
Angel langsung memeluk anak tersebut dan menghujaninya dengan ciuman. Angel bahkan menggendong anak tersebut memangku dan menyuapinya makanan yang telah dia pesan.
"Enak" tanya Angel.
"Enak Mom" ucapnya.
"Sekarang kakak minta hadiah" ucap Angel.
"Kakak, ingin sesuatu yang paling berharga dari Angel" tanya nya.
"Boleh tapi apa itu" tanya Angel.
"Daddy" ucapnya polos membuat Angel membulatkan matanya sedangkan semua orang di sana tertawa.
"Kenapa mereka tertawa" tanyanya.
"Begini sayang, Daddy kamu cuma satu kalau di kasih sama kakak kamu sama siapa soalnya kakak kalau udah di kasih sesuatu gak mau berbagi" ucap Angel.
"Benarkah" tanyanya di angguki Angel.
"Daddy apa Daddy tidak mau ku berikan pada kakak cantik ini" ucapnya memnuat Angel menghela nafas.
"Kamu tidak dengar tadi kalau dia gak mau berbagi lalu kamu sama siapa, sekarang turunlah dari pangkuannya dan jadilah orang yang pertama menikamati hasil Daddy" ucap sang ayah.
"Sepertinya Daddy sibuk, kamu bisa membantunya" tanya Angel dan di angguki sang anak.
"Sekarang kita sampai di sini dulu, lain kali kalau ketemu lagi bakal kakak kasih es cream" ucap Angel.
"Janji" tanya nya di angguki Angel.
"Oke" ucapnya semangat dan turun dari pangkuan Angel.
"Bye kakak cantik" ucapnya mencium pipi Angel.
"Aduh panas dingin gue, padahal gadis manis yang cium" ucap Angel tersenyum.
"Siapa nama kakak" tanya nya.
"Ingat nama kamu maka itu nama kakak" ucap Angel.
"Angel" ujarnya.
"Iya, kita adalah malaikat untuk orang yang paling beruntung" ucap Angel.
"Oke bye Mom" ucapnya tersenyum dan pergi.
Sang ayah menundukkan badnannya dengan sopan. Sedangkan Angel terus tersenyum sampai mereka benar benar pergi. Setelah tidak terlihat Angel menghela nafasnya panjang.
"Gue kira anak lo beneran" ucap Leon.
"Kenapa kalau anak gue" ujar Angel.
"Gak papa, tapi kok wajahnya sama ya jangan jangan lo ganti identitas" ucap Leon.
"Kalaupun gue ganti identitas ya kali ayahnya gak kenalin gue" ucap Angel.
"Apa sebelumnya kamu bertemu dengannya" tanya David.
"Gak, eh kayaknya tadi pas Angel duduk di sana deh dia liatin Angel terus" ucap Angel.
"Oh" ucap David.
"Mau bicara" tanya Angel di angguki David.
Angel dan David berjalan menjauhi sahabat sahabatnya. Angel menggenggam tangan David walaupun Dvid hanya diam tak merespon apapun.
"Angel sudah ingat semua masa lalu Angel dan bisa di pastikan Angel belum pernah punya anak dari siapapun dan dimanapun, Angel bahkan tidak pernah memiliki seorang kekasih" ucap Angel to the poin sedangkan David hanya menatap Angel dengan bersedekap.
"Gue tau lo gak bakal percaya apapun kepada seorang yang hilang ingatan, benar gue mengganti identitas tapi itu bukan kemauan gue dan yang kasih identitas juga kamu" ucap Angel.
"Siapa kamu sebenarnya" tanya David.
"Adin, Adin Damantara" ucap Angel.
__ADS_1
"Jadi kamu anak dari musuh Daddy" tanya David memanas.
"Iya, makanya gue gak mau jujur gue takut kalian akan membuangku sebelum kalian membuang gue dari kehidupan kalian gue bakal pergi sebelum semua itu terjadi dan untuk memjadi Adin gue butuh proses" ucap Angel membuat David menatap tajam Angel.
