Kesucian Yang Direnggut ( Nara Untuk Aydan)

Kesucian Yang Direnggut ( Nara Untuk Aydan)
Bab 101


__ADS_3

Setelah berhasil terbuka, tangan Rifki pun kembali merayap pada tubuh Alea bagian depan dan mulai menangkup salah satu gunduk kan kembar itu dan mulai meremas nya, membuat Alea yang sedang terbuai dengan permainan mereka merasa kaget.


" Apa yang kakak lakukan?" Alea merasa kaget dengan apa yang di lakukan Rifki barusan terhadap nya, dan langsung melepaskan tangan Rifki dari tubuh nya. Alea tidak habis fikir sejak kapan Rifki melepas kan pakaian dalam bagian atas nya itu dan tahu - tahu tangan Rifki sudah dengan bebas nya memain kan aset berharga milik nya. Sungguh Alea seperti nya begitu terbuai dengan apa yang Rifki lakukan pada nya sehingga dia sendiri tidak menyadari nya.


" Maaf, apa aku mengaget kan mu?" Rifki menatap Alea dengan wajah yang terlihat menyesal. " Aku hanya melakukan apa yang kata hati ku katakan untuk aku lakukan" tambah Rifki lagi.


" Ah ya, tidak apa - apa. Maaf aku hanya kaget saja" cicit Alea dengan suara pelan nya, sungguh dia saat ini sangat malu pada diri nya sendiri yang bisa - bisa nya kaget saat suami nya sendiri menyentuh bagian tubuh nya.


" Apa aku boleh melanjut kan nya?" Rifki mengerut kan kening nya menatap Alea dengan wajah yang penuh permohonan.


Alea pun perlahan mengangguk kan kepala nya dengan tersipu malu. Merasa sudah mendapat kan lampu hijau dari istri nya itu, Rifki pun kembali melanjut kan aktifitas nya tadi yang sempat terhenti karena Alea yang merasa kaget dengan apa yang di lakukan Rifki pada nya.


Alea kini mulai menutup mata nya dan menik mati setiap sentuhan yang di berikan Rifki pada nya.


" Aaaakh" satu desa han lolos begitu saja dari bibir mungil Alea saat bibir Rifki menyentuh dan menghisap bagian leher Alea dan memberikan jejak kepemilik kan nya di sana dengan tangan nya yang terus bergerilya memainkan dua gunduk kan kembar milik Alea. Tubuh Alea kini di buat seakan melayang oleh Rifki saat sentuhan demi sentuhan di berikan oleh nya pada bagian tubuh Alea saat ini. Bahkan tangan Rifki dengan lincah nya melepas kan pakaian yang di pakai Alea saat ini sehingga tubuh Alea kini polos tanpa sehelai benang pun.


Tak lupa juga Rifki menghisap dan memain kan bulatan kecil pada ujung gunduk kan kenyal milik Alea dengan begitu lincah nya sehingga tubuh Alea beberapa kali menggelinjang dengan hebat saat merasakan sensasi luar biasa yang baru pertama kali ini dia rasakan.

__ADS_1


Puas bermain dengan tubuh Alea, Rifki pun langsung membuka pakaian nya sendiri untuk melepas kan belut albino milik nya yang sudah menegang dan memberontak sedari tadi meminta untuk di lepas kan.


" Apa itu?" Alea terpekik kaget dengan mata yang membulat sempurna saat melihat belut albino milik Rifki yang sudah berdiri tegak dan siap untuk bertempur. " Kenapa itu besar sekali?" Tambah Alea lagi dengan wajah yang sama.


" Tentu saja ini besar, kalau kecil bagai mana bisa membuat mu puas sayang" Rifki tersenyum menggoda pada Alea.


" Puas apa nya, yang ada punya ku bisa robek jika itu masuk ke dalam nya" Alea mengerucut kan bibir nya lucu.


" Tentu saja tidak, sekarang kamu periksa punya mu! Apa itu robek atau terluka? Bukan kah belut albino milik ku pernah memasuki nya malam itu?" Rifki malah semakin menggoda Alea.


" Aku sangat yakin sayang, karena aku bisa merasakan nya saat kamu memasuk kan punya ku pada lubang hangat milik mu. Memang sih saat itu kamu terlihat meringis menahan sakit walau pun kamu terlihat terburu - buru dengan gai rah yang sangat besar" Rifki kembali mengingat kejadian pada malam itu.


" Apa maksud kakak, aku yang saat itu memasuk kan nya sendiri? Bagai mana bisa?" Alea merasa kaget sekaligus malu saat mendengar nya.


" Ya, kamu sendiri yang mendorong tubuh ku dan mengambil alih permainan dengan naik ke atas tubuh ku" jawab Rifki dengan santai nya.


" Ah, sudah lah! Aku tidak mau mendengar nya lagi" Alea menutup telinga nya sendiri dengan ke dua tangan nya seraya menutup ke dua mata nya karena jujur saja Alea sangat malu setiap kali Rifki menceritakan tentang malam itu.

__ADS_1


" Maaf, mari kita lanjut kan kegiatan panas kita!" Rifki berbisik dengan suara serak nya dengan jarak wajah nya dan wajah Alea yang sangat dekat membuat Alea lagi - lagi terkesiap dengan perbuatan Rifki barusan pada nya.


Rifki pun kembali menaut kan bibir nya dengan bibir Alea dan mulai memagut nya kembali, sedang kan Alea hanya pasrah saja menerima setiap apa yang di lakukan suami nya itu pada nya. Perlahan Rifki juga mulai memasuk kan belut albino milik nya pada lubang kehangatan milik Alea dengan perlahan, Rifki dengan perlahan juga mulai menggesek kan pinggul nya agar belut albino milik nya bisa masuk dengan sempurna pada sarang nya yang masih saja terasa sempit padahal ini yang ke dua kali nya belut albino milik nya memasuki sarang nya itu.


Sedang kan Alea kini sedang menahan rasa sakit dan perih yang luar biasa dia rasakan saat Rifki berusaha mendobrak paksa sarang nya dengan belut albino milik nya yang merurut Alea sangat besar itu.


" Oh Tuhan, ternyata sesakit ini! Tapi kenapa bisa - bisa nya aku melupakan rasa sakit seluar biasa ini?" Batin Alea seraya meringis kesakitan. Saat ini Alea hanya bisa menahan rasa sakit yang menghantam bagian bawah nya itu agar Rifki tidak merasa kasihan pada nya dan menghenti kan kegiatan mereka yang akan membuat Rifki kecewa.


Rifki pun semakin mempercepat gerakan pinggul nya sampai akhir nya sarang milik Alea terdobrak juga oleh belut albino milik nya.


Malam itu adalah malam ke dua bagi mereka berbagi peluh dan berbagi kenik matan yang tiada tara. Namun malam ini jelas berbeda karena malam ini mereka sudah menjadi pasangan yang halal dan Rifki jelas sangat Menik mati nya di banding kan dengan malam itu yang Rifki lakukan dengan perasaan ragu, takut dan merasa bersalah menjadi satu.


Berbeda lagi dengan Alea yang baru pertama kali merasakan hal itu karena saat pertama mereka melakukan nya, Alea sama sekali tidak mengingat nya.


Suara des ahan dan era ngan terdengar menggema bersahutan di dalam kamar yang lumayan besar yang kini di hiasi dengan kelopak bunga mawar putih yang bertaburan di seluruh ruangan yang semakin berantakan akibat ulah pasangan pengantin itu.


Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2