
"Haha tuan Muda" ucap Kevin.
"Pergi lo Vin ganggu aja" ucap David.
"Udahlah yuk ke ruangan Abang Angel mau istirahat bentar" ucap Angel.
"Kita pulang aja" ucap David.
"Gak ,Abang selesaikan aja dulu kerjanya" ucap Angel.
"Iya udah, kamu tungguin Abang ya sebentar kok" ucap David.
"Iya iya Abang" ucap Angel.
"Kamu tunggu sini duduk aja ya" ucap David lembut.
"Bang kenapa si lembut banget sama Angel buat Angel jatuh cinta tau" ucap Angel tersenyum manis.
David hanya tersenyum tanpa bisa komentar, sesungguhnya hati David juga sama saat dia berada dekat dengan Angel jantungnya berdegup lebih kencang dan yang pasti cinta yang dia pendam selalu saja menjadi lebih besar.
"Cie Abang ngelamunin apa si, Abang belum pernah ada cewek ngomong gitu sama Abang ya" ledek Angel.
"Kata siapa, kamu tau kan kalau Abang tuh orang paling populer udah pasti banyak cewek yang ungkapin perasaannya sama Abang" ucap David percaya diri.
"Yayayaya, percaya deh sana kerja" ucap Angel.
David tersenyum walaupun hatinya sakit berbicara seperti itu pada Angel, tapi dia juga takut saat Angel mengetahui segalanya nanti Angel akan pergi darinya.
"Kenapa hati gue sakit pas Abang ngomong gitu ya," ujar Angel dalam hati.
David meneruskan pekerjaaannya walaupun konsentrasinya terbagi karena Angel berada di dekatnya, walaupun membuat konsentrasinya pecah namun dia sangat bersemangat. Begitupun dengan Angel yang asik bermain ponsel dan sesekali menatap David yang terlihat sangat keren saat bekerja menurutnya.
Grup chat.
Angel: "Guys sepi nih main yuk"
Ellen: "Tumben Angel minta main biasanya paling susah main"
Angel: "Suntuk nih"
Ellen : "Ya udah nanti gue jemput"
Angel : "Oke gue ada di kantor Abang nih"
Ellen : "Oke otw"
Milla : "Sorry guys gue gak ikut"
Angel : "Ngapa"
Milla : "Ada tamu mau datang"
Angel : "Ya gak apa apa"
Milla : "Thanks guys, sorry banget ya"
Angel : "Iya"
Angel lalu menyimpan ponselnya di dalam tas kecilnya lalu mendekati David yang masih berkutik dengan pekerjaannya. Angel hanya diam di samping David membuat David menghentikan pekerjaannya dan menatap Angel aneh.
"Kenapa" tanya David.
"Gini Bang Angel mau keluar sama Ellen mau cari perlengkapan buat finising baju sekalian hilangin suntuk" ucap Angel lirih.
__ADS_1
"Iya boleh, asal pulangnya jangan kemalaman oke" ucap David.
"Serius Bang" tanya Angel tak percaya.
"Serius Honey, hati hati lagian kasian kamunya kalau surih nunggu di sini masih banyak kerjaan" ucap David.
"Oh ya kamu baw mobil sendiri" tanya David.
"Gak Bang, Abang bawa aja mobil yang tadi Angel bawa soalnya Ellen mau jemput Angel" ujar Angel.
"Oke deh, nih" ucap David memberikan kartu kredit berwarna gold
"Buat apa Bang, Angek juga punya uang lagi" ujar Angel menolak.
"Ambil aja, anggap aja gaji kamu hari ini oke" ucap David tersenyum.
"Oh gitu oke" ucap Angel menerima kartu tersebut dengan senyum mengembang.
Angel pergi dari tempat David saat ini menuju loby perusahaan saat menerima telfon dari ellen. Angel berjalan cepat saat sampai di loby banyak para kariawan yang membungkukkan badannya karena beberapa kariawan tau bahwa Angel adalah kekasih David bukan adiknya.
"Lama" tanya Angel yang baru saja masuk ke dalam mobil Ellen.
"Gak baru, yuk kita kemana dulu nih" tanya Ellen.
"Kita ke salon aja dulu gue butuh relaksasi nih" ucap Angel.
"Oke, tadinya gue juga mau ajak lo ke salon" ujar Ellen tersenyum.
"Ya udah kuy berangkat" ucap Angel semangat.
"Kuy lah, oh ya si Milla gak balas chat ya" tanya Ellen sembari melajukan mobilnya.
