Kakakku Cintaku

Kakakku Cintaku
Dokter William


__ADS_3

Seketika Dad dan Mom dengn panik bangun Dad berlari ke arah David dan Angel setelah mendengar teriakan David.


"Apa yang terjadi Bang" tanya Dad.


"Gak tau Dad tiba tiba dia pingsan" ucap David khawatir.


" Ya sudah bawa dia ke kamar, Dad mau panggil Dokter" ucap Dad.


Segera David menggendong Angel ke kamarnya, di ikuti Mom yang sangat khawatir dengan keadaan Angel , David merasa sangat takut Angel akan meninggalkannya untuk selamanya.


"Mom" ucap David menangis.


"Boy kita berdoa aja untuk kebaikan Angel dia pasti baik baik saja" ucap Mom menenangkan David walaupun Mom sendiri sangat cemas dengan Angel namun melihat David Mom mencoba menguatkan David.


"Mom David gak mau kehilangan dia Mom, David gak bisa lihat dia begitu Mom" ucap David sembari duduk di samping ranjang dengan terus mengecup kepala Angel.


"Mom bagaimana keadaan Angel" tanya Dadi yang baru saja datang dengan seorang Dokter keluarga.


"Biar saya periksa dulu" ucap Dokter William.


"Vid udah dulu cium nya gimana gue mau periksa" ucap William membuat David menatap tajam ke arahnya.


William adalah teman David dia dipercaya menjadi dokter keluarga Honsclair jadi tidak heran kalau William sangat senang menggoda David bahkan dia sering membuat David marah kepadanya, namun hal itu tidak membuat hati William bersedih atau pergi jauh.


"Sorry sorry bro lanjut nanti ya" lanjut William dengan terus tersenyum.


David dengan terus mengusap air matanya yang terus mengalir melihat Angel terbaring lemah.


"Lo nangis Vid" tanya Dokter William meledek.


"Gak" ucap David cepat mengusap air matanya.


"Udahlah gak perlu sembunyiin gitu gue tau kali kalau lo nangis" ucap William.


"Udah ngomongnya gimana keadaannya" tanya David.


"Lo ikut gue keluar" ucap William.


David mengikuti William keluar kamar pergi ke ruang kerja David diikuti Dadi.


"Bagaimana keadaannya" tanya David saat sampai di ruang kerja David.


"Sabar kali bro, ada yang lebih penting dari kekhawatiran lo terhadap kesehatan Angel" ucap William.


"Apa" tanya Dad dan David bersama.


"Gini gue di minta pihak rumah sakit untuk memberikan data orang kecelakaan satu tahun lalu di laut selatan sepertinya yang mereka cari adalah Angel" ucap William.


"Pertahanan gue juga sudah berhasil di retas seseorang untung Anak buah Dadi bertindak cepat kalau tidak mungkin hal yang gue takutkan terjadi" ucap David.


"Terus kamu kasih data tersebut" tanya Dad.


"Gak om, Willi kasih data kecelakaan perahu tentang kecelakaan Angel Willi gak kasih" ucap William.


"Makasih kamu sudah mau membantu, Dad kita harus lakukan sesuatu sebelum semua hal yang kita takutkan terjadi" ucap David.


"Bener banget tuh Vid, dan buat keadaan Angel dia baik baik saja hal seperti itu biasa terjadi pada seseorang yang kehilangan ingatannya karena mengingat sesuatu hal itu sangatlah menyakitkan untuknya" ucap William.


"Mungkin memang sudah saatnya dia mengingatnya" ucap David lesu.


"Tenang saja Boy, jika takdir berkata lain kita harus bisa menghadapinya Dad akan mendukung semua keputusan mu selama masih dalam kewajaran" ucap Dadi menenangkan David.


"Thanks Dad, tapi pihak yang meminta data ke rumah sakit tidak akan tinggal diam dan mereka akan terus mencari informasi Dad" ucap David khawatir.


"Apa sebesar itu ketakutanmu Boy" tanya Dad serius.


"Yes Dad" ucap David.

__ADS_1


"Sudahlah Vid lo gak perlu khawatir gue siap bantu lo" ucap William.


"Thanks Will, gue percaya sama lo" ucap David.


WILLIAM IBNU adalah seorang dokter keluarga Honsclair, William adalah teman David yang sudah David anggap saudara.


"Ya udah Bang om Kurnia Willi balik ke rumah sakit dulu" ucap William.


"Ya sudah sana balik om juga ada kerjaan nih" ucap Dadi meninggalkan David dan William.


"Dari tadi lo baru panggil gue Abang, kemana aja lo terus Dokter apaan lo gak kasih obat buat Angel" ujar David.


