
"Lo bener walau bagaimanapun Angel harus tau asal usulnya" ucap David.
"Ya sudah nanti lo rangkum tentang pertemuan tadi terus kamu kasih ke gue" lanjut David memasuki ruangannya.
"Siap bos" ucap Kevin memberikan hormat.
"Honey lagi apa" tanya David saat melihat Angel serius dengan sebuah kertas dan pulpen di tangannya.
"Lagi iseng aja" ucap Angel singkat.
"Iseng" ujar David bingung.
"Iya" jawab Angel singkat.
David mendekati Angel dan melihat apa yang sedang Angel buat. David tersenyum saat melihat Angel sedang menggambar sebuah sketsa gaun yang sangat indah menurut David. David tidak menyangka bahwa Angel mempunyai kemampuan mendesign yang sangat baik.
"Gue baru tau lo punya skill yang bisa di perjuangkan, tapi saat itu juga gue gak bisa perjuangkan skill lo kali ini karena Abang tau saat lo terjun jauh di dunia entertainmen akan sangat besar kemungkinan Abang kehilangan lo" ujar David dalam hati.
"Lagi buat apa si" tanya David pura pura tidak mengetahui apa yang sedang Angel lakukan.
"Nih lagi buat ini, bagus gak Bang" ujar Angel memberikan sesuatu yang sedang dia buat.
"Bagus" ucap David singkat.
"Tapi bukan itu jawaban yang ingin Angel denger" ucapnya sayu.
"Lalu" tanya David bingung.
"Sempurna, itu kata yang ingin Angel dengar atas semua yang Angel lakukan" ucap Angel.
"Tapi makasih Abang, ini emang belum sempurna" ucapnya lagi lalu mengambil HPnya yang tergeletak di atas meja.
"Iya, tapi ini kamu bikin design gaun pengantin" tanya David memperhatikan gambar yang Angel buat.
"Iya Bang, itu juga gak tau kenapa Angel kaya pernah buat design itu tapi kapan dimana Angel gak tau" jawab Angel.
"Ya mungkin kamu dulu pernah membuatnya" ucap David singkat.
"Mungkin" ucap Angel.
Suasana menjdi hening ketika David berkutik dengan laptopnya, sedangkan Angel bermain ponsel sampai tanpa mereka sadari sedari tadi Momi dan Dadi nya sudah berada dalam ruangan tersebut dan memperhatikannya lama. Dadi tidak memperdulikan ke dua anaknya, Dadi lalu bekerja dengan laptop dan setumpuk berkas sedangkan Momi mendekati Angel.
"Eh Momi" ucap Angel terperanjat kaget.
"Iya, kenapa sampai kaget gitu biasa aja kali" ucap Momi sinis.
"Momi ngagetin Angel, ngomong ngomong Momi kapan masuk" tanya Angel.
"Udah dari kamu sama Abang saling diam, oh ya Kevin mana" tanya Momi.
"Gak tau Mom, tanya aja sama Abang soalnya tadi Angel masuk duluan" ucap Angel melirik David yang masih serius dengan laptopnya.
"Boy dimana Kevin" tanya momi.
"Tadi Kevin, Abang suruh merangkum semua hasil rapat tadi mungkin dia ada di meja depan sama sekertaris Dadi " ucap David.
"Gak ada tuh" ucap Momi singkat.
"Kevin di ruang Darwin" ucap Dadi singkat.
"Oh Momi kira Kevin kabur,,, hahaha" ucap Momi dengan gelak tawanya.
"Girl bisa bantu Dadi" perintah Dadi.
"Kenapa gak Abang aja Momi masih mau sama Angel" protes Momi.
"Momi lihat sendiri tuh Abang lagi sibuk, lagian Angel juga gak ada kerjaan" ucap Angel menghampiri Dadinya.
"Dad ini nilai jual saham kan" ucap Angel.
"Iya makanya Dadi minta kamu buat awasi harga saham kita sini Dadi kasih tau" ucap Dadi.
__ADS_1
Dadi dengan telaten mengajari Angel, walaupun sebenarnya Angel adalah anak yang cepat tanggap namun Dadi tidak menganggap Angel istimewa Dadi memperlakukan Angel sama seperti Dadi memperlakukan David, Dadi tidak ingin kelak salah satu anak anaknya merasa tidak di perhatikan dan berakhir dalam permusuhan.
"Oke kamu paham" tanya Dadi.
"Paham Dad" ucap Angel serius.
"Coba kamu praktekkan, dan bawa laptop kamu kesini" ucap Dadi.
Angel pergi mangambil laptopnya dan membawanya ke depan Dadinya. Angel memperlihatkan keahliannya di depan Dadi dan memperlihatkan apa yang Dadi ajarkan padanya tadi. Dadu tersenyum penuh kepuasan melihat kerja Angel Dadi memang tidak bisa meremehkan kemampuan daya ingat Angel yang luar biasa.
"Oke good job, sekarang kamu dapat tanggung jawab itu jangan kecewakan Dadi" ucap Dadi mengelus kepala Angel pelan.
"Oke Dad, terima kasih karena Dadi sudah mempercayai Angel untuk hal sebesar ini Angel berjanji tidak akan mengecewakan Dadi" ucap Angel yakin.
"Oke sekarang mulailah bekerja" ucap Dadi.
"Siap bos" ucap Angel tegas.
"Girl, bisa panggilkan Darwin" perintah Dadi.
"Oke Dad, apa ada lagi" tanya Angel.
"Tidak" ucap Dadi singkat.
