Kakakku Cintaku

Kakakku Cintaku
Raya Angelista Putri


__ADS_3

"Tadi pas lihat foto itu ada sesuatu boleh gak kak" ucap Angel.


"Boleh bentar ya tapi gak banyak foto yang ada di situ" ucap Maya.


"Gak apa apa" ucap Angel.


Maya langsung mengambil album foto yang sengaja dia bawa dari Indonesia karena dia juga sangat merindukan Adin adiknya. Angel mulai melihat lihat foto tersebut satu persatu namun nihil tidak ada yang bisa dia ingat lagi.


"Udah kak makasih ya" ucap Angel.


"Iya nih minum dulu" ucap Maya.


"Makasih kak" ucap Angel.


"Apa yang gue lihat tadi pas liat foto itu sepertinya ada sesuatu di balik foto itu tapi sebelum nya gue harus cari tau kebenaran siapa Maya dan Rafa sebenarnya" ujar Angel dalam hati.


Setelah merasa tidak sakit lagi kepalanya Angel langsung membantu Maya membereskan belanjaannya namun saat mereka asik memilah milah baju tiba tiba Maya merasa sakit yang teramat di perutnya.


"Kakak kenapa kak" tanya Angel mendekat.


"Sakit" ucap Maya sembari menjabak Angel.


"Kak darah" ucap Angel melihat kaki Maya ada darah.


"Kita bawa ke dokter" ucap Rafa menggendong Maya ke rumah sakit.


Selama perjalanan ke rumah sakit Angel terus saja di jambak dan di pegang kuat kuat oleh Maya namun karena posisi Angel yang sangat panik dia tidak merasakan sakit sedikitpun justru Rafa yang masih sempat tertawa.


"Kenapa lo ketawa" ucap Angel sembari menahan rasa yang Maya sebabkan.


"Lo lucu" ucap Rafa membuat Angel menatapnya tajam membuat Rafa bungkam seribu bahasa.


Tak lama Rafa sampai di rumah sakit dan segera membawa Maya ke ruang UGD lama dia di periksa namun dokter segera keluar membuat Angel dan Rafa bingung


"Kenapa dok" tanya Rafa.


"Saya perlu persetujuan keluarganya karena kondisi kandungannya yang baru berumur tiga puluh dua minggu membuat bayinya rentan" ucap Dokter.


"Lakukan yang terbaik" ucap Rafa.


"Maaf kalau boleh tau anda siapa pasien" tanya Dokter.


"Saya saya, saya kerabatnya dok" ucap Rafa.


"Saya adeknya dok lakukan yang terbaik selamatkan ibu dan anaknya dok" ucap Angel memohon dengan berlinang air mata.


"Baikalah, tapi saya perlu donor darah karena pasien kehilangan banyak darahnya" ucap Dokter.


"Apa golongan darahnya dok" tanya Angel.


"A golongan darahnya A" ucap Dokter.


"Biar saya saja dok golongan darah saya A" ucap Angel.


"Baiklah silahkan ikut dengan suster" ucap dokter kembali ke ruangan Maya.


(Maaf ya gaes seharusnya pakai bahasa inggris tapi karena takut ada kesalahan ejaan jadi pakai bahasa Indonesia aja).

__ADS_1


"Gue harus hubungin Reza atau Bunda nih" ucap Rafa pergi untuk menghubungin Resa dan Bundanya Maya.


Setelah selesai menghubungi keluarga Maya Rafa kembali ke depan ruangan Maya menunggu Maya dengan mondar mandir.


Beberapa menit kemudian suara bayi menangis membuat Rafa menangis bahagia. Sedangkan Angel yang sedang mendonorkan darahnya di ruangan sebelah ikut tersenyum dengan air mata yang mengalir deras.


"Bagaimana sus" tanya Rafa.


"Selamat pak anak anda perempuan" ujar Suster.


"Mari ikut saya" ucap Suster membuat Rafa langsung mengikuti suster tana bertanya kabar Maya karena dia terlalu terpana saat suster memanggilnya sebagai ayah dari anak Maya.


Angel keluar dari tempat donor darah dia menunggu Maya di depan ruang yang sebelumnya. Tak lama keluar Maya dengan beberapa suster dan dokter membuat Angel penasaran.


"Kenapa Sus" tanya Angel.


"Dia tidak apa nona dia hanya terlalu lelah karena telah melahirkan seorang gadis manis" ucap salah seorang suster.


