Kakakku Cintaku

Kakakku Cintaku
Jangan Pergi


__ADS_3

"Sama Kevin berdua aja" tanya David.


"Iya berdua" ucap Angel sengaja menekan kalimat terakhirnya.


"Oh, sukurlah udah makan" ucap David.


"Terus Abang kenapa pulangnya cepet bukannya kalau jamuan makan malam pulang sampai larut" tanya Angel sembari kembali serius dengan ponselnya.


"Iya Abang pulang cepet gak enak badan" jawab David.


Angel kemudian meletakkan ponselnya lalu menyentuh dahi David dengan telapak tangannya. Angel membelalakkan matanya karena kening David sangat panas.


"Panas banget Bang, mau ke rumah sakit" tanya Angel panik.


"Gak usah istirahat aja juga nanti sembuh" ucap David tersenyum.


"Ya udah yuk biar Angel antar Abang ke kamar" ucap Angel.


David menganggukkan kepalanya pasti kemudian berjalan dengan pelan ke kamarnya dengan bantuan Angel. Saat sampai di kamar David Angel kemudian melepaskan jas dan sepatu David lalu membaringkannya. Angel pergi untuk mengambil air kompres David dengan sangat telaten Angel mengompres David sampai David terlelap.


"Tidurlah Bang, Angel akan tidur di sini" ucap Angel tidur di sova kamar David.


Angel tertidur dengan menghadap David, Angel tidur dengan nyenyak namun saat tengah malam Angel mendengar David meraung raung menangis.


"Abang" ucap Angel terbangun.


Angel mendekati David yang masih saja menangis sembari memanggil manggil seseorang yang tidak terdengar jelas. Angel menggenggam tangan David erat seolah tidak merelakan siapapun membuat David menangis namun setelah itu David kembali tertidur dengan nyenyak lain dengan Angel yang justru terus memikirkan siapa yang bisa membuat David se histeris itu.


"Sedalam itukah kau mencintai gadis itu Bang, sampai kau tak ingin melepasnya walau dalam mimpi" ucap Angel sembari duduk di sova kembali.


"Angel apa yang lo pikir ha, dia Abang lo gak seharusnya lo merasa begitu" ucap Angel pada dirinya sendiri.


Angel bangun dan meninggalkan David untuk menuju kamarnya, Angel yang tidak bisa tidur kembali langsung membuka buku pelajarannya dan belajar dengan kecerdasannya Angel bisa menghafal semua yang sudah dia baca walau sekali.


Pagi datang mentari mulai memancarkan warna jingga yang sangat indah, Angel tersenyum karena malam yang sangat panjang sudah berakhir Angel yang semalaman tidak tidur terlihat sangat lesu namun bukan Angel namanya yang tidak bisa menyembunyikan apa yang sedang dia rasakan dengan keahlian memoles wajah Angel bisa merubah keadaannya.


Tok...tok....tok....


(Pintu kamar Angel di ketuk dari luar)


"Ada apa bi" tanya Angel saat sudah membuka pintu kamarnya.


"Eh... udah bangun Non saya kira belum bangun" ucap Maid.


"Udah sejak semalam, emangnya ada apa" tanya Angel.


"Cuma mau tanya mau sarapan apa" tanya Maid.


"Oh buatin sandwich aja Bi buat bekal soalnya belum laper" ucap Angel.


"Baik Non" ucap Maid.

__ADS_1


Angel kemudian merapikan semua bukunya dan bersiap untuk ke sekolah. Angel menuruni tangga dengan lesu karena kurang tidur namun saat sampai di meja makan Angel justru menampilkan sisi cerianya karena tidak ingin semua anggota keluarganya tau kalau dia tidak tidur semalam.


"Abang udah baikan Bang" tanya Angel sembari duduk di samping David.


"Udah, makasih ya udah rawat Abang" ucap David.


"Iya lagian Angel gak rawat Abang Angel cuma menjalankan kewajiban sebagai seorang adik yang baik hati dan tidak sombong bolehkan meminta sesuatu" ucap Angel.


"Hu... ternyata ada maunya" ucap Dadi.


"Hehe sekarang gak ada yang gratis Dad" ucap Angel tersenyum.


"Ya gak apa apa, apapun alasan di balik itu semua sekarang kamu mau apa" tanya David.


