
"Ka Angel pinjem motornya ya" ucap Angel kepada Kevin.
"Bukan motor gue, lagian lo gak boleh bawa motor bocah" teriak Kevin.
"Bentaran doang" teriak Angel sembari berlari ke arah lif.
Kevin hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Angel. Kevin melihat Angel dari balik jendela besar hotel melihat bagaimana Angel membawa motor dengn begitu gagahnya saat Angel berjalan masih sempat Angel memberikn hormat kepada Kevin.
"Apa yang lo liat" tanya David mengagetkan Kevin.
"Bukan apa apa" ucap Kevin.
"Masa sih kok serius banget, jangan bilang lo lagi ngincer bule buat temenin malam lo ya kan" ledek David.
"Gak lucu, gue udah insaf kali" ucap Kevin.
"Insaf ngapain lo, insaf kalo lagi inget doang" cibir David.
Kevin mengepalkan tangannya ke arah David membuat David tersenyum bangga karena berhasil menggoda sang asisten.
"Lo gak tau perjuangan gue buat lupain dunia kelam gue cuma demi orang yang tidak mungkin bisa gue dapetin" ujar Kevin dalam hati.
"Woy Angel mana" tanya David.
"Tau tidur kali, atau lagi beres beres liat aja tuh pintu jangan ganggu" ujar Kevin bersandiwara.
"Oh baguslah kalau dia gak keluyuran" ucap David lega.
"Sorry Vid bukan maksud gimana tapi gue gak mau lo marahin orang yang ingin gue lindungi, dan buat lo Ngel good job bangus lo kasih setiker di pintu jadi kan gak pusing gue cari alasan" ujar Kevin mengelus dadanya.
"Kenapa lo sakit" tanya David.
"Gak, kenapa" tanya Kevin bingung.
"Tuh pegangin dada kenapa" tanya David.
"Lo dari tadi tanya tanya mulu, bukannya beresin barang atau apalah gak cape apa tanya mulu gue mau beres beres nih" ucap Kevin memajukan bibirnya.
"Kan gue ada lo yang bisa beresin semua" ujar David santai.
"Tapi sorry bos gue lagi cuti jadi lo beresin sendiri lah" ucap Kevin menyatukan ke dua tangannya.
"Lo ma cuti di waktu yang tidak tepat" cibir David.
"Tapi di waktu yang salah itu tercipta berbagai rasa" ujar Kevin berlalu ke kamarnya.
David bingung dengan ucapan Kevin, karena selama ini Kevin lah yang selalu memahami perkataannya bukan dia yang memahami orang lain.
"Kenapa tuh bocah" ucap David setelah kepergian Kevin.
David kemudian menyusul Kevin untuk membereskan semua perlengkapannya, namun di lain tempat seorang wanita cantik duduk di atas motor menunggu seseorang yang sangat ingin dia temui.
"Nona Angel" panggil seseorang.
"Eh kak Maya, apa kabar kak" ucap Angel ramah.
"Baik kamu apa kabar katanya masuk rumah sakit kapan pulang" tanya Maya khawatir.
"Cie khawatir ya, baru aja pulang" ucap Angel santai.
"Baru pulang langsung pergi naik motor lagi kamu gak kasihan apa sama badan kamu, atau masih pengin ke rumah sakit" omel Maya.
"Gue sehat sehat aja, tapi Dokter aja yang lebay surih gue tidur seharian di sana biar dia bisa melihat bidadari kaya gue setiap jam" ucap Angel.
"Ngeyel" ujar Maya.
Angel tersenyum namun ada yang sangat menyakitkan dirinya, karena ucapan Maya membuat Angel mengingat sesuatu namun Angel menutupi semunya dengan sangat baik.
"Kak jalan yuk" ucap Angel.
__ADS_1
"Gak bisa saya masih ada kerjaan" tolak Maya.
"Please jangan panggil saya anda atau Nona panggil nama aja gue lebih suka" ucap Angel.
"Tapi" ujar Maya.
"Gak ada tapi tapi, please ini permintaan terakhir gue, gue pulang nanti sore" ujar Angel lesu.
Saat Maya akan menjawab perkataan Angel tiba tiba seorang meneger menghampiri mereka berdua membuat Angel tersenyum dan memikirkan ide bagaimana cara membawa Maya dari tempat tersebut sebelum Momi melihatnya datang ke tempatnya atau akan ada bencana melanda.
"Hai, kak Meneger apa kabar" tanya Angel ramah.
"Kabar baik, Nona muda" ucapnya tak kalah ramah.
"Kak Meneger, boleh gak saya pinjam kak Maya sebentar" ujar Angel dengan nada halus.
"Kalian mau kemana, tapi dia masih ada pekerjaan Nona" ucap Meneger.
"Saya mau minta bantu cariin hadiah buat Tuan muda, boleh ya" ujar Angel sok imut.
"Baiklah silahkan" ujar Meneger mengizinkan.
"Terima kasih Kaka ganteng deh" goda Angel.
"Baiklah, kalau begitu saya permisi dulu" ujarnya pergi dengan wajah memerah karena rayuan maut Angel.
"Udah beres perizinannya yuk naik" ucap Angel.
Dengan cepat Maya menaiki motor Angel, karena ini adalah hari yng sangat membahagiakan setelah sekian lama Maya merindukan bersama sang adik. Maya merasa Angel adalah adiknya yang selama ini dia cari.
"Din lo tau, jika ini mimpi Kaka gak ingin bangun biarkan seperti ini kaka merindukanmu dan saat bersamany kaka merasa sedang dekat denganmu" ujar Maya dalam hati.
