Kakakku Cintaku

Kakakku Cintaku
EP 12


__ADS_3

Setelah itu Adin bangun untuk membersihkan diri saat keluar dari kamar mandi ternyata Megi dan Febi datang ketempat Adin, Adin segera membuka pintunya.


"Hai yuk masuk" ucap Adin.


Febi dan Megi masuk lalu meletakkan makanan yang dia bawa.


"Wah pesta nih" ucap Adin.


"Hehe gue abis dapet rejeki nih "ujar Megi.


"Mungkin lebih tepatnya kiriman dari ayang bebeb nya dia" ledek Febi.


"Sirik bilang bos" ujar Megi.


"Siapa yang sirik gak ada cuman iri doang" ucap Febi cengengesan.


"Sama aja" kompak Adin dan Megi.


"Wah wah kompak amat lo," ujar Febi sambil memakan makanan yang di bawa Megi tadi.


"Woy itu makanan buat Adin kenapa lo makan" ujar Megi


"Sorry sorry khilaf" ujar Febi.


"Eh Din lo ada acara gak, kita mau pergi nih" ujar Megi.


"Lebih tepatnya dia yang mau pergi gue ikut lo mau ikut gak" ujar Febi.


"Kemana" tanya Adin.


"Kita jalan jalan lah" ujar Megi.


"Temenin tuh ketemu bebeb nya" ujar Febi


"Boleh deh yang penting jangan ketempat mahal lo tau sendiri gue baru kerja hari ini lagi gak ada duit" ujar Adin.


"It's oke lah lo tau kalau pergi sama Megi sama pacarnya itu gratis pacar Megi itu putra mahkota" ucap Febi.


"Wah.... gila beruntung banget tuh Megi" ucap Adin.


"Udah udah gak usah hibah yang di hibahin denger nih" ucap Negi membuat Febi dan Adin tertawa.


"Udah tertawanya sekarang siap siap gih" ujar Megi.


"Oke tunggu bentar" ujar Adin pergi bersiap siap.


Setelah beberapa saat Adin keluar dengan celana jeans panjang kaos, sepatu kets, dan tas selempang coklat membuat Adin terlihat lebih dewasa.


"Wah cantik banget lo" ujar Febi.


"Emang cantik kalau gue ganteng kan lucu" ucap Adin.


"Iya juga ya, tapi kayak ada yang kurang" ucap Megi.


"Masa sih, apa dong yang kurang perasaan pakaian gue udah komplit" ucap Adin bingung.


"Kurang make up" kompak Febi dan Megi kompak.


"Males gue pake make up" ucap Adin.


"Males apa gak punya hayo" ledek Megi


"Males, lo gak liat tadi gue kerja pake lipstik" ucap Adin.


Adin adalah orang yang tidak suka makeup dari kecil, namun dengan wajahnya yang cantik Adin disebut malaikat di sekolahnya yang dulu, karena sifatnya yang sangat humoris dan mempunyai paras yang sangat cantik.


"Oh iya ya udah pake gih lipstiknya biar gak pucet atau gak ikut pergi" ujar Megi.


"Iya iya bebs" ujar Adin memakai riasan tipis.


"Kuy berangkat" ujar Megi


"Gass lah" ujar Febi dan Adin bersamaan.


Adin dkk pergi menuju tempat dimana kekasih Megi menunggu, ternyata tempat yang Megi tuju adalah restauran mahal yang ada di kota tersebut, Adin sedikit merasa sayng kepada uangnya karena pergi ke restoran mahal.

__ADS_1


"Hai di sini" ujar seseorang yang melambaikan tangannya.


"Hai" ucap Megi menghampiri sekelompok pria tersebut.


"Maaf ya lama" ujar Megi


"Gak apa apa kok bebs yang penting kamu udah datang" ujar kekasih Megi


"Oh ya kenalin ini Adin temen baru aku" ujar Megi memperkenalkan Adin.


Adin membungkukkan badannya kemudian tersenyum.


"Oh ya salam kenal gue Joni kekasihnya Megi, dia Andra dan dia Riko" ujar Joni memperkenalkan diri.


"Silahkan duduk" ucap Joni


"Terima kasih" ucap Adin duduk di kursi singgel.


Sedangkan Febi sudah duduk di samping Riko dan Megi duduk di samping Joni.


"Kalian mau pesen apa, pesen aja biar nanti aku yang bayar" ujar Joni.


"Din lo mau pesen apa" tanya Megi


"Apa aja lah lagian gue belum tau makanan apa yang enak di sini" ujar Adin.


"Oke gue pesen in, apa ada makanan yang gak bisa lo makan" tanya Megi


"Gak ada, kecuali see food" ujar Adin


"Oke, mba kita pesen steak tiga sama jus jeruk tiga" ujar Megi.


Mereka semua bercanda dan saling meledek, beberapa saat kemudian makanan yang di pesan datang.


