
"Honey kamu kenapa kok nangis" tanya David yang memperhatikan Angel dari tadi.
"Gak tau Bang tapi Angel merasa sedih banget gitu gak tau juga sebabnya" ujar Angel.
"Sudahlah jangan banyak pikiran, serius aja sama sekolah kamu" ujar Dadi.
"Iya Dad, em..... Dad apa Angel boleh tanya" ujar Angel takut.
"Boleh tanya aja" ujar Dadi serius.
"Apa Angel punya saudara kembar" tanya Angel.
Bukannya mendapatkan jawaban Angel justru mendapat tatapan tajam dari Dadi Mami dan David mereka semua saling tatap, Angel yang melihat hal itu kemudian merasa pertanyaan tersebut salah.
"Em maksud Angel adalah, akhir akhir ini Angel sering merasa aneh dengan diri Angel kadang Angel merasa sangat happy padahal lagi berantem sama temen, dan kadang tiba tiba sedih kaya sekarang jadi Angel bertanya seperti itu kata orang kalau kita punya saudara kembar apa yang di rasakan saudara kita akan kita rasakan juga walaupun kita tinggal di benua yang berbeda" jelas Angel.
Akhir akhir ini Angel merasakan hal aneh pada dirinya, dia sering merasakan hal hal yang sangat bertolak belakang dengan setiap hal yang sedang Angel lakukan, seperti saat ini Angel sedang bercanda ria dengan keluarga namun hatinya merasa sangat sedih dan gelisah.
"Maaf atas pertanyaan aneh Angel" lanjut Angel menundukkan kepalanya.
"Oh gitu, apa kamu juga mengingat sesuatu saat kamu melakukan hal hal tertentu sampai kamu ingin mengetahui bahwa kamu memiliki saudara kembar atau tidak Honey " ujar Dadi.
"Yes Dad, yang sangat jelas adalah waktu tadi di kantor ka Jack Angel menerima upah pertama Angel, Angel melihat bayangan ada seorang cewe yang sedang sangat senang kemudian beberapa cewek dan beberapa cowok sedang bercanda Dad tapi tidak jelas siapa yang Angel lihat Dad Abang juga tau" jelas Angel.
"Lalu ada lagi" tanya Dadi serius.
"Gak Dad, apa itu ingatan Angel atau hanya Angel yang berimajinasi karena suka membaca comik maupun novel ya Dad " ujar Angel.
"Mungkin Honey, itu adalah bayangan kamu saat kamu membaca novel, kamu kan kalau baca novel serius banget Honey" ucap David.
"Iya kali ya Bang, tapi udahlah gak Angel pikir juga yang penting saat ini adalah Angel selalu bersama kalian" ucap Angel.
"Apa kamu akan selalu bersama kita walau dalam situasi yang sangat sulit" tanya Dadi serius.
Seketika semua orang menghentikan makanannya dan menunggu jawaban dari Angel, Angel yang merasa di perhatikan kemudian berfikir dan mencari cara untuk menjawab agar tidak terjadi salah paham, sebenarnya Angel merasa bingung dengan oertanyaan Dadinya.
"Dad percayalah Angel akan selalu bersama kalian, Angel akan selalu membuat kalian bahagia dan Angel akan selalu berusaha menjadikan keluarga kita tetap utuh untuk selamanya" jawab Angel membuat semua orang tersenyum bahagia.
"Benarkah itu Baby, apa saat ingatan kamu kembali semuanya kamu akan tetap bersama kita" ujar David.
"Tapi kenapa Dad bertanya seperti itu seakan akan terjadi sesuatu yang sangat besar sampai sampai Angel harus berjanji akan selalu bersama kalian, Abang juga tadi siang tanya kaya gitu" alih alih mendapatkan jawaban Angel justru mendapatkan tatapan tajam dari David.
"Abang" tegur Dadi.
"Bukan begitu Honey hanya saja dadi takut saat kamu lulus nanti kamu bakalan pergi kuliah yang jauh ninggalin kita" lanjut Dadi.
"Dad ketakutan Dadi adalah ketakutan yang sia sia, ya sebenarnya Angel ingin kuliah di London dulu Dad, tapi setelah sekarang hanya tinggal menunggu waktu kelulusan Angel berfikir untuk kuliah di sini saja sama Abang" ujar Angel.
"Apa Dadi boleh tau alasan kamu Honey" tanya Dadi.
__ADS_1
"Alasannya adalah Abang......." ujar Angel terpotong.
"Kenapa dengan Abang, apa Abang tidak mengizinkanmu untuk melanjutkan kuliahmu girl" tanya Mami serius menatap David.
"Mami dengerin dulu" perintah Dadi.
"Gak Mom, Abang mendukung semua keputusan Angel tapi Angel yang gak bisa pergi jauh dari Abang karena saat Angel dekat dengan Abang Angel merasa sangat nyaman dan saat jauh dari Abang Angel takut Angel gak bisa jaga diri Angel se baik Abang menjaga Angel" jawab Angel tegas.
