
"Girl coba telfon Abang bisa jemput gak" tanya Mommy
"Siap Mom" ujar Angel menelfon David.
"Hallo sayang kenapa" tanya David di sebrang telfon membuat Angel tersipu malu.
"Bang bisa jemput gak, udah selesai kalau gak bisa mau naik taxi" ucap Angel.
"Maaf sayang, masih ketemu klien susah banget nih maaf ya kalau Daddy lagi tinjau lapangan" ucap David.
"Iya gak papa cuma tanya aja, Ya udah ya Abang semangat kerjanya" ujar Angel.
"Oke sayang i love you" ucap David lalu mematikan ponselnya
"I love you too David" ingin sekali Angel mengatakan itu tapi dia tau posisinya sekarang
"Mom, Abang sibuk kita naik taxi aja daddi lagi survei lapangan" ujar Angel.
"Oke" ucap Mommy.
"Tapi maaf Angel pulang ke boutique aja mau selesaiin baju Cika" ucap Angel.
"Emang designnya udah di bawa ke sana" tanya Mommy.
"Udah Mom udah suruh temen buat bawa ke sana" ucap Angel.
"Oh oke, gak mau makan dulu kamu tadi siang gak makan loh" ucap Mommy
"Tenang ajaa Mom, di sana nanti banyak makanan kok" ucap Angel.
"Hm, taxi bareng atau beda" tanya Mommy.
"Beda lah Mom kan berlawanan arah" ucap Angel.
"Kamu duluan" ucap Mommy.
"Mommy duluan " ucap Angel.
"Oke sekarang ke sebrang jalan deh siapa tau dapat taxinya bareng" ucap Mommy di angguki Angel
"Bye mom, see you" ucap Angel.
Saat Angel sudah sampai sebrang ada taxi kosong membuat Angel memberhentikannya di ikuti mommy yang juga mendaoatkan taxinya. Sebelum masuk Angel dan Momny saling melambaikan tangan dan hilang dalam keramaian.
"Gue pengin nemuin Bunda tapi tugas gue sebagai anak Honsclair belum selesai kalau belum bisa balas kebaikan kebaikan mereka selama ini" ujar Angel dalam hati sembari menutup matanya di kursi penumpang
"Gue janji secepatnya bakal temuin bunda, Abang dan juga kak Maya dan bakal balas semua yang sudah Mama Ani lusi dan Rani gue bakal buat mereka kapok" lanjut Angel.
Angel sampai di boutiquenya dengan keadaan boutiquenya masih buka. Angel dengan segera masuk dan berjalan ke ruangannya namun di hentikan salah satu kariawannya.
"Stop who are you" ucapnya tegas.
"I'm is your bos" ujar Angel sembari menbuka cadarnya.
Angel tertawa membuat kariawannya juga ikut tertawa. Setelah itu Angel pergi ke ruang tempat dia biasa menginap di lantai tiga untuk membersihkan diri sedangkan saat dia bekerja dia biasa di lantai dua.
"Seger" ucap Angel setelah selesai mandi.
Angel berganti pakaian dan mulai mencari kain premium yang cika minta untuk gaun pernikahannya. Karena boutique Angel berkembang pesat jadi Angel punya stok banyak kain premium.
"Oke kita cari gaun warna biru" ujar Angel sembari memilah milah warna yang dia inginkan.
Sebenarnya sebelum berangkat pemotretan tadi Angel sudah meminta salah seorang pengawalnya untuk mengantarkan boneka barbie dengan gaun buatan Angel semalam untuk Cika dan ternyata cika sangat menyukainya hanya saja dia meminta warna biru muda.
"Nah ini" ujar Angel langsung mengambil lembarang panjang dengan di padu padankan beberapa warna.
"Oke kita mulai" ujar Angel.
"Tapi gue mana tau ukuran Cika dasar gila gue" ucap Angel
Angel turun dengan memakai celana jeans dan jaket dia mengambil helmnya dan mengendarai motor sport miliknya untuk menemui Cika yang sebelumnya sudah dia hubungi.
