
"Its oke Baby" jawab Dadi.
"Bang" panggil Angel.
"Ya Honey, Abang akan mendukung semua keputusan kamu dan Abang akan selalu bersamamu sampai Kapanpun" ujar David meneteskan air matanya.
Angel bingung karena David justru menangis saat dirinya ingin mengetahui kisah di masa lalunya, Angel menjadi semakin penasaran apa hubungan keluarga yang dijalaninya benar benar keluarganya, namun Angel berharap bahwa keluarnganya adalah keluarga aslinya walau kenyataan nanti akan berbanding terbalik dengan keinginannya Angel harap dia akan selalu menjadi anak paling bahagia di keluarganya.
"Bang jangan menangis" ujarnya.
"Girl Dad pergi dulu ya, ada pekerjaan yang harus Dadi lakukan sekarang" ujar Dadi meninggalkannya.
"Oke Dad" ucap Angel sembari terus menatap David.
Dadi pergi agar David dan Angel tidak canggung, dan agar mereka bisa mengungkapkan apa yang ingin mereka katakan, Dadi berharap Angel mau selalu bersama David apapun yang terjadi.
"Bang sekarang tinggal kita berdua apa ada yang ingin katakan ke Angel" tanya Angel.
"Banyak banyak yang ingin Abang katakan ke kamu Honey, tapi mungkin sekarang saatnya belum tepat" ujarnya.
"Oke Bang" ujar Angel.
David tersenyum lalu berbalik dari Angel karena David tidak bisa menangis di depan Angel, seketika Angel memeluk erat David dari belakang membuat David menghentikan langkahnya.
"Jangan pergi ada yang harus Angel katakan" ucapnya.
"Oke Abang akan mendengarkanmu" jawab David berusaha melepaskan tangan Angel yang melingkar di perutnya namun Angel mempertahankan posisinya.
"Tetap seperti ini" ucap Angel.
"Bang berjanjilah kepada Angel Abang jangan pernah menangis lagi karena Angel ataupun di depan Angel bisakah Abang berjanji" ucapnya lagi.
"Oke Abang janji Abang tidak akan pernah menangis di depanmu, tapi apa kamu juga bisa berjanji kalau kamu akan selalu bertahan di samping Abang apapun yang terjadi nanti walau dalam situasi sesulit apapun apa kamu juga bisa berjanji pada Abang" ujar David sembari melepaskan pelukan Angel dan menatap tajam Angel.
"Ya Bang, Angel berjanji akan selalu bersama Abang apapun yang terjadi, dalam situasi sesulit apapun Abang bisa pegang janji Angel, dan Abang tau hati Angel sudah sangat nyaman sama Abang hati Angel sudah menyatu dengan Abang jadi dimanapun kapanpun dan dalam situasi apapun Angel akan selalu bersama Abang, jadi Abang tersenyumlah" ucap Angel.
"Oke, Abang berjanji akan selalu menjaga hati Abang untuk kamu, dan Abang akan selalu bersama kamu, percayalah" ucao David mengecup kening Angel.
"Makasih Bang, Angel tidak akan pernah mengecewakan Abang" jawabnya.
"Ya udah Bang udah malam juga Angel istirahat dulu selamat malam" ucap Angel.
"Honey maaf bukan maksud Abang memaksamu untuk bertahan dengan Abang tapi Abang yang tidak bisa jika kamu pergi jauh dari Abang maafkan Abang" ucap David tertunduk.
__ADS_1
"Udah lah Bang, Angel tau maksud Abang, Angel juga tau kalau Abang sudah terhipnotis dengan kecantikan Angel dan Angel juga tau kalau Abang menyukai Angel dari hati" ucap Amgel tersenyum lalu mencium pipi David, namun Angel segera berlari.
Seketika David mematung karena ini adalah ciuman pertama Angel pada David, selama ini hanya David yang berani mencium Angel itu saja hanya di puncak kepala Angel tidak lebih, David tersadar dan tersenyum dengan tingkah Angel, David lalu berlari mengejar Angel.
"Ada apa Boy" tanya Dadi saat berpapasan dengan David di dekat tangga.
"Maksud Dadi" tanyanya bingung.
"Tadi Dadi melihat Angel yang berlari dengan kencang sekarang kamu yang lari kalian lihat hantu atau ...." ucap Dadi tersenyum licik.
"No Dad" ucap David gugup mengerti yang di maksud Dadi.
"Kalau tidak kenapa kamu gugup, jangan main main kamu sama Adek" ucap Dadi tegas.
"Oke Abang tidak akan melakukan hal lebih Dad, Abang berjanji" ucapnya tak kalah tegas.
"Oke Dadi pegang janjimu Boy" ujarnya.
