
"Adin" teriak Riko lalu terkulai lemas melihat Adin tertabrak mobil tepat di depannya.
Adin terpental dan jatuh ke dalam sungai, semua anak buah Ayah mengejar dan mencari keberadaan Adin namun hanya warna darah yang terlihat.
Semua teman teman Adin yang ikut mengejarnya berlari ke sisi lain jembatan semua teman temannya berteriak histeris terutama Riko yang menangis keras dan mencoba melompat untuk mencari Adin namun di tahan oleh Megi Febi Andra dan Rian.
Dan pada saat itu lah Reza dan Ayah sampai di tempat kejadian langsung mendapat laporan dari anak buahnya Ayah dan Reza berlari melihat arah sungai tanpa menghiraukan semua yang memandang nya Reza lalu mengerahkan semua anak buahnya untuk mencari Adin turun ke sungai Ayah ikut serta mencari Adin di sungai sedangkan Reza mengurus mobil yang telah menabrak Adin dan mencari berbagai bukti dan Reza mencari keberadaan Rafa yang sedang terkulai lemas dan menangis histeris dengan Riko.
"Rafa" ucap Reza membuat Rafa mengalihkan pandangannya ke arah Reza.
"Reza" ucap Rafa berlutut di hadapan Reza.
"Za maafin gue Za hiks....gue gak bisa selamat kan dia Za hiks.... maafin gue hiks..... gue gak bisa bawa Adin pulang bareng gue ke tempat lo hiks.... maafin gue" ujar Rafa terbata bata.
"Iya lo salah, lo salah karena lo gak bisa bujuk dia tapi jangan salahin lo soal jatuhnya Adin dia pasti baik baik saja kamu tau kan dia wanita kuat dan wanita terhebat, Ayah pasti akan membawa Adin pulang percaya lah" ucap Reza menenangkan Rafa dengan menahan air mata.
"Tuan muda Damantara" tanya Febi.
"Ya saya ada apa" jawab Reza sembari melihat ke arah Febi.
"Ini ada titipan dari Adin" ucap Febi memberikan sebuah kertas kecil kepada Reza.
"Dari Adin, kalian siapa nya Adin" tanya Reza.
"Kita teman teman kerja Adin tuan muda" ucap Febi.
"Teman kerja" tanya Reza memastikan.
"Iya, Adin bekerja selama ini untuk mencukupi kebutuhannya" ucap Febi menahan air mata.
"Ternyata lo wanita tangguh, lalu dimana dia tinggal dimana dia bekerja selama ini apa dia makan dengan layak selama ini" tanya Reza bertubi tubi.
"Bagi kita orang biasa semuanya layak, tapi kalau buat Adin seorang putri Damantara semua tidak baik untuknya" ucap Febi.
Reza mendengar semua penjelasan Febi, lalu membuka sebuah kertas yang Adin titipkan pada Febi.
Dengan perlahan Reza membuka kertas tersebut ternyata sebuah foto keluarga yang telah di sobek.
"Kapan Adin berikan ini ke kamu" tanya Reza.
"Saat pertama kita jadi sahabat, dia bilang kalau suatu saat saya ketemu keluarga Damantara terutama tuan muda Damantara tolong berikan ini padanya" ujar Febi.
Reza membaca kertas kecil yang terdapat di dalam foto tersebut.
"Hai Bang, apa kabar...?
Eh maaf Tuan muda Damantara saya sudah tidak sopan.
Saat anda membaca ini berarti saya sedang berusaha mensejajarkan kedudukan saya dengan anda.
Dulu anda bilang akan selalu percaya sama saya tapi yang anda lakukan berbeda dengan yang anda katakan, karena kesalahan yang tidak pernah saya perbuat anda mencabut semua hak saya anda bahkan memutuskan hak saya sebagai adik anda dan bagian dari keluarga Damantara.
Anda tau apa yang sangat menyakitkan bagi saya, saat anda memutuskan hak saya memanggil anda Abang dan saat anda tidak lagi mau mendengar penjelasan saya, sekarang saya sadar bahwa saya memang orang tidak pernah di inginkan kehadirannya.
Tapi anda tenang saja tuan, saya tidak akan memakai marga keluarga anda lagi walau dalam keadaan sesulit apapun.
__ADS_1
Jadi tuan jangan cari saya lagi saya akan pergi sejauh mungkin dari anda dan keluarga, jadi anda dan keluarga anda tidak perlu khawatir saya akan muncul lalu mengambil hak saya lagi, saya tidak membutuhkan itu semua.
Tapi saya pastikan bahwa saya akan berdiri tegak seperti anda sekarang dan mampu mensejajarkan diri dengan anda.
Sekali lagi suruh semua anak buah anda untuk berhenti mencari saya karena saya tidak akan mengganggu anda.
Salam hormat,
Adin.
