Kakakku Cintaku

Kakakku Cintaku
Icip Icip


__ADS_3

Uhuk... uhuk.....


Adin tersedak saat sedang minum karena kaget dengan kehadiran Desi Meta Rafa dan Reza yang menegurnya keras.


"Nih" ujar Rafa memberikan minum yang ada di meja Adin.


"Makasih" ucap Adin setelah meminum minuman yang di berikan Rafa.


"Gak masalah" ucap Rafa santai sembari duduk di samping Adin.


Rafa merebut makanan yang tengah di makan Adin dan meminum minuman bekas Adin membuat Meta merasa cemburu pasalnya Meta memyukai Rafa sejak pertemuan pertamanya.


"Makanan gue" ujar Adin.


"Icipin doang" ujar Rafa.


"Gak ada icip-icip, beli sendiri ngapa ka" ujar Adin berusaha merebut kembali makanannya.


"Dari pada icipin elo kan repot" ujar Rafa tersenyum tanpa dosa dan menghabiskan makanan Adin.


"Udah kalian kenapa berantem mulu si nanti jatuh cinta nyaho lo" ujar Desi yang membuat Meta menekuk mukanya.


"Paling juga ka Rafa yang baper sama Adin ati ati ka" ucap Adin mengejek.


"Bilang aja lo yang udah baper sama gue ngaku aja lo" ucap Rafa.


"Udah udah jangan berantem" ucap Reza.


"Nyebelin banget" ujar Adin.


"Bang yang bayar kaka ini katanya abis dapet jakpot, mau ngeborong" ujar Adin ke penjual makanan tersebut lalu bangun dari duduknya.


"Kok gue" ujar Rafa bingung.


"Iya lah kaka, siapa suruh ganggu Adin makan" ucap Adin.


"Za" ucap Rafa memandang Reza.


"Ngapain lo liat liat gue" ucap Reza.


"Za bantuin gue dong kan dia yang makan ngapa jadi gue yang bayar" ucap Rafa.


"Rasain lo, berani beraninya si lo ambil makanan Adin" ujar Reza.


"Mana gue tau bakal gue yang bakal bayar" ucap Rafa.


"Makasih kaka" ujar Adin tersenyum meninggalkan Rafa.


"Jadi berapa bang" tanya Rafa ke penjual


"Semuanya cuma tiga puluh ribu" ujar penjual.


"Sebentar ya bang" ujar Rafa mencari dompetnya yang ternyata tertinggal di rumah Adin dan akhirnya Rafa menghampiri Reza


"dompet gue mana, oh ya gue tinggal di tas di rumah " ujar Rafa dalam hati.


"Za gue pinjem uang lo duku dong Za" ujar Rafa berbisik pada Reza.


"Berapa" tanya Reza.


"Tiga puluh ribu doang" ucap Rafa.


"Tiga puluh ribu dong itu lo sampai pinjem ke gue" ujar Reza bingung.


Karena Rafa adalah anak dari pengusaha nomor dua di kota tersebut, dan Rafa tidak pernah lupa membawa uang walau hanya membawa seratus ribu.


"Gue....." ucapan Rafa tidak bisa di lanjutkan karena terpotong ucapan Adin.


"Bang ayo Bang" ujar Adin menarik Reza


"Eh kok gue di tinggal si" ujar Rafa.


"Bayar dong ka, kita tunggu di depan kok" ujar Adin.


"Iya bayar si bayar tapi aku gak bawa dompet Adin" ujar Rafa memohon pada Adin

__ADS_1


"Emang kaka gak bawa uang di saku" tanya Adin berbisik.


"Enggak biasanya kan kaka sama asisten jadi gak pernah bawa uang sendiri" ucap Rafa.


"Oh gitu ya udah gak apa apa" ucap Adin.


"Lain kali kaka traktir kamu deh" ucap Rafa.


"Oke gue tunggu kak" ucap Adin.


"Bilang aja lo gak punya uang ka" lanjut Adin tersenyum.


Rafa tidak menjawab hanya tersenyum manis kepada Adin.


"Adin" ucap Reza menatap Adin


"Hehe sorry Bang," ujar Adin menganggukkan kepalanya kepada Reza.


"Ya udah gue aja yang bayar" ujar Meta.


"Eh gak usah ini gue juga bawa uang kok ,gue aja gue gak mau lo bayar makanan gue kecuali gue minta gratisan" ujar Adin menatap Meta dengan senyum tanpa dosa


"Oke, terserah" ujar Meta.


"Ini Bang, makasih ya udah mau dengerin cerita aku" ujar Adin memberikan uang lima puluh ribuan.


"Neng ini kembaliannya" ujar penjual makanan.


"Gak usah bang itu rezeki buat anak Abang ambil aja" ujar Adin.


"Makasih neng" ujar penjual makanan.


