
"Are you oke" tanya Farel saat mereka sudah ada di dalam mobil.
"Ya Kak, cuma agak terkejut tadi lihat adegan itu" ucap Angel.
"Pengalaman pertama" ujar Farel.
" Iya" ucap Angel.
"Kamu marah sama David" tanya Farel.
"Ya marah marah banget malah, dia yang nyuruh Angel buat jauh jauh dari tingkah aneh dia sendiri yang kasih lihat kalau temenin temen sama kekasihnya aja suruh mereka di tempat privasi" ucap Angel.
"Cuma karena itu kenapa kamu menangis" tanya Farel membuat Angel menatapnya sebentar.
"Huh, itu karena Abang sendiri yang larang Angel melakukan semua hal gila itu tapi dia sendiri yang mempertontonkan di depan Angel" ujar Angel berusaha menutupi apa yang dia rasakan.
"*Kamu mengatakan itu tapi sorot mata kamu mengatakan hal.lain hal yang membuatmu sangat kecewa begitu dalam dan juga tangisan sat di atas tadi terlihat jelas kalau kamu menahan sakit yang teramat" ujar Farel dalam hati.
"Sakit Kak, kesel kecewa marah semua perasaan itu menjadi satu seandainya Angel bisa cerita sama Kakak pasti kakak akan akan metertawakanku" ucap Angel dalam hati*.
"Kak kenapa gak jalan jalan" ujar Angel.
"Kakak gak tau tujuan kita kemana ya mending duduk di sini" ucap Farel santai.
"Katanya mau bawa Angel jalan jalan hari ini" ucap Angel.
"Tapi hati kamu" ucap Farel terputus.
"Hati gak ada yang tau apa yang dia rasakan kecuali dia yang memakainya" ucap Angel.
"Ya udah deh mau kemana" tanya Farel.
"Ke mall aja kita main semua permainan yang ada" ucap Angel
"kenapa gak minta belanja" tanya Farel.
"Gak baju sepatu masih banyak di rumah" ucap Angel.
"Ya udah terserah kamu" ucap Farel.
Angel dan Farel pergi ke mall sesuai dengan perjanjian awal Angel akan memainkan semua permainan yang ada. Farel melihat Angel begitu bahagia ada rasa kasian ingin memberitahukan semua tentangnya di masalalu namun ada rasa takut kehilangan.
"Kenapa capek" tanya Farel saat Angel menepi untum beristirahat di samping Farel.
"Lumayan Kakak mau ikut" tanya Angel.
"Gak males kamu aja" ucap Farel.
"Oke sekarang kita cari perlengkapan kuliah" ucap Angel.
"Kamu mau kuliah di mana" tanya Angel
"Di LA aja lah" ucap Angel.
"Kenapa gak di sini aja" tanya Farel.
"Gak males harus sering keluar air mata nanti" ucap Angel tanpa sadar
"Maksudnya" tanya Farel.
"Kakak kan tau kalau Mommy tuh paling susah di tinggal jadi kalau kuliah deket deket pasti tiap hari Mommy samperin kalau jauh kan gak apa lagi kalau Daddy lagi sibuk hehe" ujar Angel
__ADS_1
"Jangan lupa kalau Mommy bisa terbangin pesawat jet" ucap Farel.
"Masa si" ujar Angel tak percaya.
"Gak percaya kan sama kakak juga hahahaha" ujar Farel.
"Kakak nyebelin" ucap Angel.
"Kamu mau masuk ke kejuruan apa" tanya Farel.
"Academi bisnis sama seni" ucap Angel.
"Oke kalau kamu bisa lulus dengan nilai sembilan nanti Kakak hadiahi kamu apartemen di LA" ucap Farel.
"serius Kak" ucap Angel
"Serius dong, itupun kalau kamu dapat nilai sembilan" ucap Farel
"Oke, kakak tau kan kalau di sekolah Angel paling susah dapat nilai sembilan dan hanya orang orang genius yang bisa dapat tuh nilai" ucap Angel.
"Kamu gak yakin sama nilai kamu sendiri" tanya Farel.
"Yakin lah karena Angel udah berusaha dengan seluruh kemampuan" ucap Angel.
"Kalau yakin kenapa lesu" ucap Farel.
"Nggak" ucap Angel.
