
"Akan gue balas sebanding bahkan lebih tapi kalau sampai ada darah gue yang keluar dari tubuh gue setetes pun maka gue bakal keluarkan satu aliran darahnya" ujar Angel.
"Lo bener bener bukan Adin lo emang Angel malaikat tepatnya malaikat pencabut nyawa" ucap Reza tertawa.
"Kakak Adin benarkah ini benar ini kaka Adin Bang" ujar seseorang yang baru muncul lalu memeluk Adin.
"Bisa lepaskan saya" ujar Angel.
"Kak kakak gak ingat gue Rani kak, Rani kangen kakak Rani selalu mencari kakak Rani takut kakak hidupnya gak layak di luar sana Rani yakin kakak masih hidup" ujar Rani melepaskan pelukannya membuat Angel menatap Reza dan di angguki Reza.
"Maaf kakak lupa semua ingatan di waktu dulu hanya sebagian yang mulai terlintas" ujar Angel menarik Rani lagi dan memeluknya erat.
"Kakak pulang kan" tanya Rani.
"Ya kakak akan pulang, tapi bukan ke keluarga Damantara sekarang kakak udah nikah jadi kamu gak perlu khawatir tentang hidup kakak lagi" ucap Angel.
"Benarkah apa hidup kakak bahagia" tanya Rani.
"Ya hidup kakak selama ini bahagia ini David suami kakak kamu sudah menikah" tanya Angel.
"Kakak apaan si belum lah kak masih kuliah" ujar Rani.
"Semester berapa" tanya Angel.
"Semester empat kak, kakak tadi good" ujar Rani tersenyum sembari mengacungkan jempolnya.
"Mau berlatih" tanya Angel.
"Gak, gak bakal mampu kayak kakak" ujar Rani.
"Mau balas dendam untuknya" tanya Angel.
"Gak lah, sebenarnya gue juga muak dia sok kecantikan setidaknya beberapa waktu ke depan dia bakal menghargai seseorang" ujar Rani berbisik membuat Angel tersenyum.
"Apa kamu bisa mengurus Abang setelah gue pergi lagi" tanya Angel.
"Bisa dong, asalkan Abang mau di rumah Rani soalnya kalau Abang jauh gak bisa gue kan gak bebas keluar" ucap Rani.
"Abang oke nih" ujar Angel membut Reza tersenyum karena tau maksud Reza.
"Dia adik kan mana bisa nikah" tanya David berbisik.
"He dia, seingatku kamu bukan anak Ayah iya gak si" ujar Angel berusaha mengingat.
"Tepat sebenarnya gue anak Mamah Ani tapi pas tes DNA gak ada cocok cocoknya sama Ayah, anak pungut gue kakak ipar" ujar Rani.
"Apa Lusi tidak mengetahui ini" tanya Reza.
"Tau kayaknya tapi karena udah dari kecil bareng bareng jadi ya gini lagian mak kita sama walaupun sebenarnya gue bahkan gak ada hubungan dengan kalian berdua" ujar Rani.
"Abang Abang mau makan atau butuh yang lain gitu biar Rani ada gunanya gitu jadi adek" ujar Rani.
"Gak ada udah makan tadi sama Adin" ujar Reza.
"Oh ya Bang lupa Rani bawa ini semoga aja Abang suka katanya si baik buat kesehatan Abang" ujar Rani mendekati Reza.
"Apa ini" tanya Reza.
"Biskuit Bang tapi Rani campur daun kelor jadi rasanya agak aneh tapi katanya banyak manfaat" ujar Rani menyuapi Reza di terima dengan baik oleh Reza.
Saat Reza memakan biskuit buatan Rani wajahnya berubah aneh membuat Rani berfikir. Dia langaung memakan biskuit buatannya yang telah di gigit Reza tadi tanoa berfikir kalau itu bekas gigitan Reza.
"Aneh ya tapi enak" ucap Rani.
"Emang enak tapi kamu makan sisa saya" ujar Reza.
"Memangnya kenapa " tanya Rani.
"Gak papa" ucap Reza tersenyum penuh kehangatan.
"Bobrok bobrok lo Bang" ujar Angel.
