
"Gue harus balik ke kota itu, David gue rindu lo" ujar Angel saat sampi apartemenya dan merebahkan tubuhnya saat ingatan sang Abang terlintas.
Saat Angel sedang menutup matanya ponselnya berdering nama Daddy tertera di layar ponselnya.
"Daddy" ucap Angel langsung menjawab panggilan yang ada.
"Hallo Daddy" ujar Angel namun tak ada suara di sana.
"Dad, Daddy kenapa diem Dad semuanya baik baik saja kan" ucap Angel panik.
"Dad jangan buat Angel ke sana dong dad daddy dad" ujar Angel makin panik.
Namun panggilan berganti menjadi panggilan Vidio Angel sangat terkejut saat melihat siapa yang ada dalam panggilan itu
"Kenapa gitu" tanya David.
"Kamu kenapa pake ponsel Daddy" tanya Angel.
"Kenapa kamu menghindariku" tanya David.
"Gak menghindar kan udah di bilang lagi sibuk" ucap Angel tersenyum
"Sesibuk apa kamu sampai ponsel kartu kredit semua gak ada yang aktiv" ujar David dengan nada kesal.
Saat Angel bingung mencari jawaban dari pertanyaan David. Daddy merebut ponsel yang sednag David gunakan dan mematikan ponselnya.
"Thanks Dad" ucap Angel merasa lega.
Angel terfikir semua kemungkinan yang akan terjadi. Angel bahkan tidak bisa memejamkan mata walaupun hari kulai larut.
Lain di tempat David di sana Daddy dan David sedang adu argumen Daddy menyalahkan David yang menggunakan ponselmya diam diam sedanfkan David menyalahkan Daddynya yang menyembunyikan Angel darinya.
"Daddy" ujar David.
"Kenapa sama Daddy Boy, Daddy bukan yang nyembunyikan Angel" ucap Mommy yang sedari tadi menonton.
"Tapi kenapa Angel bahkan tidak menghubungi David mom kenapa dia pergi tidak bicara bahkan pamitan sama David" ujar David.
"Angel mendatangimu dan berpamitan tapi kamunya malah tidur" ucap Mommy.
"Lalu kenapa dia pergi dari negara ini" tanya David.
"Siapa yang pergi, bukakah kamu juga tidak tau kalau Angel punya apartemen sendiri dengan uangnya sendiri" ucap Daddy kesal.
"Beda Dad" ucap David.
"Apa yang beda, kamu mencintainya tapi kamu tidak tau tentang dirinya kamu tidak mau mengerti keinginannya kamu hanya berusaha menjaga dirinya tapi tidak hatinya" ucap Daddy sangat kesal.
"Oke, David memang tidak memperhatikan hatinya tapi itu semua juga karena Daddy" ujar David.
"Maksudmu" tanya Mommy
"Daddy gak pernah ngasih restu sama kita walau tau perasaan kita saling menginginkan Daddy jahat" ucap David.
"Boy, dengerin Daddy kenapa Daddy melakukan itu semua kamu harus tau kenapa dia pergi, ada urusan yang harus dia selesaikan kalau kamu memang mencintainya berjuanglah bersama" ucap Daddy.
"Iya Boy, berjuang bersama bukan dengan kemana mana bersama tapi saling mendukung dan membantu satu sama lain, kalau kamu memang menginginkan dia buat dia pantas untukmu dan sebaliknya" ujar Mommy sabar senbari mengusap punggung David membuat David luluh.
"Mom" ucap David tercekat.
"Mommy tau apa yang kamu pikirkan, mommy tau apa yang telah kalian berdua lalui bersama mommy gak mau memaksa kamu buat ikuti semua perintah mommy cuma saran mommy lalui semua seperti air mengalir" ucap Mommy.
"Berjuanglah, kalau kamu dan Angel memang ada jodoh pasti akan bersama tapi jangan pernah paksakan egomu dan menyakiti orang lain" ucap Daddy di angguki David.
"Kalian merestui hubungan kita" tanya David diangguki ke dua orang tuanya.
"Dengan syarat jangan pernah memaksakan kehendak" ucap Daddy.l di angguki David.
"Hubungilah dia" ucap Daddy memberikan ponselnya.
"Haruskah Dad, di sana kan sudah malam pasti dia udah tidur" ucap Mommy.
"Biarin aja yang penting tugasnya selesai di waktu yang sudah di tentukan " ucap Daddy.
David langsung merebut ponselnya dan langsung membawanya ke kamar. Dengan senyuman bahagia dia berjalan dan menyalin nomor baru Angel ke dalam ponselnya.
"Hai Honey" ucap David melakukan panggilan vidio.
