Kakakku Cintaku

Kakakku Cintaku
Eps 164


__ADS_3

"Serasa melihat orang yang mau bunuh gue kemarin" ledek Reza.


"Untung hati gue balik pada waktunya kalau gak abis lo Bang" ujar Angel.


"Ya deh ya deh" ujar Reza menarik pinggang Angel mendekat padanya.


"Yuk pulang udah pengin tidur di kasur sang raja" ujar Reza hanya mendapatkan gelengan Angel.


Setelah semua siap pergi Angel masih dalam pelukan Reza namun saat melihat banyak wartawan di lobi Angel langsung menggandeng David pergi sedangkan Rani membawa barang barang Reza. Tak di sangka ternyata di lobi rumah sakit wartawa berlari ke arah Reza membuat Angel langsung menarik David untuk menjauh.


"Kenapa" tanya David.


"Kamu tau kenapa aku memakai cadar ini kan" ujar Angel.


"Oh oke mau liat apa langsung pulang" tanya David.


"Liat dulu" ucap Angel.


Oke" ujar David mencium pipi Angel yang terhalang cadar dengan tangan yang terus saling menggenggam.


"Bagaimana keadaan anda tuan" ujar seorang jurnalis.


"Lebih baik, maf ini ada apa ya kenapa berkumpul di sini" tanya Reza berpura pyra tidak tau kabar yang sedang meradang.


"Saat ini kabar kematian nona muda terbit anda adalah orang selalu menentang kabar ini apa anda tidak mengetahui berita ini" ujarnya.


"Berita tentang kematiannya sudah di umumkan tuan besar saya tidak bisa menentangnya, tapi bagi saya dia tetap masih ada di dunia ini dia tidak akan pernah meninggalkan dunia ini semoga saja dia selalu bahagia" ujar Reza.


"Sepertinya anda belum menerima kenyataan ini" ujar sang jurnalis.


"Bagaimana saya bisa menerima hal sebesar ini dia adalah adik kesayangan saya adik favorit saya adik yang paling saya tunggu kabar kepulangannya bagaimana saya bisa menerima hal ini" ucap Reza.


"Maaf semuanya tuan muda baru keluar dari rumah sakit mohon kerjasamanya" ujar Rani.


"Dia seperti kamu yang tidak mengakui Abangnya di muka umum" ujar David.


Angel hanya mentap David yang serius melihat Reza dan Rani. Dia langsung mencium pipi David membuat David tersenyum.


"Berani cium kalo pake cadar" ledek David namun Angel hanya tersenyum.


Reza langsung pergi setelah beberapa pertanyaan wartawan membuat hatinya sakit. Dia langsung berjalan ke arah Angel dan menarik pinggang Angel dan berjalan pergi merebutnya dari David membuat David membulatkan matanya.


"Kok yah iz" ujar David manyun.


"Abang" ujar Angel.


"Mood Abang hancur jangan buat lebih hancur hari ini" ujar Reza dingin.


"Suami gue" ujar Angel.


"Biarin" ujar Reza.


Reza terus membawa Angel pergi menjauhi kerumunan wartawan dengan perasaan aneh Angel yang tidak enak pada David. Saat sampai di depan mobil yang menjemputnya Reza langsung membalikkan badannya dan menatap Angel membuat Angel menatapnya.


"Sekarang berita kematianmu sudah ada di mana mana, Abang tau hatimu sakit ini bukan kemauan Abang untuk menerima berita ini tapi sepertinya ini yang terbaik untukmu maafkan Abang" ujar Reza.


"Gak papa Abang, mulai sekarang gue resmi sudah tidak ada hubungannya dengan keluarga Damantara jadi sekarang gue bebas untuk mencintai suamiku Abang jangan merasa tidak berarti lagi dan berhenti menyalahkan diri sendiri" ujar Angel tersenyum.


"Tapi Din" ujar David.


"Abang pleasse, mulai sekarang Abang berbahagialah jangan membebani diri Abang dengan rasa bersalah karena memang kembalinya gue kali ini hanya membuat kerusuhan maafin gue Bang" ujar Angel memeluk Reza.


"Oke tapi berjanjilah untuk bahagia seperti sebelumnya" ujar Reza.


"Pasti Abang, Abang juga harus bahagia Abang harus cepet sembuh maafin semua kesalahan gue Bang " ujar Angel melepaskan pelukannya.