"Bales kok, cuman lo aja udah entah kemana" ujar Angel.
"Kenapa tuh bocah gak ikut, biasanya dia yang paling cepat kalau jalan" ujar Ellen
"Oh, secepet itu ya padahal katamya nunggu ujiaan selesai dulu" ujar Ellen membuat Angel menatapnya.
"Maksud lo" tanya Angel.
"Dia di jodohin" ucap Ellen.
"Di jodohin, kok dia gak ada cerita si sama gue" ujar Angel bingung.
"Iya gak tau belum sempet kali, gue juga di ceritain tadi siang pulang sekolah lo aja yang sibuk" ucap Ellen.
"Hehe sorry, oh gitu ya tumben dia mau aja di jodohin dia kan paling gak suka di paksa" ucap Angel
"Iya lah dia mau, orang yang di jodohin sama dia Tuan Muda dari keluarga Sanjaya asal Indonesia" ucap Ellen.
"Pantesan mau mau aja " ujar Angel.
"Iya lah, lagian dia tuh ganteng gak kalah sama orang eropa gantengnya" ucap Ellen.
"Emang lo tau siapa dia udah pernah ketemu" tanya Angel.
"Gak cuma di kasih fotonya aja sama Milla, tapi pihak Tuan mudanya gak mau katanya malah dia pulang ke Indonesia hari ini" ucap Ellen.
"Masa sih, emang ada ya yang bisa abaikan pesona Milla" ledek Angel.
"Ada tuh buktinya, kalau pesona lo baru gak ada yang bisa berpaling" ucap Ellen.
"Gak segitunya juga kali, mana orangnya coba liat" ujar Angel
__ADS_1
"Tumben lo penasaran sama cowok" ledek Ellen.
"Gue normal kali, mana sini" ujar Angel.
"Iya iya tuan putri jangan ngambek dong, nih" ucap Ellen memberikan sebuah Foto.
Angel melihat foto tersebut lalu membulatkan matanya tak percaya siapa yang ada di foto trsebut, Angel terus memperhatikannya membuat Ellen bingung.
"Kamu kenal" tanya Ellen.
"Riko" ucap Angel.
"Riko, lo kenal Ngel " tanya Ellen lagi.
"Eh gak, mungkin wajahnya aja yang sama" ucap Angel.
"Kirain kenal, kalau kenal tolong bujukin dia biar dia mau sama Milla kasian Milla udah berat hati terima perjodohan eh tau tau si cowo pergi gitu aja" ucap Ellen geram.
"Udahlah jangan ikut urusan mereka, mending kita turun kita manjain badan " ucap Angel saat sudah sampai di palkiran salon ternama.
"Iya iya" ujar Ellen.
Angel dan Ellen berjalan ke dalam salon tersebut, semua kariawan membungkukkan badannya memberikan hormat pasalnya salon yang mereka datangi adalah milik keluarga Ellen. Angel dan Ellen menikmati waktunya walaupun Angel adalah wanita yang sangat jarang pergi ke salon jika tidak ada paksaan dari Momynya.
Tak berselang lama ponsel Angel berdering menandakan ada seseorang yang sedang menghubunginya. Dengan cepat Angel mengangkat ponselnya yang ternyata David yang menghubunginya.
"Hallo Abang" ucap Angel lembut.
"Hallo Honey kamu kemana Honey" tanya David.
"Bang Angel kan udah bilang mau keluar, kenapa rindu ya" ucap Angel lembut.
"Iya Abang rindu" ucap David.
"Baru beberapa menit Abang, udah kangen aja" ujar Angel.
"Iya Honey rindu berat, ya udah ya Abang mau lanjut kerja lagi hati hati" ujar David.
"Iya Abang" ucap Angel menutup telfonnya.
"Siapa, kak David ya" tanya Ellen.
"Iya" ucap Angel.
"Seneng banget ya jadi lo, punya Abang yang melebihi kekasih" ucap Ellen.
"Karena Abang akan melakukan apapun untuk adiknya, itu kan wajar" ucap Angel santai.
"Iya tapi Abang lo beda, dia tuh lebih pas jadi kekasih lo dari pada Abang lo" ucap Ellen.
"Terserah lo deh" ucap Angel.
.
.
.
.
..
Hai Readers.... maaf ya lama gak up...
__ADS_1
Terima kasih yang masih setia, Author usahain deh gak lama lama up nya...
Jangan lupa dukungannya ya...