Angel terus saja melamun sampai saat sampai di meja makan Angel menabrak David yang hendak duduk membuat David tersungkur di atas kursi.


"Eh maaf Bang" ucap Angel.


"Hahaha Bang ngapa lo peluk peluk tuh kursi" ledek Dadi.


"Dadi, maafin Angel kasian Abang tau Dad" ucap Angel membantu David bangun.


"Kamu kenapa Honey, coba cerita sama Abang" ucap David menatap Angel saat sudah berdiri sempurna.


"Gak Bang, cuma rasanya Angel kaya agak terbebani dengan sekolah sama design Angel aja" ucap Angel.


"Makanya satu satu dulu, mending belajar dulu buat ujian buat design apa ada masalah" tanya Dad.


"No Dad, tapi Angel merasa Angel gak bisa menolak kalau design Angel selesai dengan cepat" ucap Angel.

__ADS_1


"Tapi Honey sekolah lebih penting" ucap David.


"Tau Bang, tapi Angel merasa ada yang aneh saat orang meminta design yang kali ini padahal Angel juga gak tau siapa yang pesen" ucap Angel.


"Tapi Honey" ucap David terhenti.


"Biarin aja Bang, kita dukung aja semua jalan yang Angel pilih" ucap Mom.


"Sepertinya kamu perlu istirahat, makanlah kemudian istirahatlah" ucap David lembut.


"Iya Bang makasih" ucap Angel.


"Honey Abang suapin ya" ucap David.


"Gak perlu Bang Angel bisa makan sendiri Abang makan lah" ucap Angel menolak.


Namun bukannya membiarkan Angel untuk makan sendiri David justru kekeh menyuapi Angel. David tau kalau perbuatannya akan membuatnya semakin sulit untuk melepas Angel namun David ingin Angel terus mengingat dirinya bahwa dia adalah orang paling spesial.


"Bang udah kenyang" rengek Angel pasalnya David menyuapinya sangat banyak.


"Belum juga abis Honey" ucap David.


"Gimana mau abis, kalau udah di makan dikit di tambah lagi di tambah lagi" cibir Angel.


"Hehe, ya udah kalau gak mau, istirahat gih" ucap David.


"Gak mau, sebelum Abang makan" ucap Angel.


"Iya ini Abang mau makan" ucap David.


Angel menunggu David makan sembari bermain ponselnya. David berusaha mengintip apa yang sedang Angel lakukan namun karena Angel yang sangat cekatan Angel kemudian menggunakan aplikasi untuk mendesign.


"Maaf Bang belum saatnya Abang tau apa yang sedang Angel kerjakan" ujar Angel dalam hati.


"Oh ya Honey, bagaimana dengan rencana kamu ke negara Indonesia" tanya Dadi.


"Kenapa Girl, kok di percepat" tanya Dadi.


"Iya soalnya kata guru yang ngajar percumah di ajarin orang udah lebih pinter dari gurunya" ucap Angel.


"Ya udah, kapan Mon hrus ke sekolah" giliran Mom bertanya.


"Paling sekitar dua atau tiga hari lagi Mom, soalny minggu depan Angel ujiannya" ucap Angel.


"Oh oke" ucap Mom.


"Katanya mau lulus bareng Abang" ucap David.


"Gak jadi, biar nanti pas Ababg wisuda Angel bisa datang" ucap Angel.


"Kenapa gitu" tanya David.


"Soalnya jadwal ujian Angel pas sama jadwal wisuda Abang, Angel gak mau kehilangan Momen Wisuda Abang" ucap Angel.


"Oh gitu, kan bisa kamu VC sama Abang" ucap David.


"Gak asik lah, lagian kalau wisuda selanjutnya kan kita udah bareng Bang" ucap Angel.


"PD amat" ledek Momi.


"PD itu yang utama" ucap Angel.


"Ya lah terserah kamu aja" ucap Mom.