"Oke, ya sudah kalau begitu Abang ke kamar dulu Dad" ucapnya.
"Oke, kenapa gak lari lagi" ledek Dadi.
"Gak lah Dad, percumah juga Angel pasti udah kunci pintunya, Dadi si halangi Abang tadi" ucapnya lesu.
"Sorry Boy, ya sudah sana susul Adek tercinta tapi ingat janji kamu ke Dadi" ujar Dadi.
"Kau benar Honey, Abang sayang sam kamu dari hati Abang sangat bersyukur dengan hadirnya kamu di dalam hidup Abang" ujarnya tersenyum dan masuk ke kamarnya untuk mengistirahatkan badannya yang sedang tidak fit.
Waktu telah menunjukkan malam datang, di dalam kesunyian ada seorang wanita cantik telah menatap dirinya sendiri dalam cermin sembari terus meneteskan air matanya sedih meratapi dirinya yang telah hina.
"Adin gue kangen lo Din, cuma lo yang bisa ngertiin gue, cuma lo yang bisa buat gue kuat hadapi semua ujian Din, gue kangen lo dimana lo Din kembalilah" ucapnya terisak isak.
Maya terus saja menangis dengan keadaannya saat ini, Maya terus saja menyalahkan dirinya sendiri, Maya juga sering menyalahkan dirinya karena kepergian Adin dari rumah di karenakan dirinya yang egois terhadap Adin, Maya berusaha menerima keadaan dan mempersiapkan kepergiannya ke London.
Dengan mengemasi barang barangnya Maya menangis tanpa henti dan berharap kepergiannya saat ini akan membawa dirinya pergi kepada sang adik kesayangannya Adin.
"Gue harap kita bisa bertemu di luar sana, Kaka akan mencari kamu Kaka pasti menemukanmu dan Kaka tidak akan pernah memaksamu untuk kembali karena kembali adalah hal yang sangat menyakitkan" ujarnya sembari terus merapikan bajunya dalam koper.
Maya terus menyiapkan perlengkapanya, karena satu jam lagi dia harus pergi ke London bersama dengan Abangnya.
Setelah selesai mengemas barang barangnya Maya menatap setiap sudut kamarnya dimana banyak kenangan dirinya dan Adin sewaktu dulu.
"Sudah siap Ka" tanya Bunda yang baru saja masuk ke dalam kamar Maya.
__ADS_1
"Sudah Bun" jawabnya memyeka air matanya.
"Kamu baik baik sayang jaga buah hati kamu baik baik kabari Bunda kalau terjadi sesuatu, Bunda janji akan sering mengunjungimu nanti" ucap Bunda memeluk Maya erat.
"Iya Bunda, jangan khawatirkan Kaka, Kaka janji kaka akan jaga dia baik baik biar bagaimanapun dia adalah anak Kaka, dan Bunda jangan khawatir Kaka bisa jaga diri Kaka sendiri lagian disana juga ada anak buah Abang yang akan selalu menjaga Kaka" ucapnya tersenyum.
"Oke Bunda percaya sama kamu jangan kecewakan Bunda lagi Girl" ujar Bunda.
"Oke Bun, maafin Maya Bun dan terima kasih karena kasih sayang yang Bunda berikan sangat besar terhadap Kaka" ucap Maya memeluk sang Bunda.
"Apa kalian sudah selesai, pesawat sudah sampai di atas" ucap Reza yang baru saja datang dan melihat Maya memeluk Bundanya erat.
Ada kesedihan yang terpancar dari wajah tersenyum Maya, sangat jelas terlihat bahwa Maya samgat tidak ingin berpisah dengan sang Bunda. Namun dia mencoba menahannya karena kesalahamnya lah dia harus berpisah dengan Bundanya.
"Sudah Bang ayok" ucapnya membawa kopernya ke tempat dimana hellikopter keluarganya bersandar.
"Bunda jaga diri, jangan banyak pikiran Bunda harus sering mengunjungi Kaka" ucap Maya saat akan naik ke pesawat.
"Oke Kaka, Kaka juga hati hati disana ingat kalau ada apa apa hubungi Bunda sayang" jawab bunda memeluk erat Maya.
Reza yang melihat pemandangan itu pun turut meneteskan air matanya, walaupun Reza mempunyai sifat yang sangat tegas terhadap Maya namun tidak dapat di pungkiri bahwa dirinya juga sangat menyayangi Maya, karena kecerobohannya lah Maya sampai seperti ini.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Reader yang baik baik mau tau kan apa Maya bisa menemukan adik kesayangannya dan apa Angel bisa mengetahui masa lalunya...
__ADS_1
Penasaran kan yuk, ikutin terus cerita Angel...
Ada salam dari David katanya jangan lupa tinggalin jejaknya ya Honey....😁😁***