"Hai kesayangan" ucap Angel tersenyum di balas senyuman David.
"Kamu gak marah kan aku telfon" tanya David.
"Gak lah, tadinya malah mikir kalau kamu marah langsung matiiin panggilan tadi" ucap Angel.
"Tadi ponselnya di rebut Daddy, kamu gak tidur" tanya David.
"Bentar lagi, tadi ngantuk tapi gak bisa tidur takut kamu marah" ucap Angel.
"Boleh minta alasan" tanya David membuat Angel menarik nafasnya panjang.
__ADS_1
"Maaf, sebenarnya Angel yang meminta Daddy dan Mommy untuk tidak memberikan nomer baru Angel sama kamu takut kamu melacaknya" ucap Angel.
"Lalu" tanya David.
"Aku pergi untuk sebuah urusan penting dan akan menyelesaikannya dengan cepat" ucap Angel.
"Kamu akan kembali" tanya David.
"Pasti" ucap Angel.
Mereka terus berbincang sampai mereka lupa waktu kalau mereka sudah berbicara sangat lama. Dalam pembicaraan mereka David berjanji akan berjuang seperti yang Angel inginkan.
David bahkan mengatakan kalau dia akan berjuang lebih agar mereka bisa cepat bersama. Angel menganggukinya namun dalam hati dia merasa sesuatu akan segera terjadi.
"Sayang rindu" ucap David.
"Baru gak ketemu beberapa hari terus gimana kalau sampai sebulan" ucap Angel.
"Susulin" ucap David.
"Jangan buat jalan rumit deh" ucap Angel
"Kamu gak rindu apa" tanya David.
"Gak, rinduku terpendam gak akan keluar sebelum waktunya" ucap Angel.
"Kayak bom" ucap David.
Perlahan Angel mulai terlelap membiarkan David yang masih tersambung dalam panggilan melihatnya tidur dengan posisi Angel yang tengkurap.
"Gue bakal buat jalan lo kembali lebih cepat" ujar David dalam hati dengan senyuman mengerikan.
Malam mulai larut Angel sudah terlelap sedangkan David langsung mematikan ponselnya lalu pergi bekerja.
"Dad" ujar David memanggil Daddynya saat Daddynya akan bekerja.
"Kenapa Boy" tanya Daddy.
"Bisa bicara berdua" tanya David.
"Oke sekalian berangkat kantor aja" ucap Daddy.
"Gak bisa hanya kita berdua" ucap David membuat Daddynya berfikir dan membawa David ke ruang kerjanya.
"Kenapa Boy, bisa bicara sekarang" ucap Daddy.
"Dad, daddy mau mendukung hubungan kita dad" tanya David.
"Gini Dad, sebelumnya David minta maaf tapi David melakukannya dalam pengaruh obat" ucap David.
"Katakan " ucap Daddy.
"David mengambil kesuciannya Dad" ucap David.
"Kesucian siapa" tanya Daddy.
"Angel" ujar David membuat Daddynya membulatkan matanya dan melayangkan satu tonjokan pada David.
"Kamu gila, kalau kamu sudah sejauh itu apa perlu restu kita " ucap Daddy marah.
"Kamu tau kamu melakukan itu kalau dia hamil gimana kamu tidak hanya merusaknya tapi kamu merusak nama baik keuarga kamu bahkan tidak tau siapa keluarganya bagaimana kalau itu musuh kita" tanya Daddy.
"Damantara" ucap David.
"Damantara" tanya Daddy bingung.
"Iya Dad, dia putri bungsu Damantara yang hilang itu" ucap David membuat Daddinya kembali melayangkan tinjunya.
"Gila kamu kamu tau kan dia musuh besar kita sekarang aja mereka kembali menggoyahkan perusahaan" ucap Daddy.
"Tapi Dad, David gak mau kehilangan dia" ucap David.
"Apa itu cara satu satunya yang bisa kalian tempuh" ucap Daddy duduk memijat pelipisnya.
"Maaf Dad, David siap menerima semua hukuman Daddy asal Daddy tidak mengatakannya pada Mommy" ucap David.
"Bagaimana jika Daddy mengatakannya" ucap Daddy.
"Jangan Dad, David gak mau Mommy kepikiran" ucap David.
"Kamu takut hal tidak baik tapi kenapa kamu melakukannya" ucap Daddy snewen.
"Sekarang mana ponsel kamu" ucap Daddy membuat David menurut dan memberikan ponselnya patuh.
"Mulai sekarang ponsel kamu ada sama Daddy, kamu tidak boleh menghubunginya kecuali darirat biar dia menyelesaikan tugas dari Daddy dan tugas yang dia buat sendiri" ucap Daddy berjalan pergi.
