
Angel teriak sekuat kuatnya sampai orang di luar ruangan mendengar walau samar. Angel menangis sekuat mungkin mengeluarkan semua kekesalan dan kegilaan yang dia rasakan dalam hatinya.
"Sesakit itukah hatimu Din" ujar Reza hanya menatap.
Angel mencabut semua alat yang terpasang di tubuhnya dia mengikat rambutnya tinggi dan langsung berlari ke luar ruangan membuat semua orang kaget.
"Tuan Damantara" ujar Angel teriak membuat sang Ayah berbalik di waktu yang bersamaan dia meninju wajah sang Ayah membuat semua terbengong.
"Itu yang anda layangkan tadi di wajah saya dan ini"
Brugh......
"Kekesalan yang saya pendam selama ini kepada anda anda" ujar Angel langsung tertawa mengerikan karena pukulan ke duanya berhasil merubuhkan sang Ayah.
"Ngel udah" ucap David memeluk Angel dari belakang dan seketika itu Angel menangis dan jatuh pingsan.
"Ngel Ngel" ujar David langsung menggendong Angel ke dalam ruangan sedangkan Mommynya memanggil dokter.
"Jangan menyentuhnya" ujar tuan Honsclair saat tuan Damantara akan menyentuh Angel.
David panik saat sang dokter ke ruangnnya dan melihat kondisi Angel sang dokter meminta semua orang pergi namun saat David akan pergi tangannya dintahan Angel.
"Sepertinya dia meminta anda tetap di sini tuan" ujar sang dokter.
"Apa saya boleh menemaninya di sini dok" tanya David di angguki sang Dokter.
David terus menemani Angel tanpa mengganggu sang dokter memasang kembali alat medis di tangan Angel.
"Biarkan dia istirahan jangan buat sia stress ya jamgan di ulangi lagi kejadian tadi buat dia lupa dengan masalahnya" ujar sang Dokter.
"Baik Dok" ucap David.
Saat sang dokter pergi David langsung menangis sembari mencium tangan Angel sampai ke dua orang tuanya datang dan juga Maya dan Bunda sedangkan Reza hanya bisa melihat semuanya tanpa bisa berkomentar.
"Boy" ujar Daddy mengusap pundak anaknya itu.
Tak lama Angel menggerakkan tangannya membuat David langsung menghapus air matanya dan menggantinya dengan senyuman dia tidak ingin kalau Angel melihatnya menangisinya.
"Honey bagaimana apa ada yang sakit" tanya David mengusap kening Angel.
"Gak ada kok lemes aja, maaf ya" ujar Angel tersenyum lalu kembali menutup matanya.
David meneteskan air matanya tanpa suara dia langsung berbalik dan memeluk Mommynya membuat Reza tertawa.
"Abang" ujar Angel kembali membuka mata dan melihat sekeliling.
"Abang" ujar Maya.
"Sepertinya ada suara Abang" ujar Angel.
"Gue di sini kenapa kangen ya" ujar Reza.
"Lo gak papa Bang" tanya Angel.
"Gak papa mata lo nih masih sakit" ujar Reza.
"Siapa suruh ue" ujar Angel menjulurkan lidahnya.
"Awas lo ya" ujar Reza.
"Kenapa lo gak bisa gerak kan" ujar Angel.
"Ya eh lo teriak tadi gak sakit tuh leher" tanya Reza.
"Lo denger" tanya Angel.
"Eh dari tadi gue di sini ya lo aja yang gak liat cuma dendam dan kesal yang ada di mata lo" ujar Reza manyun.
"Hehe sorry Abang yang gantengnya setandar" ujar Angel.
"Dasar adek gak punya akhlak, gue sumpahin bahagia lo" ujar Reza
"Gue terima sumpah itu semoga aja terjadi" ucap Angel berusaha duduk di bantu David.
"Kalian gak kiss kiss kayak waktu itu" ujar Reza membuat Angel dan David saling lirik dan menahan malu.
"Ciailah malu hahaha" ujar Reza membuat Angel manyun.
"Ngapain lo tadi lari jadi super power" ujar Reza.
