Kesucian Yang Direnggut ( Nara Untuk Aydan)

Kesucian Yang Direnggut ( Nara Untuk Aydan)
Bab 62


__ADS_3

Duakk


Brrugg


Sebuah tendangan di kaki Putra mendarat dengan sempurna dari kaki yang putih mulus dengan heels berwarna hitam menghias nya membuat Putra kehilangan keseimbangan nya sehingga dia terjatuh dan melepaskan cengkraman tangan nya pada tangan Alea.


" Aw, apa yang kamu lakukan" Putra meringis seraya memegang kaki nya yang terasa sakit


" Aku sudah memperingatkan mu sebelum nya, jadi jangan salahkan aku jika aku berbuat kasar pada mu" Alea mendengus kesal seraya mengibaskan tangan nya yang masih terasa sakit karena di cengkram oleh putra tadi.


" Kau!" Putra melayang kan tatapan tajam nya pada Alea


" Ada apa ini, apa yang terjadi?" Algi yang sedang bekerja merasa kaget dengan suara keras yang berasal dari meja yang di tempati sahabat nya itu.


" Tidak apa - apa, maaf aku membuat keributan di kafe mu" Alea berkata dengan santai nya, dan Putra masih memegangi kaki nya dengan posisi jongkok nya.


" Itu jangan kamu khawatirkan, tapi kamu baik - baik saja kan?" Algi menelisik tubuh Alea takut ada yang terluka. "Sebenar nya apa yang terjadi ha?"


" Ada pria yang tidak terima aku akhiri hubungan nya dan malah bersikap kasar pada ku, kamu tahu aku sangat tidak menyukai pria yang kasar" Alea memutar bola mata nya malas.


" Apa dia berbuat kasar pada mu? Ish, aku fikir dia pria baik yang polos. Ternyata ck ck ck" Algi menatap Putra seraya menggelengkan kepala nya. " Cepat pergi! Jangan pernah mengganggu Alea lagi, atau aku juga akan menyakiti mu lebih parah dari apa yang di lakukan Alea barusan" Algi berkata dengan nada ancaman dan nada penuh penekanan.


" Aku akan membalas semua nya Alea, ingat itu!" Putra pun langsung pergi setelah mengatakan itu pada Alea dan Algi dengan langkah yang agak pincang.

__ADS_1


" Ya ya, lakukan sesukamu kami tidak takut pada mu" Algi mendengus kesal.


" Sekarang ceritakan apa yang terjadi, atau aku akan melaporkan nya pada om Jay" Algi duduk di atas kursi yang tadi di tempat putra.


" Ish, kau ini berani nya mengadu pada papi ku saja!" Alea memberengut kesal. " Aku akan menjelaskan nya, jadi dengarkan aku baik - baik karena tidak akan ada siaran ulang"


Alea pun mulai menceritakan tentang perjodohan nya dengan Rifki yang di atur oleh mami papi nya dan juga mama dan papa Rifki. Alea juga menceritakan tentang apa yang terjadi barusan pada nya dan juga putra. Algi tampak mengangguk - anggukan kepala nya seraya terkadang menampilkan wajah yang tampak terkejut dan tak percaya.


" Ternyata kita tidak bisa menilai orang dari sampul nya, bukti nya Putra yang terlihat kalem dan baik ternyata seperti itu" ucap Algi dengan nada mencibir nya.


" Aku setuju dengan mu" Alea mengangguk kan kepala nya.


" Tapi aku tidak percaya kalau kamu dan kak Rifki akan menikah, padahal kamu dan dia tidak pernah akur walau sebentar saja" Algi menatap Alea dengan tatapan menyelidik.


" Ish, aku tahu itu. Tapi aku tidak bisa menolak keinginan mami yang sudah pasti itu demi kebaikan ku" Alea menjeda ucapan nya. " Lagi pula orang yang selalu bersikap baik di depan kita, belum tentu dia benar - benar baik bukan? Apa lagi aku tahu kak Rifki itu orang nya baik dan penyayang, walaupun terkadang dia suka usil dan tengil" Alea terkekeh saat mengatakan nya.