Angel membawa Maya menjauhi perkantoran, Angel membawa motor dengan santai berharap hari ini akan menjadi lebih panjang lagi. Angel merasa sangat nyaman saat berdekatan dengan Maya.
"Kenapa gue nyaman kenapa gue ini, dia adalah orang baru yang bahkan gue gak tau latar belakangnya" ujar Angel tersenyum.
Angel menghentikan motornya di dekat sebuah taman lalu Angel menggandeng tangan Maya erat seolah mereka tidak ingin di lepaskan satu sama lain. Angel hanya diam menatap ke depan namun tak melepaskan genggaman di tangan Maya.
"Eh iya sampai lupa" ucap Angel tersenyum sembari mengambil sesuatu yang telah dia beli di perjalanan tadi.
"Nih buat Kaka, maaf ya gak tau mau beli apa tapi kepikiran aja pengin beli ini buat kaka maaf ya kak" ucap Angel memberikan sebuah sepatu bayi.
"Sepatu bayi" ujar Maya bingung.
"Iya he, gak tau kenapa pengin aja gitu beli ini" ucap Angel menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Wah bagus banget makasih ya, bakal gue simpen buat anak gue nanti" ucap Maya senang.
"Makasih kak" ucap Angel memeluk Maya.
"Apa ini memang hubungan batin antara lo sama anak gue walaupun dia belum lahir tapi dia bisa membuat lo beli kaya ginian padahal gue gak bilang gue hamil" ujar Maya dalam hati.
"Oh ya kak, sebenarnya gue ajak lo kesini juga gue mau bilang gue mau pulang" ucap Angel lesu.
"Pulang, maksudnya" tanya Maya penasaran.
"Iya pulang ke New York, sebenarnya Angel ke sini cuma buat kerja doang lagian Angel juga harus selesaikan sekolah dan harus selesai tahun ini bareng Abang biar bisa kolaborasi sama Abang" jelas Angel.
"Owh, gue kira lo tinggal disini, emang kamu kelas berapa" tanya Maya.
"Tahun kemarin Angel kecelakaan dan harus dirawat selama enam bulan, kalo tahun ini seharusnya Angel kelas satu sekolah menengah ahir tapi Angel harus lulus lebih cepet" ucap Angel.
"Jadi kamu sekolah menengah ahir cuma satu setengah tahun" tanya Maya tak percaya.
"Ya bisa di katakan begitu" ucap Angel tersenyum.
"Hebat bener kamu ya" ucap Maya.
"Biasa aja, eh ngomong ngomong umur kaka berapa si kok masih muda banget udah kerja" ujar Angel penasaran.
__ADS_1
"Sebenarnya umur gue baru tujuh belas tahun dan sekarang duduk di sekolah menengah ahir kelas dua tapi karena suatu hal gue harus home scholling tapi karena males kalau lahi gak ada kelas gue kerja paruh waktu dab ternyata menyenangkan" ucap Maya.
"Tapi kaka kan dapat posisi yang lumayan emang gak masalah gitu" ucap Angel.
"Gak kan gue juga pakai surat dari sekolah gue buat bisa dapet kerja lagian kan gue di kejuruan editing jadi bisa lah" ucap Maya santai.
"Lo sendiri usia berapa" tanya Maya lagi tanpa canggung.
"Gue juga gak tau gue gak inget, tapi kalau gue rasa kita seumuran secara kita sama sekolahnya setingkat" ucap Angel.
"Lo ma aneh umur sendiri lupa" ujar Maya menggelengkan kepalanya.
"Jangankan umur gue, masa lalu gue juga gak inget" ucap Angel santai.
"Lo gak cari tau gitu" ujar Maya makin penasaran.
"Udah berusaha tapi gak bisa, tapi gue seneng juga dengan gue gak ingat masa lalu gue rasa kaya orang baru lahir" ucap Angel.
"Lo gila" ucap Maya.
"Karena hidup butuh sedikit gila" ucap Angel.
Maya hanya menggelngkan kepalanya tidak habis pikir dengan jalan pikiran Angel. Namun Maya hanya diam tidak ingin masuk terlalu dalam ke masalah pribadi Angel.
Maya dan Angel terus saja bercabda tawa sampai Angel lupa kalau hari ini dia akan pulang dan dia juga lupa kalau dia harus pulang sebelum Momi dan Dadinya sampai di hotel.
"Eh udah sore nih pulang yuk" ucap Maya.
"What sore, aduh gue lupa gue harus pulang" ujar Ange kaget.
"Ya udah yuk pulang" ucap Maya.
"Oke tapi sebelumnya gue mau bilang jangan lupain gue" ucap Angel.
"Ya gue gak akan lupain lo, gue janji" ucap Maya.
"Mana bisa gue lupain lo, karna lo gue merasa dekat sama Adin" ucap Maya dalam hati.
"Maksih kak" ucap Angel mencium pipi Maya.
Maya tersentak dengan perlakuan Angel, karena hanya Adin yang pernah menciumnya. Maya tersenyum hangat kepada Angel membuat hati Angel merasa sangat nyaman dengan senyuman hangat Maya.
"Anggap itu sebagai salam perpisahan dari gue" ujar Angel tersenyum.
Angel dan Maya pulang, Angel mengantar Maya ke apartemennya kemudian melajukan motornya menuju hotel dengan lajunya agar dia sampai sebelum Momi dan Dadinya.
Angel menghela nafasnya panjang saat sampai di hotel karena Dadi dan Mominya sudah berdiri tepat di depan mobil mereka sembari melipat kedua tangannya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Huhuhu kenapa sih harus pisah iya kan....
__ADS_1
Jangan lupa like dan komennya ya.....