"Bang jangan bicara mulu deh makan tuh obat" ujar Maya memberikan kode agar Reza tidak lagi mengatakan apapun.
"Yaya suapin makan kali May" ujar Reza.
"Yaya" ujar Maya mendekati Reza dan menyuapi Reza makan.
"Kamu dari pagi belum makan makan dulu ya" ujar David penuh perhatian.
"Boleh minta tolong gak" tanya Angel.
"Apa " tanya David penuh perhatian.
"Benerin rambut Angel nih gak jelas rambutnya kemana mana" ujar Angel menyelip nyelipkan rambuntnya ke telinga.
"Oke, kamu orang pertama yang mengharuskan saya mengikatnya" ucap David.
__ADS_1
"Spesial dong" ujar Angel.
"Banget" ucap David mencium bibir Angel.
"Main nyosor aja kamu Boy" ujar Daddy yang langsung ke luar ruangan sedangkan Mommy dan Bundanya duduk bersama demgan Raya di pangkuan Bunda di sofa yang ada di ruangan itu.
"Udah jadi gak maaf ya gak rapi gak pernah iket rambut he" ujar David.
"Udah gak papa kamu udah makan" tanya Angel.
"Belum kita makan bareng ya pesen lagi makan yang saya pesan tadi sepertinya udah dingin" ujar David.
"Gak perlu itu aja gak papa" ucap Angel tersenyum.
"Saya suapin ya" ujar David.
"Oke, tapi berhentilah mengatakan saya karena saya bukan asistenmu" ucap Angel membuat David tersenyum.
"Oke oke Love you Honey" ujar David.
"Love you too Dav" ucap Angel.
David langsung menyuapi Angel dengan sangat telaten sampai makanan yang dia beli tinggal sedikit lalu dia membantu Angel untuk memakan obatnya.
"Terima kasih" ucap Angel tersenyum.
"Iya istirahatlah" ujar David.
"Sekarang kamu makanlah" ucap Angel.
"Nanti kamu istirahatlah dulu" ujar David.
"Gak mau kamu makan baru Angel istirahat" ucap Angel.
"Ya beli dulu" ucap David.
"Gak perlu Boy, nih" ujar Daddy.
"Kamu mau Girl" tanya Daddy.
"Gak Dad makasih buat Daddy aja tadi udah di suapin mas David" ujar Angel membuat Daddynya tertawa karena panggilan Angel kepada David.
"Oh oke oke" ujar Daddy menahan tawa.
"Daddy" rengek Angel.
"Yaya, mas haha mas David haha" ujar Daddy tertawa.
"Selanjutnya Daddy yang merasakan tinju Angel" ujar Angel.
David tertawa melihat keakraban Angel dengan Daddynya kembali. David makan dengan terus menatap istrinya itu dia tidak menyangka kalau dia akan menikahi Angel dalam keadaan yang sangat menyedihkan ini tapi dia tetap bersyukur karena Angel menjadi istrinya.
"Maaf repotin" ucap Angel.
"Gak kamu gak ngrepotin" ujar David.
Tok.... Tok...
"Maaf Nona ini obat yang harus anda minum, sekalian saya mau mengganti oerban di tangan anda" ujar seorang suster.
"Kenapa gak tadi sekalian" tanya David.
"Maaf tuan dokter lihat tadi tidak berdarah tapi tadi tuan besar mengatakan perbannya perlu di ganti karena ada darah" ujar sang suster membuat David menatap tangan Angel.
"Oh oke" ujar David.
Sang dokter mulai mengganti perban di tangan Angel lukanya terlihat tidak terlalu dalam namun cukup panjang dia terluka di telapak tangannya saat mencabut belati di perut Reza.
Angel menahan sakitnya dengan senyuman namun terlihat jelas dia menahan sakitnya.
"Sudah nona" ujar sang suster.
"Terima kasih sus" ujar Angel.
"Sama sama nona" ucap Suster.
"Kenapa bisa berdarah padahal tadi gak" tanya David.
"Entahlah tapi sepertinya Daddy tau jawabannya" ujar Angel.
"Hehe kamu tau aja , saya tidak mau kamu berurusan dengan Damantara itu sekalipun perbanmu yang menyentuh" ucap Daddy.