"Sebenarnya gue gak mau ungkapin ini sebelum kalian yang memulai tapi ternyata ini terungkap lebih cepat" ucap Angel.
"Jadi kamu akan terus membodohi kita" ucap David.
"Sekarang ambilah keputusan apapun itu akan Angel terima" ucap Angel pasrah.
David berjalan mendekat membuat Angel menatap mata David yang terlihat sangat serius. David menarik Angel ke dalam pelukannya membuat Angel menangis.
"Kenapa nangis" tanya David dalam pelukannya.
"Kamu terlalu baik untukku" ucap Angel sesegukan
"Kamu malaikat dalam hidupku, saya yang memutuskan untuk mengganti identitasmu" ucap David.
David merenggangkan pelukannya dan menatap wajah Angel. David menghapus air mata Angel dan mencium bibir ranum Angel. Saat melepaskan ciumannya David tersenyum lalu kembali menautkan bibir mereka lama dan saling menikmati.
"Udah jangan nangis oke" ucap David mencium sekilas bibir Angel di angguki Angel.
David lamgsung menggandeng tangan Angel kembali ke tempat dimana semua sahabatnya berada. Saat kembali ke meja itu terlihat semua orang sudah mulai mabuk.
"Gesrek dah" ujar Angel membuat David tersenyum.
"Boleh saya mabuk" ucap David mendapat tatapan tajam dari Angel.
"Mabuknya gak gitu kok" ucap David menunjuk sahabatnya yang mulai over.
"Gak ada gak boleh" ucap Angel.
"Dikit aja" ucap David.
Angel hanya menghela nafasnya melihat orang orang sudah mulai tumbang. Angel menarik gelas miliknya dan duduk menjauh sedangkan David dia mulai minum.
"Angel lo tau kalau gue gak peduli siapa lo gue suka sama lo" ucap Leon oleng
"Berapa banyak yang bakal ungkapin rasa sama gue sekarang" ucap Angel langsung.
"Satu lagi" ucap Angel.
Angel hanya melihat semua orang di sana yang mulai ngawur. Sedangkan David dia hanya duduk diam sembari menenggak beberapa gelas.
"Bang udah" ucap Angel menarik gelas berikutnya
"Sini" ujar David langsung menarik Angel ke dalam pangkuannya.
"Bang, pulang yuk" ucap Angel lembut.
"Kiss dulu" ucap David.
"Gak mau" ucap Angel tersenyum.
"Kenapa kurang ganteng" tanya David membuat Angel menggeleng.
"Lalu, kurang layak" ucap David
"Atau karena gue musuh dari keluargamu" ujar David membuat Angel langsung mencium bibir David agar David terdiam.
Setelah selesai Angel langsung berdiri dan menghindari David. Walau sudah mabuk tapi David tau betul apa yang Angel lakukan. David menyusul Angel kemudian menciumnya sekilas.
"Pulang yuk" ucap Angel di angguki David yang terus menempel.
Angel menyetir mobil walu harus berdebat lebih dulu dengan David. David tidak mengizinkan Angel untuk membawa mobil tapi melihat keadaan David yang sudah mabuk membuatnya harus mengalah.
"Gue bosen hidup Ngel" ucap David tiba tiba membuat Angel berfikir.
"Kamu taunya saya kuat menghadapi semua cobaan yang terus menerus memukuli, sebenarnya hampir menyerah tapi jika mengingat ingin berjuang untuk mu semua menjadi lebih mudah" ucap David tersenyum sembari menutup matanya
"Itu salah satu alasanku memberi namamu Angel malaikat perubah hidup" ucap David.
"Maaf kalau terlalu merepotkan " ucap Angel.
__ADS_1
"Kamu sangat merepotkan, saya harus menahan diri agar tidak menyentuhmu juga harus menahan nafas saat memelukmu" ucap David.
Angel hanya terus mendengar ucapan David sampai mereka berada di depan rumah. Angel tidak melajukan kembali mobilnya takut orang tuanya sudah ada di rumah.