Reza bergetar saat membaca sepucuk surat dari Adin, Reza tertunduk seakan kakinya tidak lagi mampu menopang tubuhnya, Reza sangat terkejut dengan pengakuan Adin dalam suratnya.
"Tuan anda baik baik saja" tanya Febi hendak menolong Reza.
Namun Reza mengangkat tangannya tanda dia tidak butuh bantuan dari siapa pun karena ego Reza yang begitu tinggi.
"Hentikan semuanya, hentikan pencarian ini sekarang juga" teriak Reza kepada anak buahnya.
"Tapi tuan" protes anak buah Reza.
"Saya tidak mau di bantah, hentikan sekarang juga" teriak Reza dengan mata merah dan panas karena menahan air mata yang hendak jatuh.
"Reza apa yang kamu lakukan ha" tanya Ayah dengan nada tinggi.
"Sudah lah yah, hentikan semuanya bukannya Ayah sendiri yang memutuskan semua hak Adin, sampai hak Adin menyandang marga keluarga juga Ayah putuskan" ucap Reza meninggi.
Brugh.......
Ayah memukul Reza dengan penuh amarah, sampai Reza tersungkur di jalan, Reza tidak mampu melawan Ayahnya, Reza terus menerima semua pukulan Ayahnya Reza merasa sangat terpukul pasalnya Reza selalu mempercayai Adin namun karena hasutan orang baru Reza memgusir Adin.
"Diam kamu, apa kamu tidak cukup kehilangan dia dari keluarga apa kamu mau dia kehilangan nyawa karena kita tidak menolongnya, sudah cukup Ayah berdosa sama Adek" ucap Ayah menangis.
"Setelah semua kejadian ini anda baru menyebutnya Adek" ujar Rafa.
"Diam kamu" bentak Ayah.
"Tuan bagaimana ini kita teruskan atau kita hentikan tuan" tanya anak buah Ayah.
"Teruskan saya tidak mau kehilangan dia untuk ke dua kalinya" ucap Ayah tegas.
"Baiklah tuan" ucap anak buah Ayah.
Reza hanya pasrah dan menangisi Adin.
"Dimana Rafa, bawa dia kemari sekarang juga" teriak Reza.
"Maaf tuan, tuan muda Rafa sudah ikut mencari Nona muda tuan" ucap anak buah Rafa yang baru saja datang.
"Lalu kenapa kalian masih di sini" tanya Reza.
"Maaf tuan kami akan segera menyusul tuan muda" ucap anak buah Rafa pergi menggunakan jetsky untuk mencari Adin.
"Rik udah lah jangan gitu mendingan lo berdoa biar Afin cepet ketemu dan dia selamat " ujar Megi menenangkan Riko.
Riko dkk kemudian kembali ke restauran, saat sampai di restoran Megi dkk di hadang Vian di depan pintu masuk.
__ADS_1
"Kalian ikut saya" ucap Vian kepada Megi dkk.
Megi Febi Rian dan Andra mengikuti Vian ke dalam sedangkan Riko duduk di restauran depan, pasalnya Riko sudah menganggap Adin sebagai adik kecilnya sejak pertemuan pertama mereka, Riko terus menyalahkan dirinya beberapa kali Riko meneteskan air matanya.
"Apa yang kalian lakukan" tanya Vian saat sampai di ruang Vian.
"Maaf Pak boss kita pergi tanpa izin kita salah" ucap Febi.
"Kalian tau yang kalian lakukan salah kenapa masih kalian lakukan" tanya Vian tegas.
"Maaf kita tidak bisa tinggal diam saat teman kita dalam bahaya, walaupun pada akhirnya kita tidak bisa menolongnya" bela Megi.
"Apa maksud kalian, dan dimana Adin" tanya Viyan penasaran.
"Dari tadi kita bicara anda baru menanyakan dimana Adin, anda tau keributan yang terjadi tadi adalah anak buah dari keluarga Damantara yang mencari putri nya" ucap Rian.
"Lalu apa hubungannya dengan kalian" tanya Viyan tambah bingung.
"Bukan kami tapi Adin, Adin yang selama ini kita kenal adalah nona muda tuan Damantara yang pergi karena kesalahan yang tidak pernah dia perbuat" ucap Febi.
"Jadi maksud kalian nona muda yang tertabrak dan jatuh ke sungai adalah Adin" ucap Viyan bergetar.
"Iya Pak boss" ucap Megi lirih.
Seketika keadaan menjadi senyap hanya ada isak tangis dari Megi dan Febi sedangkan Viyan hanya bisa terduduk lemas, karena Vian ingin mengenal Adin lebih jauh lagi tapi keadaan berkata lain.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Adin....!!!
Haduh Adin kecelakaan nih guys kira kira Adin bakal selamat gak ya cari tau yuk di episode selanjutnya...,👍👍
Jangan lupa tinggalin jejaknya ya,....
Mau vote juga boleh mau komen juga boleh asal jangan saling menyakiti...
Happy reader....
__ADS_1