Adin mulai memakan steak dengan santai semua yang melihat Adin merasa heran pasalnya Adin dengan mudah memakan steak tersebut.


"Din lo udah biasa makan steak ya" ujar Febi.


"Kenapa" tanya Adin bingung


"Kamu kaya udah mahir kaya gak kesusahan makan nya" ujar Febi membuat semua orang yang ada di situ melihat ke arah Adin.


"Oh gitu iya juga" ujar Febi


"Rik lo kenapa duduk sendiri di situ kemana pacar lo tumben gak ikut" tanya Febi


"Gak usah ledek, lo tau sendiri kan kalau gue lagi galau dan lo gak amnesia kan kalau gue baru aja di tikung sama abang lo" ujar Riko.


"Jadi yang menang Abang gue hahaha" ujar Febi tertawa.


"Gak perlu ketawa lo" ujar Riko


"Lagian lo suka sama cewe bukannya utarain perasaan lo malah lo diem aja, udah di ambil orang galau kan lo" ujar Megi yang sedari tadi diam.


"Mau gimana lagi gue gak ada apa apanya di banding Abang lo" ujar Riko


"Gak penting status, mending di utarain dulu perasaan lo, apapun hasilnya terima aja" ujar Adin membuat semua menatapnya.


"Biasa aja kali kalian liatin gue, kan jadi salting gue" ujar Adin.


"Salting ngomong lo" ujar Megi


Adin hanya tersenyum kemudian memakan steak nya kembali.


"Eh lo udah pengalaman ya masalah cinta" tanya Riko


"Pengalaman, pacaran juga belum pernah, masih kecil kali gue" ujar Adin


"Kecil dari mana nya lo, boncel kali" ledek Riko


"Ye kali boncel, kelebihan kalsium gue makanya tinggi gue segini gue baru lima belas tahun kali" ujar Adin membuat semua orang terkejut.


"Serius lo din" ujar Megi dan Febi bersamaan


"Iya beneran gue baru kelas sembilan mau ujian" ujar Adin santai

__ADS_1


"Serius lo, kenapa lo gak sekolah malah kerja" tanya Febi.


"Hehe itu karena gue pergi dari rumah, kalo gue gak kerja gue mau makan pake apa" ucap Adin.


"Gila lo masih kecil lo pergi dari rumah tanpa membawa apapun yang bisa buat lo hidup" ujar Riko.


"Gak, makanya gue kerja, dan untung nya gue ketemu sama bos Vian jadi langsung dapat kerja deh," ujar Adin.


"Untung lo ketemu sama pak bos kalau gak lo mau hidup dimana" ujar Megi


Adin hanya mengangkat kedua bahunya.


"Oh ya gue punya kenalan di sebuah sekolah mungkin bisa bantu lo buat sekolah lagi" ujar Riko


"Gak perlu, kalau gue sekolah terus gue bayarnya pakai apa" ujar Adin.


"Lo kerja lah paruh waktu" ujar Riko


"Ya kali paruh waktu, ini aja gak tau bisa gue bisa hidup dengan hasil kerja gue apa nggak, mending lo kasih info kerja aja ke gue biar gue kerja paruh waktu buat kerja" ujar Adin.


"Dasar bocil emang lo pikir dengan lo kerja siang malam bakal bahagia idup lo, gak yang ada cuma bikin lo cepet sakit" ujar Riko.


"Hehe, bener juga lo ka, uang bukan segalanya karena uang juga kita bisa khilaf" ujar Adin.


Itulah yang di rasakan Adin, karena uang dan kejayaan sang Ayah tega memadu Bundanya dan karena uang juga cinta dan kasih sayang Ayah beli, karena kejayaan dn kekayaan para Kakek Adin sehingga Bundanya harus menelan pahitnya rumah tangga karena perjodohan.


"Tuh tau" ujar Febi.


"Ya tau lah orang gue sebenernya kehidupan gue lebih gila dari kalian" ujar Adin dalam hati.


"Lo panggil gue kaka dari mana aja lo tadi" ujar Riko


"Hehe sorry sebenernya gue gak mau kalian tau umur gue berhubung lo bilang gue boncel kan gue gak terima" ujar Adin


"Yaya makan yang banyak, karena menghadapi kenyataan butuh tenaga" ujar Riko


"Ka lo kaya orang paling gak beruntung di dunia ini" ucap Adin terkikik


"Hehe, gue emang kurang beruntung di saat semua orang anggap gue orang paling beruntung tapi nyatanya gak" ucap Riko


"Eh eh... sorry gak ada maksud buat bikin kaka melow gini" ucap Adin.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Alhamdulillah udah setengah revisinya...


Terus ikuti ceritanya semoga kalian suka...

__ADS_1


Kalau kalian suka jangan lupa tinggalin jejak ya...


Happy reader***...


__ADS_2