"Em semua hak kamu akan Abang perjuangkan" ujar David.


"Kalau Abang ingin memperjuangkannya, maka hanya sampai hakku hari ini karena hari esok gue udah gak ada hak lagi berjanjilah Abang" ujar Angel.


"Tapi" ujar Reza


"Walaupun hakku menjadi adikmu akan selalu menjadi milikku tapi menjadi anggota keluargamu itu sudah tidak mungkin jadi nengertilah Bang" ujar Angel.


"Baiklah akan kuurus semuanya" ucap Reza.


"Honey" ujar David.


"Oke , bye Abang Bye Rani see you" ujar Angel tersenyum.

__ADS_1


"Bye" ujar Reza dan Rani.


Angel langsung membalikkan badannya menatap sang suami dan langsung memeluk David. Dia tersenyum menatap David lalu membawa David untuk berjalan menjauh. David menggenggam tangan Angel erat sampai mereka cukup jauh dari mobil Damantara dan pergi mencari taxi


"Honey" ujar David.


"Kenapa" tanya Angel.


"Kamu mau sesuatu" tanya David.


"Iya" ujar Angel menatap suaminya itu.


"Apa" tanya David membuat Angel menatapnya.


Angel terlihat berfikir lalu tersenyum membuat David menyergitkan keningnya. Angel mendekat David justru memundurkan badannya membuat Angel semakin gencar mengerjai David.


"Bukan mau bunuh juga Bang ngapain mundur" ujar Angel.


"Tatapan kamu menakutkan" ujar David.


"Biasanya tetep stay and cool" ujar Angel.


"Setelah melihat kegilaan kamu takut" ujar David.


"Mau coba gak" ujar Angel memeluk dan menatap David.


"Apa" ujar David yang membalas apa yang Angel lakukan.


" Kegilaan ku" ujar Angel tersenyum sinis.


"Jangan ngaco deh kamu, pulang aja yuk" ujar David membujuk Angel namun Angel justru melepaskan cadarnya.


"Apa yang kamu lakukan pakai lagi" ujar David panik Angel justru tersenyum.


cup....


Sebuah kecupan singkat Angel membuat David terbengong pasalnya Angel secara terang terangan di depan umun menciumnya tanpa cadar.


"Kamu" ujar David saat tersadar dan Angel sudah lari dengan cadar yang masih dia genggam.


"Sini Bang" ucap Angel berlari sepanjang jalan sampai dia berhenti di sebuah taman kecil di dekat rumah sakit.


"Kenapa gak lari lagi" tanya David.


"Kenapa lepas cadar pakai lagi dong" ujar David.


"Pakein" ucap Angel manja membuat David tersenyum .


"Kenapa si nurut banget di suruh" ujar Angel saat David mengambil cadar di tangannya


"Abang salah lagi" tanya David.


"Ya karena saat ini aku ingin menjadi milikmu" ucap Angel menatap lekat David.


David membalas tatapan Angel dan mencari sebuah arti dari kata kata Angel. Dia lalu mengerti maksud Angel dia langsung menarik tubuh Angel untuk mendekat.


"Sekarang kamu adalah milikku apapun yang kamu inginkan akan terwujud jangan sungkan untuk meminta apapun dariku oke" ujar David.


"em oke" ujar Angel tersenyum manis.


Mereka lama saling tatap dengan hangat dan saling melempar senyuman.


"Honey jadi makan gak" tanya David.


"Gak nanti aja" ujar Angel mengganti posisinya duduk dan menyandarkan kepalanya di bahu David.


"Em kamu yakin dengan keputusanmu Honey" tanya David ragu.


"Mengorbankan dan membiarkan sesuatu yang paling ku lindungi adalah hal yang pertama kali ku lakukan selama ini dulu aku yang selalu berkorban bukankah sudah saatnya dia yang berkorban untukku" ujar Angel berusaha tegar namun meneteskan air matanya.


"Maaf ya harus membuatmu bingung dengan keputusan kamu sendiri" ujar David.


"Sudahlah karena yang ku punya sekarang hanya kamu, kamu yang ingin ku miliki selamanya maaf jika harus terus merepotkanmu terus membuatmu khawatir" ujar Angel.


"Aku senang kamu repotkan" ujar David.


"Tapi" ujar Angel mengusap air matanya dan menatap David.


