Kesucian Yang Direnggut ( Nara Untuk Aydan)

Kesucian Yang Direnggut ( Nara Untuk Aydan)
Bab 100


__ADS_3

" Apa kamu ingin tidur sekarang?" Bukan nya menjawab pertanyaan Alea, Rifki malah balik bertanya.


" Aku, emm" Alea bingung harus menjawab apa.


" Aaah... Hari ini lumayan melelah kan juga!" Rifki tak menunggu jawaban Alea, dia langsung merebahkan tubuh nya di atas tempat tidur Alea dengan cuek nya. "Kamu tidak mau tidur? Atau kamu malu karena harus tidur dengan ku?" Rifki berkata dengan nada menggoda nya membuat Alea langsung menoleh.


" Tidak, buat apa aku harus malu" jawab Alea tak mau kalah.


" Benar kah? Kalau begitu, kemarilah!" Rifki menepuk bantal kosong yang ada di sebelah nya . " Atau kamu ingin tidur di sini?" Rifki terkekeh seraya menunjuk dada bidang nya dengan sebelah tangan nya yang ia rentang kan agar Alea bisa tidur di atas nya.


" Ish, tidak perlu! Aku tidur di sini saja!" Alea pun tak menunggu lama langsung merebah kan tubuh nya di samping Rifki dengan salah tingkah dan detak jantung nya yang berdetak lebih cepat beberapa kali lipat. Alea tidur dengan posisi membelakangi Rifki.


Rifki semakin terkekeh melihat tingkah Alea yang salah tingkah seperti itu, " apa kamu yakin tidak mau tidur di sini!" Rifki masih saja menggoda Alea.


" Tidak!" Ucap Alea ketus tanpa menolehkan wajah nya, " ish, kenapa kak Rifki menyebal kan seperti ini sih?" Batin Alea seraya mendengus kesal. " Tidak tahu apa, kalau aku ingin sekali tidur di sana? tapi aku maluuu! " jerit Alea di dalam hati nya


" Apa kamu yakin? Dada ku ini sangat nyaman loh untuk di tiduri" Rifki semakin menggoda Alea.

__ADS_1


Merasa kesal dengan ucapan Rifki yang terus menggoda nya, akhir nya Alea mengubah posisi nya untuk menghadap ke arah Rifki yang masih saja tersenyum ke arah nya.


" Apa kakak ingin sekali aku tidur di sana?" Alea membalas godaan Rifki. " Baik lah, aku akan tidur di sana!" Tanpa menunggu lama Alea menggeser tubuh nya dan memposisi kan diri nya tidur di atas dada bidang Rifki. Jujur saja Alea sangat gugup saat ini dan detak jantung nya pun kini semakin berdetak dengan cepat, namun Alea fikir, dia harus mulai terbiasa dengan itu bukan? Apa lagi Rifki terus menggoda nya, tentu saja Alea tidak mau kalah dengan suami nya itu.


Rifki pun tak jauh beda dengan Alea, saat ini detak jantung nya semakin berdetak dengan kencang saat Alea menelusup kan wajah nya pada dada bidang nya. Sungguh, tadi nya Rifki hanya ingin menggoda Alea karena ingin melihat Alea yang tersipu malu dan salah tingkah seperti tadi, tapi Rifki juga tidak menyangka bahwa Alea akan berani tidur di atas dada nya, apa lagi tangan Alea kini melingkar di atas perut Rifki saat ini.


" Oh Tuhan, kenapa aku malah deg - deg an seperti ini" batin Rifki.


Hening seketika menyelimuti kamar Alea yang lumayan luas itu dengan pasangan pengantin baru kita yang sibuk dengan pikiran mereka masing - masing seraya menahan rasa gugup yang menyelimuti perasaan mereka masing - masing, hanya suara detak jantung yang terdengar bersahutan dari diri mereka saat ini.


" Ekhem, Lea apa kamu sudah tidur?" Rifki bertanya setelah beberapa lama mereka sama - sama terdiam.


