
"Memakanmu" ucap David langsung menyerang leher Angel dan menyesapnya.
"Ah... Dav... Jangan dong" ujar Angel meronta.
"Kamu meronta dia bangun" ucap David membuat Angel diam.
"Gitu nurut" ucap David tertawa.
"Tawamu menghantuiku" ujar Angel cemberut.
"Jangan cemberut dong bibirmu canduku" ucap David langsung menyerang bibir Angel dengan rakusnya sampai Angel kewalahan.
Tok... Tok.... Tok.....
"Siapa si ganggu aja" ujar David langsung bangun dan membantu Angel untuk bangun.
"Tunggulah" ucap Angel di angguki David.
Angel langsung bangun dan berjalan membuka pintu tak lupa dia memakai cadarnya.
"Cika" ujar Angel.
"Apa dia masih di sana" tanya Cika.
"Ya kenapa" tanya Angel.
"Cepat suruh dia keluar orang tuanya ingin bertemu denganmu secara pribadi Riko sedang menahannya" ucap Cika.
"Oke makasih" ucap Angel.
Angel langsung menutup pintu kamarnya dia berjalan cepat ke arah David. Angel kaget saat David malah tidur di ranjangnya.
"Hei bangunlah Daddy akan ke sini gak punya banyak waktu" ucap Angel.
"Biarlah biar kita langsung di nikahin" ucap David santai.
"Ya kalaau di nikahin kalau di penggal" ucap Angel membuat David duduk.
"Kiss dulu" ucap David.
"Kan tadi udah sayang banyak lagi" ucap Angel.
"Kan saya yang memaksa" ucap David.
"Bangunlah" ucap Angel menarik David.
David langsung berdiri dengan wajah cemberut. Angel mendorong David membuat David semakin kesal dia berjalan cepat namun saat tangannya sudah akan membuka pintu Angel menahannya.
"Apa lagi" ucap David kesal.
Angel tidak menjawab namun dia tersenyum sembari melepaskan cadarnya di depan David membuat David menatapnya.
Cup...
Angel mencium David sekilas membuat David tersenyum
"Kilat amat" ucap David.
"Waktunya meped see you" ucap Angel.
"Hm see you tunggu saya datang nanti malam" ucap David di angguki Angel.
David langsung mencium bibir Angel sekilas lalu pergi. Ternyata Cika menunggunya di depan pintu.
"Pasti drama" ujar Cika.
"Kok tau" ucap Angel.
"Tuh bibir Abang lo merah" ucap Angel langsung membulatkan matanya.
"Nih" ucap David tersenyum sedangkan Angel malu.
David langsung pergi dengan senyuman terus mengembang. Angel ingin berlari menghapus lipstiknya namun dia juga harus menghapus tanda di lehernya.
David berjalan dengn Cika yang terus mengomel. Saat dia berada di lif dia mengeluarkan sapu tangan dan menghapus lipstik Angel yang tertinggal di bibirnya membuat Cika lega.
"Gitu kek dari tadi" ujar Cika.
"Sayang kok lama" ucap Riko
"Iya tadi bantuin kak David cari hadiahnya malah gak ada" ucap Cika.
"Kamu lupa naruhnya kali" ucap Riko.
"Gak tau punya kaki kali jalan sendiri" ucap Cika.
__ADS_1
"Mana ada hadiah jalan sendiri" ucap Riko.
"Sayang Angelnya mana" tanya Mommy pada Cika.
"Tadi si ijin buat istirahat tante soalnya dari kemarin kurang tidur maaf ya tante" ucap Cika tersenyum.
"Oh gak papa, Daddy boleh Mommy menemuinya" tanya Mommy.
"Apa dia masih mau menemui kita" ujar Daddy.
"Kalau kita bawa David pasti mau" ucap Mommy.
"Giliran butuh gini, pas pergi aja gak di kasih tau" ucap David.
"Kamu gak mau ketemu adek mu" tanya Mommy.
"Mau lah" ucap David.
Mommy daddy dan David pergi ke kamar Angel. Cika was was takut Angel masih belum siap namun karena sebelumnya dia meminta Angel untuk pindah ke kamar di bawah.
"Ini tante kamar Angel" ucap Cika menunjuk kamar VIP yang akan di huni oleh beberapa orang orangnya
"Kok ini" ujar David dalam hati menatap Cika.
"Lo mau Daddy lo tau" ucap Cika membalas ucapan David dalam hati.
Tok.... Tok.... Tok.....
Angel langsung menarik nafasnya panjang karena dia barusaja berlari ke kamar itu dan berhganti pakaian dia berjalan untuk membuka pintu.
"Mom Dad masuk aja" ujar Angel
Daddy dan Mommynya langsung masuk mereka mengendus parfum David namun tidak tercium pasalnya Ngel juga sudah ganti pakaian.
"Mom Dad" ujar Angel mengulurkan tangannya.
Daddy mengulurkan tangan membuat Angel menyalaminya begitupun dengan David yang mengulurkan tangan dengan senyuman menggoda.
"Mom" ujar Angel namun mommynya tidak merespon membuat Angel hanya membungkukkan badannya hormat.
Saat Angel kembali berdiri tegak ada kekecewaan dalam diri Angel namun Mommynya langsung memeluknya erat. Sedangkan Daddy langsung duduk di sofa David ada di belakang Mommynya.
"Maafkan mommy sayang" ucap Mommy memeluk Angel erat.
