
"Kalian terbaik" ujar Mommy.
"Baru sadar kalau anak anak kita terbaik" ujr Daddy yang bru saja datang.
"Eh Daddy" ucap Mommy.
"Mana buat Daddy" tanya Daddy.
"Cuma beli satu Dad" ujar Angel
"Udah deh gak apa apa, oh ya Girl Daddy sudah urus perjalanan kamu ke LA" ucap Daddy.
"Cepet banget Dad, Angel masih mau sama kalian" ucap Angel.
"Tapi Girl bukankah ini yang kamu impikan" ucap Daddy.
"Ya si Dad, tapi boleh gak Angel minta waktu buat pergi" ujar Angel
"Kapan" ujar Daddy.
"Ya sampai surat kelulusan Angel keluar" ucap Angel memelas.
"Baiklah, tapi surat itu udah di Daddy makanya Daddy bisa urus kepergian kamu ke LA" ujar Daddy.
"Huh oke dad, kapan Angel berangkat" tanya Angel
"Lusa jadi kamu masih punya waktu sehari di sini" ucap Daddy.
"Lusa Dad, gak kecepetan" tanya David.
"Emang kenapa, bukannya lebih cepet lebih baik" ujar Daddy.
"Iya juga si, tapi" ucap David terpotong.
"Udahlah Boy, semua ini demi cita cita Angel kamu haru mendukungnya bukan membuat jalannya sulit" ucap Mommy.
"Iya Mom, bagaimana sebelum kamu pergi besok kita jalan jalan dan beli semua perlengkapan yang harus kamu bawa Abang belanja" ucap David semangat.
"Abang akan membuang uang hanya untuk menuruti semua keinginan Angel" ucap Angel
"Iya, kamu mau" ucap David.
"Iya" ucap Angel membuat David spontan memeluk Angel membuat Angel membalas pelukan David walaupun terasa ada yang berbeda.
"Eh sorry sorry" ujar David melepaskan pelukannya.
"Ya udah Angel istirahat dulu ya good night all" ucap Angel.
"Ya Girl mimpi indah" ucap Mommy.
Angel tersenyum lalu memeluk semua orang dan mencium semua orang termasuk David. David sempat membatu beberapa menit saat Angel mencium pipinya walaupun itu hal yang biasa Angel lakukan saat akan beristirahat dan saat semua orang berkumpul.
"Ya sudah Mom Dad Abang juga istirahat dulu ya" ujar David pergi menghindari pertanyaan yang sudah menanti dari ke dua orang tuanya.
Angel membaringkan tubuhnya di atas kasur empuk miliknya tak butuh waktu lama bagi Angel untuk sampai ke alam mimpi karena dia merasa sangat lelah hari ini.
Lain di dalam kamar David yang tidak bisa tidur hanya berguling guling di atas kasurnya. David merasa sangat tidak rela harus melepaskan Angel jauh walaupun hanya untuk beberapa saat.
Namun dinginnya malam yabg sunyi membuat David tertidur saat menjelang pagi. Di lain tempat seorang sedang bersiap untuk pergi di pagi hari.
"Honey pagi pagi gini mau kemana" tanya Mommy saat berpapasan dengan Angel di tangga.
"Mau joging Mom, sekalian buat kenangan kan nanti bakal lama gak merasakan suasana kayak gini" ucap Angel.
__ADS_1
"Oh, Abang belum bangun" tanya Mommy.
"Kayaknya si belum Mom soalnya Angel ketuk ketuk tadi gak ada yang yaut" ucap Angel.
"Ya udah kamu hati hati ya udah sarapan belum" tanya Mommy.
"Belum sekalian mau beli mom" ucap Angel.
"Oh gitu yang penting jangan lupa sarapan ya" ucap Mommy.
"Oke mom Angel berangkat dulu ya" ujar Angel.
Mommy melihat kepergian Angel sampai tak lagi terlihat, setelah itu Mommy pergi ke kamar David untuk membangunkannya tapi mommy terkejut saat sampai di kamar David karena semua bantal dan guling ada si lantai.
"Abang" teriak Mommy membangunkan David.
"Apa Mom" ujar David masih menutup matanya.
"Kenapa berantakan gini Bang" ujar Mommy.
"Maaf mom, abis gak bisa tidur janji nanti Abang beresin" ujar David ngelantur karena menahan kantuknya.
