
"Kenapa gak" ucap Rafa.
"Gampang banget lo pindah haluan, lagian gue gak mau lo cuma buat Maya pelarian" ucqo Reza.
"Tergantung usaha dia kalau gak mau cuma buat pelarian jadilah yang menyentuh hati dan hapus nama Adin dan ingatan gue terhadapnya" ucap Rafa.
"Gue bakal berusaha" ucap Maya semangat.
"Udah deh terserah kalian, inget jangan memutuskan sesuatu terlalu cepat apalagi karena nafsu bukan cinta" ucap Reza.
"Iya Bang" ucap Maya.
"Sekarang kita pergi Bunda pasti udah nungguin" ucap Reza.
"Oke" ucap Rafa melajukan mobilnya melewati Angel yang sedang bergelannyut manja di lengan kekar Abangnya.
Perih sakit sedih kecewa semua rasa menjadi satu di hati Rafa namun dia bersyukur setidaknya dia tau siapa yang menjadi laki laki pendampingnya. Dia sudah mencari tau detile tentang David seorang pengusaha hebat karena di suruh Reza namun dia tidak akan mengatakan hasil kerjanya karena dia tidak ingin melihat Angel menangis.
Sebenarnya Rafa sudah curiga sejak pertama dia mengenalnya apalagi saat tau Angel hilang ingatan. Dia melihat Angel seperti ingin mengatakan sesuatu tapi entah apa dan ternyata dugaannya selama ini benar
" Angel adalah Adin orang yang selama ini gue cari ternyata sangat dekat denganku." ujar Rafa dalam hati.
"Woi ngelamun ya" ujar Reza.
"Eh gak" ujar Rafa gugup.
"Mikirin apa lo" ujar Reza.
"Enggak kayak ada yang kurang gitu" ujar Rafa.
"Apa yang kurang Maya ada Raya ada lo ada gue ada ponsel semua pegang pasport gue yang pegang apa lagi" ujar Reza.
"Adin dia yang kurang" ujar Rafa dalam hati.
Setelah beberapa waktu mereka sampai bandara ternyata Bunda sudah menunggu di sana sembari tersenyum mendekati Maya. Rafa mengantar kepergian mereka sampai mereka semua pergi dari sana.
Sedangkan di tempat lain Angel masih duduk di dasbor mobil sembari tertawa bersama David.
"Maaf tuan menunggu lama" ujar Rey yang tiba tiba muncul.
"Gak papa" ucap David.
"Iyalah gak papa kan ada malaikat di sini" ujar Rey terkekeh.
"Ya udah Bang, lanjut kerja aja Angel juga mau pulang" ucap Angel kepada David.
"Kamu mau ikut Abang" tanya David
"Kenapa gak" Ujar Angel membuat David tersenyum bahagia.
"Jangan senyum senyum gitu Bang" ujar Angel.
"Kenapa" tanya David penasaran.
"Takut Angel terbang kejauhan" ujar Angel.
"Kamu bisa aja ya udah Abanag bareng kamu aja ya" ucap David.
"Oke yuk tapi Angel yang bawa mobilnya" ucap Angel.
"Abang aja" ujar David memohon.
__ADS_1
"Gak mau, kalau Abang yang bawa lama"ucap Angel.
"Lamaan juga Abang nungguin status dari kamu" ucap David melenggang pergi.
Rey tersenyum sedangkan pipi Angel sudah seperti tomat matang. Angel langsung berlari mengejar David karena mendapat ledekan dari Rey. Angel melihat yang sudah duduk di kursi penumpang Angel tersenyum.
"Udah jangan senyum senyum kapan berangkatnya" ujar David berpura pura cool tapi jantungnya sedang maraton.
"Sejak kapan Abang gue cerewet" ucap Angel melajukan mobilnya di ikuti Rey.
"Bang" ucap Angel dalam perjalanan.
"Kenapa" tanya David.
"Gimana kalau ternyata Abang bukan Abang Angel" ucap Angel gugup.
"Kenapa gitu" tanya David.
"Gak maksudnya gimana kalau ternyata Abang bukan Abang Angel duh gimana ngomongnya ya" ujar Angel.
"Terus kalau memang situasi itu yang terjadi kamu gimana" tanya David balik.
"Pasti bakal sedih banget deh Bang" ucap Angel mulai berkaca kaca.