"Ngel ini bagus" ucap Farel memperlihatkan setelan baju.
"Iya tapi itu kurang bahan Kakak lihat nih badan Angel kan bongsor" ucap Angel.
"Iya juga, oke yang ini bagus" ucap Farel memberikan semua pilihan dress untuk Angel.
"Oke, sekarang beli sepatu yuk" ucap Farel.
"Yuk" ucap Angel berganti mencari sepatu karena toko yang Angel dan Farel masuki adalah sebuah butik terkenal dengan perlengkapan fashion paling lengkap.
Setelah beberapa jam menghabiskan waktu di dalam butik akhirnya Angel mendapat semua barang yang dia suka walaupun kebanyakan adalah barang paksaan dari Farel.
"Kak udah yuk udah banyak" ucap Angel.
"Yakin udah semua" ucap Farel.
"Udah Kakak" ucap Angel yakin sembari berjalan ke kasir.
"Biar Kakak yang bayar" ucap Farel saat sampai di depan kasir.
"Gak perlu kak, Angel bawa kartu dari Daddy kok" ucap Angel.
"Gak boleh biar Kakak aja yang bayar, kebetulan perusahaan Kakak lagi untung banyak jadi uang Kakak makin banyak" ucap Farel sombong.
"Sombong" cibir Angel.
"Wanita aneh di bayarin malah gak mau" ucap Farel sembari memberikan sebuah kartu kredit berwarna gold.
"Terima kasih kak" ucap Angel.
"Iya sama sama, butuh bantuan" tanya Farel saat melihat Angel kewalahan membawa barang barangnya.
"Dari tadi kek tanyanya" ujar Angel.
__ADS_1
"Sini" ucap Farel merebut belanjaan Angel yang berada di tangan Angel
Setelag berdebat panjang karena Farel terus saja meminta Angel untuk membeli sesuatu Angel memilih untuk pergi ke luar terlebih dahulu sehingga membuat Farel harus mengikutinya.
"Ngel tunggu" ujar Farel.
Angel menghentikan langkahnya dan menghela nafas.
"Kenapa Kak, udah cukup untuk sekarang ini lebih dari cukup Kakak kasih banyak barang" ucap Angel.
"Ini tanda Kakak sayang sama kamu" ucap Farel tersenyum.
"Iya tau tapi Kakak kan bisa kasih cuma satu atau dua barang gak sayang uangnya apa buat Angel" ucap Angel.
"Nggak lah buat kamu apapun Kakak kasih" ucap Farel sembari menaruh belanjaan Angel ke dalam mobil.
"Kak, nonton yuk" ucap Angel.
"Sama Kakak" tanya Farel.
"Iya lah sama siapa lagi, katanya uangnya banyak biar Angel bantu habiskan" ucap Angel tersenyum.
"Oke yuk, mau nonton apa" tanya Farel.
"Terserah Kakak" ucap Angel.
"Kalau film romantis gimana" tanya Farel.
"Males film yang menantang deh" ucap Angel.
"Oke" ucap Farel.
Angel dan Farel pergi ke bioskop di dalam mall tersebut, Farel terus saja mengandeng tangan Angel walaupun Angel sudah memarahinya karena tidak nyaman namun Farel memaksa membuat Angel pasrah.
"Kakak beli tiket deh Angel beli minum sama makannya" ucap Angel.
"Bareng" ujar Farel.
"Huf, kakak suka ya sama Angel sampai gak mau pisah" ujar Angel asal.
"Iya Kakak suka sama kamu seperti orang dewasa" ucap Farel jujur.
"Sehari Kakak udah ngomong gitu berapa kali" ucap Angel.
"Banyak karena kakak emang sayang sama kamu dan kan membuat kamu bahagia hari ini sebelum kita berpisah lagi" ucap Farel.
"Ya terserah Kakak aja" ucap Angel.
"Oke" ucap Farel.
Angel.mengikuti Farel untuk membeli tiket walaupun terpaksa, Farel tidak memberikan celah untuk Angel menjauh. Farel memperlakukan Angel.dengan sangat baik dan lembut.
"Kak terima kasih sudah buat hari Angel menyenangkan dan melupakan sejenak" ucap Angel.
.
.
.
.
__ADS_1
..
Jangan lupa like vote dan komennya ya...