"Tapi Dad" ujar David.
"Jangan buat dia terbebani dengan hal yang sudah terjadi biarkan dia menyelesaikan tugasnya dengan baik biar dia memilih jalannya sendiri" ucap Daddy pergi dari ruang kerjanya dengan wajah marah.
__ADS_1
"Kenapa Dad" tanya Mommy.
"David, ah gila dia" ucap Daddy langsung pergi bekerja meninggalkan Mommy yang masih bingung dengan keadaan.
"Mom David berangkat ya" ucap David cepat.
"Boy wajah kamu kenapa, apa Daddy" tanya Mommy.
"David membuat kesalahan yang tidak bisa di perbaiki Mom" ucap David tersenyum menahan nyeri di wajahnya.
"Tapi kenapa harus memukulmu" tanya Mommy.
"Maaf Mom, David berangkat ya" ucap David langsung pergi.
Di sepanjang jalan Daddy memikirkan bagaiman semu akan terjadi selanjutnya apalagi dia tau siapa keluarga Angel sekarang.
" Girl jangan memikirkan tugas Daddy, sekarang pulang dan bawalah bukti kamu anak Damantara" ujar Daddy mengirim pesan singkat.
Di lain negara Angel bangun pada saat waktu tengah malam karena ponselnya berbunyi. Dia langsung duduk melihat pesan singkat yang Daddynya kirimkan.
"Apa Abang mengatakan siapa gue sebenarnya" ujar Angel dalam hati.
"Kak Rafa bantu Angel sekarang kirim alamat Damantara sekarang" ucap Angel memberikan pesan singkat langsung di jawab Rafa.
"Butuh helli kopter gak" tanya Rafa.
"Kak Rafa sama kak Reza gak si" tanya Angel.
"Ya sekarang lagi ada pesta di keluarga Damantara kenapa" tanya Rafa.
"Kak bisa ambilkan helai rambut tuan atau Nyonya Damantara" ujar Angel.
"Tes DNA" ucap Rafa.
"Ya Kak" ucap Angel.
"Oke akan saya usahakan kapan kamu ke sini" tanya Rafa.
"Tiga jam lagi sembari bersiap" ucap Angel.
"Oke" ujar Rafa langsung membuat Angel bersiap pergi.
Angel menulis secarik kertas lalu dia menaruhnya di sebuah amplop dan meletakkannya dia atas meja riasnya tak lupa dia mengisi amplop itu dengan lembaran uang.
Angel langsung membawa mobil yang Riko pinjamkan kepada Angel menggunakan GPS dia melajukan mobilnya apalagi malam sudah larut tidak banyak kendaraan yang berlalu lalang membuatnya sampai di tujuan satu sengah jam lebih cepat.
"Kak Rafa" Angel mengirim pesan singkat pada Rafa dengan foto di depan rumah mewah kediaman Damantara.
"Gue keluar" ucap Rafa tak lama Rafa keluar dan melihat mobil super car ada di luar gerbang membuatmya berlari.
"Cepet banget" ucap Rafa.
"Supersonic" ucap Angel langsung memakai cadar.
"Udah dapet kak" tanya Angel.
"Belum, tinggal milik nyonya Damantara ini milik tuan Damantara" ucap Rafa memberikan rambut yang telah dia ambil.
"Bagaimana kalau lo yang ambil rambut Nyonya Damantara" ujar Rafa.
"Gak bisa" ucap Angel.
"Lo pake cadar gak bakal ada yang tau siapa lo" ucap Rafa.
"Gimana gue masuknya" tanya Angel.
"Sama gue" ucap Rafa langsung memberikan kode kepada penjaga untuk membuka gerbang.
"Come on" ujar Rafa membuat Angel langsung menggandeng lengan Rafa.
Saat jalannya mulai jauh dan berada di pintu masuk utama Angel langsung mengeratkan tangannya membuat Rafa menatapnya dan tau apa yang sedang Angel rasakan.
"Sakit" tanya Rafa.
"Hm, banyak kenangan berlalu lalang" ucap Angel.
"Rafa siapa yang kamu bawa sayang" tanya t
Nyonya Damantara.
Angel langsung berhenti menatap wajah yang sangat dia rindukan. Angel langsung melepaskan tangannya dan memeluk orang di depannya sangat erat membuat Nyonya Damantara bingung namun membalas pelukan Angel.
Di saat yang bersamaan Angel menarik rambut Nyonya Damantara. Namun saat dia akan melepaskan pelukannya cadar yang dia pakai terlepas namun dengan cepat Rfa menarik dan memeluk Angel membuat wajahnya tidak terexpose.
.
.
.
__ADS_1
Jangan lupa dukungannya guys....