" Sama, aku juga tidak bisa tidur, apa lebih baik kita lakukan itu saja ya?" Rifki menggaruk kepala nya yang tidak gatal.


" Melakukan itu? Melakukan apa maksud kakak?" Alea mendongak kan kepala nya agar dia bisa melihat wajah Rifki saat ini.


" Itu loh, sesuatu yang biasa di lakukan oleh pasangan pengantin baru" Rifki melihat ke sembarang arah karena malu kalau harus melihat wajah Alea saat ini.

__ADS_1


" Oh itu, apa kakak ingin melakukan nya sekarang?" Alea langsung kembali menunduk kan wajah nya karena merasa malu, Alea bukan anak kecil yang tidak mengerti akan ucapan dari suami nya itu.


" Ya, itu kalau kamu juga tidak keberatan. Tapi kalau kamu belum siap juga tidak apa - apa" jawab Rifki cepat karena tidak mau terlalu menekan Alea dengan keinginan nya.


" Kalau aku sih, terserah kakak saja. Bukan kah melayani suami adalah tugas seorang istri" Alea menjawab dengan tersipu malu.


" Benar kah?" Rifki tampak berbinar setelah mendengar ucapan Alea barusan, sungguh Rifki sangat bahagia saat mendengar ucapan istri nya itu. Tadi nya Rifki pikir Alea akan merasa trauma dan tak mudah menerima nya setelah apa yang dia lakukan pada Alea malam itu, tapi ternyata Alea cukup dewasa menerima nya sebagai kecelakaan dan kesalahan diri nya sendiri tanpa menyalah kan Rifki sedikit pun. Kemarin saja saat Alea menghindari Rifki selama beberapa hari, bukan karena rasa marah atau pun kecewa terhadap diri Rifki melainkan rasa malu pada diri Alea sendiri. Maka dari itu Rifki tidak pernah memaksa untuk bertemu dengan Alea saat itu, dia ingin memberikan waktu untuk Alea menenang kan diri nya sendiri karena Rifki tahu , apa yang sudah di alami Alea waktu itu tidak akan mudah untuk di terima oleh wanita mana pun termasuk Alea sendiri.


" Baik lah, apa aku boleh memulai nya sekarang?" Rifki langsung mengubah posisi nya sehingga kini dia berada tepat di atas tubuh Alea yang menatap sayu pada diri nya.


Perlahan Alea mengangguk kan kepala nya seraya menutup mata nya saat wajah Rifki semakin mendekat pada wajah nya.


Rifki mulai membisik kan do'a pada telinga Alea sebelum memulai aktifitas nya yang akan membawa diri nya dan diri Alea terbang ke puncak kenik matan yang tiada tara. Selesai dengan itu, perlahan Rifki mengecup kening Alea cukup lama dan setelah nya turun pada kedua kelopak mata Alea, hidung, ke dua pipi dan yang terakhir bibir mungil Alea yang selalu terasa manis setiap Rifki mengecup nya. Alea tampak memejam kan ke dua mata nya, untuk Menik mati setiap sentuhan dari suami nya itu.


Rifki men cium bibir Alea dengan lembut dan Alea pun membalas nya, perlahan ke dua bibir itu saling melu mat satu sama lain dengan ke dua lidah mereka yang saling membelit satu sama lain di dalam sana. Suara deca pan terdengar nyaring dari ke dua bibir yang saling ber adu dengan penuh gai rah dan perasaan saling mengingin kan satu sama lain nya.


Tangan Rifki pun tak tinggal diam begitu saja, di saat bibir nya dan bibir Alea saling bertaut satu sama lain di atas sana, tangan Rifki di bawah sana sudah mulai nakal menelusup ke dalam kaos yang di kenakan oleh Alea saat ini dan langsung melepas kan pengait yang ada pada punggung Alea untuk melepas kan pelindung berbentuk kaca mata yang menutupi dua gundukan kembar milik Alea yang selalu menjadi bagian favorit pria mana saja pada wanita nya.

__ADS_1


Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambah kan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏


__ADS_2