"Kenapa" tanya David.
"Kalau Daddy sama Momny di rumah Angel harus jawab apa" tanya Angel.
"Jawab aja kita pacaran" ucap David enteng.
"Gampang bener" cibir Angel membuat David tersenyum lalu menciumnya.
"Abang" ucap Angel tersenyum malu.
"Apa perlu saya menggendongmu dari sini" tanya David.
"Gak gak" ucap Angel langsung masuk ke pekarangan rumahnya.
Angel memarkirkan mobilnya lalu memapah David ke kamarnya dengan cepat. Amgel merebahkan David di atas kasurnya lalu melepaskan sepatu agar David nyaman namun saat dia akan pergi David menarik Angel kuat sampai Angel jatuh di atasnya.
"Bang" ucap Angel meronta.
"Berhenti meronta kamu membangunkan juniorku" ucap David langsung membuat Angel diam dalam pelukan David. David memeluk Angel erat sembari sesekali mencium puncak kepala Angel sampai dia tidur dengan pulas.
"Akhirnya tidur juga" ucap Angel bangun perlahan.
"Abang Angel pamit ya, makasih sudah buat hari Angel menyenangkan hari ini makasih semua pengakuan Abang maaf merepotkanmu setiap saat" ucap Angel lirih lalu mencium kening David dan menyelimutinya.
Angel langsung pergi ke kamarnya dan bersiap peegi sebelum David bangun. Saat selesai Mommy sudah ada di ambang pintu kamar Angel sembari meneteskan air matanya.
"Mom" panggil Angel.
"Maafin Mommy Girl" ucapnya menangis.
Angel menyudahi berkemasnya, dia langsung berjalan ke arah Mommynya lalu menghapus air mata Mommynya.
"Mom, bukan salah Mommy Angel juga sudah ada keinginan untuk ini semua mom jangan nangis" ucap Angel sopan dan lembut lalu memeluk Momnynya.
Angel langsung mengambil tasnya kemudian peegi dengan cepat dari rumah itu dengan taxi karena jika dia memakai mobil maka David akan melacaknya. Angel juga mematikan GPS yang David pasang di ponselnya.
"Maaf Bang, makasih semuanya" ujar Angel langsung pergi.
Angel pergi bukan ke apartemen Mommynya melainkan Apartemen yang dia beli tanpa sepengetahuan keluarganya. Di sana juga sudah di fasilitasi berbagai kebutuhan Angel termasuk alat untuk mendeaign dan membuat gaun.
Sebelum ke apartemennya dia pergi ke butik untuk mengambil semua bahan membuat gaun Cika dan menyerahkan butiknya kepada semua kariawannya. Dia tidak mengatakan dia mau kemana dia hanya akan pergi.
"Angel kamu kemana" sebuah pesan singkat dari David.
"Lagi keluar Bang, kenapa" tanya Angel.
"Kenapa gak jawab telfon" tanya David.
"He sorry Bang, lagi benerin gaunnya Cika" ucap Angel dengan emotikon tersenyum.
"Oh, cepet pulang" ucap David.
"Pasti, setelah semua selesai" ujar Angel langsung mematikan ponselnya.
Angel langsung pergi ke apartemennya ya tidak begitu jauh dari sana tapi pengawalan di sana sangat ketat. Jadi identitas pemilik apartemen tidak akan bocor jika ada yang bertanya.
Apalagi dari sana juga Angel bisa melihat orang tua dan Abangnya walau sebentar saat mereka lewat akan ke kantor.
Angel langsung membongkar semua barang bawaannya dan menatanya. Seletah selesai Angel langsung menggarap gaun Cika sampai selesai.
Sesekali dia melihat ponselnya ingin mengaktifkan kembali tapi dia tidak ingin David mencari tau keberadaannya. Angel menyimpan ponselnya langsung ke dalam tas dan menyelesaikan gaun Cika.
.
.
.
.
__ADS_1
.Jangan lupa dukungannya guys....