"Kamu kekasihku, kamu milikku kamu istriku dan kamu orang yang paling ingin ku buat bahagia" ujar David membuat Angel meneteskan air matanya.

__ADS_1


"Menangislah sampai kamu puas tapi setelah ini Abang gak mau liat air mata kamu mengalir lagi oke" ujar David merangkup wajah Angel membuat Angel kembali menangis dengan kerasnya.


David tidak mengatakan apapun dia langsung menarik Angel ke dalam pelukannya. Angel mengusap air matanya yang terus mengalir sedangkan David hanya bisa menenangkan Angel dengan menahan tangisannya karena dia juga pernah merasakan harus ditinggalkan oleh orang yang paling dia cintai.


Setelah hatinya kembali bersemangat menjalani hidup Angel menatap David yang menatap lurus ke depan.


"Ngelamun" ujar Angel.


"Eh gak" ujar David menatap Angel cepat.


Angel tersenyum manis membuat David ikit tersenyum. Setelah mereka lama berada di tempat itu akhirnya mereka langsung pergi ke sebuah apartemen milik Angel yang dia beli saat kembali ke negara itu.


"Kamu beli ini kok gak pake kartu yang saya kasih" ujar David saat sampai di apartemen Angel.


"Namanya aja menghilang dari kehidupau" ujar Angel tersenyum.


David mengacak rambut Angel lalu duduk di sebuah ruangan yang ada di sana. Apartemen yang cukup kecil namun sangat rapi dan membuat nyaman bagi penghuninya sedangkan David hanya menatap sekeliling.


"Honey apa ini tidak terlalu kecil" tanya David.


"Terlalu besar tepatnya, hidup sendiri ngapain beli yang besar lagian jarang ke sini juga dulu tinggalnya di apartemen warisan damantara di gedung sebelah" ujar Angel.


"Jadi kamu tidak pernah ada orang datang ke sini" tanya David.


"Gak makanya agak berantakan" ujar Angel


"Gini berantakan gimana rapinya" tanya David berjalan ke kamar Angel.


David terus berkeliling melihat setiap sudut apartemen Angel ya memang sangat nyaman walau baginya sangat sempit. Sedangkan Angel dia mandi dan memesan makanan online karena di apartemennya ini tidak ada bahan makanan selain makanan instan yang sangat David hindari.


"Honey" panggil David saat Angel sedang membersihkan apartemen dan merapikannya.


"Kenapa" tanya Angel menatap suaminya.


"Kamu jangan banyak keluarin keringat kan belum sembuh total" ujar David mendudukkan Angel.


"Gak papa cuma bersihin ini doang" ujar Angel ngeyel.


"Hari ini biar saya yang melakukan semuanya" ujar David langsung mengambil alih membersihkan dan merapikan apartemen.


"Seorang David dia membersihkan tempat tinggalnya sendiri, dia sangat perhatian gak nyangka ternyata dia benar menjadi suamiku" ujar Angel dalam hati.


"Honey " panggil David.


"Ya udah semua, ada lagi" tanya David.


"Ada duduklah dan tunggu makanan datang" ucap Angel.


"Oke" ujar David.


David duduk di samping Angel sembari menggenggam tangan Angel membuat Angel tersenyum dan menatap suaminya.


"Ngapain liatin saya gitu" ujar David.


"He, masih gak percaya aja kamu sudah menjadi suamiku" ujar Angel tersenyum.


"Kenapa gitu" tanya David.


"Dulu aku ingin menjadi adikmu selamanya dan menyembunyikan ingatanku hanya untuk selalu menjadi adikmu yanh selalu bisa bercanda denganmu tanpa batas yang selalu dalam lindunganmu" ujar Angel menatap David hangat


"Sekarang semua keinginanmu terwujud apa yang akan kamu lakukan selanjutnya" tanya David.


"Ikuti alur yang tuhan berikan" ujar Angel.


David tersenyum mereka saling melempar senyuam hangatnya. Lama mereka saling tatap dan langsung mendekatkan wajahnya satu sama lain dan berciuman.


Lama mereka lalu saling memundurkan kepalanya dan tersenyum. David kembali menarik tengkuk Angel dan melakukannya lagi dan lagi.


Ting.... Tong....


"Gamggu" ujar David melepaskan Angel.


.


.


.


.

__ADS_1


Jangan lupa dukungannya.....


Maaf lama gak up...


__ADS_2