
Setelah menyelesaikan masalah dengan Julio Angel kembali ke rumahnya dan bersikap biasa saja.
Namun saat dia melewati kamar milik ke dua orang tuanya Angel mendengar bahwa keluarga Damantara tengah mengincar keluarganya. Angel.mendengar dengan seksama sampai dia mendengan sebuah kebenaran yang terucap dari mulut Daddynya.
"*Mom apa mungkin Angel tau segalanya mengenai ini, apa saat keluarga kita hancur di tangan Damantara dia akan kembali kepada keluarganya dan meninggalkan kita dan kita harus kembali melihat putra kita diam seperti dulu" ujar Daddy.
"No Dad, mommy gak mau kalau harus melihat David seperti itu lagi kalaupun dia tau kalau kita bukan keluarga aslinya tapi mommy akan berusaha menahannya" ucap Mommy.
"Tapi Mom ada yang lebih berhak dari kita" ucap Daddy*.
"Mom Dad jangan khawatirkan hal yang tidak berguna seperti itu, kalian adalah orang tua terbaik yang gak akan Angel lupakan dan kalian telah memberikan kebahagiaan yang luar biasa kepada Angel" ucap ibuAngel masuk ke dalam kamar ke dua orang tuanya membuat Daddy dan Mommy menatapnya.
"Apa kamu mendengar semuanya Sayang" tanya Mommy.
"Tidak Mom, Angel hanya mendengr bahwa kalian sangat mencintai Angel" ucap Angel mendekat.
"Maafin Mommy " ucap Mommy memeluk Angel erat.
"Mom kenapa Mom menangis, tak bisakah mom tersenyum karena sudah memberikan kasih sayangnya sama Angel" ucap Angel.
"Apa kamu marah dengan kita" tanya Daddy.
"No Dad, mana mungkin Angel marah dengan kalian yang sudah menjaga dan nerawat Angel dengan baik bahkan kalian bersedia memberikan marga keluarga kepada Angel seharusnya Angel yang minta maaf sudah merepotkan kalian andai ada yang bisa Angel lakukan untuk membalas sedikit kebaikan yang telah kalian berikan" ucap Angel.
"Kamu tidak pernah merepotkan kita sayang, tapi kamu bisa melakukan sesuatu untuk kita apa kamu bersedia selalu di samping David" tanya Daddy.
"Maksud Daddy" tanya Angel.
"Buatlah dia selalu tersenyum, Daddy yakin kamu adalah sumber kebahagiaannya" ucap Daddy.
"Apa Angel bisa melakukan itu" ucap Angel.
"Bisakah Angel menahan rasa ini buat Abang" ujar Angel dalam hati.
"Daddy yakin kamu bisa" ucap Daddy.
"Oke kalau Daddy yakin akan Angel coba, tapi apakah kalian bisa menceritakan apa yang terjadi sebenarnya" ucap Angel.
"Tentu" ucap Mommy.
Ke dua orang tua sambung Angel menceritakan dengan detile bagimana mereka bisa bertemu dengan Angel, bagaimana Angel bisa sampai Los Angles, dan bagaimana Angel bisa mendapatkan nama itu.
Angel mendengar dengan seksama sesekali dia memgeluarkan air matanya namun dengan cepat dia mengusapnya sampai ke dua orang tuanya tidak sadar karena Angel terus tersenyum.
"Apa kamu membenci kita" tanya Mommy saat selesai bercerita.
"Apa yang harus ku benci dari kalian, kalian malaikat berkat kalian Angel masih bisa bernafas walau dalam diri orang lain Angel hanya minta jangan beritahu Abang kalau Angel mengetahui semuanya sebelum Angel yang bicara pada Abang" ucap Angel di angguki ke dua orang tuanya lalu memeluk ke dua orang tuanya.
"Kalian bicara apa sampai gak sadar Abang di sini" ujar David membuat semua orang saling tatap.
"Apaan si kamu Bang, ganggu tau" ucap Angel lalu kembali memeluk ke dua orang tuanya membuat David memajukan bibirnya dan ikut dalam pelukan itu.
"Honey mau jalan sama Abang" ucap David.
"Kemana Abang gak kerja" ucap Angel.
"Dengan kamu ngomong gitu rasanya kayak Abang gila banget kerja ya" ucap David berfikir.
"Emang" ucap Angel membuat David mencibikkan bibirnya.
__ADS_1
"Kamu jahat" ucap David lalu pergi.
Angel dan ke dua orang tuanya tertawa dalam kamar dengan keras membuat David semakin cepat berjalan pergi. Dalam tawa Angel merasa bersalah namun dia tidak bisa berbut lebih di depan ke dua orang tuanya karena dia takun ke dua orang tuanya mengetahui perasaannya.