"Gadis manis, makasih sus terus dia mau di bawa kemana" tanya Angel.


"Ke ruang perawatan nona" ucap Suster.


Angel tersenyum dan mengikuti semua orang ke ruang rawat inap. Angel meminta agar Maya di rawat di ruang VVIP agar dia dan bayinya terjaga keamanannya.


Angel menunggu Maya sembari terus memegang tangan Maya sedangkan Rafa duduk di samping keranjang bayi anak Maya. Angel sampai tertidur dengan posisi masih menggenggam tangan Maya.


"Udah bangun May" Ujar Rafa saat Maya murai menggerakkan badannya.


"Eh Kak Rafa, Angel" ucap Maya melihat sekeliling.


"Iya Angel kecapean biarin dia tidurkayak gitu" ucap Rafa.


"Dia mendonorkan banyaj darah buat kamu karena stok darah di sini habis jadi dia berjuang agar lo bisa bertahan" ucap Rafa.


Maya langsung meneteskan air matanya dan embgekus elus rambut Angel membuat Angel mengeliat dan membuka matanya.


"Kak Maya udah bangun" ujar Angel.


"Iya kamu pulang dan istirahatlah" ucap Maya.


"Angel akan temenin kakak" ucap Angel.


"Tapi" ucap Maya.


"Tenang aja gue udah telfon bunda" ucao Rafa.


"Thanks Kak" ucap Maya.


"Oke kalau gitu Angel pulang setelah keluarga kakak datang" ucap Angel.


"Terserah kamu makasih ya udah temenin gue" ucap Maya.


"Seharusnya lo jangan berterima kasih sama dia May, minding minta maaf" ucap Rafa tersenyum geli.


"Hehe iya maaf ya Ngel udah jambak jambak lo tadi" ucap Maya.


"Gak apa apa lagian gak sakit tadi" ucap Angel.

__ADS_1


"Tadi gak sakit kalau sekarang" ujar Rafa.


"Agak perih hehe" ujar Angel tersenyum.


"Kak kakak tau siapa yang sangat ingin bertemu kakak" ucap Angel membuat Maya penasaran.


"Nih kak" ucap Angel menggendong seorang bayi munggil di pelukannya dan memberikannya kepada Maya.


"Dia" tanya Maya.


"Iya dia, Raya" ucap Angel.


"Raya" tanya Rafa.


"Iya" ucap Angel.


"Sejak kapan lo kasih nama tuh bayi Raya lo bukan maknya" ucap Rafa protes.


"Tapi bagus kenapa kamu kasih nama Raya" tanya Maya.


"Raya singkatan dari Rafa dan Maya ya walaupun dia bukan anak lo tapi se enggaknya biar dia ingat siapa yang berjuang bersama ibunya saat dia di lahirkan" ucap Angel.


"Kenapa gak lo kasih nama lo aja buat dia" ujar Rafa.


"Gak karena gue bukan Aunty yang berarti akan segera dia lupakan juga nantinya" ucap Angel.


"Raya Angelista" ucap Maya.


"Bagus tuh gimana kalau kita tambah Putri, jadi Raya Angelista Putri" ucap Rafa.


"Bagus tuh Putri kan bisa di artika seseorang akan akan selalu dalam perlindungan orang orang yang mendukungnya" ucap Angel.


"Kaka gak apa apa kasih nama kaka ke anak Maya" ucap Maya.


"Gak lah lagian bagus juga Raya" ucap Rafa tersenyum.


"Terima kasih semuanya, tanpa kalian apa yang akan terjadi" ucap Maya.


"Udah lah kak hari ini hari yang membahagiakan ada seorang malaikat kecil yang akan selalu menemani kakak kemanapun kakak pergi jadi kakak gak akan sendiri lagi" ucap Angel.


"Iya lo bener dia adalah semangat ku" ucap Maya.


Setelah lama mereka bercerita dan memilih nama untuk anak Maya tak lama kemudian ada seorang yang datang membuat Angel mundur dan diam.


Angel mundur tersenyum kemudian pamit kepada Rafa agar dia mengizinkan dirinya untuk pulang. Saat Rafa akan memanggil Maya Angel menolak karena Angel tidak ingin mengganggu kebahagiaan Maya dan keluarganya.


.


.


.


.


.


.......

__ADS_1


...Jangan lupa like vote dan komentarnya ya.......


.


__ADS_2