"Kuy pulang" ujar Adin.


"Lo gak beliin kita minum dulu gitu" tanya Meta.


"Gak uang gue abis" ujar Adin meninggalkan teman dan Abangnya.


"Bener bener tuh anak" ujar Meta


Mereka semua pergi meninggalkan warung tempat Adin makan,. selama perjalanan mereka selalu bercanda dan Meta selalu bertanya hal hal sepele mengenai Rafa kepada Adin., Adin yang jengah dengan pertanyaan pertanyaan Meta hanya diam tak menjawab.


"Lo kenapa gak tanya sendiri aja si Met gue gak tau ini juga pertemuan pertama gue sama kaka" ucap Adin.


"Gak mungkin lah Din, kenal aja belum" ucap Meta.


"Makanya kenalan dong siapa tau cocok iya gak Des" ucap Adin.


"Ya udah kalau gitu kenalin aja tuh Meta sama Rafa" ucap Desi.


"Oke kalau gitu gue panggilin kaka ya" ucap Adin.


"Jangan dong Din malu gue" ucap Meta.


"Gak perlu malu malu gitu, biasa aja oke" ucap Adin.


"Kenapa gue jadi dag dig dug gini ya" ucap Meta gugup.


Adin hanya tersenyum melihat Meta sedang gugup sedangkan Desi sudah tidak bisa menahan tawanya.


"Abang kaka" panggil Adin.


"Ya" jawab Rafa dn Reza bersama.


"Ini Adin mau kenalin temen temen Adin sama kalian" ucap Adin.


"Bukannya kita udah tau siapa temen kamu" ucap Reza.


"Iya, tapi kan belum kenalan Bang" ucap Adin.


"Oh kenalan ya, hai nama gue Rafa temen Reza calon suami Adin" ucap Rafa memperkenalkan diri.


"Ih GR banget lo ka siapa juga yang mau jadi istri lo, dan gue yakin juga Abang gak mau punya adik ipar kaya lo" ucap Adin sinis, karena melihat perubahan wajah Meta.


"Ucapan kamu jleb di hati gue" ucap Rafa.

__ADS_1


"Udah udah lebay lo, kenalin gue Reza Abangnya Adin "ucap Reza.


"Hai ka nama gue Meta dia Desi kita temen barunya Adin" ucap Meta menjabat tangan Rafa semangat.


Desi hanya tersenyum dan membungkukkan sedikit badannya.


"Udah kali Met kapan kita jalannya kalau lo gak lepasin tangan kaka" ucap Adin.


"Iri bilang bos" ucap Meta.


"Gak siapa yang iri, cuma udah sore nih" ucap Adin.


"Yaya ayok pulang" ucap Meta.


Mereka semua pergi menuju rumah masing masing, Meta terus saja mengejar Rafa sedangkan Rafa terlihat tidak nyaman dengan perlakuan Meta kepada Rafa.


"Liat tuh Meta, biasa kalau ada yang di incer gak mau di lepas padahal cowoknya udah frustasi itu" ucap Desi terkekeh.


"Iya udah biarin lagian kaka juga gak bakalan lama di sini" jawab Adin.


"Din gue pulang dulu ya" ujar Meta yang sudah di depan rumah nya


"Oke... see you tumorrow" ujar Adin.


"Bye... ka Rafa" ujar Meta melambaikan tangannya.


"Bye" ucap Rafa melambaikan tangan nya.


"C****ie...." ujar Adin Reza dan Desi bersamaan.


"ih apaan si kalian" ujar Meta dengan pipi merah.


"Udah udah tu pipinya udah kaya kepiting rebus" ledek Adin sambil berlari menjauhi Meta.


"Adiiiiiin" teriak Meta.


Desi Reza dan Rafa tertawa keras melihat Meta kesal karena ulah Adin.


"Din lo gak apa apa kan" tanya Desi khawatir saat sudah menjauh dari rumah meta.


"Maksud lo apa gue baik baik aja Des" ucap Adin bingung.


"Maksud gue, lo gak sakit hati gitu liat Meta deketin ka Rafa" tanya Desi penasaran.


"Ya gak lah, malah kalau mereka berjodoh kan bagus" ucap Adin santai.


"Hati lo gak sakit" tanya Desi.


"Gak lah kenapa harus sakit, dia kan bukan siapa siapa gue kenal juga baru" ucap Adin tersenyum.


"Bukannya dia calon suami lo" ucap Desi.


"Hahaha bukan lah semua omongan dia itu palsu cuma gombal aja lo jangn terlalu percaya sama omongan dia " ucap Adin.


"Ya ya gue percaya sama lo" ujar Desi puas.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Terima kasih ya yang sudah mau baca,


author harap kalian suka sama cerita ini dan jangan lupa tinggalin jejak nya ya....

__ADS_1


happy reader***.


__ADS_2