"Em... gini Bang sebenarnya setelah ujian nanti Angel akan ada kunjungan ke negara Indonesia untuk mempelajari sejarah dan untuk pelatihan di managemen bisnis" ucap Angel lirih.


"Oh, kenapa bilangnya sama Abang gak langsung bilang sama Mom sama Dadi" tanya David.


"Karena Dadi sama Momi juga pasti tanya ke Abang kasih izin apa gak makanya Angel tanya aja langsung sama Abang" ucap Angel.


"Gimana Mom Dad" tanya David.


"Seperti biasa kamu yang kasih keputusan buat semua yang di lakukan sama Angel karena kamu yang paling tau adek kamu iya gak Mom" ucap Dadi.


"Oh oke, sekarang Abang mau tanya kalau Abang gak kasih izin kamu nurut gak" tanya David.


"Gak Angel akan berusaha buat bujuk Abang" ucap Angel polos.


"Terus kenapa masih tanya sama Abang" tanya David menatap Angel.


"Karena bagaimana pun Abang adalah orang penting di sini" ucap Angel memegang dadanya.


"Di hatimu" tanya David.


Angel tidak menjawab hanya menganggukkan kepalanya yakin. Semua orang yang ada di meja makan tersenyum dengan kejujuran Angel David tersenyum bahagia mendengar jawaban Angel.


"Ya Abang izinkan, tapi ingat kalau sampai terjadi sesuatu sama kamu Abang gak akan pernah kasih izin kamu pergi lagi setuju" tanya David.


"Setuju" ucap Angel semangat.


Semua orang kemudian sarapan dengan hikmat, sedangkan Angel hanya memasukkan sarapannya ke dalam kotak bekal untuk di bawa ke sekolah.


"Gak sarapan dulu Girl" tanya Mom.


"Gak Mom, mau bawa aja" ucap Angel.


"Oh oke" ucap Mom.


"Bang nanti Angel ikut Abang ya" ucap Angel.


"Oke" ucap David semangat.

__ADS_1


Angel menunggu David sarapan sembari memainkan ponselnya. David menyelesaikan sarapannya cepat kemudian berangkat ke kantor membuat Kevin buru buru menghabiskan makanannya.


"Jangan buru buru Vin biarin aja tungguin kok" ucap David tersenyum.


"Lo gitu mentang mentang bos lo udah tiba tiba berdiri terus duduk lagi" ucap Kevin kesal.


"Hehe sorry ya udah habiskan dulu tuh makanan" ucap David bermain ponsel.


Kevin kembali menghabiskan sarapannya sedangkan Angel masih bermain ponsel dengan senyum senyum membuat David penasaran apa yang di lakukan Angel.


"Kenapa senyum senyum gitu lagi chat sama siapa hayo" ledek David.


"Hehe gak Bang ini sama temen doang" ucap Angel tersenyum.


David mengangkat ke dua bahunya acuh, sedangkn Kevin sudah selesai dengan sarapannya langsung berdiri dan berpamitan kepada Momi dan Dadi di susul Angel dan David yang ikut bangun dan pergi dari kediamannya untuk melakukan aktivitasnya yang sudah satu minggu mereka tinggalkan.


"Girl kamu kapan berangkat ke Indonesianya" tanya David saat di perjalanan ke sekolah Angel.


"Setelah selesai ujian Angel Bang, kan nunggu kakak kelas yang ujian juga" ucap Angel.


"Kaka kelas gak bareng temen sekelas kamu" tanya David.


"Gak Bang, mereka kan masih lama ujiannya Bang" ucap Angel.


"Emang sekarang kamu kelas berapa" tanya David bingung.


"Kan sekarang Angel udah kelas dua belas Bang, Angel kan udah janji lulus bareng Abang" ucap Angel bangga.


"Serius kamu Honey, "tanya David tak percaya.


"Serius Abang jadi Abang harus siapin hadiah buat Angel" ucap Angel tersenyum manis.


"Iya iya terserah kamu mau minta apa tapi kamu harus janji kamu harus dapat nilai yang paling tinggi di antara yang lain" ucap David.


"Oke deal" ucap Angel.


.


.


.


.


.


.


.


Jangan lupa like dan komennya ya....

__ADS_1


__ADS_2