Angel membalas pelukan mommynya erat sedangkan David malah mencium bibir Angel saat Angel sedang memeluk mommynya membuatnya membulatkan matanya.
"Apartemen Dad" ujar Angel melepaskan pelukan Mommynya lalu duduk di tepi ranjang sedangkan Mommy duduk di samping Daddy.
"Berapa harganya" tanya Daddy sedangkan David sibuk mencari entah apa.
"Boy duduklah" ujar Daddy.
"Iya nyariin apa si Boy" tanya Mommy.
"Tas kamu dimana Honey" tanya David.
"Tuh" ujar Angel menunjuk tas punggung miliknya yang dia bawa kemanapun.
"Kamu selalu memakai itu" tanya Daddy menu juk cadar Angel.
"Eh lupa, gak si Dad kalau lagi sendiri aja" ucap Angel.
Daddy manggut manggut me dengar cerita Angel. Sedangkan David dia sibuk dengan dunianya dia melepaskan jasnya dan menggulung lengan bajunya membuat lebih santai.
"Ini gimana kok gak bisa lepas" ujar David gereget dengan Dasi miliknya sendiri.
"Sini" ujar Angel membuat David datang dan duduk di sampingnya tak lupa dengan tas milik Angel.
"Kapan kenanya kalau ini gak di lepas" ucap Angel melepaskan kancing yang ada di jas David.
David hanya tersenyum sedangkan Angel melepaskan dasi di leher David. Setelah itu David langsung mengacak acak isi tas Angel namun saat David memegang ponsel Angel Angel langsung merebutnya.
"Itu boleh tapi ini jangan" ucap Angel sembari melanjutkan perbincangannya dengan ke dua orang tua David.
"Kamu gak punya uang Honey" tanya David saat membuka dompet Angel yang hanya menyisakan selembar uang.
"Ada tuh di kartu" ucap Angel.
"Gak ada yang Kes" ucap David sembari mengeluarkan dompetnya
David langsung mengeluarkan uang kes di dompetnya dan menaruhnya di dompet Angel.
"Kamu ke sini pakai mobil" tanya David.
"Iya" ucap Angel.
__ADS_1
"Bawa motor" tanya David.
"La gimana bawa mobil bawa motor" ucap Angel.
"Gak maksudnya suka bawa motor" tanya David.
"Paling kalau kerja buat anter pesanan doang" ucap Angel.
"Ini SIM motor kan" ucap David.
"Ya itu surat suratnya kenapa" tanya Angel.
"Saya bawa" ucap David.
"Loh kok di bawa si jangan dong" ujar Angel.
"Biar gak bawa motor" ucap David menyembunyikan SIM Angel.
"Jangan" ujar Angel mencari membuat mereka kejar kejaran namun saat itu juga ponselnya berbunyi.
"Hallo tante kenapa" tanya Angel.
"...."
"Kok bisa" ucap Angel langsung memakai sandalnya.
"Mom Dad Bang Angel pergi dulu ya" ucap Angel panik.
Angel berlari meninggalkan kamarnya lupa dengan cadar bahkan dia hanya memakai dress dan rambut tergerai.
"Woi ngapain lo" ujar Angel saat melihat Cika berada di atas gedung tinggi.
"Dia baru aja gue sah jadi istrinya dia udah di cium wanita lain bahkan gue belum menyentuhnya" ujar Cika.
"Ya elah siapa tau itu saudaranya turun lo, seenggaknya ganti baju dulu sayang kalau rusak" ucap Angel.
"Lo peduli sama gue apa sama gaunnya si" ucap Cika.
"Gaunnya mau gue pajang di galery gue kalau kena darah susah buangnya" ucap Angel santai.
"Dasar temen Da*al" ucap Cika.
"Gak gue pikirin, lagian kalau lo mati loncat lo yang susah dia seneng bisa nikah lagi" ucap Angel.
"Kamu kok gitu ngomongnya" ujar mama Cika.
"Lagian gak nurut, lompat lompat lo sekarang gue mau liat biar kalau lo mati lo bisa kejar gue gak sia sia mati ada yang bisa di ganggu" ujar Angel.
"Temen Lucnut lo" ucap Riko.
"Eh lo diem deh, mau turun gak kalau gak gue bantu turun" ujar Angel menarik pistol yang ada di jas Riko dan menodongkan pada Cika
"Din lo gila" ujar Riko.
"Tau gue gila suruh bener ya gak bisa" ucap Angel.
"Kenapa si lo gak bisa buat nekad " ucap Cika langsung turun
"Yah sia sia deh pelurunya" ucap Angel.
"Mau bunuh gue lo" ucap Cika.
"Gak ini boongan kali nih" ujar Angel menunjukkan peluru yang sudah dia keluarkan lebih dulu.
"Udah sana lo seneng seneng" ucap Angel langsung menggandengkan tangan Riko dan tangan Cika.
"Lo gak pake" ujar Riko yang sadar Angel tidak memakai cadar.
"Gara gara lo gue lupa, gue juga jadi ninggalin gebetan gue" ucap Angel.
"Belum selesai" ujar Cika.
"Ya belum lah, nih gue balikin" ucap Angel langsung pergi dengan cepat
Saat di koridor hotel Angel berpapasan dengan keluarga Damantra dan seketika mereka saling diam.
"Adin" panggil seseorang dengan keras.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Jangan lupa dukungannya guys....