Angel sampai di tempat Cika tepatnya dimana Cika dan Riko berada sedang bersantai di sebuah Cafe.
"Maaf ganggu, gue gak punya banyak waktu oke berdiri" ujar Angel di depan Cika dengan sangat cepat.
"Bentar bentar lo siapa" tanya Cika.
"Gue Angel, cepet deh" ujar Angel.
"Yaa mana gue tau orang lo pake cadar kagian ngapain lo pake cadar" tanya Cika.
__ADS_1
"Banyak alasan" ucap Angel.
"Boleh saya rubah konsep gaun itu" ujar Riko.
"Mau bagaimana terserah kalian karena kalian yang akan pakai" ucap Angel sembari mengukur tubuh Cika.
"Maaf Kak Riko giliran anda" ujar Angel
"Kak Riko" ucap Riko tersenyum dan berdiri.
"Ya kali mau panggil kakek Riko" ucap Angel sadar dengan sebutannya tadi.
"Ya serah" ucap Riko.
"Bisa lepas jasnya" tanya Angel.
"Kenapa" tanya Riko.
"Kalau pakai jas ukurannya jadi beda walau sesenti itu akan berakhir beda, jadi please saya gak punya banyak waktu" ucap Angel.
"Yaya" ujar Riko melepaskan jasnya dan mendekati Angel membuat Angel tersentak.
"Gak pake deket banget gitu" ucap Cika.
"Suka suka saya dong" ujar Riko.
"Oke sudah, oh ya tadi mau ganti konsep apa" tanya Angel.
"Duduk dulu" ucap Riko berdiri mempersilahkan Angel duduk.
"Gak perlu" ucap Angel namun Riko memaksa Angel untuk duduk.
"Oke, saya mau konsep khas Indonesia dengan kain kebaya tapi dia minta gaun apa ada solusi" tanya Riko mendekatkan kepalanya di samping Angel, Angel merasa biasa saja hanya saja Cika menatapnya seperti ingin membunuh.
"Kombinasi aja, atasnya kebaya bawah gaun kayaknya keren" ucap Angel berfikir.
"Bisa buat contohnya" tanya Riko.
Angel mengeluarkan iphone nya dan mendesign dengan cepat dan design itu di setujui ke dua pihak. Angel tersenyum dan pergi dengan cepat karena melihat tatapan Cika yang tidak suka dengan kehadirannya.
"Oke gue pamit tapi gue butuh waktu lebih lama yang jelas gak sampai lo ke Indo" ucap Angel menunjuk Cika.
"Di tunggu" ucap Cika.
"Maaf saya tidak sengaja" ujar Angel.
"Honey" ucapnya membuat Angel mendongak.
"Sepertinya anda salah orang" ucap Angel tersenyum di balik cadar.
"Benarkah" ujar David langsung menarik pinggang Angel membuat pipi Angel memerah.
"Lepasin malu tau" ujar Angel di angguki David.
"Kamu naik motor" tanya David.
"Gak" ujar Angel berbohong.
"Helm" tanya David.
"Punya dia tadi gak sengaja Angel jatuhin mau benerin" ucap Angel menunjuk Riko sembarang.
"Sarung tangan"
"Biar gak dingin" ucap Angel dengan tatapan lembutnya.
"Jaket, celana sepatu" ucap David penuh teliti.
"Iz, kenapa si teliti banget kayak guru cek ujian" ucap Angel.
"Kunci motor" ucap David mengulurkan tangannya.
"Abang" ujar Angel manja.
"Cepet, udah malem cewek bawa motor dan saya yakin kamu gak bakal pelan bawanya" ucap David masih stay dengan tangan meminta kunci motor Angel.
"Yaya" ujar Angel memberikan Kunci motor Helm dan jaketnya.
"Ada lagi" tanya Angel.
"Hm kamu pulang sama supir saya" ucap David puas dan pergi.
__ADS_1
Angel ngambek tapi mau bagaimana lagi karena perintah David tidak akan mungkin bisa dia tolak. Angel berjalan dengan kaki di hentak hentakkan membuat David melihatnya gemas.