Dadi dan Momi menganggukkan kepalanya mengerti sedangkan David tersenyum lebar puas dengan jawaban sang adik, David sangat bahagia dengan jawaban Angel.
"Oh baiklah, dadi terima alasan kamu tapi ingat kamu harus tetap waspada walaupun di dekat Abang karena kita tidak tau bahaya yang mengintai kalau perlu kamu berlatihlah bela diri dengan Darwin" ujar Dadi Kurnia.
"Dad itu tidak perlu karena selama ini Angel sudah menguasai beberapa ilmu bela diri tadi siang juga dia berhasil melumpuhkan tuan muda Rei anak tuan Ibnu, Dadi tau kan kehebatan nya" ujar David.
"Wah benarkah lalu apa saja ilmu bela diri yang sudah kamu kuasai" tanya Dadi semangat.
"Angel bisa, karate, taekwondo, dan ilmu samurai ( orang yang menggunakan sebuah pedang panjang yang di namakan katana) Dad" ujar Angel semangat.
"Benarkah itu Honey kan Mom sudah bilang kamu jangan pernah pegang katana (pedang khas jepang yang di pakai para samurai) apa lagi punya Dadi kenapa kamu belajar ilmu itu" ujar Momi marah.
"Pertama Angel minta maaf mom karena Angel merasa butuh ilmu itu dan untuk katana itu sendiri bukan punya dadi tapi punya Angel sendiri hadiah dari om Darwin saat pergi ke Jepang" jelas Angel.
"Kapan Darwin memberikan itu bukannya dia selalu bersama Dadi kenapa sampai Dadi tidak tau yang di lakukan Darwin kapan Darwin memberikan itu" ujar Dad.
"Angel di kasih saat om Darwin dari Jepang sekitar dua bulan lalu dari saat itu Angel sangat senang dengan berbagai jenis senjata tapi Mom tidak mengizinkan Angel menyentuh senjata Dad ataupun Abang jadi Angel minta sama om Darwin senjata lalu om Darwin meminta Angel menguasai beberapa teknik samurai saat Angel bisa menguasai segalanya Angel mendapatkn hadiah Katana dari om" ujar Angel menjelaskan.
"Oke Dad, Angel akan melakukannya dengan baik" ucap Angel.
"Mengenai kontrak kerja kamu bagaimana apa itu tidak mengganggu sekolahmu" tanya Mami.
"Semoga aja gak Mom, Angel akan membagi waktu Angel, Angel juga sudah bicara sama kak Jack kalau Angel harus sekolah dan itu sudah di setujui kak Jack ucap Angel sembari terus menatap David.
"Baiklah kalau begitu tapi kalau sampai ada masalah dengan sakolah kamu Mom gak akan kasih kamu izin buat lanjutin ini semua dan Mom gak akan izinkan kamu melakukan sesuatu yang mengganggu sekolahmu" ucap Mom.
Angel adalah anak yang sangat serius dalam melakukan sesuatu, dan Angel sangat teliti saat melakukan pekerjaan sehingga tidak heran jika Angel sangat yakin saat mengambil pekerjaan tersebut.
"Siap Mom" ucap Angel masih dengan tatapan fokus pada David.
"Honey siapa yang sedang kamu ajak bicara" tanya Mom yang sedari tadi melihat Angel fokus pada David.
"Mom" ucap Angel singkat membuat Dadi yang sedang asik dengan I-pad nya melihat ke arahnya.
"Lalu siapa yang kamu lihat" ucap Mom menggoda.
"Abang" ucap Angel membuat David menatapnya bingung.
"Serius amat neng" ucap David saat sadar dengan tatapan Angel.
"Eh... Abang lagian dari tadi diam aja" ucap Angel gugup.
__ADS_1
"Abang lagi kerja Honey" ucap David lembut.
"Gak bisa di tunda gitu Bang, Dadi juga dari tadi serius banget sama laptopnya kan jarang jarang kita bisa kumpul gini masih aja kerja" ucap Angel.
"Hm... sorry sorry Honey... ya udah Abang tutup nih laptopnya" ucap David.
"Udah lah lanjutin aja, Angel juga mau kerja" ucap Angel meninggalkan ruang keluarga menuju kamar.
"Angel tunggu Abang " ucap David mengejar Angel.
"Kenapa bang Angel mau belajar nih tadi kan siang gak sempat belajar" ucap Angel saat David sampai di depannya.
"Kamu tidak marah kan sama Abang" ucap David memegang ke dua pipi angel.
"Gak Bang, Abang lanjutin aja kerjanya nanti gak selesai selesai Angel pergi dulu" ucap Angel melenggang pergi namun baru saja melangkah kepala Angel terasa sangat sakit.
"Au..... " pekik Angel.
Seketika David berbalik dan Melihat Angel yang sedang memegang kepalanya seketika jatuh pingsan di pelukan David.
"Mom Dad help me" teriak David.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Hai reader lama ya gak jumpa, habis revisi soalnya...
***Angel kenapa lagi si...
Penasaran kan apa yang terjadi selanjutnya, jangan lupa tinggalin jejaknya ya... Yang mau vote juga boleh***.
__ADS_1