"Mommy gak mau tau kalau nanti kamu keluar ini semua gak rapi kamu gak boleh pergi" ujar Mommy.
"Ya Mom, keluar jangan lupa tutup pintunya" ujar David.
"Dasar Abang mommy sumpahin tambah ganteng kamu Bang" ucap Mommy pergi.
"Ganteng segini aja repot apa lagi tambah ganteng" gumam David lalu kembali ke alam mimpi.
Sedangkan Angel sedang duduk di sebuah bangku pinggir jalan dengan sejuknya pagi. Angel memesan makanan untuk dia sarapan Angel memilih untuk makan di pinggir jalan bukan tak mampu ke restauran tapi dia suka nuansa sederhana. Baginya daripada menghabiskan banyak uang untuk menyewa tempat saja lebih baik dia beli banyak makanan untuk orang yang membutuhkan.
"Hai Ngel" sapa Ellen.
"Hai, lo disini" ujar Angel.
"Iya, lo gak sekolah kok olahraga sampai ke sini" tanya Angel
"Gue di rumah omah jadi sempetin olahraga lagian masuk siang sekolahnya" ucap Ellen.
"Iya juga" ucap Angel
" Gimana kalau kita berangkat sekolah bareng nanti" ucap Ellen.
"Gak busa gue ada urusan hari ini" ucap Angel
"Oh oke, sampai jumpa besok" ucap Ellen.
"Hm, ya udah gue duluan ya" ucap Angel.
"Maafin gue Ellen gue gak bisa bilang kalau gue harus pergi besok dan kembali entah kapan" ujar Angel dalam hati.
Angel terus berjalan cepat meninggalkan Ellen yang sedang menatapnya. Tak lama Angel sampai di rumah dan langsung berlari ke kamarnya tanpa memperdulikan mommy dan David yang ia lewati.
"Kenapa dia Mom" ujar David.
"Gak tau Bang, kita tanya nanti aja kalau dia udah gabung sama kita" ucap Mommy.
"Oke mom, oh ya Daddy mana" tanya David.
"Sibuk urusin dokumen dokumen buat Angel pergi" ucap Mommy.
"Daddy segitunya" ucap David.
__ADS_1
"Harus all out dong Bang" ujar Mommy.
"Iya lah terserah kalian" ucap David.
"Hehe merajuk tuh, hai Girl" ucap Mommy.
"Hai Mom" ucap Angel yang baru saja bergabung.
"Kamu kenapa tadi Honey jalan cepet banget" tanya David
"Hehe itu Bang, kebelet" ujar Angel menggaruk garuk tengkuknya.
"Oh pantesan gak lirik lirik" ledek Mommy membuat Angel tersenyum kaku.
"Ya udah yuk sarapan dulu" ucap Mommy.
"Sorry Mom Angel udah sarapan tadi" ucap Angel
"Kamu makan di pinggir jalan lagi gak sehat tau" ucap David.
"Bang yang gak sehat tuh makanannya kan di kunyah hancur dia Angel yang makan sehat nih masih utuh" ucap Angel.
"Mom" ucap David.
"Sepertinya yang Angel katakan bener" ucap Mommy tersenyum.
"Mommy" rengek David.
"Mommy ada di pihak Angel" ucap Angel.
"Kalian bukannya sarapan malah bercanda" ujar Daddy yang baru saja datang.
"Hehe iya Dad, udah Bang Angel ikut sarapan nih " ucap Angel.
"Kalian makin akrab ya" ujar Daddy
"Maksud daddy apa emang mereka pernah berantem" ucap Mommy.
"Gak mom, tapi mereka kayak makin akrab aja saling memperhatikan satu sama lain" ujar Daddy.
"Bagus dong seorang Abang harus menjaga adeknya" ucap Mommy.
"Iya Daddy aneh" ujar Angel.
Daddy hanya tersenyum mendengar ucapan Angel, sedangkan semua orang kembali serius pada sarapannya. Setelah selesai Daddy memberikan sebuah amplop kepada Angel membuat semua penasaran. Angel membuka amplop tersebut lalu membulatkan matanya.
"Ini serius Dad" ujar Angel.
"Iya dan gak ada penolakan" ucap Daddy.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Jangan lupa like vote dan komen kalian ya... dan tambahkan di favorit....