"Udah kamu tanya gitu apa terjadi sesuatu, atau ada yang bilang aneh aneh sama kamu" tanya David.
"Gak Bang, cuma" ujar Angel semakin gugup
"Cuma kamu sudah mengingat masa lalu" ucap David membuat Aangel membulatkan matanya.
"Gak papa kalau kamu sudah ingat masa lalu kamu itu lebih baik kan buat kamu" ucap David sedih.
"Jadi benar kamu sudah mengingat masa lalu kamu" tanya David penasaran.
"Sedikit Bang, ada beberapa orang terlintas di ingatan Angel sepertinya mereka dekat sama Angel tapi belum terlihat jelas jadi Angel belum yakin" ucap Angel.
"Pelan pelan saja" ucap David.
"Tapi Abang gak boleh kasih tau Mommy ataupun Daddy, sama Abang gak boleh coret Angel jadi adek kesayangan Abang" ucap Angel.
"Kenapa" tanya David.
"Angel gak mau mereka gelisah, sama Angel gak mau jauh dari Abang" ucap Angel sedih.
"Angel gak mau jauh dari Abang, Angel gak bisa hapus rasa sayang Angel sama Abang, maaf Angel sudah memandang Abang sebagai seorang laki laki dewasa" ujar Angel dalam hati.
"Oke oke, sekarang jangan sedih sedih lagi oke Honey" ucap David.
"Jangankan coret kamu jadi adik, kalau bisa buat kamu jadi istri" ujar David.
"Oke Bang, Angel sayang Abang" ucap Angel.
"Abang juga sayang sama kamu" ucap David.
"Lebih dari seorang Abang menyayangi seorang adik" ucap Angel.
Mereka melajukan mobilnya sampai kantor David. Saat keluar dari mobil mereka menjadi pusat perhatian karena Angel mengemudi untuk David.
"Yuk" ucap David mengulurkan tangannya ke arah Angel membuat Angel menatapnya.
"Kenapa bengong mau di peluk" ucap David membuat Angel tersadar dari tatapan kosongnya.
__ADS_1
"Gak apaan si Bang, malu nanti Angel di buly sama fans fanatik Abang gimana" ucap Angel.
"Ya udah yuk" ujar David menggandeng Angel lalu memasuki kantor dengan Rey di belakang mereka.
"Bang, ada yang marah gak di sini Abang gandeng Angel" ucap Angel.
"Gak siapa yang berani mrahin Abang, paling nih yang di belakang kita" ucap David membuat Rey mengalihkan pandangannya ke sembarang tempat.
"Haha ya udah kalau gitu" ucap Angel langsung menggandeng lengan David.
Mereka menuju ruangan David menggunakan lif khusus presdir. Saat sampai di ruangannya David berpamitan kepada Angel untuk meeting.
"Kamu tunggu dulu ya Abang mau meeting" ucap David membuat Angel tersenyum.
"Abang ngomongnya kayak sama anak kecil aja" ucap Angel.
"Kenapa" tanya David.
"Lembut banget" ucap Angel membuat David mengacak acak rambutnya.
"Ih Abang" ujar Angel kesal justru membuat David gemas.
"Ih kamu gemesin jadi pengin gigit" ujar David.
"Jangan dong sakit" ucap Angel.
"Iya iya gak kok bercanda doang, jangan pergi Abang mau bawa kamu ke suatu tempt nanti" ucap David di angguki Angel.
"Oke bye" ucap David melangkah pergi namun tak lama Angel menghentikan langkahnya.
"Bang" panggil Angel.
"Kenapa" tanya David membalikkan badannya.
Angel berjalan mendekati David membuat David bingung kemudian.
cup
Sebuah kecupan mesra mendarat di pipi mulus David.
"Honey, nanti merah kena lipstik kamu" ujar David
"Hehe merah lagi pipi Abang tuh seneng banget ya Angel cium" ucap Angel.
"Ih kamu buat Abang kehilangan mood" ucap David.
"Nambah mood kali Bang" ujar Angel tertawa.
"Mood buat meeting ilang gitu aja, kasih Abang mood boster dong" ucap David.
"Maksudnya" tanya Angel.
David langsung menarik Angel dan
.
.
.
Jangan lupa dukungannya ya guys...
__ADS_1