"Sayang gak mau kejar Abang" ujar Daddy
"Biarin" ucap Angel.
"Pergilah jangan buat dia menangis" ucap Mommy.
"Abang gak se cengeng itu Mom, tapi its oke karena Angel gak mau ganggu kalian" ucap Angel berlari keluar kamar orang tuanya.
Angel berjalan ke arah kamar David tanpa mengetuk pintu Angel masuk dan melihat sekeliling. Angel melihat David yang sedang menatap luar kamar di depan jendela besar Angel lalu berlari memeluknya dari belakang membuat David tersentak namun dia menikmati pelukan itu.
"Abang marah" tanya Angel masih dalam posisi sama.
"Gak" ucap David.
"Kok jawabnya singkat" ucap Angel.
"Emang Abang bisa marah sama kamu" ucap David. mengusap tangan Angel.
"Karena itu Angel takut Abang marah" ucap Angel.
"Mana bisa Abang marah sama kamu apa lagi akhir akhir ini kamu sweet banget" ucap David melepaskan tangan Angel dan berbalik menatap Angel.
"Gak biasa aja, Abang mau ajak Angel kemana" tanya Angel.
"Gak jadi, Abang mau istirahat" ucap David.
"Huh, nyesel gue" ucap Angel lirih.
"Gak, ya udah Abang istirahat aja Angel mau ke kamar" ucap Angel membalikkan badannya namun dengan cepat David menariknya dan memeluknya dengan penuh kehangatan.
Angel membalas pelukan David dengan memejamkan matanya merasakan kehangatan yang David berikan. David tersenyum lalu mencium puncak kepala Angel beberapa kali dan berakhir pada sebuah ciuman di kening Angel.
"Kamu mau ikut Abang ke apartemen" ucap David.
"Apartemen Abang, tapi gak ada temen temen Abang kan" ucap Angel.
"Gak Abang mau istirahat gak mau undang yang lain" ucap David.
"Angel tau pasti mau suruh Angel belanja keperluan dapur kan" ucap Angel menatap tajam David.
"Tau aja kamu" ucap David cengengesan.
"Ya udah Angel siap siap dulu" ucap Angel.
"Oke terima kasih Honey" ucap David melepaskan pelukannya. Namun saat pelukannya terlepas Angel langsung mencium pipi David dan berlari.
"Dia mencium ku" ucap David memegang pipinya sembari tersenyum.
Angel berlari ke kamarnya dengan perasaan masih tak karuan, Amgel langsung berganti pakaian untuk peegi dengan David. Saat keluar kamar ternyata David sudah ada di depan pintu dengan senyuman mengembang.
"Abang" ucap Angel terkejut.
"Untung gak copot nih jantung" ucap Angel mengelus dadanya.
"Mana ada copot emang kamu yang buat" ucap David menarik tangan Angel.
__ADS_1
"Bang gak bilang dulu sama Mom" ucap Angel.
"Gak perlu mereka sibuk lagi buat adek buat kita" ucap David.
"Abang" ucap Angel memukul lengan kekar David.
David tidak menghiraukan apa yang Angel lakukan dia fokus berjalan ke arah mobil sport nya. David mengemudi sendiri mobilnya menuju sebuah minimarket dekat apartemennya.
"Abang yang habis apa aja" tanya Angel.
"Belilah apapun yang kamu mau" ucap David.
"Iya tapi kalau masih ada kenapa harus beli" ucap Angel.
"Belilah seperti biasanya" ucap David.
"Bang mau buat acara BBQ " tanya Angel dengan tatapan memohon.
"Boleh" ucap David tersenyum.
Angel dengan semangat membeli semua yang di butuhkan untuk acara BBQ nya. Sedangkan David membeli beberapa minuman membuat Angel menatapnya tajam.
"Cuma dua kok ya please" ucap David memohon.
"Satu" ucap Angel tegas.
"Dua" ucap David.
"Satu atau gak sama sekali" ucap Angel.
"Oke oke, kenapa si gue gak bisa marah sama lo" cibir David sembari mengembalikan satu minumannya.
"Oke udah semua" ucap Angel.
"Udah". tanya David.
"Udah" ucap Angel menyuruh David untuk membayarnya.
Setelah semuanya terbeli Amgel dan David melanjutkan perjalanannya ke apartemen David yang tidak jauh dari supermarket tersebut.
"Biar Abang aja" ucap David.
"Angel juga bisa kali Bang" ucap Angel.
"Jangan berat" ucap David.
"Beratan juga beban hidup gue" ujar Angel.
.
.
.
.
Terima kasih masih setia sama Author ya....
Ada saran silahkan komentar dengan bahasa santun ya...
__ADS_1
Selalu ingat jangan menjatuhkan kalau memang ada salah komentar dengan bijak... Salam manis Author...