"Girl Boy, kita ke luar dulu mau jalan jalan besok kita harus pulang" ujar Mommy.
"Oke mom" ujar David
"Kakak kakak duduk aja biar Rani gantiin posisi kalian" ujar Rani.
"Oke" ucap Angel.
Angel duduk di sofa yang ada di ruangan itu di susul David yang duduk di sampingnya. David mengusap tangan Angel membuat Angel tersenyum lalu mengandeng tangan suaminya itu lalu menyandarkan kepalanya di pundak David.
"Honey apa benar kamu sudah baikan" tanya David.
"Iya sayang udah baikan" ucap Angel menatap suaminya.
"Jangan bohong loh ya" ucap David.
"Gak" ucap Angel tersenyum membuat David langsung mencium bibir Angel.
__ADS_1
"Apaan si malu" ucap Angel menunduk dan kembali menyandarkan kepalanya.
"Malu sama siapa mereka juga sibuk sendiri" ucap David kembali mencium bibir Angel.
"Kamu mau pergi ke suatu tempat gak" tanya David.
"Gak" ucap Angel singkat.
Dia langsung meminta ponselnya pada David dan bermain game sedangkan David dia bekerja.
"Apa panggilan yang harus ku sebut saat memanggilmu" tanya Angel.
"Maksudmu" tanya David.
"Panggilan sayang" ucap Angel malu.
"Terserah kamu Honey" ucap David.
"Oke" ujar Angel.
Mereka kembali fokus pada ponsel masing masing sampai saat Rani menghampiri mereka.
"Kakak kakak kalian boleh pulang Rani aja yang jaga Abang" ujar Rani lalu kembali duduk di dekat Reza.
"Mas boleh gak kalau Angel bermalam di sini buat jaga Abang kamu boleh tinggal di hotel " ujar Angel.
"Gak bisa dong Honey bisa bisa nanti kena penggal Mom" ucap David.
"Tapi kamukan udah capek urusin Angel" ujar Angel.
"Gak papa Honey gak capek kok" ujar David.
"Oh oke" ujar Angel pasrah namun wajah pasrahnya justru membuat David gemas dan mencium bibirnya lagi tidak peduli di depan orang lain.
"Pengantin baru panas ya" ujar Reza.
"Panas kenapa ACnya nyala" ujar Rani polos.
pletakkk......
"Dasar cupu" ujar Reza menjitak kepala Rani.
"Abang, nanti kalau Rani baper gimana" ujar Rani megelus kepalanya.
"Apa kamu baperan" tanya Reza.
"Ya makanya jangan berbuat manis sama Rani" ujar Rani.
Seketika Reza menarik tengkuk Rani dan mencium bibir Rani membuat Rani membulatkan matanya diam tak membalas. Reza hanya melakukan kecupan singkat lalu memundurkan kepalanya dan tersenyum melihat expresi Rani.
"Biasa aja kali" ujar Reza menyadarkan Rani.
"Kamu mengambil ciuman pertamaku" ujar Rani menatap kosong.
"Benarkah, wah bakal membekas dong" ujar Reza membuat Rani membulatkan matanya.
"Benarkah, apa tidak bisa hilang apa bekasnya sangat terlihat gimana dong di penggal gue" ujar Rani khawatir.
"Haha bener bener nih anak di kira suhu ternyata cupu" ujar Angel.
"Bisa tenang gak si" ujar Reza merangkup wajah Rani.
"Bisa" ujar Rani.
"Gak bakal bekas gitu maksudnya, tapi membekas di hati kamu kalau ini pertama kalinya maksudnya akan teringat terus gitu bekasnya paling sama gue lipstik kamu nih" ujar Reza melepaskan tangannya dan menunjuk bibirnya.
"Benarkah syukurlah" ujar Rani tersenyum sembari mengusap bibir Reza santai.
"Wah wah Abang, baper gak tuh" ujar David.
"Iya lah siapa yang gak baper di giniin manis" ujar Reza tersenyum.
"Apaan si" ucap Rani melepaskan tangannya lalu berbalik
"Kamu juga yang merasakan kecupan pertamaku kamu wanita pertamaku" bisik Reza di telinga Rani membuat Rani langsung menatap Reza.