"Alah Angel gak butuh obat, ciuman lo udah cukup jadi obatnya" ledek William.


"Sue lo ya Will, gue belum pernah cium dia tau" ucap David.


"Terus tadi pas gue datang lo lagi apa Bang," ledek William lagi.


"Ya cuma sebatas yang itu doang" ucap David menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Gila lo Bang ngarep yang lebih, halalin dulu Bang" ucap William.


"Halalin dia adek gue, lagian dia masih kecil kali Will" ucap David.


"Terserah lo deh Bang, gue balik ke rumah sakit dulu jaga hati Bang" ledek William berlari menghindari David.


"Au...." pekik seseorang membuat David berlari keluar ruang kerjanya.


"Angel" teriak David.


"Will lo apain adek gue" tanya David marah.


"Sorry Bang gak sengaja" ucap William tersenyum.


"Bang udah marahnya, kapan tolongin Angelnya kalau marah marah gitu" ucap Angel sembari mengulurkan tangannya pda David.


"Santai aja kali bro" ledek William.


"Diem lo pergi sana" usir David.


"Yakin di suruh pergi gak pengin Angel di periksa gitu" ucap William dengan nada meledek.


"Eh.... tunggu periksa Angel dulu baru pergi " ucap David cepat.


William mendekati Angel kemudian ikut duduk di samping Angel, bukannya memeriksa Angel William justru mengambil cemilan dan menyalakan TV.


"Dokter lucnut lo" ucap David kesal.


"Apa lagi salah gue Bang" ucap William.


"Gue bukan Abang lo" ucap David.


"Iya dia Abang gue bukan Abang kamu Dokter Willi" ucap Angel.


"Iya iya David Abang lo cuma buat lo puas" ucap William.


Tiba tiba Angel memegang kepalanya dengan kuat, membuat David dan William panik.


"Ngel lo gak apa apa" tanya David panik.


"Sakit Bang" ucap Angel memegang kepalanya kuat sembari menangis.


"Will gimana" tanya David.


"Angel apa yang kamu lihat" bukannya memeriksa William justru memberikan beberapa pertanyaan.


"Seseorang sedang menatap tajam.. au..." ucap Angel.

__ADS_1


"Apa ada pembicaraan" tanya William.


"Adin" ucap Angel jatuh pingsan.


"Adin" ucap David dan William bersama.


"Lo gimana si, bukannya periksa dia malah bikin dia pingsan gini" ucap David kesal.


"Santai aja kali bro, kan udah gue bilang saat dia mengingat sesuatu itu sangat menyakitkan makanya sekarang lo harus extra menjaga dia" ucap William.


"Ya lo bener, gue harus jaga dia akhir akhir ini dia sering bilang kesakitan" ucap David.


"Bang" ucap Angel lesu saat baru saja bangun.


"Ya Honey, jangan bangun dulu kalau masih sakit" ucap David cepat.


"Udah baikan Bang, makasih udah cemasin Angel" ucap Angel memeluk erat David.


"Bro gue balik dulu ya, cepet sembuh lo biar gue gak ninggalin pasien pasien gue" ucap William.


"Udah pergi sana marahin adek gue lo" ucap David.


"Oke, Thanks ka" ucap Angel.


"Langgeng ya" ucap William terus tersenyum.


"Pasti" ucap David semangat.


"Bye Ngel, love you" ucap William membuat David marah.


"Pergi gak lo" ucap David.


"Yayaya gue pergi nih, langan marah marah juga kali gue gak akan nikung lo" ucap William meninggalkan David yang sedang menahan amarah.


"Bang udah lah jangan marah marah gitu nanti gantengnya luntur, kalau Abang gantengnya luntur Angel gak mau pergi sama Abang" ujar Angel meledek David.


"Kenapa gak mau pergi sama Abang, malu ya kamu kalau Abang jelek" ucap David penasaran.


"Iya malu, Angel malu karena saat Abang jelek akan makin banyak yang memperhatikan Abang kan sayang udah jelek masih aja jadi pusat perhatian, kan percumah kalau Angel masih harus berbagi kejelekan Abang sama orang lain" ucap Angel sembari terus tersenyum.


"Wah jangan jangan kamu suka Abang ya" ledek David.


"Iya suka sama Abang apalagi kalau Abang rajin traktir Angel makin klepek klepek hehehehe" ujar Angel membuat David membulatkan matanya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Author balik lagi nih yuk ikuti author terus dengan cara like and komen, yang mau vote juga boleh. Terima kasih buat yang masih setia dengan author happy reader....


__ADS_2