"Tuh kan" ucap Angel.
"Totalitas" ujar Mommy.
David menyelesaikan makannya dan langsung mengambil ponselnya. Dia memberikan ponsel Angel pada Angel namun Angel tidak menerimanya melainkan menyuruh David untuk menyimpannya.
"Honey" ujar David tersenyum
"Kenapa" tanya Angel bingung.
"Gak" ucap David masih menahan senyumnya.
"Kenapa si senyum senyum gitu" ujar Angel.
__ADS_1
"Mau peluk ngantuk" ujar David berbisik.
"ya udah sini masih muat" ucap Angel menepuk tempat tidur sebelahnya yang masih cukup luas.
"Malu" ujar David.
"Tutup aja kalau malu" ujar Angel menatap gordennya.
David hanya menatap dia langsung naik ke ranjang rumah sakit dan tidur di samping Angel sembari memeluk Angel membuat ke dua orang tuanya mengeleng.
"Ngel Bunda sama Kakak pulang dulu ya maaf udah gila selama ini" ujar Bunda.
"Ya bun" ucap Angel mengangguk.
"Kakak pulang ya, nanti ke sini lagi kamu mau di buatin makanan apa" tanya Maya.
"Gak perlu repot repot kak makasih" ujar Angel.
"Oke bye cepet sembuh" ujar Maya.
"Oke bye ponakan Unty yang cantik" ucap Angel.
"Kakak Kiss" ujar Angel membuat Maya mendekatkan Raya dan membuat Angek mecium gemas bukan menangis Raya justru tertawa.
"Dia seneng banget kalo kamu cium" ucap Maya.
"Iya dong kan besty" ujar Angel membuat Maya menggeleng dan pergi setelah berpamitan dengan ke dua orang tua David dan Reza.
"Kayak anak terlantar gue" ujar Reza
"Bukan tapi kita anak tidak beruntung satu di telantarkan satunya di buang" ujar Angel.
"Nasib kalian memang menyakitkan" ujar Mommy.
"Tuh anak tidur beneran" ujar Mommy.
"Kayaknya si iya" ucap Daddy.
"Biarin lah tutup aja tuh gorden penyekat kita keluar aja yuk dad" ucap Mommy.
"Istirahat Girl" ujar Mommy.
"Oke mom" ucap Angel.
Setelah ke dua orang tuanya pergi David langsung membuka matanya membuat Angel menatap aneh. Saat Angel akan berbicara David langsung menempelkan bibirnya di bibir Angel membuat Angel membulatkan matanya
David bermain dengan lembut membuat Angel membalasnya. David tersenyum apalagi Angel mengimbangi permainannya dan tidak mau melepaskan tautannya.
"Tidurlah" ujar David berbisik saat selesai.
"Hm kamu juga" jawab Angel tersenyum.
"Permainanmu lumayan" ujar David berbisik sembari tersenyum.
"Sepertinya latihan yang kamu berikan mendapat hasil" ujar Angel tersenyum malu membuat David kembali mencium bibir Angel.
Tak lama David langsung tidur dengan nyenyak dan tidak melepaskan pelukannya di tubuh Angel. Angek ikut tidur dengan sangat pulas dia terbangun saat Riko dengan istrinya dan juga Rafa Leon juga datang ke ruangannya.
"Ganggu ya" ujar Rafa.
"Gak kok" ujar Angel.
"Gimana keadaan lo" tanya Leon mendekat dan bernada lirih.
"Lebih baik lo gak papa" tanya Angel.
"Gak gue baik tenang aja" ujar Leon.
"Lo kok bisa luka si katanya jadi samurai" ucap Leon.
"He, ininluka gue bukan karena di serang" ujar Angel.
"Lalu" tanya Leon.
"Banyak nanya lo brisik" ucap David bangun.
"Lagian dia sakit lo malah buat dia susah gerak" ucap Leon.
"Beneran Honey" tanya David.
"Gak dia bohong" ujar Angel.
"Apa saya bisa memeluknya" tanya Cika.
.
.
.
.
.
Jangan lupa dukungannya guys....
__ADS_1