"Apa" ujar Reza menjauhkan wajahnya.
"Kamu serius" ujar Rani lirih hanya di angguki Reza dengan wajah memerah.
"Honey mau makan di luar" tanya David mengaklihkan pandangan Angel yang sedari tadi menatap Abangnya tak henti dengan senyuman senyuman kecil yang terukir.
"Dimana" tanya Angel antusias.
"Terserah kamu aja" ujar David.
"oke" ucap Angel yang tidak cupu cupu banget.
Angel menggandeng David keluar setelah sampai di luar ruangan mereka langsung menghentikan langkahnya dan saling tatap.
__ADS_1
"Kemana" ujar David dan Angel bersama membuat ke duanya tertawa.
"Gak tau arah tujuan" ujar Angel tersenyum.
"Yang penting keluar dari ruangan dulu" ujar David.
"Kok sama mikirnya" ujar Angel tersenyum.
David merangkup wajah istrinya itu sembari menatap hangat membuat pipi Angel merona.
"Kenapa kamu tinggi banget" ujar Angel membuat David tersenyum.
"Kamunya yang ke pendekan" ujar David mencium kening Angel.
"Gak pendek pendek amat lah, masih bisa" ujar Angel langsung berjinjit mencium bibir David lalu duduk dengn cepat.
"Wah istriku makin nakal" ujar David menyusul Angel duduk di kursi depan ruangan.
"Sepi banget ya kalau di ruang VVIP kayak gini" ujar Angel.
"Ya dingin juga" ujar David.
"ACnya nyala" ujar Angel yang tau maksud David.
David menatap Angel begitupun Angel mereka saling bertarapan dengan hangat. David memajukan wajahnya dan menarik tengkuk Amgel dan mencumbunya.
Angel membalas permainan lembut David. Merela saling membalas satu sama lain dan dalam waktu yang lama sampai Mommy dan Daddynya datang.
"Alasannya mau tungguin Abangnya taunya lagi bermesraan" ledek Daddy.
"Kenapa sah" ujar David.
"Daddy Mommy ke sini lagi kenapa kalian gak ke hotel" tanya Angel.
"Kenapa kalau datang lagi ganggu ya" ledek Mommy.
"Hehe, Abang yang mulai" ujar Angel
"Abang hahaha" ujar Daddy membuat David diam.
"Masih belum biasa, duduk mom Dad" ujar Angel.
"Hm, mommy sama Daddy ke sini cuma mau kasih ini baju ganti kalian berdua sama cemilan sehat ternyata di sini banyak makanan sehat" ujar Mommy memberikan beberapa paper bag.
"Thanks Mom Dad" ujar Angel menerima paper bag itu.
"Ya udah kalau gitu mommy pergi ya" ujar Mommy.
"Gak masuk dulu Mom" tanya Angel.
"Gak liat kalian berdua tadi jadi berfikir buat bikin adek buat kalian" ujar Daddy.
"Daddy" ujar Mommy malu.
"Udah yuk" ujar Daddy mencium mesra mommy dan menuntunnya pergi.
"Kenapa liatnya gitu" tanya David yang melihat Angel menatap kepergian ke dua orang tua David.
"Kalau liat mereka tuh bahagia banget" ujar Angel.
"Kelak kita juga akan seperti itu" ujar David.
"Semoga aja" ujar Angel membuka paperbag.
"Apa isinya" ujar David.
"Baju, emang boleh pake baju gini" tanya Angel memperlihatkan sebuah dress yang beberapa jengkal di atas lutut.
"Pendek banget" ujar David.
"Lagi nyindir atau gimana nih bilang pendeknya jelas banget" ujar Angel.
"Hehe, gak lah tinggi kamu pas buat di cium" ujar David tersenyum.
"Dasar mesum" ujar Angel membuat David menariknya keras dan Angel duduk di pangkuan David.
David langsung memeluk pinggang Angel yang duduk di atas pahanya. Dengan dress yang ada di tangannya David mengusalkan wajahnya di dada Angel membuat Angel meringis geli.
.
.
.
.
.
Jangan lupa dukungannya maaf upnya lama....
__ADS_1
Salam manis Author....