"Honey bisa panggilkan Kevin sekalian" ucap David takut kalau Dadinya akan memarahinya karena berabi menyuruh putri tersayangnya.
"Oke" ucap Angel semangat.
Angel pergi meninggalkan ruangan Dadi penuh semangat sedangkan Momi memanyunkan bibirnya karena putrinya di suruh suruh saat dirinya ingin menghabiskan waktu bersama Angel, Momi mengumpat dalam hatinya tak rela Angel harus bekerja juga padahal rencana Momi mengajak Angel agar Momi tidak bosan karena melihat ke dua laki laki yang ada di hadapannya bekerja.
Tok....tok....tok....
"Masuk Om Ka" ucap Angel ramah sembari membuka pintu ruangan Dadi setelah mengetuk pintu.
"Silahkan om Darwin, kalau kak Kevin tuh di tunggu Abang" ucap Angel lagi.
Darwin menghadap Dadi, entah apa yang mereka bicarakan walaupun dalam ruangan yang sama Angel tidak bisa mendengar apa yang sedang Dadi bicarakan kepada asistennya tersebut. Sedangkan Kevin memberikan sebuah map yang berisi tentang rapatnya tadi siang.
"Kemana Mom" tanya Angel.
"Kemana aja lah, Momi males duduk di sini terus gak ngapa ngapain" adu Momi yang membuat Angel tersenyum.
"Oke ayok Mom, gimana kalau kita pergi cari makanan" ucap Angel.
"Kamu lapar" tanya Momi.
"Gak, cuma pengin icip icip makanan yang ada di sekitar sini aja mungkin lain waktu Angel gak bisa menikmatinya karena saat Angel datang ke sini lagi pasti Dadi suruh Angel buat urusin perusahaan" bisik Angel membuat Momi terkekeh.
"Ya udah yuk berangkat" ucap Mom.
"Mom di luar kan lagi ada angin kita ganti baju dulu kali Mom, kalau kita pergi kaya gini bisa bisa kita habis " ucap Angel.
"Iya kamu tenang aja, Momi udah pesenin baju buat kita pergi berdua nanti sebentar lagi juga sampai" ucap Momi.
"Oke" ucap Angel semangat.
Tok.... tok... tok....
"Masuk" ucap Momi.
"Maaf Nyonya, ini ada titipan untuk Nyonya dari butik M.H Colection" ucap sekertaris Dadi.
"Oke makasih ya" ucap Momi ramah.
"Kalau begitu saya permisi Nyonya" ucap sekertaris Dadi undur diri.
"Girl yuk keruang ganti" ucap Momi menarik tangan Angel dan membawanya ke ruang ganti di ruang tersebut.
"Mom ini kamar" tanya Angel tertegun melihat sebuah kamar mewah di balik lemari.
"Iya kamu tunggu di sini Momi ganti dulu, ini buat kamu" ucap Momi meninggalkan paperbag dan Angel sendiri.
__ADS_1
Angel membuka paperbag yang Momi berikan lalu mengambilnya dan mulai memakainya. Karena Angel adalah wanita yang sangat simple dan bisa memanfaatkan waktu yang ada dengan baik. Angel mulai memakai pakaian yang Momi berikan kepadanya.
"Kamu sudah selesai Girl" tanya Momi yang baru saja keluar dari kamar ganti.
"Sudah Mom" ucap Angel singkat.
"Kamu ganti dimana, disini" tanya Momi bingung melihat Angel sudah rapi.
"Iya disini, lagian Momi lama banget di situ" protes Angel.
"Hehe sorry, kan Momi mau tampil sempurna biar kamu gak malu nanti jalan sama Mom" ucap Momi.
"Ada ada aja alasan Momi, mau bagaimanapun Momi tetep cantik dan Angel tidak akan malu pergi dengan Mom" ucap Angel memeluk Mominya.
"Oh oke, eh bentar kamu dandan gih" ucap Momi walaupun tanpa tambahan bedak atau apapun Angel tetaplah gadis manis dan cantik.
"Males ah Mom" ucap Angel.
"Udah diem, duduk biar Momi yang dandanin kamu" paksa Momi.
"Jangan Angel sendiri aja, kalau Momi yang dandani Angel bakal gila hasilnya terlalu glamor" ucap Angel.
Momi tersenyum dengan cetuk Angel, Momi memang tidak suka menunjukkan sisi tajirnya lewat pakaiannya dan aksesorisnya namun dengan polesan di wajah Momi, Momi terlihat sangat berkelas dan selalu menjadi pusat perhatian karena keahlian Momi yang pandai memadukan setiap pakaian dan aksesorisnya.
"Udah Mom" ucap Angel.
"Oke perfec" ucap Mom.
"Mom udah kaya designer aja, yang suka bilang perfec dengan apa yang di kenakan modelnya" ucap Angel asal.
"Itu memang cita cita Momi, tapi Dadimu melarang takut Momi pergi saat Momi berhasil nanti" ucap Mom serius.
"Serius Mom" tanya Angel.
"Iya Honey, diam diam Momi juga mengamati dunia fasion tau" ucap Mom bangga.
"Wah, bagus dong jadi Angel gak takut lagi kalau mau ada acara Momi aja yang jadi stylis Angel" ledek Angel.
"Oke bisa di pertimbangkan" ucap Momi.
sontak ke dua wanita tersebut tertawa keras.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Maaf ya reader Author lama gak up, di pelosok jadi susah sinyal...
Ayok dukung Author dengan cara like komen dan vote buat Author...
__ADS_1