David menyelesaikan makannya cepat lalu mengantar Angel le kamar untuk beristirahat, Namun saat baru sampai di kamar Angel mengeluh sakit saat mengingat sesuatu di dalam pikirannya lalu jatuh pingsang di depan David untungnya David cekatan sehingga Angel tidak terjatuh ke lantai.


"Honey kamu gak apa apa Honey" tanya David menepuk nepuk pipi Angel.


"Gue pergi bukan berarti salah, karena yang terlihat belum tentu benar" ucap Angel sembari menangis tersedu sedu tanpa sadar.

__ADS_1


"Honey Honey" ucap David namun tidak mendapat respon dari Angel.


"Apa begitu menyakitkan masa lalu kamu Honey, sampai kamu harus jatuh pingsab saat mulai mengingatnya.


David menelfon anak buahnya untuk segera mencari tau kebenaran tentang Angel dengan bekal informasi yang Maya katakan kepadanya beberapa hari lalu. Walaupun David tidak sepenuhnya percaya dengan cerita Maya tapi dia berusaha untuk mengiyakan dan mencari tau tentang Angel.


"Bang" panggil Angel memegang kepalanya.


"Iya Honey, masih sakit banget biar Abang panggil dokter" ucap David.


"Gak perlu Bang" ucap Angel.


"Apa ada yang kamu ingat Honey" tanya David.


"Iya Bang, Angel lihat ada seorang cewek menangis di bawah guyuran hujan" ucap Angel.


"Kamu mengenali wajahnya "tanya David.


"Gak Bang, gak jelas" ucapnya memegang kepalanya kuat kuat.


"Ya udah perlahan aja kamu ingat ingat ya" ucap David lembut


"Abang tau apa yang paling Angel takutkan" ucap Angel.


"Apa" tanya David.


"Saat Abang, Dadi, dan Momi tidak lagi menyayangi Angel" ucap Angel menangis.


"Maksud kamu apa si, Abang Dadi ataupun Momi akan selalu menyayangimu kamu tau karena kamu adalah yang paling spesial" ucap David memeluk Angel.


"Abang" ucap Angel menangis dalam pelukan David.


"Honey Abang tau apa yang sedang kamu lakukan, Abang tau kamu sedang mencari kebenaran kamu tau Honey, saat Abang tau kamu sedang melakukannya banyak yang Abang takutkan takut kamu pergi dari Abang, takut kamu membenci Abang, takut kamu tidak lagi mau mengenal Abang karena kamu adalah warna di hidup Abang kamu adalah segalanya bagi Abang" ucap David ikut menangis.


"Abang jangan nangis, Abang tau yang sedang Angel lakukan kenapa tidak menghentikannya kalau memang Abang takut hal itu" tanya Angel menatap David tajam.


"Abang gak akan menghalangi kamu, tapi Abang juga gak akan bantu kamu karna sekeras apapun Abang menutupi semuanya suatu saat kamu juga pasti akan mengetahuinya Abang hanya berusaha untuk membuatmu tidak terlalu membenci Abang" ucap David mencium kening Angel.


"Abang bahkan tidak mau membantu Angel, itu juga akan membuat Angel benci sama Abang" ucap Angel.


"Lebih baik Abang di benci kamu karena gak bantu kamu daripada Abang bantu kamu tapi dengan kenyataan yang berbeda karena saat Abang maju Abang gak akan pernah mundur" ucap David serius.


"Baiklah Abang, Angel hanya ingin Abang selalu di samping Angel" ucap Angel kembali memeluk David.


"Pasti pasti Abang akan selalu di samping kamu" ucap David memeluk Angel erat.


David Dan Angel terus menangis walaupun David menangis dalam diam tapi sangat terasa karena sedari tadi air matanya menglir bahkan membasahi rambut Angel. Angel mengeratkan pelukannya karena saat langkahnya mulai menemui titik terang Angel merasa harus berhenti.


.


.


.


.


.


.


.


.


Maaf ya Readers up nya lama...


Ayo dong dukung dengan Like vote dan Komen biar Author semakin semangat dan gak bikin kalian pemasaran...


Semoga kalian suka ya ...

__ADS_1


__ADS_2