"*Apa dia beneran adik kakak" tanya Riko pada Cika.
"Apa peduli lo" ucap Cika.
"Gak cuma heran masa iya adik kakak segitunya" ujar Riko.
"Wajar dong, karena mereka ada hak untuk saling melindungi satu sama lain mereka juga bisa pelukan gandengan tangan bahkan suap suapan" ucap Cika.
"Segitunya" tanya Riko.
"Kenapa si mikirin mereka banget, ada gue yang harus lo pikirin lagian kalau mereka bukan adek kakak gue juga setuju mereka jadi pasangan mereka cocok otak sama rupa sama semua ada di level yang sama" ujar Cika sengaja agar Riko berhenti mengejerar angel*.
Angel pergi dengan di antar supir pribadi David namun bukannya menjadi penumpang Angel justru meminta sang supir yang menjdi penumpang.
"Biar saya yaang setir" ujar Angel.
"Biar saya saja nona, nanti saya di marahin" ujar sang Supir.
"Ya gak lah kan tugasnya anterin saya gak bilang suruh jadi supir saya" ujar Angel.
"Nona ada aja jawabannya" ucap sang Supir.
Angel sangat dekat dengan semua maid maupun supir dan pengawal. Angel sering menghabiskan waktunya dengan semua pengawal dan asisten di rumah utama hal itu yang membuat Daddy dan Mommynya semakin menyukai Angel. Berbeda dengan David yang menganggap Angel akan dalam bahaya jika tidak bisa memilih seseorang untuk berteman.
"Makasih pak" ujar Angel saat sampai di butiknya dengan cepat membuat sang supir bahkan sulit menarik nafasnya.
"Gak lagi lagi Non, bisa jatuh jantung saya" ujar nya.
"Kalau jatuh buat saya aja biar lebih kuat untuk menghadapi lika liku kehidupan" ucap Angel.
"Bisa aja si non" ujarnya peegi kembali ke tempat David berada
Angel mulai dengan memotong kain sesuai design yang di minta Riko. Dengan sangat teliti Angel memasang manik maning sesuai bentuk yang Cika inginkan.
Cika meminta untuk manik yang akan di tempet membentuk bunga bunga mawar yang bermekaran dengan gaun bunga tulip bertaburan di bagian bawahnya.
"Oke bakal gue buat se baik mungkin tapi bakal lama juga ya demi Cika sekaligus hadiah yang bakal sulit di lupain Cika" ucap Angel semangat.
Angel mulai memasang manik manik sampai larut butiq juga akan segera di tutup sebenarnya Angel bisa saja meminta bantuan dari para asistennya namun Cika tidak mengizinkannya dia tidak mau gaunnya di sentuh sembrang orang.
"Sayang" cup ciuman mendarat di pipi kiri Angel oleh seseorang dengan suara sangat familiar di telinganya
"Abang" ujar Angel membalikkan badannya.
"Hai, makan yuk" ujar David.
"Nanti" ujar Angel.
"Saya tau kamu belum makan dari siang" ujar David.
"Kata siapa" tanya Angel.
"Mommy" ucap David.
"Oh, ya ya makan" ucap Angel bangun dan duduk di samping David.
"Saya suapin" tanya David.
"Makan sendiri aja" ujar Angel
"Oke kamu mau bermalam di sini" tanya David melepaskan jasnya dan melipat baju lengannya menjadi lebih santai.
"Hm, waktunya meped banget gak boleh ada yang bantu lagi" ujar Angel membuka cadarnya dan mulai menyuapkan makanan yang David bawa.
"Kamu yakin bisa menyelesaikan ini dalam waktu seminggu, saya rasa. buat maniknya aja udah sampai seminggu belum jahit dan yang lainnya" ujar David.
"Hm, harus bisa kamu tau saya di sini" tanya Angel.
"Dari supir yang antar kamu tadi, oh ya motornya ada di bawah udah di tempatnya lagi" ucap David mendekati Angel.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Jangan lupa dukungannya ya guys....
lama gak up gak bisa rutin kayak dulu maaf ya....