" Tenang saja, aku juga akan mendoakan agar kamu segera bertemu dengan belahan jiwa mu" Alea menepuk - nepuk tangan Algi yang dia letak kan di atas meja.


" Ish, kalau itu memang kewajiban mu sebagai sahabat baik ku" Algi memutar bola mata nya malas sedangkan Alea terkikik geli.


🍓🍓🍓🍓🍓🍓


Sementara di tempat lain nya tampak Rifki yang sedang mengunjungi perusahaan Angga, tampak menghela nafas nya berkali - kali. Sudah sepuluh menit sejak kedatangan nya di sana, namun Rifki hanya diam seraya menghela nafas berat beberapa kali. Angga yang melihat itu hanya bisa menggeleng - gelengkan kepala nya melihat kelakuan keponakan nya itu.

__ADS_1


" Sebenar nya kamu ke sini ada perlu apa? Aku lihat sejak kedatangan mu, kamu hanya diam saja. Kalau seperti itu kenapa kamu tidak melakukan nya di tempat kerja mu saja?" Angga yang sejak tadi merasa bingung dengan sikap keponakan nya itu akhir nya bertanya.


" Aku bingung om" Rifki menunjukan wajah yang lesu.


" Bingung, bingung kenapa?" Angga mengangkat alis nya sebelah.


" Perjodohan ku dengan Alea" kata itu keluar begitu saja dari bibir Rifki.


" Apa ada masalah? Bukan kah kamu dan Alea sudah sama - sama menyetujui nya, lalu apa masalah nya?" Angga menyilangkan ke dua tangan nya seraya menyandarkan tubuh nya di kursi kebesaran nya.


" Kami memang menyetujui nya, tapi aku takut tidak ada perasaan cinta di hati Alea untuk ku dan membuat Alea merasa sedih dengan pernikahan kami ini" Rifki mengingat bagai mana sikap Alea pada nya dari dulu sampai sekarang, Rifki juga mengingat bagai mana Alea begitu senang bila dengan kekasih - kekasih nya dulu.


" Ish, kamu jangan khawatir! Aku yakin suatu saat nanti akan ada cinta di hati kalian. Kamu lihat Nara? Dia yang dulu sangat menyayangi dan mengagumi Aydan akhir nya harus merasakan pahit nya perbuatan bejat yang di lakukan Aydan pada nya sehingga mengubah rasa itu menjadi rasa benci yang teramat sangat. Tapi kamu lihat mereka sekarang? Aydan yang lebih terbuka dengan perasaan nya akhir nya bisa membuat hati Nara luluh dan menerima nya. Kamu juga harus seperti Aydan yang gigih mengejar cinta nya" Angga memberikan petuah nya.


" Aku tidak yakin om, om tahu kan bagaimana kami jika bertemu?" Rifki mengangkat bahu nya acuh. " Tapi seperti yang om katakan barusan, aku harus berusaha seperti Aydan yang akhir nya bisa membuat Nara menerima diri nya. Aku harap Alea juga bisa menerima ku sebagai suami nya nanti" Rifki tersenyum penuh arti


" Itu baru keponakan ku" Angga mengacungkan jempol nya. " Tapi aku penasaran, apa kamu mencintai Alea? " Angga menatap Rifki dengan tatapan menyelidik nya.


" Om pasti sudah tahu, karena om paling bisa mengerti diri ku dari siapa pun" ucap Rifki dengan senyum tipis di bibir nya.


" Aku tahu, aku hanya ingin memastikan nya saja" Angga tersenyum penuh arti.


" Sejak dulu om, sejak kecil aku sangat menyukai nya. Itu sebab nya aku selalu ingin mengusili nya, mungkin itu cara ku menunjuk kan cinta ku" Rifki terkekeh saat mengatakan nya. " Tapi aku tahu satu hal, dalam hati Alea, namaku sama sekali tidak ada dalam hati nya." Wajah Rifki kini menjadi sendu.

__ADS_1


" Aku hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk kalian" Angga sangat sedih melihat keponakan nya yang biasa terlihat ceria dan semangat kini sendu hanya karena seoarang Alea, sungguh Angga berharap Alea bisa membalas cinta Rifki setelah pernikahan mereka nanti.


Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏


__ADS_2